Tampilkan postingan dengan label Posbindu SMARThealth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posbindu SMARThealth. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2022

Sempat Vakum, Posbindu SMARThealth di Mendalanwangi Bergeliat Lagi

Posbindu SMARThealth Desa Mendalanwangi mulai bergeliat setelah sebelumnya sempat vakum. Mulai aktifnya Posbindu SMARThealth ditandai dengan adanya giat yang dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi, yang terletak di Jalan Raya Mendalanwangi No. 14 Dusun Sekar Putih RT 15 RW 05 Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (24/11/2022).

Giat Posbindu SMARThealth yang sempat vakum usai lockdown dilonggarkan itu, karena tiga dari lima orang kader SMARThealth kebetulan hamil dan melahirkan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Dokter internship Puskesmas Wagir periksa warga dalam giat Posbindu SMARThealth Desa Mendalanwangi

Karena beberapa bulan tak aktif, perawat Desa Mendalanwangi Chorina Kusbiantoro, A.Md.Kep berinisitaif untuk mengadakan giat Posbindu SMARThealth lagi. Hari ini, dengan mengajak kader SMARThealth yang ada dengan dibantu kader Posyandu Lansia maupun kader Posbindu, terealiasi giat Posbindu SMARThealth di Desa Mendalanwangi.

Tampak hadir dalam giat Posbindu SMARThealth itu adalah staf PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Kristina Dewi, A.Md.Keb, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Acara giat ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Terlihat ada empat meja yang digunakan untuk layanan pemeriksaan dalam giat Posbindu tersebut, yaitu meja registrasi, meja pengukuran tekanan darah, meja laborat ringan, serta meja konsultasi dan obat.

Meja registrasi: warga melakukan pendaftaran dalam pemeriksaan di Posbindu SMARThealth 

Warga yang berdatangan ke Pendopo Balai Desa Mendalanwangi untuk berpartisipasi dalam layanan pemeriksaan Posbindu ini harus mengikuti alur meja yang telah diterapkan. Warga akan memulainya dengan menuju meja registrasi yang berada di sisi selatan.

Di meja registrasi, warga akan melakukan pendaftaran yang dilayani dua kader Posyandu Lansia, yaitu kader Supangati dan Siti Muawanah. Setelah didaftar, warga akan mendapat layanan pengukuran antropometri, seperti berat/tinggi badan dan lingkar perut oleh kader Posyandu Lansia Kasiati.

Usai pengukuran antropometri, warga akan dipersilakan menuju ke meja pengukuran tekanan darah. Meja ini berada di deretan sebelah barat sisi paling utara. Di meja itu, ada dua kader Posbindu yang siap melayani pengukuran tensi, yaitu kader Anggi Syah Putri an Astri Rahima Fatimatuz Zahra.

Kader Posbindu mengukur tekanan darah warga

Dari meja pengukuran tensi, warga akan bergeser ke meja laborat ringan, yang letaknya berada di sisi selatan meja pengukuran tensi. Namun apabila di meja laborat ringan tersebut masih melayani pengecekan kadar gula darah/kolesterol/asam urat, maka warga dipersilakan duduk di kursi yang telah disiapkan di bagian tengah pendopo.

Kader yang bertugas di meja laborat ringan itu ada dua orang, yaitu kader SMARThealth Asriana Rustanti, dan kader Posbindu Sri Wahyuti. Mereka akan memberikan layanan pengecekan kadar gula darah/kolesterol/asam urat.

Selesai dicek kadar gula/kolesterol/asam urat, warga akan bergeser ke meja konsultasi dan obat. Meja itu, lokasinya berada di selatan meja laborat ringan, atau meja deretan sebelah barat sisi paling selatan.

Kader SMARThealth dan Posbindu lakukan cek kadar gula darah di Posbindu SMARThealth

Di meja konsultasi itu, ada dokter internship Puskesmas Wagir dr. Lorenza Clara dan dibantu oleh perawat Desa Mendalanwangi. Dr. Lorenza Clara dari Universitas Lampung asal Karawaci, Kota Tangerang itu siap memberikan konsultasi kesehatan kepada warga.

Jika dalam konsultasi hasil pemeriksaan tadi terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) penyakit tidak menular (PTM), maka dokter tersebut akan memberikan obat yang akan disiapkan oleh perawat Desa Mendalanwangi., sambil melakukan edukasi kepada warga tersebut.

Terlihat ada banyak obat di atas meja itu. Ada cetirizine hydrochloride 5 mg, Glibenclamide 5 mg, paracetamol 500 mg, diclofenac sodium 50 mg, domperidone maleate 10 mg, zinc sulphate monohydrate 20 mg, amlodipine besilate 5 mg, Vitamin C 250 mg, Glikos Metformin HCL 500 mg, captopril 25 mg, Tagyt Attapulgite 600 mg Pektin 50 mg, dan salbutamol sulphate 2 mg.

Satu-satunya pria yang ikut periksa dalam giat Posbindu SMARThealth ini sedang konsultasi dengan dokter

Yang menarik dari deretan meja pemeriksaan di pendopo bagian sisi barat, di belakangnya terlihat mobil warna hitam kelam. Mobil Suzuki APV SGX Arena itu merupakan mobil ambulance siaga Desa Mendalanwangi, dan berlogo AWB (Arek Wagir Bersatu) 515.

Dalam giat Posbindu tadi, mobil ambulance siaga itu telah keluar dari garasi Balai Desa Mendalawangi sebanyak 2 kali karena ada warga yang memerlukan mobil yang dapat digunakan untuk mengantarkan warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan di tempat pelayanan kesehatan.

Acara giat Posbindu ini ditutup layanan pemeriksaannya pada pukul 11.48 WIB. Dalam giat tersebut, berhasil diperiksa sebanyak 29 orang dengan rincian laki-laki ada 1 orang dan perempuan berjumlah 28 orang. *** [241122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 16 Juli 2022

Giat Posbindu SMARThealth Gondanglegi Kulon Di Rumah Kader Posyandu

Pada hari Jumat (15/07/2022), giat Posbindu SMARThealth selain di Desa Undaan, juga diselenggarakan di Desa Gondanglegi Kulon, tepatnya berada di rumah kader Posyandu Balita Nanik yang beralamatkan di Jalan Trunojoyo, Dusun Penjalinan RT 37 RW 04 Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Giat Posbindu dimulai pada pukul 08.30 WIB dan pelaksanaannya bersamaan dengan giat Posyandu Balita setempat. Sehingga kader SMARThealth yang hadir hanya satu orang itu merasa terbantukan oleh kader Posyandu Balita dalam melakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) di Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon.

Kader SMARThealth, kader Posyandu berpose dengan perawat dan staf PTM Keswa Dinkes

Seperti lazimnya dalam alur giat Posbindu, warga yang berdatangan ke lokasi pemeriksaan akan disambut oleh para kader yang sedang bertugas di situ. Kemudian warga akan dipersilakan menuju ke tempat registrasi. Di tempat itu ada kader Posyandu Kholifah yang melakukan pendaftaran terhadap warga yang hendak ikut skrining faktor risiko PTM.

Setelah didaftar, warga akan diberikan lembar form skrining untuk dibawa keliling ke sejumlah tempat dalam giat Posbindu tersebut. Dari tempat pendaftaran, warga akan lanjut menuju ke tempat pengukuran antropometri. Di tempat itu terlihat kader Posyandu Nanik yang siap melayani pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Hasil pengukurannya ditulis oleh kader Posyandu Uswatun.

Usai ukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, warga dispersilakan menuju ke tempat pengukuran tensi dan cek kadar. Di tempat itu ada kader SMARThealth Arni yang bertugas melakukan pengukuran tekanan darah, dan sekaligus dilanjutkan dengan pengecekan gula darah. Hasil pengukuran dan pengecekannya dicatatkan dalam form skrining faktor risiko PTM.

Suasana giat Posbindu di Gondanglegi Kulon, skrining dilakukan dengan lesehan

Alur terakhir yang dikunjungi oleh warga adalah tempat konsultasi guna mendapatkan konseling hasil diagnosis maupun edukasi gaya hidup sehat. Ada dua tenaga kesehatan dari Ponkesdes Gondanglegi Kulon yang siap melayani warga, yaitu perawat Siti Rohmah, A.Md.Kep dan bidan Siti Rohana, A.Md.Keb.

Kedua nakes tersebut akan menampung keluhan yang dirasakan oleh warga terkait apa yang dirasakan dalam tubuhnya dalam skrining faktor risiko PTM. Nakes akan mendengarkan dan kemudian akan memberikan edukasi.

Bagi warga yang terindikasi memiliki faktor risiko PTM tinggi (highrisk) maka perawat akan memberikan obat untuk kebutuhan beberapa hari ke depan. Bila obatnya telah habis, tapi yang dialami masih terasa maka warga tersebut disarankan untuk pergi ke Puskesmas Gondanglegi.

Warga melakukan cek gula darah

Giat Posbindu di Desa Gondanglegi Kulo ini berakhir pada pukul 11.00 WIB. Dari target sasaran sejumlah 25 orang, kader bersama nakes berhasil melakukan skrining faktor risiko PTM sebanyak 12 orang, yang terdiri dari kaum hawa semua.

Giat Posbindu ini berjalan dengan lancar, hanya saja kader SMARThealth tidak bisa bisa melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eKader karena aplikasinya tidak bisa dibuka, alias muyer-muyer saja. *** [150722]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 01 April 2022

Pencanangan Kampung Pancasila Di Desa Sukolilo, Posbindu SMARThealth Andil Dalam Sila 2

Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia, yang menjadi rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan dibentuk Kampung Pancasila ini untuk membangkitkan semangan Pancasila kepada warga supaya mengingat kembali, melaksanakan kembali, apa saja yang sudah tertuang dan tercantum dalam Pancasila.

Jumat pagi ini (01/04/2022), desa Sukolilo punya gawe Pencanangan Kampung Pancasila dan Lomba Penilaian Kampung Pancasila Tingkat Korem 083/Baladhika Jaya Tahun 2022. Dalam pencanangan dan sekaligus penilaian lomba itu, desa Sukolilo menampilkan giat yang menjabarkan dari ke-5 sila yang terkandung dalam Pancasila.

Sila 1 digelar di dusun Patuk dan dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nashr. Kemudian sila 2 diselenggarakan giat kesehatan. Sila 3 diadakan di tempat wisata Gentong Mas yang berada di dusun Napel, dan sila 4 dilaksanakan pertunjukan drama/teater di sepanjang jalan masuk ke dusun Patuk. Ceriteranya perihal raja yang menanyakan sila 4 kepada Tim penilai. Lalu, sila 5 dihelat di persawahan untuk jumpa petani.

Kader SMARThealth desa Sukolilo didampingi dokter fungsional Puskesmas Wajak dan Duta Pancasila mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tim penilai

Terkait sila 2, kader kesehatan bergotong royong untuk bersatu padu menampilan sebuah gelaran dalam rutinitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebagai perwujudan pengamalan sila 2 dari Pancasila yang berbunyi: “Kemanusiaan yang adil dan beradab.”

Layanan kesehatan tersebut diadakan di rumah staf desa, Nanda Sisdianto, yang beralamatkan di Jalan Sukolilo, dusun Napel RT 03 RW 01 desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya berada di sebelah timur Pos Ronda RT 03 RW 01.

Layanan kesehatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Di depan rumah ada Posyandu Balita. Kadernya yang berseragam abu-abu (atas) dan hitam (bawah) siap membantu menangani kesehatan ibu hamil maupun balita. Di halaman depan rumah terlihat alat untuk penimbangan untuk memantau pertumbuhan anak.

Suasana Kampung Sila 2 desa Sukolilo menyambut Tim penilai beserta rombongan

Terus, di sisi sebelah barat rumah menghadap deretan pohon palem merah berjumlah sepuluh pohon itu, ada giat Posyandu Lansia yang berpadu dengan giat Posbindu SMARThealth. Kader Posyandu Lansia mengenakan seragam batik dengan jilbab hijau muda, sementara kader SMARThealth memakai seragam kaos SMARThealth warna abu-abu dan kerudung biru tua bermotif kembangan.

Warga yang akan memeriksakan diri dalam giat Posbindu SMARThealth, akan mulai urut dari meja paling utara. Di situ ada kader Posyandu Lansia Mufidatun Zumaroh yang bertugas untuk melakukan registrasi ke dalam Kartu Skrining PTM Puskesmas Wajak.

Kemudian warga diukur tinggi dan berat badan serta lingkar perut oleh kader Posyandu Lansia Mufidatul Khoiriyah. Hasil pengukurannya ditulis ke dalam Kartu Skrining tersebut. Setelah itu, warga lanjut menuju ke meja berikutnya yang berada di sebelah selatannya. Di meja itu, warga akan mendapatkan layanan pengukuran tekanan darah oleh dua kader SMARThealth Puput Endang Setyorini dan Lailatul Nikmah.

Kader Posyandu Lansia bantu registrasi dalam giat Posbindu SMARThealth desa Sukolilo

Usai tensi, warga bergeser ke meja berikutnya, yaitu meja laborat ringan. Di meja itu terdapat dua kader SMARThealth yang akan memberikan layanan cek gula darah maupun kolesterol, yaitu Sofi’iyah dan Khoirotul Lutfi. Hasil pengecekannya dicatatkan di Kartu Skrining, seperti juga halnya dengan hasil pengukuran tensinya.

Setelah itu, warga menyerahkan Kartu Skrining kepada perawat Nevi Anistia, A.Md. Kep., yang duduk di meja paling selatan. Perawat Nevi akan menerima konsultasi dan sekaligus memberikan edukasi kepada warga dari hasil pengukuran kesehatan yang tertuang dalam Kartu Skrining. 

Jika warga terindikasi mempunyai faktor risiko tinggi, maka perawat Nevi akan memberikan obat untuk kebutuhan beberapa hari. Jika ternyata rasa sakitnya tidak berkurang setelah menghabiskan obat yang diberikan, warga diminta untuk periksa lagi ke Puskesmas Wajak. Sementara itu, kader SMARThealth yang bertugas mencicil input data dengan menggunakan aplikasi eKader adalah Wiwin Hidayati.

Tim SMARThealth UB turut menyaksikan giat Posbindu SMARThealth desa Sukolilo, Kec. Wajak

Tampak hadir dalam giat Posbindu SMARThealth yang mendampingi para kader adalah bidan desa Sukolilo Sari Diah, A.Md. Keb., dan seorang dokter fungsional Puskesmas Wajak, dr. Fauziah Damayanti, serta Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Layanan kesehatan sebagai pengejawantahan sila 2 Pancasila ini, mendapat kunjungan Tim penilai beserta rombongan pada pukul 10.23 WIB. Kunjungan tersebut setelah Tim penilai dan Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) melakukan serangkaian kegiatan seremonial dan pencanangan Kampung Pancasila oleh Dandim 0818 yang dipusatkan di Balai Desa Sukolilo.

Tim penilai beserta rombongan meninjau lokasi gelaran giat kader kesehatan dipandu personil Duta Pancasila Kecamatan Wajak yang didampingi oleh salah seorang kader SMARThealth dan dokter fungsional Puskesmas Wajak.

Perawat desa Sukolilo buka konsultasi dan beri edukasi kepada warga yang punya faktor risiko tinggi PTM

Dalam kunjungan itu, Tim penilai tidak berlama-lama karena masih ada 4 giat sebagai perwujudan sila lainnya di desa Sukolilo yang harus dikunjungi oleh Tim penilai. Ada dua pertanyaan penting dalam kunjungannya ke layanan kader kesehatan, yaitu manfaat apa yang diterima masyarakat dari kegiatan ini, dan apakah giat ini berkesinambungan?

Dengan sigap, kader kesehatan dari kader SMARThealth yang didampingi oleh dr. Fauziah Damayanti berusaha menjawab pertanyaan tersebut dan sekaligus menerangkan eksistensi kegiatan tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Setelah itu, Tim penilai berpamitan untuk melanjutkan ke giat lainnya yang ada di desa Sukolilo. Sementara pemeriksaan di Posbindu SMARThealth melanjutkan untuk beberapa warga. Acara giat ini selesai pada pukul 10.51 WIB, dan berhasil melakukan pemeriksaan sejumlah 16 orang dengan rincian 4 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. *** [010422]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 25 Maret 2022

Giat Posbindu SMARThealth Di Acara Penutupan Sementara Jama’ah Tahlil Dukuh Sonokembang

Ba’da Jumat (25/03/2022) langit agak mendung. Namun tekad kader SMARThealth dan perawat Desa Sepanjang tidak redup dalam menggelar giat Posbindu SMARThealth di acara Penutupan Sementara Jama’ah Tahlil Muslimat/Fatayat/Yasin/Waqi’ah/Diba’ dan Khoul Umum di depan rumah Modin Dukuh Sonokembang Hasan Bisri, yang berada di Dukuh Sonokembang RT 05 RW 05 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Gelaran Posbindu ini memang ditujukan untuk menyasar warga Nahdliyin yang akan mengikuti pengajian bersama dalam pertemuan tersebut. Kader SMARThealth yang menjadi warga Nahdliyin berusaha berkomunikasi melalui Badan Otonom yang ada dalam Jami’yah Nahdlatul Ulama (NU) dan berkoordinasi dengan Modin Sonokembang yang juga merupakan salah seorang pengurus Ranting NU Desa Sepanjang. Alhasil, bisa dilaksanakan giat Posbindu SMARThealth ini.

Kader SMARThealth berpose bersama perawat dan panitia pengajian

Warga Nahdliyin berbondong-bondong menuju ke tempat pengajian yang berada di halaman Raudhatul Athfal (RA) Miftakhul Khoir. Sambil menunggu kedatangan yang mengisi ceramah keagamaan, warga Nahdliyin akan singgah terlebih dahulu di lapak gelaran giat Posbindu SMARThealth, yang kebetulan letaknya tepat berada di samping pintu masuk ke lokasi pengajian.

Mengingat jumlah warga Nahdliyin yang datang ke pengajian cukup banyak, tanpa bantuan dari kader Posyandu maupun SIMPLI, kader SMARThealth tentunya akan kewalahan. Mereka cancut taliwondo.

Ada 11 kader yang bertugas dalam giat Posbindu SMARThealth. Meja registrasi ditangani oleh kader SMARThealth Usfatul Ulumiyah dan kader SIMPLI Vera Yuniawati. Mereka melakukan pendaftaran kepada warga Nahdliyin yang akan periksa.

Setelah melakukan pendaftaran, warga Nahdliyin akan diukur tinggi badannya oleh kader Posyandu Nurhayati dan berat badannya oleh kader Posyandu Ainun Maslukhah. Kemudian lanjut pengukuran lingkar perut. Ada dua kader SMARThealth yang mengukurnya, yaitu Siti Aisyah dan Masito.

Lapak Posbindu SMARThealth dikunjungi warga Nahdliyin untuk periksa

Usai itu, warga Nahdliyin menuju ke meja berikutnya. Di situ ada dua kader SMARThealth yang siap memberikan layanan pengukuran tekanan darah, yaitu Istinah dan Eny Yuliati. Hasil pengukurannya, mereka catatkan dalam Kartu Skrining Faktor Risiko PTM.

Dari meja pengukuran tensi, warga Nahdliyin bergeser ke kursi di sebelah baratnya. Di meja itu, ada kader SIMPLI Lina Lestari dan kader SMARThealth Ifa Lutfiyah yang akan memberikan layanan cek gula darah/kolesterol/asam urat.

Setelah dari meja laborat ringan, warga Nahdliyin langsung menuju ke meja perawat Desa Sepanjang Istuning Nur Choirunnisa, A.Md. Kep. Di meja ini, warga Nahdliyin bisa melakukan konsultasi dengan perawat mengenai hasil skrining yang dilakukan. Bila ternyata mereka memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) maka perawat akan memberikan obat untuk beberapa hari.

Antusias warga Nahdliyin mengantri pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth

Sehabis konsultasi, warga Nahdliyin langsung masuk ke lokasi pengajian melalui pintu pagar yang berada di depan Musholla Miftakhul Khoir. Sementara lembar Kartu Skrining Faktor Risiko PTM akan diambil oleh kader SIMPLI Lilik Kusmiati yang bertugas melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eKader bersama kader lainnya yang sudah longgar melayani warga Nahdliyin.

Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir menyaksikan giat Posbindu SMARThealth kemudian dipersilakan masuk ke dalam ruang tamu rumah Bapak Modin Hasan Bisri. Di ruang itu telah ada tiga perangkat desa, suami kader SMARThealth, dan Bapak Modin sendiri.

Sembari ngobrol, kelima bapak-bapak itu disuruh makan yang telah dihidangkan oleh Bapak Modin. Ada sambel goreng manisa, gule kambing, bakmi goreng, dan srundeng. Selain itu, aneka makanan ringan juga tersedia di atas meja tersebut.

Kaum bapak yang ikut pengajian beda tempat duduk dengan Muslimat dan Fatayat

Setelah makan, Tim SMARThealth UB tetap di dalam ruangan tersebut sambil mendengarkan ceramah religius dari Ibu Suliati, salah seorang guru RA Miftakhul Khoir. Di samping pendampingan giat Posbindu SMARThealth, Tim SMARThealth juga perlu siraman rohani untuk “memurnikan kalbu” agar tidak berdebu.

Acara pengajian selesai pada pukul 16.05 WIB. Setelah rekapitulasi, diketahui bahwa dalam giat Posbindu SMARThealth hari ini berhasil melayani skrining kesehatan warga Nahdliyin sebanyak 95 orang. Dari jumlah itu, yang mau cek gula darah ada sebanyak 72 orang, yang semuanya adalah wanita. Jadi, dengan demikian yang bisa dilakukan input data ke dalam aplikasi eKader adalah sebanyak 72 orang.

Berbeda dengan giat-giat Posbindu sebelumnya. Dalam giat Posbindu PTM ini, warga Nahdliyin mendapat dua keuntungan sekaligus, yaitu sehat jasmani dan rohani. Skrining kesehatan yang dilakukan warga Nahdliyin sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, sementara ikut pengajian ditujukan untuk menjaga kesehatan rohani. *** [250322]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Minggu, 20 Maret 2022

Ahad Pagi Ada Giat Posbindu SMARThealth Di Desa Sidorahayu

Pagi ini, Ahad (20/03/2022), udara begitu cerah. Di sebuah gang yang sudah menggunakan paving block itu, terlihat deretan sepeda motor yang parkir di depan sebuah bangunan gedung Posyandu yang usai mengalami pemugaran.

Deretan sepeda motor itu milik kader SMARThealth dan Lansia serta perawat desa yang akan menggelar giat Posbindu SMARThealth di gedung Posyandu RW 06 yang beralamatkan di Dusun Losari RT 25 RW 06 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kader SMARThealth dan Lansia berpose bersama perawat Desa Sidorahayu

Acara giat dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan menyasar warga di Dusun Losari. Dua hari sebelumnya, undangan bernomor 005/ /35.07.21.2009/2022 yang dikeluarkan Pemerintah Desa Sidorahayu perihal adanya acara Posbindu PTM SMARTheallth telah diedarkan di Dusun Losari oleh kader kesehatan setempat.

Warga berdatangan sendiri-sendiri. Mereka akan mengikuti alur pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth. Begitu tiba di gedung Posyandu, warga akan disambut empat kader Lansia berseragam batik yang bertugas untuk menyambut dan melakukan pendaftaran di serambi gedung. Keempat kader tersebut adalah Kasiani, Main, Lilik Yeniarti, dan Riski Eva Safitri. Mereka ada yang melakukan registrasi, penyambutan maupun konsumsi.

Kader Lansia membantu melakukan registrasi dalam giat Posbindu SMARThealth

Dari serambi, warga akan dipersilakan masuk ke dalam gedung untuk menerima layanan pemeriksaan. Pertama-tama, warga akan dilayani oleh kader SMARThealth Mochamat Sholeh untuk ditimbang berat badannya, diukur tinggi badannya dan lingkar perutnya. Hasil pengukurannya ditulis dalam lembar Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Posbindu PTM.

Setelah itu, warga lanjut bergeser ke meja yang berdampingan dengan pengukuran antropomentri tersebut. Di meja itu ada kader SMARThealth Sri Ribut Wijiati yang akan melakukan pengukuran tekanan darah warga. Hasilnya dicatatkan dalam lembar Form Deteksi Dini tersebut.

Kader SMARThealth melakukan input data dengan aplikasi eKader

Dari meja tensi, warga bergeser ke sebelah timur. Di situ, warga akan bertemu dengan kader SMARThealth Benny Yuliati. Kader Benny akan memberikan layanan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat. 

Dalam melaksanakan tugasnya itu, kader Benny dibantu oleh kader SMARThealth Sumartiani. Kader Sumartiani bertugas menyiapkan strip untuk pengukuran gula darah, kolesterol maupun asam urat. Bantuan ini sangatlah penting, karena dalam layanan cek pengukuran tersebut tidak boleh terlalu lama dalam membuka tabung tempat menyimpan strip tersebut. Kalau tabung tersebut terlalu lama terbuka, akan mempengaruhi akurasi dalam pengukurannya.

Perawat Desa Sidorahayu berikan konsultasi kepada warga terkait hasil deteksi faktor risiko PTM

Usai cek gula darah, warga dipersilakan menuju ke meja perawat yang letaknya berada di sebelah selatannya. Di meja itu ada perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md. Kep. Perawat tersebut akan melakukan diagnosis dari hasil skrining dan pengukuran yang dilakukan kader kesehatan terlatih dengan memberikan konsultasi kepada warga tersebut. Apabila dari hasil diagnosis deteksi dini faktor risiko PTM warga memperlihatkan risiko tinggi (highrisk) maka perawat akan memberikan obat selama seminggu.

Giat yang dihadiri oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) ini berakhir pada pukul 11.03 WIB ini berhasil diperiksa sejumlah 15 warga dengan rincian 2 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

Tim SMARThealth UB dengan seragam pemberiam Dinkes Kabupaten Malang menyimak konsultasi antara warga dengan perawat desa

Dalam rekapitulasi itu, Tim SMARThealth UB mendapat keluhan dari kader SMARThealth. Menurut mereka, aplikasi eKader ini berbeda sekali dengan aplikasi SMARThealth sebelumnya. Aplikasi eKader sering rewel, seperti mau login susah, sering keluar null-null, dan isian provinsi tidak bisa.

Hal ini juga dipertegas oleh perawat Dimas Kurniawan. “Kalau aplikasinya terus bermasalah dikhawatirkan capaiannya akan menjadi rendah. Karena kader tentunya juga akan menjadi malas dalam melakukan input data. Padahal kita sudah menargetkan 1 kader 3 skrining warga per hari.” *** [200322

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 11 Februari 2022

Pascaterima Satu Tas Alkes, Kader Adakan Posbindu SMARThealth Di Desa Sukosari

Giat Posbindu SMARThealth yang diadakan di Desa Sukosari hari ini, Jumat (11/02/2022), merupakan giat Posbindu SMARThealth yang pertama pascaterima satu tas alat kesehatan (alkes) berisi SMARThealth Kit di akhir bulan Januari 2022.

Pelaksanaan giat ini digelar di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sukosari yang beralamatkan di Jalan Flamboyan No. 45 RT 07 RW 03 Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kader SMARThealth Desa Sukosari berpose bersama perawat, bidan, dan staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Acara giat Posbindu SMARThealth dimulai pada pukul 08.30 WIB berbarengan dengan giat Posyandu Balita. Giat Posbindu ditangani oleh perawat Desa Sukosari Siti Zubaida, A.Md. Kep bersama dengan lima kader SMARThealth, sedangkan giat Posyandu Balita diselenggarakan oleh bidan Desa Sukosari Risfina Almeiga, Str. Keb., M. Kes bersama kader Posyandu Balita.

Dalam giat Posbindu SMARThealth dilakukan skrining kesehatan terhadap warga yang berumur 15 tahun ke atas. Karena acaranya bersamaan dengan giat Posyandu Balita, maka target sasarannya juga ditujukan untuk orangtua yang mengantar anaknya ke giat Posyandu tersebut.

Giat Posbindu SMARThealth di Desa Sukosari, Kec. Gondanglegi

Pada giat Posbindu, warga yang hendak memeriksakan diri akan mengikuti alur yang sudah umum dilakukan dalam giat Posbindu. Warga yang datang akan menyerahkan fotokopi KTP di meja pendaftaran. Kader SMARThealth Nurul Handayani akan melakukan registrasi para pendaftar tersebut. Fotokopi yang diterimanya, langsung diseteples dengan Kartu Skrining Kegiatan Posbindu PTM UPT Puskesmas Gondanglegi, dan terus melanjutkan skrining dengan menanyakan riwayat kesehatan kepada warga tersebut.

Setelah itu, Kartu Skrining akan diserahkan bagian pencatatan yang berada di meja 3, dan warga yang periksa disarankan menjumpai kader SMARThealth Siti Fatimah yang bertugas melakukan pengukuran berat badan, lingkar perut dan tinggi badan. Hasil pengukurannya akan dicatat oleh kader SMARThealth Ni’matuz Zahro di meja 3.

Pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth

Usai pengukuran antropometri, warga dipersilakan menuju ke meja pengukuran tekanan darah. Di meja itu, kader SMARThealth Siti Maesaroh siap melayani pengukuran tekanan darah atau tensi. Hasil pengukuran tensi ditulis oleh kader yang bertugas di bagian pencatatan.

Dari meja tensi, warga bergeser ke arah sebelah timurnya untuk dicek kadar gula dan kolesterol oleh kader SMARThealth Maesaroh. Bagian cek gula ini, satu meja dengan perawat desa yang siap menerima konsultasi maupun penyuluhan terhadap warga, terutama yang memiliki indikasi faktor risiko tinggi (highrisk), dan sekaligus memberikan obat untuk beberapa hari.

Tim SMARThealth UB menyaksikan cek gula darah dan konsultasi/penyuluhan dari perawat desa terhadap warga

Gelaran acara giat Posbindu SMARThealth ini dihadiri oleh penanggungjawab Program SMARThealth wilayah kerja Puskesmas Gondanglegi Wildan Adi Yatma, S.Psi dan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Menurut perawat Siti Zubaida, kiprah kader SMARThealth usai mengikuti Peningkatan Kapasitas Kader SMARThealth di Puskesmas Gondanglegi pada 6 Oktober 2021 sebenarnya sudah berkali-kali, di antaranya dilibatkan dalam skrining pada saat vaksinasi sebanyak empat kali. Namun yang benar-benar dalam wujud giat Posbindu SMARThealth baru hari ini setelah mendapat pembagian tas alkes sebanyak satu buah.

Perawat desa sedang memberikan konsultasi/penyuluhan kepada warga

Acara giat ini berakhir menjelang salat Jumat, tepatnya pada pukul 11.16 WIB. Dari target undangan sebanyak 20 orang, berhasil terperiksa sejumlah 22 orang dengan rincian 1 orang laki-laki dan 21 orang perempuan.

Setelah rekapitulasi, diadakan foto bersama. Setelah itu, kader SMARThealth berusaha melakukan entry data dengan menggunakan aplikasi eKader yang ada di handphone mereka masing-masing. Dalam input data itu, tidak mengalami kendala sinyal yang berarti. 

Sementara itu, setelah ikut menyaksikan input data, staf PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang menjadi penanggungjawab Program SMARThealth serta Tim SMARThealth UB berpamitan karena akan melakukan salat Jumat. *** [110222]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Sabtu, 22 Januari 2022

Ada Dua Kegiatan Di Gedung Posyandu Bunder

Hari ini, Sabtu (22/01/2022), dua kegiatan jalan bareng di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, yaitu Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth. Giat tersebut diadakan di Gedung Posyandu Bunder yang beralamatkan di Jalan Wisanggeni, Dusun Bunder RT 11 RW 02 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi tersebut berada di dekat Kantor KUA Wagir dan Punden Dusun Bunder.

Giat ini sebenarnya merupakan jadwalnya Posyandu Lansia, namun karena kader Posbindu SMARThealth telah menerima seperangkat alat kesehatan (alkes) dari Puskesmas Wagir pada Rabu (19/01/2022) maka oleh perawat Desa Sidorahayu, Dimas Kurniawan, A.Md. Kep., pelaksanaan Posbindu SMARThealth nimbrung dalam giat Posyandu Lansia.

Kader Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth berpose bersama perawat desa, dokter Puskesmas Wagir dan staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Jadi, giat Posbindu SMARThealth hari ini boleh dikata merupakan giat pertama kali menggunakan alkes baru bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Di dalam tas kesehatan dengan warna hijau tua bertuliskan SMARThealth Kit Dinkes Kabupaten Malang ini, terdapat Benechek Multi Monitoring System Seri GBA 44001733, Stature Meter 2 m merek General Care Seri TB 10MS, Alcohol Swab merek GP Care Seri GM 2007187, Floor Body Weight Scale Premium merek Arnez-BR9313 Seri DB 10 MS, Safety Box 2,5 L, Blood Pressure Monitor/Tensimeter Digital merek RGB Medical Seri BPM001219C1744, Pita Pengukur Lingkar Perut merek Elitech Technovision Seri TD 1621AA4325, Blood Lancet merek Nousmed Seri 04210804, Blood Glucose Test Strip merek Benecheck Seri G21229060, dan Total Cholesterol Test Strip BK-C1 Seri C21136070.

Acara giat Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kader Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth bergotong-royong dalam menyambut dan melayani warga dalam giat skrining pemeriksaan kesehatan.

Gedung Posyandu Dusun Bunder: lokasi giat Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth. Gedung ini dibangun pada tahun 2014 semasa PNPM Mandiri Perdesaan 

Warga yang berdatangan akan disambut oleh sejumlah kader Posyandu Lansia. Ada lima kader Posyandu Lansia yang tampak dalam giat itu, yaitu Sriati, Rodiyah, Satik, Wartini, dan Wariyah. Mereka menggunakan seragam batik dengan motif kembangan warna pink.

Warga yang datang ke Gedung Posyandu Bunder akan mereka sambut dengan ramah. Mereka akan menuntun warga Bunder untuk mengikuti alur pemeriksaan yang digelar oleh kader SMARThealth bersama dengan perawat Desa Sidorahayu.

Pertama-tama, warga akan dipersilakan menuju ke meja pendaftaran. Di meja tersebut ada kader SMARThealth Sri Ribut yang akan melakukan registrasi dan sekaligus skrining warga dengan memakai Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas).

Giat Posbindu SMARThealth di Dusun Bunder, Desa Sidorahayu

Dari meja pendaftaraan, warga akan dipandu kader Posyandu Lansia mengukur tinggi/berat badan dan lingkar perut. Di sini ada kader SMARThealth Mochamat Sholeh yang siap melayani pengukuran tinggi/berat maupun lingkar perut. Hasilnya ditulis ke dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Usai pengukuran tersebut, warga akan dipandu lagi oleh kader Posyandu Lansia menuju ke meja berikutnya. Di meja itu, warga akan menerima pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth Sri Marianah.

Akan tetapi, bila di meja tersebut baru ada antrian maka warga tersebut dipersilakan duduk di atas tikar yang telah disediakan. Di atas tikar itu, warga sambil lesehan bisa menyantap hidangan yang disajikan di atas tikar tersebut. Ada cenil, roti perut ayam, pisang candi rebus, dan pisang ambon hijau untuk buahnya. Minumannya tersedia air mineral Clue ukuran kecil maupun kopi dalam teko.

Tim SMARThealth UB menyaksikan kiprah kader SMARThealth Desa Sidorahayu

Setelah diukur tekanan darahnya, warga bergeser ke meja di sebelah selatannya. Di situ ada kader SMARThealth Beny Yuliaty yang akan membantu perawat melakukan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat.

Diapit oleh kader SMARThealth Sri Marianah dan Beny Yuliaty ada kader SMARThealth Sumartiani, yang tugasnya membantu mencatat hasil pemeriksaan tekanan darah maupun gula darah serta membantu menyiapkan strip untuk cek gula darah dan sebagainya.

Dari cek gula darah, warga akan diarahkan menuju ke meja konseling yang berada di sebelah selatannya. Di meja konseling itu ada perawat Desa Sidorahayu, Dimas Kurniawan, A.Md. Kep., yang akan melayani konseling berdasarkan hasil skrining para kader SMARThealth tadi. Jika dalam konseling tersebut, warga terindikasi memiliki faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang cukup tinggi (highrisk) maka perawat Dimas akan memberikan obat untuk beberapa hari ke depan.

Makan bersama usai pelaksanaan giat Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth

Usai konseling, rangkaian alur pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth telah rampung. Warga yang tadi berdatangan sudah boleh meninggalkan Gedung Posyandu.

Tampak hadir dalam giat tersebut adalah staf PTM Dinkes Kristina Dewi, A.Md. Keb., dua kader BKB (Sayuk dan Umi Hanik), perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), dan seorang dokter Puskesmas Wagir dr. Yuanita Faradiba.

Dari target sasaran warga Dusun Bunder, dalam giat tersebut berhasil melakukan skrining terhadap 37 orang dengan rincian 4 laki-laki dan 33 perempuan. Giat ini tidak memakai undangan formal tapi melalui woro-woro di group PKK dan RT.

Acara giat ini berakhir pada pukul 11.02 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang bersama hasil masakan kader Dusun Bunder. Menunya ada nasi jagung, nasi putih, bali telor, sayur tahu tempe, oseng-oseng pepaya, urap, mendol dan krupuk.

Usai makan siang, seluruh kader yang terlibat dalam giat tersebut melakukan foto bersama dokter Puskesmas Wagir, perawat Desa Sidorahayu, dan staf PTM Dinkes. *** [220122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 16 Desember 2021

Dua Posyandu Jadi Target Giat Posbindu SMARThealth di Desa Majangtengah

Tidak seperti biasanya, kali ini kader Posbindu SMARThealth dan perawat desa melakukan skrining dengan nebeng dalam dua giat Posyandu di Desa Majangtengah, yaitu Posyandu Mawar 3 dan Posyandu Mawar 4.

Skrining yang pertama diselenggarakan di Posyandu Mawar 3 yang berada di Dusun Lambangkuning RT 35 RW 05 Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi itu berada di rumah Ketua RT Misenan.

Kader SMARThealth berpose bersama tenaga kesehatan di Posyandu Mawar 3 Desa Majangtengah

Giat Posyandu Mawar 3 dimulai pada pukul 08.00 WIB. Bidan Indiyah, A.Md. Keb. mengomandani giat ini bersama kader Posyandu Mawar 3. Dalam giat Posyandu, ada pemberian obat cacing Albendazole untuk para balita.

Di tengah acara giat Posyandu itu, kader SMARThealth bersama perawat Desa Majangtengah Irma Yunaningtiyas, A.Md. Kep. memfaatkan giat itu untuk melakukan skrining penyakit tidak menular (PTM) kepada orangtua atau nenek balita yang hadir dalam giat tersebut.

Lima kader SMARThealth yang mendampingi perawat Irma berbagi peran dalam memberikan layanan skrining terhadap warga dalam lingkup Posyandu Mawar 3. Kader SMARThealth Gini Ratnawati bertugas melakukan registrasi kepada warga yang akan melakukan skrining.

Posyandu Mawar 3 Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang

Setelah itu, warga akan mendapat layanan pengukuran tinggi/berat badan dan lingkar perut oleh kader SMARThealth Hariani. Hasil pengukurannya dicatat oleh kader SMARThealth Siani ke dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas).

Usai pengukuran antropometri (TB, BB, LP), warga akan menerima layanan pengukuran tekanan darah (tensi) oleh perawat Irma dan dilanjutkan dengan cek gula darah oleh perawat Puskesmas Pamotan Ratnawati Rahman, S.Kep. Ners. Hasilnya ditulis oleh kader SMARThealth Hudha Ifiyah.

Dari hasil pengukuran tersebut, bila warga memiliki risiko tinggi (highrisk) maka perawat Irma akan memberikan obat untuk tekanan darah maupun gula darah untuk kebutuhan sampai satu minggu.

Giat Posbindu SMARThealth di Posyandu Mawar 3 Desa Majangtengah

Setelah warga pulang, lembar pencatatan hasil pemeriksaan diserahkan kepada kader SMARThealth Monica Zayyin untuk segera dientri ke dalam aplikasi eKader.

Hingga pukul 09.46 WIB kader SMARThealth bersama perawat desa berhasil memeriksa sebanyak 31 orang dengan rincian laki-laki ada 2 orang, dan perempuan sebanyak 29 orang. Setelah rekapitulasi, kader SMARThealth dan perawat desa serta Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir menyaksikan jalannya skrining itu, pindah menuju ke lokasi giat Posyandu Mawar 4.

Posyandu Mawar 4 terletak di Jalan Soekarno, Dusun Lambangkuning RT 32 RW 05 Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Posyandu Mawar 3. Lokasi Posyandu Mawar 4 berada di rumah Pak Warso yang berada di sebelah selatan Langgar Waqof Al-Ihklas.

Giat Posbindu SMARThealth di Posyandu Mawar 4 Desa Majangtengah

Tiba di Posyandu Mawar 4, suasana sudah tampak ramai. Ibu-ibu dengan balitanya sudah berdatangan ke lokasi. Bidan Indiyah bersama kader Posyandu Mawar 4 menempati bagian sisi timur, sementara perawat Irma beserta lima kader SMARThealth menempati bagian sisi barat dari ruang tamu rumah Pak Warso.

Dalam giat Posyandu itu, Bidan Indiyah melakukan imunisasi campak dan membagikan obat cacing kepada orangtua balita tersebut. Sedangkan, dalam giat Posbindu SMARThealth dengan melakukan skrining kepada warga yang berumur 15 tahun ke atas.

Pembagian peran kader SMARThealth di Posyandu Mawar 4 sedikit berbeda. Yang melakukan entri dengan aplikasi eKader ada dua orang, yaitu Monica Zayyin dan Hudha Ifiyah. Sementara yang melakukan pemeriksaan tekanan darah dan cek gula darah langsung ditangani oleh perawat Irma.

Perawat mengukur tekanan darah sambil berdiri karena kawatir anaknya menangis

Dalam giat Posbindu SMARThealth ada ibu-ibu balita yang ikut memeriksakan diri sambil mengantri panggilan dalam giat Posyandu Mawar 4. Tak hanya itu, lansia yang bermukim di sekitar giat Posyandu Mawar 4 juga ada yang datang untuk memeriksakan diri dalam giat Posbindu SMARThealth.

Setelah berjalan sekitar 1,5 jam tampak sudah mulai sepi. Sampai pukul 11.33 WIB dalam giat Posbindu SMARThealth berhasil melakukan skrining PTM terhadap 24 warga dengan rincian laki-laki ada 1 orang dan perempuan ada 23 orang.

Usai giat tersebut, kader Posyandu Mawar 4 dan SMARThealth diajak makan nasi pecel lele yang telah dipesankan oleh perawat Irma. Tentunya tak lupa, Tim SMARThealth UB juga diajak makan bersama.

Setelah makan bersama, kader SMARThealth dan Tim SMARThealth UB berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun, sampai pertigaan Gedog, Turen, Tim SMARThealth UB dengan berkendara Honda Beat warna hitam disambut hujan lebat dan mengiringinya hingga Kepanjen. *** [161221]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Sabtu, 20 November 2021

Giat Posbindu SMARThealth Bersama Dokter Muda FKUB Di Desa Sepanjang

Giat Posbindu SMARThealth Desa Sepanjang hari ini, Sabtu (20/11/2021), diadakan bersama dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) di Pendopo Balai Desa Sepanjang yang terletak di Jalan Basuki Rahmat No. 111 Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran dokter muda FKUB pada giat Posbindu SMARThealth itu sehubungan dengan kegiatan Kepaniteraan Klinik Madya (KKM) di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (IKM KP) FKUB periode November – Desember 2021.

Kader SMARThealth berpose bersama pamong desa, tenaga kesehatan Puskesmas Gondanglegi, dokter muda FKUB, dan staf Dinkes Kabupaten Malang

Kepaniteraan klinik stase Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari rotasi klinik pendidikan dokter. Para dokter muda itu menggunakan wahana pembelajaran di desa SMARThealth di Kabupaten Malang untuk diagnosis komunitas.

Diagnosis komunitas merupakan upaya yang sistematis yang meliputi upaya pemecahan masalah kesehatan keluarga sebagai unit primer komunitas masyarakat sebagai lokus penegakan diagnosis komunitas. Tujuannya adalah agar teridentifikasi permasalahan yang mendasar dan menyusun solusi pemecahan masalah kemudian dicarikan alternatif pemecahan masalah.

Diagnosis komunitas diawali dengan melakukan analisis situasi, identifikasi masalah, penyebab masalah, prioritas masalah sampai alternatif pemecahan masalah. Tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk melakukan diagnosis komunitas oleh dokter muda dari Kelompok 2 di bawah bimbingan dr. Asri Maharani, MMRS, Ph.D, dan dr Ayunda Dewi Jayanti ini adalah Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi.

Penyuluhan kesehatan oleh dokter muda FKUB

Acara giat Posbindu SMARThealth dibuka oleh kader SMARThealth Usfatul Ulumiyah pada pukul 08.15 WIB setelah warga mulai berdatangan. Warga dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan. Sambil menunggu warga yang lain, para dokter muda FKUB yang terdiri dari Muhammad Revi Ramadhan, Fadiah Desnawisk, Angie Devina, Evira Natasya Yusuf, Hilma Hanifiati, dan Andranissa Amalia Pashira melakukan diagnosis komunitas perihal Pengaruh Edukasi Komunitas Terhadap Pengetahuan Pola Hidup Sehat Pada Penderita Hipertensi.

Dalam diagnosis komunitas ini, warga diminta mengisi kuesioner berisi 25 pertanyaan yang dibagi menjadi 5 bagian, yaitu Identitas, Topik 1: Intervensi Hipertensi, Topik 2: Intervensi Pola Makan, Kebiasaan Merokok, dan Topik 3: Intervensi Aktivitas Fisik.

Setelah itu dilanjutkan dengan mengisi jawaban dengan cara mencentang jawaban (benar/salah) pada pretest yang terdiri atas 10 pertanyaan. Pretest ini sebagai kegiatan menguji tingkat pengetahuan warga terhadap materi yang akan disampaikan. Kegiatan pretest dilakukan sebelum penyuluhan diberikan.

Pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth dan dokter muda FKUB

Pukul 08.45 WIB acara diisi dengan penyuluhan kesehatan yang berhubungan dengan pola hidup sehat pada penderita hipertensi. Keenam dokter muda itu memberikan penyuluhan secara bergantian. Materi yang diberikan menyangkut hipertensi, diet gizi seimbang, kepatuhan minum obat, dan aktivitas fisik.

Usai penyuluhan, baru dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan mengikuti alur yang biasa diterapkan pada giat Posbindu SMARThealth. Diawali dengan meja 1 sebagai meja registrasi. Warga yang hadir dalam giat Posbindu SMARThealth akan menyerahkan undangan beserta KTP/KK/BPJS.

KTP tersebut akan distaples dengan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas). Pada saat kader SMARThealth Usfatul Ulumiyah menuliskan identitas, warga dipersilakan duduk dulu.

Cek gula darah, kolesterol maupun asam urat

Kader Ulfa akan menuliskan NIK, Nama, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Provinsi, Kabupaten Alamat, Pekerjaan, Status Perkawinan, dan Nomor HP ke dalam Kartu Skrining tadi. Lembar Kartu Skrining kemudian akan diambil oleh dokter muda yang bertugas melakukan pengukuran tinggi/berat badan serta lingkar perut. Ada tiga dokter muda yang bertugas di situ, yaitu Evira Natasya Yusuf, Hilma Hanifiati, dan Andranissa Amalia Pashira. Hasilnya dituliskan pada Kartu Skrining nomor 14 (IMT).

Sebelum penyuluhan, yang melakukan pengukuran tinggi/berat badan serta lingkar perut adalah kader SMARThealth Lilik Kusmiati dan Lina Lestari. Namun usai penyuluhan, kedua kader SMARThealth itu langsung menempati meja 5 untuk melakukan input data dengan aplikasi eKader.

Dari meja 1, warga akan lanjut ke meja 2 sebagai tempat pengukuran tekanan darah. Di meja 2 ini ada kader SMARThealth Istinah dan Eny Yuliati yang melayani pengukuran tensi, yang dibantu oleh dua dokter muda FKUB, yaitu Muhammad Revi Ramadhan dan Fadiah Desnawisk. Hasil tensinya dicatat di Kartu Skrining nomor 13 (tekanan darah).

Tim SMARThealth UB mendengarkan konsultasi kesehatan di meja 4

Usai meja 2, warga bergeser ke sebelah utara menuju meja 3. Meja 3 ini merupakan meja untuk melakukan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat. Di meja 3 ada kader SMARThealth Ifa Lutfiyah dan Masito yang akan melayani cek gula darah, kolesterol maupun asam urat warga.

Dari meja 3, warga bergeser ke utara lagi di sisi barat pendopo menuju ke meja 4. Meja 4 merupakan meja konsultasi. Sebelum penyuluhan, ada perawat Desa Sepanjang Istuning Nur Choirunnisa, A.Md. Kep. Akan tetapi usai penyuluhan, dokter muda Angie Devina segera membantu perawat tersebut dalam memberikan layanan konsultasi kesehatan kepada warga. Bagi yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi, warga akan diberikan obat.

Meja 4 ini merupakan akhir pemeriksaan warga terkait skrining faktor risiko PTM. Oleh sebab itu, usai dari meja 4, warga sudah boleh pulang atau meninggalkan pendopo. Sementara itu, Kartu Skrining yang sudah terisi penuh saat sampai di meja 4, akan dibawa ke meja 5 sebagai tempat input data dengan aplikasi eKader.

Input data dengan aplikasi eKader

Di meja 5 ini terdengar banyak kendala yang dijumpai dalam melakukan input data. Setiap mengentri, pada saat masuk provinsi kerap munyer (berputar) saja. Ada tiga HP milik kader SMARThealth sering mengalami hang aplikasi, yaitu milik Istinah, Usfatul Ulumiyah, dan Masito. Sedangkan, untuk HP milik Eny Yuliati tidak terkendala, karena HP nya masih baru.

Acara giat Posbindu SMARThealth ini dihadiri oleh staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Wildan Adi Yatma, S.Psi., Sekretaris Desa (Carik) Afif Jauhari, Kamituwo Dusun Kasin Kasyanto, Kamituwo Sonokembang Maryanto, penanggung jawab program PTM Puskesmas Gondanglegi Ilham Tri Wicaksa, A.Md. Kep., dan perwakilan Tim SMARThealth UB.

Acara giat Posbindu SMARThealth bersama para dokter muda FKUB berakhir pada pukul 11.22 WIB. Kemudian dilanjutkan foto bersama pamong Desa Sepanjang, dan kembul bujana dengan rujak cingur khas Desa Sepanjang yang pedas menggoda.

Dari undangan yang diedarkan sebanyak 70 lembar di lingkungan RW 01 dan RW 02, warga yang hadir untuk memeriksakan diri ada 50 orang dengan rincian 7 orang laki-laki dan 43 perempuan. Dari 50 orang yang diperiksa itu, ditemui 23 orang yang memiliki hasil pengukuran tekanan darah tergolong tinggi, 4 orang terindikasi mempunyai faktor risiko diabetes, dan 5 orang memiliki hasil cek asam urat yang tergolong tinggi. *** [201121]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 19 November 2021

Diagnosis Komunitas Dokter Muda FKUB Dalam Giat Posbindu SMARThealth Di Desa Kendalpayak

Upaya kesehatan yang diutamakan dalam pembangunan kesehatan adalah upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, yang didalamnya menumbuhkan peran serta masyarakat secara aktif dalam pembangunan kesehatan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menggali permasalahan kesehatan di masyarakat adalah melalui diagnosis komunitas. Diagnosis komunitas adalah kegiatan menggali permasalahan utama yang dihadapi oleh komunitas berdasarkan fakta yang ada dan pengambilan strategi serta rencana tindak lanjut untuk penyelesaian masalah tersebut.

Kader SMARThealth berpose bersama Kepala Desa Kendalpayak, Staf Dinkes, Pj PTM Puskesmas Pakisaji, Perawat Desa, dan Dokter Muda FKUB

Kamis (18/11/2021) dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dalam stase Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (IKM KP) mengadakan diagnosis komunitas di Desa Kendalpayak, membaur dengan giat Posbindu SMARThealth.

Giat itu diselenggarakan di Gedung Pertemuan Balai Desa Kendalpayak yang beralamatkan di Jalan Raya Kendalpayak No. 427 Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth

Acara giat ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Alur pemeriksaan faktor risiko atau skrining penyakit tidak menular (PTM) utamanya yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular dan pembuluh lainnya, seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan obesitas, mengikuti alur yang biasa diterapkan dalam giat Posbindu SMARThealth.

Warga yang hadir dalam giat ini harus melalui empat meja. Meja 1 merupakan meja registrasi. Di meja 1 ini warga akan disambut oleh kader SMARThealth Fitria Winarni dan Hendriana Fatmawati, dan didaftar terlebih dahulu dengan menyerahkan foto kopi KTP.

Pengukuran gula darah yang didampingi oleh perawat desa

Setelah didaftar, warga tersebut akan menerima Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM dan terus akan diukur tinggi/berat badan serta lingkar perut oleh kader SMARThealth Fatmawati. Hasil pengukurannya dituliskan ke dalam form yang dibawa oleh warga tadi.

Dari situ, warga terus akan berpindah ke meja 2. Meja 2 merupakan meja untuk melakukan pengukuran tekanan darah (tensi). Petugas yang mengukur tekanan darah adalah kader SMARThealth Rahmawati, bila kebetulan banyak pengunjungnya, akan dibantu oleh Hendriana Fatmawati. Hasil pengukuran tekanan darah juga dicatatkan ke dalam Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM.

Skrining dengan menggunakan aplikasi eKader secara langsung oleh dokter muda FKUB

Dari meja 2, warga beralih ke meja 3. Meja 3 merupakan meja melakukan cek gula darah. Di meja 3, terdapat 3 orang yang akan melayani pemeriksaan tersebut, yaitu perawat Desa Kendalpayak Ardianse Ria Saputra, A.Md. Kep., bidan Desa Kendalpayak Siti Maisaroh, S.Tr. Keb., dan kader SMARThealth Reny Purniawati.

Usai dari meja 3, warga dipersilakan menuju ke meja 4. Meja 4 digunakan untuk melakukan skrining dan entry data menggunakan aplikasi eKader. Meja 4 ini diisi oleh para dokter muda FKUB dari Kelompok 4 dengan pembimbing dr. Devita Rahmani Ratri, M.Sc., dan Shofi Nur Rahmah, S.E., M.M., yang terdiri dari Yogesvara, Devi Firnanda Putri, Syafira Maulida, Muhammad Ogan Islakhul Idham, dan Rifdinia Bregita Jimmy Saputri.

Skrining dengan menggunakan Kuesioner Surveillance PTM Berdasarkan WHO STEPS Instrument for Non-Communicable Disease Risk Factor Surveillance

Di meja 4, para dokter muda FKUB ini akan membantu kader SMARThealth dan petugas kesehatan melakukan skrining terhadap warga yang hadir dalam giat Posbindu SMARThealth tersebut. Pertama, dokter muda itu akan melakukan skrining dengan Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM milik Posbindu dan sekalian mengentri data dengan aplikasi eKader sambil mewawancarainya sesuai daftar pertanyaan yang ada di dalam aplikasi tersebut.

Penggunaan aplikasi eKader ini setelah para dokter diajari cara mengunakannya oleh kader SMARThealth sebelum acara giat ini dimulai. Setelah menginput data, dokter muda akan melanjutkan mewancarai warga dengan menggunakan Kuesioner Surveillance PTM Berdasarkan WHO STEPS Instrument for Non-Communicable Disease Risk Factor Surveillance yang kelak digunakan untuk melakukan diagnosis komunitas.

Giat diagnosis komunitas dalam Posbindu SMARThealth ini dihadiri oleh Kepala Desa Kendalpayak Samsul Huda, penanggung jawab program PTM Puskesmas Pakisaji Indah Ratri Ayunaningtyas, S.Tr. Keb., dan staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Wildan Adi Yatma, S.Psi., serta Babinsa.

Acara giat ini selesai pada pukul 12.00 WIB. Dari 75 undangan yang diedarkan di masyarakat, sasaran yang hadir dan berhasil diskrining sebanyak 25 orang dengan rincian laki-laki ada 8 oang, dan perempuan sebanyak 17 orang. Dari 25 orang yang diskrining itu, didapati sejumlah 12 orang yang hasil pengukuran tekanan darahnya tergolong tinggi, dan 5 orang yang memiliki faktor risiko diabetes mellitus yang tinggi berdasarkan hasil cek gula darahnya. *** [181121]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog