Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Lansia. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Lansia. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Gebyar Lansia Triwulanan, Semangat Usia Senja di Lapangan Desa Mendalanwangi

"It's not how old you are. It's how you are old."  -- Jules Renard

Ahad (18/01) pagi ini, suasana Lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, tampak semarak meski awan mendung menggelayuti langit. Sejak dini hari, tepatnya bakda Subuh, satu per satu rombongan lansia mulai berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang. 

Mereka hadir dengan wajah ceria dan semangat yang menyala untuk mengikuti Gebyar Lansia Triwulanan, sebuah kegiatan rutin yang digelar oleh Perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso (PYGA) Kabupaten Malang.

Sambutan dari Perwakilan Bupati Malang

Di sepanjang lapangan desa, suasana kian hidup dengan hadirnya para pedagang dadakan yang berjajar rapi. Aneka jajanan, minuman, hingga kebutuhan sederhana turut memeriahkan kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi dan kebugaran bagi para lanjut usia ini. 

Lapangan Mendalanwangi pagi itu bukan sekadar ruang terbuka, melainkan ruang perjumpaan, perayaan, dan bukti bahwa usia senja tetap bisa dijalani dengan aktif dan bermakna.

Meja registrasi peserta Senam Lansia Triwulanan di Lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Malang sendiri dikenal sebagai organisasi yang fokus pada kesejahteraan lansia. Beragam kegiatan rutin seperti senam lansia, sosialisasi kesehatan, hingga studi banding ke daerah lain menjadi ikhtiar nyata untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Pada kesempatan kali ini, PYGA menggelar Senam Lansia Triwulanan se-Kabupaten Malang dengan skala yang cukup besar.

Menurut Koordinator PYGA Kecamatan Bululawang, Sandi Cahyadi, jumlah peserta yang diundang mencapai 2.065 orang. Dari Kecamatan Bululawang sendiri hadir 208 peserta, sementara Kecamatan Wagir sebagai tuan rumah menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan sekitar 500 lansia. 

Senam Lansia Bersama dengan Instruktur

Kegiatan ini juga dihadiri oleh KLPI Kabupaten, Forkopimcam Wagir, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wagir, insan kesehatan dari Puskesmas Wagir, kader kesehatan Desa Mendalanwangi, sejumlah outlet di dalam lapangan, serta salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Acara diawali dengan registrasi peserta dan persiapan senam, dilanjutkan dengan pembukaan resmi melalui lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Lansia. Tepat pukul 07.07 WIB, Ketua Panitia yang juga Kepala Desa Mendalanwangi, Muhammad Sharoni, S.Pt., menyampaikan sambutannya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Bupati Malang. Meski Bupati Malang berhalangan hadir karena agenda penting lainnya, pesan yang disampaikan tetap mengundang apresiasi.

Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa Mendalanwangi turut serta dalam Senam Lansia Bersama

Dalam sambutannya, perwakilan Bupati Malang menyebut bahwa Gebyar Lansia Triwulanan ini kemungkinan menjadi satu-satunya kegiatan rutin berskala kabupaten yang secara konsisten diperuntukkan bagi lansia, tidak hanya di Kabupaten Malang, tetapi juga disinyalir jarang ditemui di daerah lain di Indonesia. 

Usai sambutan, momen haru pun tercipta ketika perwakilan Bupati membagikan uang ratusan ribu rupiah kepada para lansia berusia di atas 90 tahun, langsung di depan panggung utama.

Lansia berkebaya pink itu tak kalah gemulainya dengan yang lainnya

Kemeriahan berlanjut dengan penampilan senam kreasi yang dibawakan oleh peserta berkostum tradisional berwarna merah dengan mahkota, menambah nuansa budaya dan keanggunan usia senja. Setelah itu, Senam Lansia Bersama (Senam Lansia Bugar) menjadi puncak kegiatan, diikuti oleh ribuan peserta dan tamu undangan dengan penuh antusias.

Sepanjang pengamatan salah seorang anggota Tim SMARThealth UB yang aktif berkeliling lokasi, tampak para peserta mengenakan seragam khas masing-masing kelompok. Sebagian terlihat mengenakan kaos Klub Jantung Sehat Kabupaten Malang.

Kepala Puskesmas Wagir memimpin langsung nakes dan kader kesehatan di Posyankes yang didirikan di pojok lapangan

Di sudut barat daya lapangan, sekelompok lansia tampil mencuri perhatian dengan kebaya pink yang anggun. Gerakan mereka tetap gemulai, penuh semangat, dan tak kalah energik dibanding peserta lainnya.

Tak hanya soal kebugaran, aspek kesehatan juga mendapat perhatian serius. Di salah satu sudut lapangan, berdiri stand Posyankes yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Wagir, dr. Siti Hariyanti. Di stand ini, dilaksanakan kegiatan Posbindu PTM oleh kader kesehatan Desa Mendalanwangi bersama tenaga kesehatan Ponkesdes dan nakes lainnya dari lingkungan Puskesmas Wagir. Layanan yang diberikan meliputi skrining faktor risiko penyakit tidak menular pada lansia, hingga pemeriksaan mata.

Skrining PTM di Posyankes yang dilakukan oleh kader dan nakes

Gebyar Lansia Triwulanan di Mendalanwangi pagi itu menjadi gambaran nyata bahwa usia lanjut bukanlah batas untuk berhenti bergerak, berkarya, dan bersosialisasi. Seperti ungkapan penulis Prancis Jules Renard (1864-1910):

“Bukan berapa umurmu yang penting, tapi bagaimana kamu menjalani hidupmu di usia tua itu.”

Di bawah langit mendung di Lapangan Mendalanwangi, para lansia Kabupaten Malang membuktikan bahwa hidup di usia senja tetap bisa dijalani dengan sehat, bahagia, dan penuh semangat. *** [180126

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 08 Oktober 2025

Menyapa Pasien di Rumah: Upaya Pelacakan untuk Menjaga Validitas Penelitian Pengendalian Hipertensi

"The best research you can do is talk to people."  -- Sir Terry Pratchett

Dalam penelitian Pengembangan Model Health Coaching untuk Pengendalian Hipertensi di Layanan Primer, keberadaan setiap responden menjadi bagian penting untuk memastikan keutuhan data, validitas temuan, dan keberhasilan intervensi. Namun, seperti lazimnya di lapangan, tidak semua pasien dapat hadir dalam setiap sesi yang telah dijadwalkan. Di sinilah pelacakan atau tracking memainkan peran sentral.

Pelacakan responden yang tidak hadir bukan sekadar langkah administratif. Ia merupakan upaya aktif untuk mencegah potensi bias - karena mereka yang absen bisa jadi memiliki karakteristik atau tantangan berbeda dari yang hadir. 

Tanpa pelacakan, hasil penelitian berisiko kehilangan relevansi dan kekuatan generalisasinya. Oleh karena itu, tim lapangan memastikan bahwa tidak ada suara yang tertinggal, termasuk mereka yang terhalang hadir karena kondisi personal maupun sosial.

Home visit di Desa Wonokerso 

Pada Rabu (08/10), sekitar pukul 08.30 WIB, Field Supervisor bertolak dari Puskesmas Pakisaji untuk melakukan home visit. Dipandu langsung oleh Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Pj Promkes) Puskesmas Pakisaji, Mochamad Faizin, SKM, perjalanan menuju rumah dua pasien hipertensi dari kelompok intervensi pun dimulai. Lokasi yang dituju tersebar di dua dusun di Kecamatan Pakisaji: Dusun Segegeng, Desa Wonokerso dan Dusun Pakisaji, Desa Pakisaji.

Pasien pertama adalah seorang perempuan berusia 41 tahun yang tinggal di Dusun Segegeng RT 14 RW 03. Ketika dikunjungi, ia menyambut dengan ramah. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam sesi health coaching kedua disebabkan oleh tanggung jawab mengasuh bayi yang tidak bisa ditinggal. 

Meskipun demikian, ia sempat hadir pada sesi pertama dan menerima kunjungan lanjutan dari Pj Promkes serta kader kesehatan setempat untuk sesi kedua. Komitmen semacam ini menunjukkan pentingnya pendekatan personal dalam memastikan keberlanjutan intervensi.

Pasien kedua adalah seorang perempuan lansia berumur 72 tahun yang tinggal di Dusun Pakisaji RT 05 RW 01. Ketidakhadirannya dalam sesi ketiga terjadi karena bertepatan dengan acara pernikahan anaknya. Meski demikian, ia tetap membuka diri saat tim datang dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Home visit di Desa Pakisaji

Kunjungan ini membuktikan bahwa berbicara langsung dengan responden memberikan pemahaman yang lebih dalam dibanding sekadar mencatat absensi. Seperti yang dikatakan oleh Sir Terry Pratchett (1948-2015), seorang humoris, satiris, dan penulis novel fantasi dalam bahasa Inggris:

"Penelitian terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berbicara langsung dengan orang lain." 

Kalimat bijak ini menjadi fondasi dari pendekatan lapangan dalam penelitian ini - menjadikan manusia bukan hanya sebagai objek studi, tetapi sebagai mitra aktif dalam perubahan kesehatan.

Pelacakan responden secara langsung ke rumah tidak hanya menyelamatkan data. Ia juga menciptakan kepercayaan, meningkatkan keterlibatan peserta, dan memastikan bahwa intervensi health coaching benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghasilkan temuan yang valid, tetapi juga dampak yang nyata. *** [081025]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 16 Agustus 2025

Hari Ketiga Health Coaching di Puskesmas Wagir – Tiga Lansia, Tiga Kisah, Satu Semangat

Seperti yang diutarakan oleh dr. Arief Alamsyah, MARS, Sp.KKLP dalam “Pelatihan Health Coaching untuk Dokter dan Tenaga Promkes Puskesmas di Kabupaten Malang”, setiap Puskesmas hanya membutuhkan 13 pasien hipertensi sebagai sasaran coaching. Namun, di balik angka itu, tersembunyi cerita-cerita kecil yang menyentuh, seperti yang terjadi pada hari ketiga pelaksanaan Health Coaching di Puskesmas Wagir, Jumat (15/08).

Enumerator Anis Khurniawati, S.Sos yang sebelumnya telah mewawancarai lima pasien pada Selasa (12/08) dan membantu lima wawancara di Puskesmas Ngajum pada Rabu (13/08), meneruskan tugasnya pada Kamis (14/08) dengan tiga wawancara pasien. Dua pasien tambahan saat itu dibantu oleh Field Supervisor yang menghandle dalam prosesi Health Coaching di Ngajum.

Puskesmas Wagir pada pukul 07.27 WIB di hari Jumat (15/08)

Jumat pagi, giliran Field Supervisor kembali mengambil peran. Ia tiba di Puskesmas Wagir pukul 07.24 WIB. Mengingat hari Jumat adalah hari pendek, penjadwalan dilakukan lebih awal. Setelah bertemu dengan Penanggung Jawab Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (Pj PTM) Fenny Noviana, A.Md.Kep, mereka menuju Ruang Pandu untuk memulai sesi wawancara dengan tiga pasien yang sangat istimewa.

Ketiganya adalah laki-laki lanjut usia yang datang dari rumah mereka masing-masing yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Puskesmas. Pasien pertama berusia 65 tahun dengan keterbatasan penglihatan. Pasien kedua, seorang pensiunan berumur 66 tahun, sementara pasien ketiga adalah sosok penuh semangat berusia 80 tahun, yang hadir bersama cucu perempuannya yang setia mendampingi.

Field Supervisor menuntun pasien lansia berkebutuhan khusus untuk memberikan cap jepol dalam informed consent

Mengingat usia para pasien, proses wawancara berlangsung dengan pendekatan yang lebih sabar dan komunikatif. Field Supervisor sering melakukan probing - memancing pemahaman lebih dalam agar inti pertanyaan tersampaikan dengan jelas dan mudah dimengerti. Meski demikian, suasana wawancara terasa santai dan akrab.

Selama proses tersebut, Pj PTM turut membantu dalam pengukuran tinggi dan berat badan. Selesai wawancara, pasien diarahkan ke Ruang Pemeriksaan yang terletak di sisi utara area pendaftaran. Di sana, dr. Faradina Puspitasari dan Penanggung Jawab Promosi Kesehatan (Pj Promkes) Indah Nur Putri Pratiwi, SKM, sudah bersiap memberikan sesi health coaching.

Setelah diukur tinggi dan berat badan oleh Pj PTM, Field Supervisor melakukan pengukuran tekanan darah

Sesi coaching dilakukan secara personal dan menyeluruh. Pj Promkes mencatat poin-poin coaching dalam logbook sebagai bahan untuk tindak lanjut melalui panggilan telepon kepada pasien di hari-hari mendatang.

Prosesi health coaching hari Jumat ini berjalan lancar. Wawancara dimulai pukul 07.35 WIB dan berakhir pukul 09.10 WIB. Namun sesi coaching masih berlanjut hingga pukul 10.00 WIB, memastikan setiap pasien mendapatkan perhatian dan arahan yang maksimal.

Dengan semangat merah putih, dokter Puskesmas Wagir berikan health coaching kepada pasien lansia yang didampingi cucu perempuan kesayangannya

Ketiga pasien lansia ini memberi pelajaran berharga - bahwa usia bukan halangan untuk tetap peduli pada kesehatan. Mereka datang dari jarak tak dekat, dengan niat dan kesungguhan yang patut diapresiasi. 

Semangat mereka menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perubahan besar dalam kesehatan masyarakat dimulai dari langkah kecil, seperti hadir lebih pagi demi mendapatkan pendampingan yang lebih baik. *** [160825]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Implementasi Health Coaching di Puskesmas Pakisaji sebagai Bagian dari Pengembangan Model Health Coaching Untuk Pengendalian Hipertensi di Layanan Primer

Setelah menyelesaikan pendampingan sesi health coaching di Puskesmas Wagir pada Kamis (14/08), Field Supervisor yang juga menghandle health coaching di Puskesmas Ngajum, melanjutkan tugas ke Puskesmas Pakisaji untuk kegiatan serupa. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi penelitian S3 dr. Arief Alamsyah, MARS, Sp.KKLP yang berjudul “Pengembangan Model Health Coaching Untuk Pengendalian Hipertensi di Layanan Primer.

Enumerator sedang wawancara pasien di Ruang Konsultasi & Pengaduan Puskesmas Pakisaji disaksikan oleh Pj Promkes

Sesuai informasi dari Enumerator Pakisaji, Elmi Kamilah, S.Sos., kegiatan health coaching dijadwalkan pukul 11.30 WIB, sehingga perjalanan dari Wagir masih memungkinkan untuk menjangkau kegiatan tepat waktu. 

Setibanya di Ruang Konsultasi dan Pengaduan, tiga pasien telah hadir dan proses wawancara sedang berlangsung dengan disaksikan oleh Pj Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Pakisaji, Mochammad Faizin, SKM.

Selesai bantu enumerator Wagir, Field Supervisor berkesempatan membantu wawancara pasien di Puskesmas Pakisajia pada Kamis (14/08)

Field Supervisor segera mengambil peran dengan meminta Lembar Penjelasan Kepada Calon Subyek Penelitian dan kuesioner untuk turut membantu proses wawancara. Salah satu pasien yang diwawancarai adalah perempuan berusia 48 tahun. Namun, pengukuran tekanan darah sempat mengalami kendala karena ukuran manset tensimeter tidak sesuai dengan ukuran lengan pasien.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pj Promkes membantu melakukan pengukuran ulang menggunakan tensimeter milik Puskesmas di Ruang Klaster 3 (Dewasa & Lansia). Saat itu, dr. Herdiana Ayu Saputri Pramudyawati sedang melaksanakan sesi health coaching dengan pasien pertama. Meskipun dalam kondisi hamil tua, dr. Herdiana tetap menunjukkan komitmen dan semangat tinggi dalam memberikan coaching kepada pasien.

Pj Promkes membantu mengukur tekanan darah pasien yang berlengan tambun dengan manset berukuran besar

Sesi coaching ditutup dengan pemberian modul edukasi berjudul “Bersahabat dengan Hipertensi” yang disusun oleh dr. Arief Alamsyah untuk membantu pasien memahami dan mengingat materi yang telah disampaikan. Modul ini mencakup lima topik utama: pengertian hipertensi, pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, manajemen stres, serta kepatuhan dalam minum obat.

Menurut laporan Enumerator Elmi Kamilah, sesi hari Kamis ini merupakan pelaksanaan health coaching hari ketiga di Puskesmas Pakisaji. Pada hari pertama (Selasa, 12 Agustus), berhasil diwawancarai 3 pasien, dan pada hari kedua (Rabu, 13 Agustus) sebanyak 4 pasien. Hari ini kembali hadir 3 pasien yang mengikuti sesi secara aktif.

Di Ruang Klaster 3 (Dewasa & Lansia), dokter Puskesmas Pakisaji berikan health coaching kepada pasien dan didampingi Pj Promkes dengan logbooknya

Setelah memastikan kegiatan berjalan lancar, Field Supervisor berpamitan kepada dr. Herdiana, Pj Promkes, dan Enumerator untuk kembali ke Sekretariat SMARThealth di Kepanjen. Pada sore harinya, Field Supervisor dijadwalkan memberikan pelatihan enumerator bagi 11 mahasiswa Farmasi Universitas Brawijaya (UB) yang akan bertugas melakukan skrining Model SMARThealth di lapangan.

Implementasi health coaching dalam pengembangan model ini sebagai sebuah ikhtiar besar dalam menjawab tantangan pengendalian hipertensi di layanan primer. Sinergi antar tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan layanan yang lebih manusiawi, edukatif, dan berbasis bukti. *** [160825]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 25 Februari 2025

Semarak Skrining PTM di Kantor Kelurahan Kepanjen: Sinergi untuk Kesehatan Warga

Mulai pagi pada pukul 07.00 WIB di hari Selasa (25/02), suasana semarak terlihat di halaman Kantor Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tempat berlangsungnya skrining penyakit tidak menular (PTM) bagi warga setempat.

Warga berbondong-bondong untuk memeriksakan kesehatan mereka dalam kegiatan yang digelar, se sebuah bentuk kerja sama kolaboratif antara Puskesmas Kepanjen, Pemerintah Kelurahan Kepanjen, dan kader kesehatan.

Kader dan nakes berpose dengan Lurah Kepanjen

Dari remaja, dewasa hingga lansia, mereka antusias mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta tes kesehatan lainnya. Para kader kesehatan tampak sigap membantu jalannya skrining, dan membaur dengan tenaga kesehatan yang berasal dari Ponkesdes Panji Husada dan Puskesmas Kepanjen.

Skrining PTM dimulai pada pukul 07.00 WIB. Sesuai undangannya, warga membawa Kartu Keluarga (KK) maupun KTP dan diserahkan ke pendaftaran. Ada 2 kader yang bertugas yaitu Kristin Mariana dan Dewi Kartikasari. Mereka akan menuliskan identitas warga, seperti nama, jenis kelamin, tanggal lahir, NIK, alamat dan tanggal pemeriksaan.

Setelah itu, diserahkan kepada Khusnul Yakin, staf Puskesmas Kepnajen, untuk dicek dahulu dalam database yang ada di Puskesmas Kepanjen. Kalau warga tersebut pernah periksa ke Puskesmas, maka akan muncul namanya. Sebaliknya, jika belum pernah periksa maka akan didaftar menjadi pasien baru.

Semarak skrining PTM terlihat dari gerbang paduraksa Kantor Kelurahan Kepanjen, Kecmatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Sehabis dicek dalam database, warga akan mendapatkan panggilan dari kader Febriaty untuk segera melakukan pengukuran antropometri, seperti berat dan tinggi badan serta lingkar perut. Pengukuran antropometri ini dilakukan oleh 3 kader, yaitu Harti, Rusmini, dan Wiwik Setya Anggraeni, S.H. Hasil pengukurannya dicatat oleh Febri dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Usai pengukuran antropometri, warga dipersilakan menuju ke meja berikutnya untuk mendapatkan layanan pengukuran tekanan darah. Terdapat 4 orang di meja tersebut, yakni Tri Lestari, S.ST (Puskesmas Kepanjen), Yudha Purwaningdyah Sarihandini, A.Md.Keb (bidan Desa Ngadilangkung), Miftakhul Nimas Triyastuti, A.Md. Gz (Puskesmas Kepanjen), dan kader Sumarmi Warto Dewo.

Tri Lestari dan Sumarmi melakukan pengukuran tekanan darah, dan hasilnya dicatat oleh bidan Yudha. Sementara itu, Nimas bertugas melakukan pendaftaran untuk menuju ke meja pemeriksaan berikutnya.

Suasana skrining PTM yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kepanjen yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan dan kader kesehatan

Meja selanjutnya adalah meja pemeriksaan laborat. Meja ini diperkuat oleh 3 tenaga kesehatan (nakes) dari Laborat Puskesmas Kepanjen, yaitu Yogi Agung Hermawan, A.Md.Kes., Awang Endro Utomo, A.Md.Kep., dan Dani Rahardi S., A.Md.Kep.

Ketiga nakes laborat itu, melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan gula darah puasa (GDP). Hasilnya ini langsung terlihat atau jadi. Sedangkan, untuk pemeriksaan kolesterol, asam urat, HDL (High Density Lipoprotein/kolesterol baik), LDL (Low-Density Lipoprotein/kolesterol jahat), dan Trigliserida (jenis lemak yang mengalir dalam darah).

Selain ketiga nakes laborat, di meja tersebut terdapat kader Agustin Shintowati yang membantu konfirmasi form sebelum diambil darahnya, perawat Nurul Mashfiyah, A.Md.Kep yang menjadi nara hubung form skrining dari meja tersebut kepada dokter, dan Nidya Rosalin, S.Kep. Ners dari Puskesmas Kepanjen yang bertugas membantu menyiapkan ubarampe dalam pemeriksaan darah, seperti Vaccum Blood Collection Tube OneMed, Disposable Syringe With Needle 3 ml, dan tourniquet (pembendung pembuluh darah).

Staf Laborat Puskesmas Kepanjen lakukan phlebotomy

Pemeriksaan darah yang telah dimasukkan dalam tabung kecil itu akan dilakukan di Laborat Puskesmas Kepanjen. Mulai tahun ini, Puskesmas Kepanjen telah memiliki 3 laborat, sehingga pemeriksaan darah menjadi lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

Usai warga mengikuti phlebotomy dari nakes Laborat, maka ia akan disarankan untuk menuju ke meja dokter. Di meja itu terlihat ada 2 dokter fungsional dari Puskesmas Kepanjen, yaitu dr. Hadaya Trias Ramadani dan dr. Afif Bachtiar Rifa’i.

Kedua dokter tersebut akan memberikan konsultasi penyakit maupun kesehatan kepada warga, terutama bagi mereka yang mempunyai faktor risiko tinggi (highrisk), dan sekaligus akan meresepkan obat.

Warga lakukan konsultasi penyakit maupun kesehatan dengan 2 dokter fungsionalis Puskesmas Kepanjen

Obat untuk beberapa hari bisa diambil di meja samping yang dilayani oleh Marina Anjarwati, A.Md.Kep. (Pj. PTM Puskesmas Kepanjen) dan Feby Cahyaning Intanswari, S.Farm dari Farmasi Universitas Brawijaya (UB) yang sedang mengambil profesi.

Sedangkan, untuk kebutuhan obat yang sebulan penuh bagi warga akan diberikan oleh Puskesmas Kepanjen melalui kader setempat, khususnya bagi pemilik kartu BPJS dengan fasilitas kesehatan (faskes) yang dialamatkan di Puskesmas Kepanjen. Sementara itu, yang non faskes Puskesmas Kepanjen disarankan untuk mengambil obatnya di faskesnya masing-masing.

Sehabis itu, warga akan mendapatkan pemberian makanan tambahan yang diberikan oleh kader Ninik Kartini yang disaksikan oleh Koordinator Kegiatan, Mamik Makrifatin, S.ST (bidan Ponkesdes Panji Husada Kepanjen).

Mahasiswi Farmasi UB yang sedang ambil profesi membantu nakes Puskesmas Kepanjen dalam memberikan obat kepada pasien highrisk

Layanan pemeriksaan skrining PTM yang dihadiri salah seorang Tim SMARThealth UB ini selesai pada pukul 11.54 WIB. Dari 150 undangan yang disebar, sebanyak 145 warga (88 puasa, dan 57 tidak puasa) berhasil menjalani pemeriksaan kesehatan, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat. Dengan adanya skrining ini, diharapkan warga lebih memahami kondisi kesehatannya dan dapat mengambil langkah preventif lebih awal demi kualitas hidup yang lebih baik. *** [250225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 17 Februari 2025

ILP Posyandu Nusa Indah 3 Tlogorejo Berlangsung di Pendopo Balai Desa

Pelaksanaan kegiatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Nusa Indah 3 Desa Tlogorejo menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini mengusung konsep layanan terpadu yang melibatkan berbagai aspek kesehatan, mulai dari pencegahan hingga pengobatan. 

Bertempat di Pendopo Balai Desa Tlogorejo yang beralamatkan di Dusun Dadapan No. 4 RT 16 RW 06 Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, warga mendapatkan berbagai layanan yang mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, serta pendampingan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia.

Kegiatan ILP Posyandu Nusa Indah 3 Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Langkah pertama dalam kegiatan ILP adalah pendaftaran peserta yang dilakukan oleh kader kesehatan, yaitu Dian dan Ana. Warga yang datang dicatat identitasnya serta riwayat kesehatannya untuk memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Selanjutnya, peserta diarahkan ke pemeriksaan kesehatan dasar pada langkah dua (penimbangan dan pengukuran), meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut (dewasa), lingkar lengan dan kepala (balita). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi risiko kesehatan yang mungkin dialami oleh warga. Petugas yang melakukan adalah kader Yanti dan Riska.

Meja langkah 1 (pendaftaran)

Setelah pemeriksaan dasar, peserta menuju ke meja langkah tiga (pencatatan dan pelaporan). Dua kader – Suliami dan Sri Widyowati – bertugas melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pengukuran dan penimbangan tadi.

Kemudian, warga disarankan menuju ke meja langkah empat (pelayanan kesehatan) untuk mendapatkan konsultasi kesehatan dari tenaga medis yang bertugas, yaitu bidan Sulianik, A,Md.Keb, dan Wahono, A.Md.Kep. 

Home visit 1

Konsultasi ini mencakup saran terkait pola makan sehat, pencegahan penyakit, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Di dekat neja langkah empat ini juga terlihat ada dua orang kader – Arlih dan Suwinarti - yang bertugas membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pengukuran tekanan darah maupun pengecekan kadar gula darah.

Langkah terakhir dalam ILP adalah langkah lima, yaitu penyuluhan dan PMT. Dua petugas, yakni kader Sutarmi dan Yuliati, membantu tenaga kesehatan memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat maupun jadwal-jadwal kegiatan berikutnya.

Home visit 2

Selain itu, kegiatan ILP juga mencakup layanan imunisasi bagi balita (BCG, DPT, Campak, IPV) serta pemberian tambahan gizi berupa makanan sehat bagi ibu hamil dan anak-anak. Langkah ini memastikan bahwa kelompok rentan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan mereka.

Namun, yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya layanan yang diberikan di Pendopo Balai Desa, tetapi juga inisiatif tiga orang kader kesehatan yang sigap melakukan home visit bagi warga yang tidak dapat hadir langsung. Atas permintaan keluarga, para kader dengan cepat bergerak menuju rumah-rumah warga yang membutuhkan layanan kesehatan tetapi terhalang kondisi fisik atau keterbatasan lainnya.

Konsultasi kesehatan dengan tenaga kesehatan dari Pustu Tlogorejo

Salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir dalam kegiatan ILP tersebut turut mendampingi home visit, yang jaraknya sekitar 300 meter dari Pendopo Balai Desa. Tiga orang kader – Dian, Sutarmi, dan Yanti – melakukan home visit di rumah Keluarga Udin dan Ponimi, yang keduanya berada di Dusun Dadapan RT 12 RW 04.

Ketiga kader tersebut membawa perlengkapan, seperti tinggi/berat bedan, metlin, tensimeter, dan glucose meter serta buku pencatatan dan pelaporan. Di Keluarga Udin, terperiksa dua orang. Istrinya yang bernama Sunarmi dan kakak istrinya yang bernama Martiah.

Kembul bujana usai layanana ILP selesai

Dari Keluarga Udin, ketiga kader berpindah ke rumah Keluarga Ponimin untuk memeriksa dirinya. Pemeriksaan dilakukan apa adanya. Pasien tidak perlu berdandan. Pulang dari sawah dan masih ngligo (bertelanjang dada, tubuh bagian atas tidak memakai pakaian).

Dengan penuh dedikasi, mereka memastikan setiap warga tetap mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan yang diperlukan. Salah satu kader, Sutarmi atau yang akrab disapa Bu Yud itu, mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan harus merata dan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan fisik pasien. "Kami datang langsung ke rumah agar mereka tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan seperti warga lainnya," ujarnya sambil mempersiapkan alat pemeriksaan.

Usai mnghadiri ILP Desa Tlogorejo, Tim SMARThealth UB pulangnya dengan berlayar menyeberang Waduk Karangkates

Tindakan cepat dan sigap dari para kader ini menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam menjangkau dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan bantuan medis, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepedulian yang mendalam bagi warga Desa Tlogorejo. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang erat, ILP di Pos Nusa Indah 3 bukan hanya sekadar program kesehatan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan ILP yang diselenggarakan pada hari Sabtu (15/02) ini, dari jumlah tareget balita sebanyak 75, berhasil hadir dan diperiksa sebanyak 60 balita. Terus untuk lansianya dari yang ditargetkan sebanyak 6 orang, terperiksa sebanyak 5 orang.

Selesai rekapitulasi, acara dilanjutkan dengan kembul bujana antara tenaga kesehatan, kader, Ketua TP PKK Desa Tlogorejo Sulis Nurhayati, dan tak lupa mengajak anggota Tim SMARThealth UB. Di atas tikar, tersaji banyak menu, seperti nasi putih, oseng-oseng kates, bader tempe tahu, bobor daun singkong, urap, lompong teri, sambal goreng kates, kulupan dan sambel orek, kothokan mujaer, dan botok krokot. *** [170225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 10 Februari 2025

ILP Posyandu Delima Desa Krebet: Kolaborasi Kesehatan Tangguh Meski Diterpa Hujan Lebat

Pagi yang sedikit mendung di hari Senin (10./02), depan rumah Ketua RW 06 Desa Krebet Sukur tampak ramai. Puluhan motor terpakir di sepanjang Jalan Pesantren II Dusun Blambangan RT 25 RW 06 Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Ada apa ya?

Ternyata, di tempat itu, sedang berlangsung kegiatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Delima. Masyarakat setempat terlihat antusias hadir, berbondong-bondong menuju rumah Ketua RW 06, yang menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan kesehatan tersebut.

Kader kesehatan berpose dengan nakes dan mahasiswa magang Poltekkes Malang usai ILP Posyandu Delima

Transformasi ILP berfokus untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan peningkatan dan penguatan promosi dan pencegahan bagi sasaran siklus kehidupan – mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, bayi balita, anak pra-sekolah, usia sekolah, usia dewasa dan lansia - serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.

Acara ILP ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Ada 5 langkah dalam alur pemeriksaannya. Langkah 1 merupakan pendaftaran. Ada 2 kader yang bertugas di langkah 1, yaitu Dalipah dan Rodiyatul Mutmainah.

Suasana kegiatan ILP Posyandu Delima di Jalan Pesantren II, Dusun Blambangan RT 25 RW 06 Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang

Langkah 2 adalah penimbangan dan pengukuran tinggi/berat badan, lingkar perut, dan lain-lain. Di langkar 2 ini terdapat 4 orang kader yang bertugas, yakni Dwi Yayik, Fitri N.F., Sa’diyah, dan Husnul Khotimah. Dari 4 orang itu, 2 orang menangani pengukuran balita dan yang 2 orang lagi menangani remaja hingga lansia.

Langkah 3 merupakan bagian pencatatan dan pelaporan. Terlihat ada 3 kader yang bertugas, yaitu Titi Suparni, Santy Kuncara, dan Tri Diana Budi Lestari. Mereka melakukan pencatatan dan pengukuran terkait pengukuran dan pemeriksaan warga yang memeriksakan dalam ILP tersebut.

Usai melakukan pemeriksaan tinggi fundus uteri, bidan Ponkesdes Krebet melakukan pemeriksaan hemoglobin (HB) bagi ibu hamil

Langkah 4 adalah pelayanan kesehatan. Pada langkah ini diisi oleh tenaga kesehatan (nakes) dari Ponkesdes Krebet, yakni bidan Avanti Roslina, A.Md.Keb dan Eka Ilham Adi Waluyo, A.Md.Kep, yang dibantu oleh kader kesehatan Nur Hayati dalam melakukan pengukuran tekanan darah.

Sedangkan, langkah 5 merupakan penyuluhan kesehatan dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Di bagian langkah 5 ini terlihat ada 1 kader kesehatan yang bertugas, yaitu Siti Khodijah. Selain itu, ia juga tampak membantu nakes dalam memberikan vitamin A ke beberapa balita. Sementara itu, kader yang turun ke bawah atau akrab dengan sebutan turba itu adalah Siti Holila dan Mutjayanah.

Perawat Ponkesdes Krebet memberikan layanan kesehatan kepada para lansia

Saat kegiatan, cuaca yang tidak bersahabat menyebabkan jalannya kegiatan sempat terhenti beberapa menit. Hujan angin dari arah selatan menerjang meja langkah 1 dan langkah 2, sehingga kader yang ada di situ harus menyingkir dari terpaan hujan lebat yang disertai dengan angin.

Meskipun cuaca yang kurang mendukung, dengan hujan deras disertai angin kencang, para kader posyandu tetap menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa dalam melayani masyarakat. Begitu cuaca mulai mereda, kegiatan pun kembali berjalan lancar, dengan para kader melayani warga dengan penuh perhatian.

Kader membantu memberikan vitamin kepada balita

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menyediakan arena bermain untuk balita yang sedang antre atau menunggu ibunya yang turut serta diperiksa. Layanan yang menyatukan berbagai elemen kesehatan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, dari anak balita hingga ibu hamil hingga lansia. 

Kolaborasi antara kader kesehatan, nakes, dan mahasiswi magang dari Poltekkes Malang semakin memperkuat semangat bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun cuaca pagi itu sedikit mendung, semangat untuk sehat tidak pernah luntur di Posyandu Delima.

Arena bermain anak dalam ILP Posyandu Delima Desa Krebet

Hingga pukul 12.00 WIB, dari jumlah sasaran balita di Posyandu Delima sebanyak 114 anak tersebut berhasil dilakukan pemeriksaan terhada 102 anak. Sedangkan, pada lansia, dari target 25 orang berhasil diskrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) sebanyak 20 orang.

Usai rekapitulasi, semua yang bertugas melakukan makan bersama dengan 9 mahasiswi Poltekkes Malang yang turut memantu dalam kegiatan ILP ini. Tak lupa, salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) turut diajak mencicipi tahu telor yang pedas.

Acara kegiatan berakhir dan ditutup dengan melakukan foto bersama antara kader kesehatan, nakes, dan mahasiswa magang Poltekkes Malang. *** [100225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 05 Februari 2025

ILP Posyandu Dusun Niwen di Pendopo Balai Desa Sidorahayu: Kolaborasi Elok Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

Rabu (05/02) pagi ini, Desa Sidorahayu disambut oleh keindahan latar belakang Gunung Kawi yang megah menjulang dan hiruk-pikuk pasar tumpah di sepanjang Jalan Kresna, memberikan suasana dinamis bagi warga yang datang untuk memeriksakan kesehatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu Dusun Niwen.

“Dulu bernama Posyandu Nusa Indah. Namun sejak ILP, namanya memakai nama dusun sesuai aturan dari Kemenkes. Nusa Indah dihilangkan, dan diganti dengan nama dusunnya,” jelas perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md.Kep.

Penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita di langkah 2 yang bersanding dengan petugas langkah 3

Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan biasa, melainkan wujud dari kolaborasi luar biasa antara berbagai pihak yang berperan aktif dalam memastikan kesehatan masyarakat terjaga dengan baik.

Integrasi Layanan Primer (ILP) diadakan di Pendopo Balai Desa Sidorahayu yang beralamatkan di Jalan Kresna No. 1 Dusun Niwen RT 12 RW 03 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, melibatkan tenaga kesehatan (nakes) desa (bidan dan perawat), dokter muda (Stevens dan Jennifer) dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), kader balita, kader lansia, serta mahasiswa KKN dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang. 

Pencatatan dan pelaporan

Tak hanya itu, Poltekkes Malang yang memiliki jurusan rekam medik juga turut berperan dalam memberikan layanan pemeriksaan. Kehadiran personil dari Puskesmas Wagir seperti Pj Gizi (Fitri Al Maidah, S.Gz), Pj Promkes (Indah, N.P, SKM), dan Pj Farmasi (Apt. Yuristia) dari Puskesmas Wagir, serta Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), semakin menguatkan keberhasilan kegiatan ini.

ILP kali ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat, termasuk balita, usia produktif, dan lansia. Dengan melibatkan berbagai elemen, kegiatan ini tidak hanya menekankan pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga pada edukasi kesehatan yang berbasis pada data kesehatan yang terkumpul dari berbagai pihak.

Langkah 4 yang dipandu oleh dokter muda dari FKUB

Kehadiran para mahasiswa KKN juga membawa nuansa semangat baru dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa, melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada warga dalam menjaga pola hidup sehat.

Acara ILP Posyandu Dusun Niwen ini dimulai pada pukul 08.30 WIB. Ada 5 langkah pemeriksaan dalam kegiatan ILP yang diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Sidorahayu ini, yakni 1). Pendaftaraan, 2). Penimbangan dan Pengukuran, 3). Pencatatan dan Pelaporan, 4). Pelayanan Kesehatan oleh Nakes, dan 5). Penyuluhan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Langkah 4 yang ditangani oleh bidan Desa Sidorahayu

Pada langkah pertama, warga yang hadir melakukan pendaftaran di meja pendaftaran. Ada 3 kader petugas – Aria Sri Wahyuni, Titin Setyowati, Vinda S. - yang bertugas mencatat data pribadi dan informasi dasar mengenai kondisi kesehatan peserta.

Setelah pendaftaran, peserta melanjutkan ke tahap penimbangan dan pengukuran. Petugas – Elly Listioutami, Evi Yuliani, Sri Marianah, Sri Rusiyanti, Ventina Tri - akan mengukur tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan untuk memperoleh data kesehatan fisik yang diperlukan.

Langkah 4 yang dihandle perawat Desa Sidorahayu

Hasil dari penimbangan dan pengukuran akan dicatat dan dilaporkan dalam sistem kesehatan. Petugas yang di langkah 3 ini adalah Sukesi. Data ini penting untuk memantau kondisi kesehatan individu dan sebagai bahan evaluasi untuk pelayanan di masa depan.

Usai langkah 3, peserta akan melanjutkan ke langkah 4. Pada tahap ini, peserta akan menerima pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terlibat, seperti pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan keluhan atau kebutuhan kesehatan. Hal ini bisa berupa konsultasi dengan dokter, pemeriksaan gizi, atau pelayanan kesehatan lainnya.

Mahasiswa Poltekkes Malang bantu penyuluhan dan edukasi kepada warga

Bidan Okta Wiyanti Prastika, A.Md.Keb. berfokus pada layanan pemeriksaan terkait balita, ibu hamil, ibu pasca persalinan, imunisasi, dan lain-lainnya. Sedangkan, perawat Dimar Kurniawan berkutat pada layanan pemeriksaan dan konsultasi bagi peserta usia produktif maupun lansia. Sementara itu, dokter muda FKUB yang magang di Puskesmas Wagir membantu pemeriksaan kepada warga yang mempunyai faktor risiko diabetes mellitus.

Selesai langkah 4, peserta akan mendapatkan penyuluhan dari petugas – Mislikah, Sri Hartatik, Warsini - mengenai pola hidup sehat, pola asuh bayi, dan pencegahan penyakit. Selain itu, warga juga akan diberikan makanan tambahan yang mendukung peningkatan gizi, terutama untuk balita dan lansia.

Penyuluhan dan PMT dalam ILP Posyandu Dusun Niwen, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

Dengan alur-alur ini, ILP berfokus pada pemantauan kesehatan yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik hingga edukasi untuk mendukung gaya hidup sehat di masyarakat.

Hingga pukul 11.08 WIB, saat dilakukan rekapitulasi oleh petugas pencatat dan pelaporan, Tim SMARThealth UB mencatat kehadiran sasaran balita sebanyak 120 yang diperiksa. Dua orang kehadiran sasaran ibu hamil. Tiga orang kehadiran sasaran anak usia prasekolah. Satu orang kehadiran sasaran remaja, dan 45 orang kehadiran sasaran usia dewasa dan lansia. Totalnya ada 171 orang yang berhasil diskrining dalam pemeriksaan di ILP Posyandu Dusun Niwen.

Melalui kegiatan ILP yang melibatkan sinergi berbagai elemen ini, diharapkan dapat tercipta sebuah model layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, menjangkau setiap lapisan masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Sidorahayu, terutama dalam hal kesehatan preventif dan promotif. *** [050225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 03 Februari 2025

Briefing Kader Kesehatan di Desa Sidorahayu: Menyambut Perubahan Personil dengan Semangat Baru untuk Kesehatan Masyarakat

Sidorahayu, 1 Februari 2025 – Di tengah keramaian Jalan Kresna di pagi hari yang bernuansa pasar tumpah yang menyemarakkan jalan menuju Pendopo Desa Sidorahayu, sebuah acara pertemuan sederhana berlangsung.

Briefing kader kesehatan yang diinsiasi oleh perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md.Kep., diselenggarakan untuk memperkenalkan perubahan personil kader serta memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan (nakes), Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), dan mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang (Unmer).

Acara ini dihadiri oleh kader kesehatan pengganti (Satik, Warsini, Wawuk) dan kader kesehatan lama (Mokhamat Sholeh dan Sumartiani) yang kelimanya akan memperkuat dalam layanan Posbindu maupun Posyandu Lansia.

Perawat Desa Sidorahayu mengawali briefing santai di Pendopo Balai Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

Selain itu, turut hadir adalah bidan Desa Sidorahayu Okta Wiyanti Prastika, A.Md.Keb., salah seorang anggota Tim SMARThealth UB, dan 4 mahasiswa KKN Unmer Malang (Yasinta Eka Priyantina, Yeremias Meze, Yuliana Eci, Zuvra Avrika).

Acara ini menjadi momen penting dalam menyambut semangat baru bagi pengelolaan kesehatan masyarakat di desa. Perubahan personil kader kesehatan menjadi fokus utama dalam briefing kali ini, yang diharapkan dapat memberikan dorongan segar bagi peningkatan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Briefing kader kesehatan dimulai pada pukul 10.28 WIB. Perawat Dimas memulainya dengan memberikan pengarahan kepada kader kesehatan pengganti yang bakal mengisi dalam layanan Posbindu (Posyandu Usia Produktif) dan Lansia, seperti tugas dan kiprah nantinya.

Personil baru tersebut juga diperkenalkan kepada Tim SMARThealth UB untuk kolaborasi selanjutnya. Perubahan kader ini, menurut perawat Dimas, dikarenakan sinkronisasi kegiatan Posbindu dan Posyandu Lansia dengan arahan dari Pemerintah Desa dan Program PTM Puskesmas Wagir.

Perawat Desa Sidorahayu memberikan pengarahan dalam perubahan personil kader kesehatan Desa Sidorahayu

Selesai pengarahan kader tersebut, kemudian perawat Dimas membahas rencana aneka kegiatan mahasiswa KKN Unmer yang nantinya bakal kolaborasi terkait bakti sosial kesehatan yang akan melibatkan kader kesehatan maupun nakes nantinya.

Pada kesempatan ini, terjadi dialog antara perawat, bidan, dan keempat mahasiswa KKN Unmer tersebut untuk mencari titik temu yang ideal dan sekaligus bisa segera mempersiapkan implementasi dari kegiatan KKN tersebut.

Usai pembahasan kegiatan bersama mahasiswa KKN Unmer Malang, perawat Dimas memberikan kesempatan kepada Tim SMARThealth UB untuk menyampaikan agenda yang akan dilaksanakan di Desa Sidorahayu ini.

Pada kesempatan, Tim SMARThealth UB menyampaikan kegiatan dalam penelitian “Deteksi Polimorfisme Pasien Hipertensi sebagai Pendekatan Personalisasi Terapi”. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa agenda yang harus dijalankan, yaitu verifikasi dan validasi data sejumlah pasien yang terindikasi hipertensi dalam pelaksanaan SMARThealth yang dilakukan oleh enumerator; dan pengukuran tekanan darah, tinggi maupun berat badan.

Tim SMARThealth UB ikut ngobrol bareng dalam briefing perubahan personil kader kesehatan Desa Sidorahayu

Pelaksanaan verifikasi dan validasi telah selesai dilakukan, dan kehadiran Tim SMARThealth UB pada perubahan personil kader kesehatan ini dalam rangka briefing terkait pelaksanaan pengukuran tekanan darah, tinggi maupun berat badan tersebut yang akan dilakukan oleh kader kesehatan.

Rencananya 5 orang kader tersebut akan mengunjungi sebanyak 47 pasien hipertensi yang telah ada dalam list by name by address, untuk melakukan pengukuran tekanan darah di pagi dan sore hari, serta melakukan pengukuran tinggi maupun berat badan hanya sekali.

Hasil pengukuran ini kemudian diinput oleh kader kesehatan dengan menggunakan link google form yang telah disiapkan oleh supervisor lapangan apt. Favian Rafif Firdaus, S.Farm., M.Farm yang telah dishare kepada perawat Dimas dan kelima kader kesehatan tersebut.

Briefing yang dipimpin oleh perawat Dimas ini selesai pada pukul 12.00 WIB. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan briefing ini mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat di Desa Sidorahayu, serta menciptakan kader-kader kesehatan yang siap mengemban tugas dengan lebih baik. *** [030225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog