Tampilkan postingan dengan label Sindroma mata kering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sindroma mata kering. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 September 2023

DED Prepatory Meeting Di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi

Setelah beberapa kali janjian untuk pertemuan persiapan pengabdian masyarakat (pengmas) yang bertitel Prevalensi dan Profil Dry Eye Disease (DED), atau DED Prepatory Meeting di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, baru hari ini (Rabu, 20/09) bisa kesampaian untuk bertemu di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi.

Pertemuan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK, 7 kader kesehatan, 2 perangkat desa, dan dua tenaga kesehatan Ponkesdes, seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) beserta 6 orang dokter dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata (PPDS Mata) UB, yang terdiri dari dr. Witha Lestari Adethia, dr. A’ifatin Fenisya, dr. Sovira, dr. Pranandito Trunogati, dr. Rastha dan dr. Anton.

Diskusi di Gedung Ponkesdes Mendalanwangi bersama perawat dan bidan Desa Mendalanwangi

Mula-mula pertemuan dimulai pada pukul 08.25 WIB di Gedung Ponkesdes Mendalanwangi yang berada satu lingkungan dengan Balai Desa. Namun seiring semakin banyak kader yang berdatangan, lokasi pertemuan dipindahkan di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi pada pukul 08.59 WIB.

Dalam DED Prepatory Meeting itu, dr. Sovira yang mewakili PPDS Mata UB memberikan pemaparan tentang agenda pengmas yang memerlukan responden sebanyak antara 350 hingga 385 orang untuk mengikuti skrining dan pemeriksaan mata yang akan dilaksanakan di Gedung Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Plus At-Thoriq pada hari Ahad (24/09).

Oleh karena itu, langkah pertama adalah melakukan validasi data responden yang pernah diperiksa sebelumnya pada tahun 2019. Diharapkan data tersebut divalidasi dan kemudian diundang kembali untuk mengikuti skrining dan pemeriksaan tersebut. Untuk melakukan validasi responden itu diperlukan bantuan dari kader kesehatan yang ada maupun perangkat desa.

Pertemuan persiapan pengmas PPDS Mata UB di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi bersama Ketua TP PKK Desa Mendalanwangi dan kader kesehatan

Selain validasi data responden, juga dibahas perihal agenda pemeriksaannya. “Rencana ada penyuluhan dan pemeriksaan. Tapi tidak sebanyak pada waktu SMARThealth Mata dulu,” jelas dr. Sovira dihadapan para kader dan nakes tersebut.

Setelah paparan agenda pengmas dari dr. Sovira, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua TP PKK Chorina Kusbiantor, A.Md.Kep yang mewakili Kepala Desa. Kebetulan Ketua TP PKK adalah mantan perawat Desa Mendalanwangi, jadi cukup mengenal karakteristik desa tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK merasa senang dengan adanya pengmas ini dan menyambut baik agenda tersebut serta berharap pengmas dalam skrining dan pemeriksaan mata bisa berjalan lancar nantinya.

Peninjauan bakal lokasi penyuluhan, skrining dan pemeriksaan mata di Gedung TPQ Plus At-Thoriq Mendalan Kulon

Setelah itu dilakukan diskusi sebentar mengenai teknis pelaksanaannya untuk hari Ahad mendatang yang akan digelar di lingkungan TPQ Plus At-Thoriq yang berada di Dusun Mendalanwangi Kulon, Desa Mendalnwangi.

Usai diskusi, 6 PPDS Mata bersama Ketua TP PKK dan seorang anggota Tim SMARThealth UB mengecek bakal lokasi penyelenggaraan dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik yayasan yang membawahi TPQ Plus At-Thoriq.

Setelah itu, mereka mencoba mengeset ruangan seperti yang telah direncanakan. Ini hanya sekadar untuk simulasi dulu. Finalisasinya pengaturan tempat di lokasi akan dilaksanakan pada hari Sabtu (23/09), satu hari menjelang pelaksanaan.

PPDS Mata UB melakukan simulasi tempat untuk penyuluhan, skrining dan pemeriksaan mata

Rencananya di depan gedung akan didirikan terop untuk mengantispasi kedatangan warga yang secara bersamaan. Kemudian di dalam ruang kelas diset sedemikian rupa sesuai yang telah dipetakan oleh PPDS Mata dalam memberikan layanan penyuluhan maupun pemeriksaan mata.

Tak hanya itu, di lokasi, mereka juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa yang telah dihadirkan. Khususnya dalam hal penjemputan sejumlah warga yang bermukim di dusun yang letaknya jauh dari lokasi. Perlu diketahui, di Desa Mendalanwangi ini ada 6 dusun, yaitu Santren, Tenggulunan, Sekarputih, Mendalan Wetan, Mendalan Kulon, dan Darungan.

Peninjauan lokasi selesai bertepatan dengan saat suara adzan Dhuhur berkumandang. Mereka pun kemudian berpamitan dan kembali ke Malang sambil menyiapkan langkah berikutnya. *** [200923]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog