Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Ketawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Ketawang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2022

Rumah Kader SMARThealth Jadi Tempat Giat Posbindu PTM di Desa Putat Lor

Seperti halnya desa lain di wilayah kerja Puskesmas Ketawang, dua tenaga kesehatan (nakes) Desa Putat Lor bersama dengan kader SMARThealth juga menyelenggarakan giat Posbindu PTM di rumah kader SMARThealth Umi Amalia yang beralamatkan di Jalan Mawar, Dusun Baran RT 13 RW 02 Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (25/10/2022). Lokasi rumah itu tepat berada di depan toko bangunan Saripin. Orang setempat menyebutnya toko material.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, akan tetapi banyak warga yang berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB. Pada saat ini, di Desa Putat Lor baru sibuk ke sawah. Ada yang baru derep (panen), dan ada pula yang mulai tanam lagi. Biasanya warga akan ke Posbindu sepulang dari sawah.

Sebelum pukul 10.00 WIB ada warga yang datang tapi cuma satu-satu. Namun demikian, nakes dan kader SMARThealth senantiasa siap melayani pemeriksaan kepada warga Dusun Baran yang hadir dalam giat Posbindu PTM.

Nakes Putat Lor ukur tensi dan cek gula darah warga di atas kursi roda yang hadir dalam giat Posbindu PTM

Dalam giat Posbindu PTM itu dibagi dalam dua pelayanan. Di teras rumah, digunakan untuk pendaftaran dan pengukuran antropometri (berat/tinggi badan dan lingkar perut) serta penyuluhan. Sementara yang di ruang tamu rumah kader SMARThealth dipakai untuk pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan laborat ringan, seperti kadar gula darah dan kolesterol.

Alur pemeriksaannya dimulai dari teras baru kemudian masuk ke dalam ruang tamu. Mula-mula, warga yang datang akan melakukan registrasi yang dilayani oleh kader SMARThealth Siti Kholilah di meja pendaftaran, dan kemudian mendapat penyuluhan dari kader SMARThealth Khusnul Khuluq tentang arti pentingnya melakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) secara berkala di Posbindu PTM.

Setelah mendaftar, warga akan mendapat layanan pengukuran berat/tinggi badan lingkar perut oleh kader SMARThealth Umi Amalia. Hasil pengukurannya akan dicatat oleh kader SMARThealth Nadia Adwakul Abida.

Suasana giat Posbindu PTM di teras rumah kader SMARThealth

Usai diukur berat/tinggi badan dan lingkar perut, warga akan dipersilakan masuk ke ruang tamu. Di ruang tamu, warga akan diukur tekanan darahnya oleh perawat Desa Putat Lor Sri Prasetiyo, A.Md.Kep, dan dilanjutkan dengan pengecekan kadar gula darah/kolesterol oleh bidan Desa Putat Lor Devi Fitrianingsih, A.Md.Keb. Hasil pengukuran tensi dan pengecekan laborat ringan tersebut akan ditulis oleh kader SMARThealth Nurul.

Selain itu, kedua nakes tersebut juga akan memberikan konseling kepada warga yang terindikasi memiliki faktor risiko PTM tinggi (highrisk). Dalam giat Posbindu PTM ini, semua nakes di enam desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Ketawang memang tidak dibekali dengan obat-obatan.

Jika menjumpai warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi maka nakes akan merujuk warga tersebut ke Puskesmas Ketawang untuk mengambil obat. Seperti yang disaksikan oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir dalam giat Posbindu PTM tersebut, dalam merujuk warga yang terindikasi highrisk akan mengeluarkan secarik kertas rujukan eksternal untuk ditunjukkan kepada Puskesmas Ketawang ketika warga hendak mengambil obatnya.

Suasana pemeriksaan di ruang tamu rumah kader SMARThealth

Acara giat Posbindu PTM ini ditutup layanan pemeriksaannya pada pukul 11.28 WIB. Selama dua jam dua puluh delapan menit itu, berhasil terperiksa sebanyak 33 warga dengan rincian 4 laki-laki dan 29 perempuan.

Dari total 33 orang itu, menurut nakes yang memiliki faktor risiko tinggi hipertensi ada 7 orang, 2 laki-laki dan 5 perempuan. Sedangkan, yang diabetes mellitus ada 4 orang, yang semuanya adalah perempuan.

Dari 11 orang yang punya risiko tinggi hanya 3 orang yang dirujuk oleh nakes ke Puskesmas Ketawang. Yang lainnya tidak dirujuk karena mereka sudah melakukan pengobatan secara rutin, baik ke Puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang lainnya. *** [251022]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo




Share:

Senin, 24 Oktober 2022

Diguyur Hujan, Posbindu PTM di Desa Ketawang Tetap Jalan

Desa Ketawang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Gondanglegi yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Ketawang. Selain dikelilingi perkebunan tebu, Desa Ketawang juga menjadi tujuan untuk mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Rifa’ie yang sudah cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia.

Sedari pagi di hari Senin (24/10/2022), cuaca di Kepanjen hingga Gondanglegi mendung. Sesekali terlihat sinar mentari jatuh ke bumi, tapi terus menghilang lagi. Kemudian bersambung dengan hujan yang cukup lama.

Pemeriksaan di ruang tamu dalam giat Posbindu PTM di Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi

Kendati demikian, dua tenaga kesehatan (nakes) Desa Ketawang bersama kader Posyandu Lansia dan kader SMARThealth tetap bersemangat menggelar giat Posbindu PTM di rumah kader Lansia Isbandiyah yang beralamatkan di Jalan Raya Ketawang, Dusun Krajan RT 15 RW 02 Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Lokasi ini berada di gang yang tak jauh dari Jalan Raya Ketawang. Ancer-ancernya berada di sebelah utara SPBU Pertamina 54.651.28 Putat Lor ± 200 meter, atau selatan Musholla Alfiah. Lokasinya juga tak jauh dari bengkel Budiyono (Cak Bud).

Acara pemeriksaan dalam giat Posbindu PTM ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Antusias warga terlihat sudah duduk mengantre untuk ikut layanan pemeriksaan di Posbindu PTM. Antrean warga ditempatkan di teras depan sisi timur, sedangkan di sisi barat digunakan kader untuk pendaftaran dan sekaligus pengukuran antropometri serta tekanan darah.

Pengukuran tensi di teras sisi barat rumah

Pada pendaftaran, kader SMARThealth Istada melakukan registrasi kepada warga yang hadir dalam giat Posbindu PTM. Warga cukup memperlihatkan KTP saja untuk didaftar. Setelah itu, warga akan mendapatkan layanan pengukuran antropometri, seperti tinggi/berat badan dan lingkar perut.

Mula-mula warga akan diukur berat dan tinggi badannya oleh kader SMARThealth Khoirun. Lalu dilanjutkan dengan pengukuran lingkar perut oleh kader Posyandu Lansia Isbandiyah. Hasil pengukurannya dicatat dalam kertas kecil untuk dibawa warga.

Masih di teras depan, usai diukur berat/tinggi badan dan lingkar perut, warga akan mendapat layanan pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth Suhartatik di meja paling barat. Hasil pengukuran tensi juga akan dituliskan dalam kertas kecil yang dibawa oleh warga.

Pengukuran lingkar perut oleh kader Posyandu Lansia di teras depan

Sehabis ditensi, warga akan dipersilakan kader untuk masuk ke ruang tamu. Di ruang tamu itu, warga akan mendapatkan layanan pengecekan kadar gula darah oleh kader SMARThealth Adelina Altami yang di sampingnya ada perawat Desi Ike Puspita, A.Md.Kep dan bidan Ria Wijayanti, A.Md.Keb.

Kedua nakes itu yang akan bertindak dalam memberikan konseling maupun edukasi kepada warga yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) tinggi (highrisk). Di lingkungan Puskesmas Ketawang ini, nakes tidak membawa obat-obatan.

Namun demikian, ketika ada warga yang terindikasi highrisk, maka nakes akan memberikan lembar rujukan ke Puskesmas Ketawang untuk mengambil obat. Dalam layanan pemeriksaan ini tadi, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir dari awal hingga akhir, dan bertemu sebentar dengan penanggung jawab PTM Puskesmas Ketawang Yosha Nasuma Ventanisa, A.Md.Kep sebelum ia melanjutkan ke Desa Sumberjaya untuk acara Posyandu Lansia, sempat menyaksikan bagaimana nakes memberikan konseling dan kemudian menyarankan ke Puskesmas Ketawang sepulang dari Posbindu PTM untuk mengambil obat.

Semua hasil pemeriksaan dicatat dalam buku besar oleh kader Posyandu Lansia secara by name, by address

Dalam giat Posbindu PTM ini ada 5 orang (1 tensi tinggi dan 4 gula darah tinggi) yang dirujuk oleh nakes ke Puskesmas Ketawang, akan tetapi hanya 4 orang yang mau langsung pergi ke Puskesmas Ketawang, yaitu 1 tensi tinggi dan 3 gula darah tinggi.

Sekitar pukul 10.00 WIB hujan mulai turun. Warga yang hadir mulai tidak serempak tapi mengalir. Satu orang datang, lalu pulang. Kemudian datang lagi warga, dan pulang dan seterusnya hingga giat Posbindu PTM ini selesai.

Dari rangkaian alur pemeriksaan dalam giat Posbindu PTM ini, semua hasilnya akan ditulis oleh kader Posyandu Lansia Fitrotul Azizah yang bertugas melakukan pencatatan warga yang melakukan pemeriksaan, mulai dari nama dan alamat sampai dengan hasil pengukurannya.

Suasana antrean sebelum turun hujan deras

Pos layanan kesehatan di Posbindu PTM ini ditutup oleh nakes pada pukul 12.00 WIB. Dari hasil rekapitulasi, berhasil terperiksa sebanyak 30 orang dengan rincian 2 laki-laki dan 28 perempuan. Dari total yang hadir itu, warga yang terindikasi hipertensi ada 10 orang dan diabetes mellitus sebanyak 4 orang.

Menurut perawat Desa Ketawang Desi Ike Puspita, biasanya yang hadir sekitar 50-an orang, karena warga di sini kalau ada pemeriksaan cukup antusian. “Hanya saja mungkin karena turun hujan dan ada yang masih pergi ke sawah, cuma hadir 30 orang,” pungkas perawat Ike. *** [241022]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo




Share:

Sabtu, 22 Oktober 2022

Posbindu PTM Desa Urek-Urek Sasar Warga Yang Ikut Praktek Pemicuan Jamban

Desa Urek-Urek merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Gondanglegi dan berada di wilayah kerja Puskesmas Ketawang. Desa yang memiliki kondisi geografis dengan wilayah dataran rendah ini, sebagian besar masyarakatnya selain bertani sawah maupun berkebun tebu, banyak juga yang berkarya dalam pembuatan genteng dan batu bata. Ancer-ancer lokasi desa ini berada di sebelah timur Puskesmas Ketawang yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Sabtu pagi (22/10/2022) ini, penanggung jawab Kesehatan Lingkungan (Pj Kesling) Puskesmas Ketawang Muhammad Noer Maulidi, A.Md.Kep menggandeng kader kesehatan melaksanakan kegiatan sosialisasi pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau pemicuan jamban kepada warga di Pendopo Balai Desa Urek-Urek yang beralamatkan di Jalan Raya Urek-Urek No. 1 Dusun Baran RT 07 RW 02 Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Perawat sedang melakukan cek laborat ringan terhadap warga yang menghadiri pemicuan jamban di Pendopo Balai Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi

Pemicuan STBM atau jamban adalah suatu kegiatan memunculkan rasa butuh akan sanitasi pada diri indvidu di masyarakat. Dilakukan dengan cara menganalisa situasi lingkungan dan perilaku masyarakat itu sendiri, sehingga muncul kesadaran internal dari masyarakat dan terdorong untuk mewujudkan dalam perilaku yang sehat serta membangun sarana sanitasinya secara mandiri. Tindakan ini untuk meninggalkan kebiasaan buruk mereka Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat.

Pada kegiatan pemicuan ini, perawat dan bidan Desa Urek-Urek bersama dua orang kader SMARThealth memanfaatkan waktunya untuk menyasar warga yang sedang berkumpul di Pendopo Balai Desa tersebut guna dilakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui giat Posbindu PTM.

Giat Posbindu PTM dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB, setengah jam sebelum undangan pemicuan jamban dimulai. Dua kader SMARThealth, Luluk Sunarti dan Sri Kiptiyah, berkesempatan membantu pendaftaran dan pengukuran antropometri (tinggi/berat badan dan lingkar perut) sebelum mereka bergabung dalam pemicuan jamban.

Bidan mengukur tekanan darah warga yang hdir dalam pemicuan jamban di Pendopo Balai Desa Urek-Urek

Setelah warga yang hadir di Pendopo Balai Desa didaftar dan diukur tinggi/berat badan serta lingkar perutnya, warga akan diukur tekanan darahnya oleh bidan Desa Urek-Urek Anik Wanayanti, A.Md.Keb. Hasil pengukurannya akan dicatat oleh kader di dalam buku pemeriksaan Posbindu PTM bersama dengan antropometri.

Usai ditensi, warga akan bergeser menuju ke meja sebelah timurnya. Di meja itu ada perawat Desa Urek-Urek Feny Rismawati, A.Md.Kep yang akan memberikan layanan pengukuran kadar gula darah dan kolesterol serta memberikan konseling kepada warga yang terindikasi faktor risiko PTM.

Dari hasil rekapitulasi, berhasil terskrining sebanyak 32 orang. Semuanya berjenis kelamin perempuan. Dari 32 orang itu, diketahui warga yang memiliki faktor risiko hipertensi sebanyak 2 orang dan diabetes mellitus ada 1 orang.

Pj PTM Puskesmas Ketawang bantu ukur berat badan warga terakhir yang periksa di layanan Posbindu PTM

Selesai ikut skrining faktor risiko PTM, warga dan kader langsung bergabung dalam praktek pemicuan jamban. Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir dalam giat Posbindu PTM itu juga ikut menyaksikan praktek pemicuan jamban yang dilakukan oleh kader kesehatan yang telah mendapat pelatihan STBM.

Dalam praktek itu, dibagi dua kelompok, yaitu kelompok 1 dan 2. Kelompok 1, prakteknya dengan berdiri mengitari meja utama. Sedangkan, kelompok 2, prakteknya dengan duduk lesehan di atas karpet warna hijau muda. Orang Jawa menyebutnya dengan babut.

Kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan STBM akan mempraktekkan di hadapan warga tentang kesanitasian agar warga mendapatkan pengetahuan mengenai sanitasi yang benar dan sehat.

Pj Kesling Puskesmas Ketawang dalam arahan di Kelompok 2 pada praktek pemicuan jamban di Pendopo Balai Desa Urek-Urek

Dalam giat ini, kader kesehatan dilatih Pj Kesling Puskesmas Ketawang mengenai pemicuan, bukan penyuluhan. Pada praktek itu, kader akan memperagakan mengenai BAB sembarangan, air putih yang diberi garam dan membuat burger tanpa daging dan tanpa cuci tangan.

Pada praktek BAB sembarangan, kader kesehatan mengaduk katul yang diberi sedikit air. Katul itu akan diletakkan di atas peta wilayah desa yang telah disiapkan oleh kader. Katul itu sebagai kiasan kotoran manusia. Seandainya kotoran manusia itu masih berserakan di desa ini, apa jadinya terhadap kesehatan warganya.

Sedangkan, pada praktek air putih diberi garam, beberapa warga diminta mencicipi dan semua mengatakan asin. Maksud dari praktek ini memiliki pesan kepada warga bahwa warna air yang jernih belum menjamin bahwa air itu bersih atau sehat.

Kantor Desa/Balai Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi

Sementara itu, pada saat burger selesai dibuat dan meminta warga mencicipinya, ternyata mereka tidak mau. Karena kader yang membuatnya tidak cuci tangan terlebih dahulu. Praktek ini mempunyai pesan jangan mudah tergiur oleh wujud makanan tapi hendaknya juga tahu proses pembuatannya.

Selesai praktek, warga sudah boleh pulang. Akan tetapi kader kesehatannya tetap tinggal dulu karena akan dibriefing oleh Pj Kesling Puskesmas Ketawang. Briefingnya itu untuk mengevaluasi apa yang telah dipraktekkan oleh kader kesehatan agar ke depannya, mereka bisa menjadi lancar dan semakin percaya diri dalam menyelenggarakan pemicuan lagi. *** [221022]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo




Share:

Jumat, 21 Oktober 2022

Warga RT 13 RW 03 Desa Sumberjaya Ikuti Pelayanan Kesehatan di Posbindu PTM

Desa Sumberjaya merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Gondanglegi yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Ketawang. Wilayah ini dikelilingi areal persawahan dan perkebunan tebu warga setempat.

Desa yang memiliki luas lahan 224 Ha ini, sebelah utara berbatasan dengan Desa Gading dan Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Gading, Kecamatan Bululawang dan Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Ganjaran dan Desa Bulupitu, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang.

Staf PTM Dinkes lihat pengecekan kadar gula darah maupun kolesterol di ruang tamu

Jumat (21/10/2022), perawat Desa Sumberjaya bersama kader SMARThealth dan Posyandu Lansia mengadakan kegiatan (giat) Posbindu PTM di rumah kader Posyandu Lansia Zaenab yang beralamatkan di Jalan Sunan Kalijaga, Dusun Dawuhan RT 13 RW 03 Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ancer-ancernya timur pemakaman atau sebelah barat Dam Bureng ± 250 meter.

Kendati acara giat Posbindu PTM ini molor 15 menit dari yang dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB, warga RT 13 RW 03 masih berantusias untuk mengikuti giat Posbindu PTM. Mayoritas warga yang mengikuti pelayanan kesehatan di Posbindu PTM rata-rata orang Madura (keturunan Madura) sehingga Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang turut hadir dalam Posbindu PTM tertarik dengan bahasa yang digunakan dalam percakapan dalam pemeriksaan tersebut.

Meja pendaftaran diletakkan di teras depan rumah sisi barat. Kader Posyandu Lansia Endang Safitri yang bertugas melakukan registrasi warga yang akan ikut skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Perawat sedang melakukan pengukuran tekanan darah di teras rumah

Setelah registrasi, warga akan diukur berat badan oleh kader Posyandu Lansia Zaenab, dan terus dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan oleh Nurlilik, kader SMARThealth yang sekaligus merupakan istri Kepala Desa Sumberjaya.

Namun karena ada kepentingan yang mendesak lainnya, istri Kepala Desa Sumberjaya yang akrab dipanggil dengan Bu Lurah itu pada pukul 09.54 WIB harus meninggalkan giat Posbindu PTM, dan digantikan oleh kader Posyandu Lansia Lasmiati.

Kader Lasmiati meneruskan melakukan pengukuran tinggi badan dan sekaligus melakukan pengukuran lingkar perut warga. Hasil pengukurannya dilaporkan kepada kader SMARThealth Nia Regilia yang bertugas mencatat semua hasil pengukuran antropometri maupun pengecekan laborat ringan.

Kader Posyandu Lansia bantu pengukuran tinggi badan di dinding sebelah barat rumah

Usai pengukuran antropometri (tinggi/berat badan, lingkar perut), warga dipersilakan masuk ke ruang tamu rumah kader Posyandu Lansia Zaenab. Di dalam ruang itu, ada perawat Desa Sumberjaya Yosha Nasuma Ventanisa, A.Md.Kep dan bidan Desa Sumberjaya Nuriyatin Idda Williarsih, A.Md.Keb serta kader SMARThealth Nia Regilia.

Perawat Yosha akan melakukan pengukuran tekanan darah dengan tensi manual, dan bidan Idda akan melakukan pengecekan kadar gula darah maupun kolesterol kepada warga. Hasil pengukurannya juga akan dicatat dalam buku oleh kader Nia.

Dalam giat Posbindu PTM itu, perawat Yosha terkadang juga melakukan pengukuran tensi di teras depan rumah sisi timur sambil lesehan. Staf PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Kristina Dewi, A.Md.Keb, yang hadir pada pukul 09.55 WIB turut menyaksikan pengukuran tensi sambil lesehan.

Suasana pendaftaran di teras depan rumah

Setiap melakukan pemeriksaan, kedua tenaga kesehatan (nakes) baik perawat maupun bidan desa akan memberikan konseling gaya hidup sehat kepada warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk).

Mengingat giat Posbindu PTM di Desa Sumberjaya ini jatuh pada hari Jumat, maka pelayanan kesehatan ditutup pada pukul 11.00 WIB. Dari hasil rekapitulasi berhasil terperiksa sebanyak 36 orang dengan rincian 3 laki-laki dan 33 perempuan.

Dari total 36 orang itu, menurut perawat Yosha yang juga merupakan penanggung jawab PTM Puskesmas Ketawang, terdapat warga yang terindikasi hipertensi sebanyak 9 orang, diabetes mellitus 4 orang, dan kolesterol tinggi sebanyak 3 orang. *** [211022]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo




Share:

Senin, 18 Oktober 2021

Pelatihan Kader Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Kader SMARThealth Di Puskesmas Ketawang

SMARThealth adalah program inovasi deteksi penyakit jantung dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk mendeteksi dini dan pelayanan penderita penyakit jantung secara komprehensif melalui aplikasi berbasis mobile yang terhubung antara pasien, kader kesehatan, perawat/bidan dan dokter sebagai pemberi layanan komprehensif.

Seorang kader kesehatan adalah warga tenaga sukarela dalam bidang kesehatan yang langsung dipilih oleh dan dari para masyarakat yang tugasnya membantu pengembangan kesehatan masyarakat. Sehingga, setiap desa umumnya memiliki kader kesehatan.

Sambutan dari Kepala UPT Puskesmas Ketawang, Kecamatan Gondanglegi

Tahun 2021 ini, Puskesmas Ketawang menyelenggarakan pelatihan kader kesehatan dalam rangka peningkatan kapasitas kader SMARThealth di Ruang Rapat Bima Puskesmas Ketawang yang beralamatkan di Jalan Raya Ketawang No. 13 Dusun Krajan RT 29 RW 04 Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dari tanggal 18 hingga 19 Oktober 2021.

Pelaksanaan pelatihan ini diadakan dalam 2 hari dikarenakan pada tanggal 18 Oktober 2021 ada 3 desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ketawang sedang melaksanakan vaksinasi di desanya masing-masing. Sedangkan, tanggal 19 Oktober 2021, empat desa yang ikut pelatihan hari ini gantian jadwalnya vaksinasi.

Pemaparan Materi 1

Hari ini, Senin (18/10), pelatihan kader diikuti oleh 4 desa, yaitu Putat Lor, Urek-Urek, Ketawang, dan Putukrejo. Sementara, besoknya, hari Selasa (19/10) akan diikuti oleh 3 desa, yaitu Sumberjaya, Bulupitu, dan Ganjaran.

Acara kegiatan pelatihan ini dimulai pada pukul 08.45 WIB. Master of Ceremony (MC) Desi Ike, A.Md. Kep., seorang perawat Desa Ketawang, mengawali dengan mengucapkan selamat datang kepada para hadirin dan kemudian langsung membacakan susunan acara dalam pelatihan hari ini.

Setelah itu, diteruskan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Germas yang dipimpin oleh dirigen Siti Hartini N., S.E., Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Ketawang.

Pemaparan Materi 2

Selesai menyanyikan lagu itu, acara berikutnya diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Kepala UPT Puskesmas Ketawang dr. Yuliawati. Terus disusul dengan sambutan yang kedua oleh Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.

Terakhir adalah sambutan dari pihak Kecamatan Gondanglegi, yang diwakili oleh Sri Budiarti, S.Sos., Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset Kecamatan Gondanglegi, dan sekaligus berkenan untuk membuka pelatihan kader kesehatan agar menjadi kader SMARThealth di Puskesmas Ketawang ini.

Kader kesehatan belajar cara mengukur lingkar perut dengan benar

Usai dibuka secara resmi, acara selanjutnya adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh 3 narasumber yang berasal dari Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Materi yang pertama disampaikan oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ners, Koordinator SMARThealth Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan mengambil judul “Posbindu SMARThealth.”

Dalam paparannya, Nur Ani memulai dengan memutar video giat kader SMARThealth di Kelurahan Kepanjen. Hal ini agar supaya peserta pelatihan di Puskesmas Ketawang ini mendapat visualisasi apa yang harus dilakukan oleh kader SMARThealth itu.

Perawat desa mengajari cara mengukur tekanan darah kepada kadernya

Setelah itu, Nur Ani menerangkan Posbindu PTM dan kebijakan Posbindu, kaitan SMARThealth dengan program pemerintah, apakah itu SMARThealth, jantung dan peredaran darah, pencegahan dan pengendalian hipertensi, fakto pemicu serangan jantung, apa saja faktor risiko penyakit diabetes melitus (DM), penilaian fakto risiko PTM, jangka waktu pemantauan faktor risiko PTM, tindak lanjut dini, dan pencegahan dengan CERDIK.

Pukul 10.54 WIB selesai pemaparan materi pertama, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang kedua oleh Bastamil Anwar Aziz, S.Kep. Ners., staf PTM Dinkes, dengan judul “Pengukuran dan Pemeriksaan Faktor Risiko PTM.”

Perawat desa mengajari cara melakukan cek gula darah

Pada kesempatan itu, Bastamil memberikan pengertian-pengertian tentang pengukuran terlebih dahulu, baru kemudian diteruskan dengan mempraktekkannya. Setiap kader kesehatan diharuskan mempraktekkannya satu per satu.

Dalam praktek ini, Bastamil meminta perawat Ponkesdes dari 4 desa yang hadir dalam pelatihan kader tersebut untuk mendampinginya. Sehingga, pada sesi ini kursi yang tadinya berjajar menghadap ke selatan yang disertai jarak, kemudian diubah untuk membentuk kelompok per desa.

Pemaparan Materi 3

Posisi kelompok ada yang di meja depan, meja sebelah barat, dan ada yang menggunakan kursi saja dengan diatur sedemikian rupa. Sementara itu, staf Seksi PTM Dinkes lainnya, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dan mahasiswa magang dari Jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyebar secara bergantian untuk memantau pelaksanaan praktek pengukuran tersebut.

Pukul 12.20 WIB acara langsung disambung dengan pemaparan materi yang ketiga yang disampaikan oleh staf IT Seksi PTM Dinkes, Candra Hernawan, S.Kom. Dalam paparan itu, Candra menjelaskan perihal instalasi aplikasi eKader. Di mana aplikasi ini bisa berjalan, cara instalasi, dan cara melakukan input data dengan aplikasi eKader.

Staf PTM bantu kader cara melakukan input data dengan aplikasi eKader

Pada kesempatan itu, Candra juga mengingatkan kepada peserta pelatihan kader kesehatan agar supaya senantiasa membuka buku saku yang telah dibagikan, terutama di awal-awal kader SMARThealth baru mulai turun lapangan nanti.

Setelah mendapat penjelasan materi, semua peserta diminta untuk mempraktekkan cara melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eKader yang telah terinstal di handphone milik kader. Semua staf Seksi PTM Dinkes, Tim SMARThealth UB dan mahasiswi magang turut serta mendampingi kader yang sedang melakukan input data pribadi masing-masing.

Selesai melakukan input data, Candra mengajarkan pemantauan hasil entry oleh kader kepada perawat desa yang hadir dalam pelatihan ini melalui ePuskesmas dan aplikasi tenaga kesehatan. Karena di Puskesmas Ketawang sudah masuk Pandu PTM maka tenaga kesehatan harus mengisi charta WHO melalui ePuskesmas di item Pelayanan.

Pukul 13.21 WIB materi ketiga selesai. Dengan demikian, agenda pelatihan hari ini juga sudah berakhir. Dalam closing statement, Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinkes berharap agar supaya Surat Keputusan (SK) Kader Posbindu SMARThealth segera dibuatkan oleh Kepala Desa. Setelah ada SK tersebut, kader bisa melakukan skrining door to door di desanya masing-masing.

Tak lupa, Kepala Seksi PTM juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala UPT Puskesmas Ketawang yang telah memfasilitasi kegiatan ini, dan mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyampaian materi tadi serta esok hari tidak bisa datang dalam pelatihan hari kedua karena ada undangan advokasi SMARThealth di Kecamatan Pakisaji. *** [181021]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog