Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Turen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Turen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2023

Kunjungan Delegasi Thailand dan India Ke Puskesmas Turen

Usai menghadiri giat Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu, delegasi Thailand dan India diajak Team Leader SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, mengunjungi Puskesmas Turen sebagai salah satu primary health care yang ada di Kabupaten Malang dan sekaligus telah melaksanakan replikasi SMARThealth.

Delegasi Thailand terdiri dari Dr. Krisada Hanbunjerd, MD (director of NCD division, Department of Disease Control, Kementerian Kesehatan Masyarakat (Kemenkesmas) Thailand), Siriwan Pitayarangsarit, Ph.D (staf Pengendalian Penyakit, Kemenkesmas Thailand), Prof. Dr. Kriang Tungsanga (Bhumiranagarindra Kidney Institute, Bangkok) dan Dr. Methee Chanpitakkul (Bhumiranagarindra Kidney Institute, Bangkok), serta satu orang delegasi dari India, Renu John, BDS, MPH (Research Fellow di the George Institute for Global Health India).

Delegasi Thailand dan India berpose bersama Kapus Turen, Dinkes, dan Tim SMARThealth UB

Di sana, rombongan disambut oleh Kepala Puskesmas Turen dr. Wahyu Widiyanti dan penanggung jawab program PTM, Dita Trisnaningtyas, S.Kep.Ners, dan dr. Iman Muttaqin, seorang dokter fungsional, di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Turen yang terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 218 Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Kunjungan delegasi tersebut dalam rangka studi banding untuk belajar tentang pelaksanaan program replikasi SMARThealth di Kabupaten Malang. Kebetulan Puskesmas Turen telah melaksanakan replikasi SMARThealth sejak tahun 2021. 

Namun demikian, Kapus Turen dr. Wahyu sesungguhnya telah terlibat dalam pilot project SMARThealth dari tahun 2016-2018 ketika beliau masih menjabat sebagai Kapus Gondanglegi. Jadi, selain telah akrab dengan program SMARThealth, beliau juga mengerti betul manfaat dari program SMARThealth.

Dalam kunjungan ini, delegasi Thailand dan India dipandu oleh Team Leader SMARThealth  Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D saat mengadakan pertemuan dan sekaligus berdiskusi terkait implementasi replikasi SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Turen.

Kapus Turen memberikan sambutan dengan menggunakan bahasa Inggris

Mula-mula, Sujarwoto memperkenalkan personil Puskesmas Turen yang mengadakan penyambutan di ruang pertemuan. Kemudian setelah itu, Kapus Turen berkenan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Kapus dr. Wahyu berceritera ihwal mengenal SMARThealth hingga familiar terhadap programnya.

Setelah itu dilakukan diskusi antara kedua delegasi tersebut dengan Puskesmas Turen. Diskusi bersifat mengalir, tidak terlalu formal, dan dinamis. Selain itu, diskusinya juga berjalan lancar serta tidak memakan waktu yang lama, karena baik Kapus, penanggung jawab program PTM, dan dokter fungsional bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Dalam diskusi itu, delegasi Thailand proaktif sekali bertanya. Mulai dari periode skrining, kadernya, insentif kader, obatnya hingga aplikasinya. Pada saat diskusi itu, penanggung jawab program PTM Puskesmas Turen, Dita, mengatakan, “Sometimes the internet network is unstable.”

Terkait hal ini, Dr. Krisada Hanbunjerd, MD bertanya, “Bagaimana bila hal itu terjadi?” Dita pun menjawab. “Kita biasanya memakai kertas Form Skrining untuk jaga-jaga kalau internet tidak stabil. Aplikasi ini sebenarnya juga punya fasilitas offline. Menguntungkan bila tak ada jaringan internet yang baik,” jelas Dita.

Team Leaser SMARThealth UB membantu menjelaskan hasil bridging eKader dengan ePuskesmas

Sementara itu, dalam diskusi tersebut juga menemukan sejumlah perbedaan yang bisa memperkaya wawasan, seperti waktu skrining misalnya. Di Thailand, skrining dilakukan per tiga bulan sekali, dan start setiap bulan Oktober. Sedangkan, kalau di Indonesia dilakukan setahun sekali yang dimulai dari Januari hingga Desember.

Dalam diskusi, delegasi Thailand cenderung detil. Seperti halnya yang ditanyakan oleh Siriwan Pitayarangsarit, Ph.D perihal beban dan insentif kader. Diketahui, bahwa 1 kader banding 66 pasien di Thailand dalan beban target. Sementara di wilayah kerja Puskesmas Turen, 1 kader banding 161. 

Tak hanya bebannya, Siriwan juga menyoroti mengenai pemberian insentif yang sama per kader. “Apakah kader yang malas dengan yang rajin akan dikasih insentif yang sama?” tanya Siriwan.

Sementara itu, mengenai pemberian obat bisa dikatakan hampir sama. Untuk pasien yang memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) akan mendapatkan obat untuk sebulan. Yang membedakannya adalah kepatuhan. Di Thailand, boleh dibilang pasiennya patuh dalam mengonsumsi obat sesuai yang dianjurkan oleh dokter atau tenaga kesehatan lain yang mendapat delegasi dari dokter.

Delegasi Thailand proaktif bertanya kepada Puskesmas Turen untuk mendapatkan gambaran yang utuh dalam replikasi SMARThealth

Diskusi yang memakan waktu sekitar dua jam itu, memberikan gambaran perihal kondisi negara masing-masing, dan perbedaan yang ditemukan tidak mengisyaratkan kelemahan tapi memang karena situasi dan kondisinya yang mungkin berbeda.

Pihak Puskesmas Turen pun mengakui bahwa secara sumber daya manusia (SDM). Thailand akan lebih siap nantinya dalam mereplikasi SMARThealth di negaranya. Ke depan, Puskesmas Turen juga akan terus berbenah dalam setiap layanannya kepada masyarakat.

Namun demikian, dari diskusi yang intens ini tersirat adanya tekad dengan slogan yang sama, seperti yang tertera dalam kaos warna pink yang dikenakan kedua delegasi dari Kemenkesmas Thailand itu, “Together fight NCDs” (Bersama Kita Lawan PTM). *** [090323]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Delegasi Thailand dan India Kunjungi Kelurahan Sedayu untuk Melihat Giat Posbindu PTM Kasuari

Kamis (09/03), Kepala Kelurahan (Lurah) Sedayu Pratama Wiranata, S.STP, M.Si bersama Kepala Puskesmas (Kapus) Turen dr. Wahyu Widiyanti menerima kunjungan delegasi Thailand yang dipimpin Dr. Krisada Hanbunjerd, MD, director of NCD division, Department of Disease Control, Kementerian Kesehatan Masyarakat (Kemenkesmas) Thailand di Gedung Serba Guna Peltu Alasikan yang terletak di Jalan Pratu Subari RT 09 RW 03 Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Delegasi yang terdiri dari Siriwan Pitayarangsarit, Ph.D (staf Pengendalian Penyakit, Kemenkesmas Thailand), Prof. Dr. Kriang Tungsanga (Bhumiranagarindra Kidney Institute, Bangkok) dan Dr. Methee Chanpitakkul (Bhumiranagarindra Kidney Institute, Bangkok), ditambah satu orang delegasi dari India, Renu John, BDS, MPH (Research Fellow di the George Institute for Global Health India), melakukan kunjungan ke Kelurahan Sedayu untuk melihat giat Posbindu PTM Kasuari.

Delegasi Thailand dan India berpose bersama warga dalam giat Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu

Kunjungan dua delegasi itu didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa serta dua staf Seksi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Selain itu, ada juga Team Leader SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) beserta salah seorang anggotanya.

Begitu disambut oleh Lurah Sedayu dan Kapus Turen, Team Leader SMARThealth UB Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D yang memandu delegasi, mengawali dengan perkenalan dihadapan warga yang akan melakukan pemeriksaan.

Setelah itu menginformasikan maksud dan tujuan delegasi Thailand dan India berkunjung ke Kelurahan Sedayu. Dalam kunjungan tersebut, kedua delegasi itu ingin melihat secara langsung perihal implementasi program SMARThealth yang diselenggarakan di Kelurahan Sedayu. Mereka memiliki atensi terhadap replikasi SMARThealth yang dilakukan di Kabupaten Malang.

Sambutan Lurah Sedayu kepada delegasi Thailand dan India dihadapan warga yang ikut giat Posbindu PTM Kasuari

Rencananya, delegasi Thailand itu juga ingin mempersiapkan replikasi SMARThealth di negaranya. Oleh karena itu, mereka berkunjung ke Kabupaten Malang, karena gaung replikasi SMARThealth di Kabupaten Malang semakin mengglobal.

Dalam giat Posbindu tersebut, kedua delegasi terlihat mondar-mandir memperhatikan setiap meja dalam pemeriksaan. Mereka tertarik dengan kecekatan kader SMARThealth yang melakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dengan bantuan aplikasi eKader, dan pola hubungannya dengan tenaga kesehatan (nakes) yang ada di kelurahan tersebut.

Giat Posbindu PTM ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Ada lima kader kesehatan yang bertugas dalam giat tersebut, yaitu Siti Rohma, Listianah, Fatonah Al Muvida, Deasy Arisanti, dan Lilik. Sementara itu, nakes yang terlibat dalam giat itu, adalah perawat dan bidan yang ada di Kelurahan Sedayu, yaitu perawat Cica Indah dan bidan Anandayu.

Warga yang berdatangan langsung menuju ke meja registrasi yang berada tepat di pintu masuk utama Gedung Serba Guna, dan kemudian diukur tinggi/berat badan dan lingkar perutnya. Setelah itu, warga dipersilakan duduk terlebih dahulu.

Delegasi Thailand memperhatikan kader SMARThealth melakukan pengecekan kadar gula darah dan kolesterol

Beberapa saat setelah warga mulai banyak, Penanggung Jawab Program PTM Dita Trisnaningtyas, S.Kep. Ners, memberikan edukasi tentang PTM dan gaya hidup sehat dihadapan warga tersebut. Sehabis itu, diteruskan dengan senam sehat, yang diikuti oleh warga, kader, nakes, bhabinkamtibmas, babinsa maupun perangkat kelurahan.

Usai senam, istirahat sebentar dan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kadar gula darah dan kolesterol. Berikutnya dilanjutkan dengan anamnesa faktor risiko PTM dan input data menggunakan aplikasi eKader.

Alur terakhir dari rangkaian pemeriksaan ini adalah melakukan konsultasi kepada perawat kelurahan. Apabila ada warga yang terindikasi mempunyai faktor risiko PTM tinggi (highrisk) maka warga akan diresepin untuk mengambil obat di Puskesmas Turen.

Suasana giat Posbindu PTM Kasuari di Gedung Serba Guna Peltu Alasikan Sedayu

Sekitar 33 menit menyaksikan giat Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu, kedua delegasi harus meninggalkan tempat karena masih ada acara kunjungan ke Puskesmas Turen untuk audiensi dan diskusi terkait pelaksanaan SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Turen.

Akhirnya, rombongan delegasi, Dinkes, dan Tim SMARThealth UB berpamitan kepada Lurah Sedayu berikut muspika dan perangkat desa, kader, nakes dan warga yang sedang mengantre pemeriksaan di Gedung Serba Guna Peltu Alasikan. *** [090323]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Jumat, 20 Januari 2023

Pelatihan Survei Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Kader dan Masyarakat Tentang COVID-19 di Kabupaten Malang

Selang sebulan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi AREEMA Untuk Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang kembali menggelar Pelatihan Survei Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Kader dan Masyarakat tentang COVID-19 di Kabupaten Malang.

Kalau pada sosialisasi dulu, pelatihan difokuskan untuk empat desa intervensi (Pandanrejo, Parangargo, Jatiguwi, dan Senggreng) di Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall, hari Jumat (20/01/2023) ini, pelatihan ditujukan bagi empat desa kontrol di Grand Miami Hotel yang terletak di Jalan Jatirejoyoso No. 1 Dusun Dawuhan RT 01 RW 01 Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri Tim RISPRO DIPi AREEMA Universitas Brawijaya (UB), Tim SMARThealth UB, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), jajaran Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), Pengelola Program Surveilans dan PTM Keswa Puskesmas Turen dan Pamotan serta perawat dan para kader kesehatan dari empat desa kontrol, yaitu Talangsuko, Kemulan, Talok, dan Rembun.

Usai pembukaan, seluruh peserta pelatihan melakukan foto bersama di Grand Miami Ballroom

Desa Talangsuko, Kemulan, dan Talok masuk wilayah Kecamatan Turen, sedangkan Desa Rembun ikut Kecamatan Dampit tapi masuk wilayah kerja Puskesmas Pamotan. Setiap desa mengirimkan 20 kader kesehatannya dalam pelatihan ini, ditambah seorang perawat desa yang mendampinginya.

Tujuan pelatihan ini adalah melatih kader kesehatan untuk melakukan pengumpulan data dalam survei pengetahuan, sikap dan perilaku kader dan masyarakat tentang COVID-19 di empat desa kontrol tersebut.

Acara ini dimulai pada pukul 08.49 WIB dengan diawali Master of Ceremony (MC) Gatot Sujono, S.ST., M.Pd., staf PTM dan Keswa Dinkes, mengucapkan selamat datang kepda semua undangan yang hadir, dan sekaligus membacakan susunan acaranya.

Team Leader SMARThealth UB didampingi Sub Koordinator Substansi Surveilans dan PTM Keswa, memberikan arahan kepada peserta pelatihan 

Setelah itu diisi dengan pembukaan oleh Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM mewakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang sedang ada pertemuan dengan Bupati Malang.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Tim RISPRO DIPi AREEMA yang sekaligus juga merupakan Team Leader SMARThealth UB, Sujarwoto, S.IP., M.Si., MPA, Ph.D. Dalam arahannya itu, Sujarwoto mengatakan bahwa pelatihan ini dilandasi rasa ingin tahu mengenai pengetahuan, sikap dan perilaku kader dan masyarakat tentang COVID-19 di Kabupaten Malang. “Siap-siap itu lebih bagus daripada tidak siap,” kata Sujarwoto.

Sehabis itu, seluruh peserta berfoto bersama dan disambung dengan berdoa sesuai keyakinan masing-masing yang dipandu MC. Baru kemudian dilanjutkan dengan pretest Peran Kader Dalam Pencegahan COVID-19.

Pukul 09.21 WIB acara berikutnya adalah pemaparan materi 1 yang disampaikan oleh Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Sujatno, S.T. Dalam materinya itu, Sujatno menyampaikan tentang Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Kabupaten Malang.

Kemudian materi 2 diisi oleh Sub Koordinator PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Pada kesempatan itu, Paulus berusaha melakukan review program SMARThealth yang telah berjalan hingga saat ini dengan fokus pada Program Posbindu SMARThealth sebagai Upaya Pengendalian Pencegahan Kesakitan dan Kematian Akibat Komorbid PTM Kasus COVID-19 di Kabupaten Malang Tahun 2022.

Pukul 10.52 WIB peserta pelatihan melakukan relaksasi dengan senam peregangan milik Puskesmas Turen. Dalam senam peregangan itu, dipandu Pengelola Program PTM Puskesmas Turen, Dita Trisnaningtyas, S.Kep.Ners, yang didampingi oleh perawat desa dari Talangsuko, Kemulan, dan Talok.

Suasana pelatihan kader di Grand Miami Ballroom Kepanjen

Usai senam peregangan, acara berikutnya diisi dengan pemaparan materi 3 oleh Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners. Dalam presentasinya, Nur Ani menguraikan perihal Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Malang.

Sekitar 25 menit berjalan, peserta laki-laki dipersilakan untuk menunaikan sholat Jumat. Kebetulan dalam pelatihan itu ada peserta laki-lakinya sebanyak tiga orang. Akhrinya peserta laki-laki ditambah dengan panitia meninggalkan Grand Miami Ballroom Lantai 7 untuk menuju ke Masjid Sholahuddin yang berada di Kantor Pajak Kepanjen, yang berada di sebelah utara Grand Miami Hotel selang gedung BPS Kabupaten Malang.

Pada waktu pulang dari masjid, acaranya sedang ishoma (istirahat, sholat, makan). Jadi, mereka tidak melihat Kadinkes Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijono, M.M.Kes memberikan sambutan dalam acara tersebut. Sepulang dari masjid, peserta dan panitia laki-laki langsung membaur untuk makan siang. Untuk peserta disiapkan di Lantai 7, sedangkan untuk panitia berada di lantai 1.

Kadinkes selalu menyempatkan menyalami kader setiap usai memberikan sambutan

Pukul 13.05 WIB semua peserta pelatihan kembali ke Ballroom. Acara diisi dengan quiz dan doorpize. Kurang lebih 55 menit berlangsung, acara kemudian diisi dengan materi 4 dari Tim RISPRO DIPi AREEMA.

Rindi Ardika Melsalasa Sahputri, M.M menjelaskan Petunjuk Pelaksanaan Survei Lapangan dengan membahas kuisioner Survei Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Kader dan Masyarakat tentang COVID-19 di Kabupaten Malang, dan penulis kebagian menerangkan Pemilihan Responden dalam pelaksanaan survei tersebut.

Pukul 14.48 WIB dilakukan quiz permainan lagi untuk seluruh peserta pelatihan dengan membagikan doorprize. Sekitar seperempat jam, rangkaian acara dalam pelatihan itu selesai sudah. Penutupan dilakukan oleh  Kepala P2P Tri Awignami Astoeti, SKM, M.M.Kes pada pukul 15.16 WIB. *** [200123]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 22 Desember 2022

Di Hari Ibu, Perawat Desa Talangsuko dan Kader SMARThealth Gelar Posbindu PTM di Rumah Kue Calista

Bertepatan dengan Hari Ibu, perawat Desa Talangsuko dan kader SMARThealth menggelar giat Posbindu PTM di rumah Ketua RT 03 RW 02 yang terletak di Jalan Raya Talangsuko, Dusun Krajan, Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Lokasi rumah ini berada di depan TK Muslimat Miftakhul Ulum dan Mitra Usaha Beton Cor & Toko Bahan Bangunan, atau sebelah barat daya PT Menara Suci Sejahtera, penyelenggara resmi umroh dan haji khusus.

Pada saat perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) menanyakan alamat ini di Kantor Desa Talangsuko yang berjarak sekitar 650 meter dari lokasi rumah tersebut, mereka terlihat sudah hafal. 

Bahkan, mereka memberi tahu kepada perwakilan Tim SMARThealth UB, rumah Ketua RT 03 RW 02 dikenal dengan Rumah Kue Calista. Karena kebetulan istri Ketua RT 03 RW 02 jago bikin aneka kue basah dan senantiasa terima pesanan.

Kader SMARThealth berpose bersama perawat, Pj PTM Puskemas Turen, dan Dokter Muda UNISMA

Maka tak mengherankan bila di ruang tamu tadi terlihat banyak kue basah dalam giat Posbindu PTM. Ada onde-onde basah, bolu kukus, pastel, kue carabikang, kue lapis, dan pudding telor. Rasanya enak dan fresh.

Acara giat Posbindu PTM ini sudah dimulai dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu di meja registrasi sejak pukul 08.00 WIB. Kader Posbindu Lilik Mulyati melayani pendaftaran setiap warga yang datang dalam giat Posbindu PTM tersebut.

Namun mereka dispersilakan duduk dulu di serambi depan, sambil menunggu staf Promkes Puskesmas Turen, Dwi Agus Irawan, S.Kep. Ners, memberikan penyuluhan Diabetes Mellitus (DM). Staf Promkes tiba di lokasi sekitar pukul 08.34 WIB, dan langsung berdiri dihadapan warga yang telah mengantre guna memberikan promosi kesehatan (promkes).

Dalam penyuluhan itu, Dwi Agus mengatakan bahwa pengidap DM dikatakan sembuh manakala kadar gula darahnya bisa terkontrol. Caranya dengan gaya hidup sehat, beraktivitas fisik, dan minum obat seumur hidup.

Staf Promkes Puskesmas Turen beri penyuluhan DM

Yang ditemui di masyarakat, tambah Dwi Agus, “Kadang kalau badannya sudah enak, mereka umumnya terus tidak minum obat. Ini yang terkadang tanpa disadari menyebabkan komplikasi karena kadar gula darah tidak dikontrolnya.”

“Ada yang salah persepsi dalam mengkonsumi obat DM. Katanya akan menyerang ginjal, padahal tidak,” urai lebih lanjut Dwi Agus kepada warga yang datang dalam giat Posbindu PTM tersebut.

Selesai penyuluhan, Dwi Agus kemudian berpamitan untuk kembali bertugas di Puskesmas Turen lagi. Acara giat Posbindu PTM langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan sesuai alurnya. Setelah melakukan pendaftaran, warga akan menerima layanan pengukuran antropometri, seperti pengukuran berat/tinggi badan dan lingkar perut.

Kader SMARThealth Yayuk akan melayani pengukuran berat badan dan lingkar perut di depan rumah Ketua RT 03 RW 02, dan terus dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan oleh kader SMARThealth Firman. Hasil pengukurannya dicatat oleh kader SMARThealth Lisharnanik.

Dokter Muda dari UNISMA berpartisipasi dalam giat Posbindu PTM di Desa Talangsuko, Turen

Usai mendapat layanan pengukuran antropometri, warga akan mengantre dalam pemeriksaan laborat ringan, seperti pengukuran tekanan darah, dan pengecekan kadar gula darah maupun kolesterol.

Di meja itu, pelayanan ditangani oleh dokter muda dari Universitas Islam Malang (UNISMA) yang praktik di Puskesmas Turen. Ada tiga dokter muda yang memberikan layanan tersebut, yaitu Alma Nur Azizah, S.Ked, Zaterapio TS Gagas P., S.Ked, dan Salsabila Sahara, S.Ked.

Pada saat mulai layanan pemeriksaan itu, penanggung jawab PTM Puskesmas Turen, Dita Trisnaningtyas, S.Kep.Ners, berkesempatan hadir dalam giat Posbindu PTM, dan langsung turut memantau jalannya giat Posbindu tersebut yang dipandu oleh perawat Desa Talangsuko, Putri Dhina P., A.Md.Kep.

Dalam pemeriksaan dalam giat Posbindu PTM ini, warga berdatangan secara mengalir. Tidak datang bersamaan, tapi satu per satu atau berdua bersama tetangga lainnya. Di saat sudah mulai sepi, penanggung jawab PTM Puskesmas Turen mengajak kader untuk melakukan foto bersama terlebih dahulu, dan kemudian ia mengajak meeting dengan perawat maupun kader di ruang tamu rumah Ketua RT 03 RW 02.

Briefing bersama kader dan perawat oleh penanggung jawab PTM Puskesmas Turen di ruang tamu

Setelah itu, masih ada warga yang selesai menghadiri acara peringatan Hari Ibu di sekolah anaknya, singgah di lokasi giat Posbindu PTM untuk ikut melakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Acara giat Posbindu PTM di Desa Talangsuko ini ditutup pada pukul 11.20 WIB selang 20 menit penanggung jawab PTM Puskesmas Turen berpamitan karena mau ada pertemuan dengan kader di tempat lain.

Dari hasil rekapitulasi di bagian pendaftaran, diketahui dalam giat Posbindu PTM ini berhasil terskrining sebanyak 26 orang, dengan rincian 5 laki-laki dan 21 perempuan. Kedua puluh enam orang itu merupakan pasien baru yang ikut skrining faktor risiko PTM di giat Posbindu PTM.

Giat Posbindu PTM di Desa Talangsuko yang bertepatan di Hari Ibu itu, seakan mewakili tema Hari Ibu 2022: “Perempuan Berdaya Indonesia Maju.” *** [221222]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 29 Oktober 2022

Kompak, Pelaksanaan Giat Posbindu PTM di Desa Pagedangan

Semangat berkelompok dan bersama-sama menyelesaikan masalah dalam berbuat sesuatu yang lebih baik untuk lingkungannya, ternyata eksis dan tertanan kuat di masyarakat Desa Pagedangan, Kecamatan Turen.

Hal ini dibuktikan oleh adanya kerja sama antara Puskesmas Turen, Pemerintah Desa (Pemdes) Pagedangan dan Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Pagedangan dalam giat Posbindu PTM yang dilaksanakan di halaman dan serambi Musholla Al-Latiefuddin yang terletak di Jalan Kramat 2 Dusun Krajan RT 14 RW 06 Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (29/10/2022).

Dalam rangka pelayanan kesehatan masyarakat, mereka bahu-membahu dan kompak. Perawat Desa Pagedangan bersama kader Posbindu/SMARThealth menggelar deteksi dini dengan melakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

NU Care-LAZISNU, Banser, staf desa berpose dengan perawat dan kader Posbindu/SMARThealth

Sedangkan, staf desa akan memback-up kegiatannya dengan menggerakan masyarakat sekitar. Sementara itu, Ranting NU melalui Unit Pengelola Zakat Infaq Shadaqah Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (UPZIS-LAZISNU) memberikan bantuan strip gula dan obat-obatan yang diperlukan dalam pelaksanaan giat Posbindu PTM itu.

Acara giat Posbindu PTM ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Warga akan menuju ke meja pendaftaran di halaman musholla yang dipasangi terop sisi selatan. Dua kader, yaitu kader SMARThealth Aula Ursidatun Nadhifah dan kader Posbindu Azizatul Farida, melakukan registrasi.

Setelah itu, kedua kader tersebut akan mewawancarai dengan menggunakan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu dan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20).

Kamituwo Krajan ikut skrining faktor risiko PTM di halaman Musholla Al-Latiefuddin

Dari meja pendaftaran, warga akan menuju ke serambi depan sisi utara pintu masuk musholla. Di situ, warga akan disambut oleh kader Posbindu Markuwati yang akan memberikan layanan pengukuran berat/tinggi badan dan lingkar perut. Hasil pengukurannya akan dituliskan dalam Kartu Skrining.

Usai pengukuran antropometri, warga akan bergeser ke serambi sisi selatan dari pintu utama musholla. Di meja itu, warga akan menerima pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth Nur Yuliana, dan pengecekan kadar gula darah oleh kader SMARThealth Asmaul Khusnah. Hasil pengukuran tensi dan cek kadar gula darah, juga dicatatkan dalam Kartu Skrining.

Dari serambi sisi selatan, warga akan kembali ke halaman musholla tapi menuju ke meja di sisi utara. Di meja itu, ada perawat Desa Pagedangan Yuni Barokah, A.Md.Kep dan mahasiswi STIKes Kepanjen yang ambil program alih jalur Ners, Danik Arfiani, A.Md.Kep.

Pemeriksaan tekanan darah dan cek kadar gula darah di serambi Musholla Al-Latiefuddin

Dalam rangka diagnosis komunitas di Desa Pagedangan selama dua minggu, Danik Arfiani dalam giat Posbindu PTM ini turut membantu perawat Yuni menyiapkan obat, setelah perawat Yuni mengisyaratkan bahwa warga tersebut terindikasi faktor risiko PTM tinggi (highrisk).

Obat-obatan yang dibelikan UPZIS-LAZISNU itu terdiri dari Cardipin 5 Amlodipine Besilate 5 mg, Omeprazole 20 mg, Alleron Chlorphenamine Maleate, Histigo Betahistine mesilate, Repass Ibuproven 400 mg, Hufadine, Prostanac 50 Diclofenac Sodium 50 mg, Pharmamox 500 Amoxillin Trihdrate, Ambroxol HCL 30 mg, Alerzin 10 Cetirizine Hydrochloride 10 mg, Vastral Thiamine HCL Pyridoksine HCL Cyanocobalamin (suplemen makanan), Anastan Forte mefenamic acid 500 mg, Dexteem Plus Dexchlorpherniramine Maleate Dexamethasone, Glikos Metformin HCL 500 mg, Methlprednisolone 4 mg, Teosal Salbutamol sulphate Theophylline, dan Renabetic Glibenclamide 5 mg.

Sehabis ikut konseling dan pemberian sejumlah obat, warga telah menyelesaikan rangkaian pemeriksaan dalam giat Posbindu PTM dan boleh meninggalkan tempat. Namun, Kartu Skrining dan SRQ-20 harus diserahkan terlebih dahulu kepada kader SMARThealth Lia Putriana, yang bertugas melakukan pencatatan laporan akhir ke dalam buku besar Posbindu.

Perawat Desa berikan konseling dan pengobatan kepada warga yang hadir dalam Posbindu PTM

Acara ini ditutup layanan pemeriksaan pada pukul 10.36 WIB. Hasil rekapitulasi memperlihatkan warga yang terskrining ada 47 orang dengan rincian 14 laki-laki dan 33 perempuan. Dari 47 orang itu, menurut perawat Yuni, yang terindikasi hipertensi ada 3 laki-laki dan 10 perempuan. Sedangkan, yang terindikasi diabetes mellitus ada 4 orang, yang kesemuanya adalah perempuan.

Begitu selesai pemeriksaan, sahabat NU Care LAZISNU, Banser, dan staf desa bergotong-royong merapikan meja dan kusi, melepas banner, dan terop galvalum, agar supaya kondisi musholla menjadi seperti semula sebelum pemeriksaan Posbindu PTM digelar.

Di sela-sela pembongkaran terop, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) mendapat informasi dari Koordinator Kegiatan Ranting NU Pagedangan Giyanto mengenai giat berikutnya akan menyasar siswa dan guru di Madrasah Aliyah yang berada di Desa Pagedangan. *** [291022).

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo




Share:

Senin, 03 Oktober 2022

Anggota DPRD Kabupaten Malang Apresiasi Giat Posbindu PTM Melati Desa Tawangrejeni di Rumahnya

Senin pagi (03/10/2022) dengan guyuran hujan deras, perawat desa Tawangrejeni bersama kader SMARThealth menyelenggarakan giat Pobindu PTM Melati bertempat di rumah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Malang, Rahmat Kartala, S.Sos, yang terletak di Jalan Lowokwaru, Dusun Lowokwaru RT 02 RW 10 Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Giat Posbindu PTM Melati ini berbarengan dengan giat Posyandu Balita dan Posyandu Lansia. Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang tiba di lokasi pelaksanaan ketiga giat itu juga tak luput dari guyuran hujan yang menyebabkan sepatunya basah kuyup.

Acara giat ketiga giat ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, akan tetapi karena turun hujan lebat, warga masih belum terlihat berdatangan. Pada waktu pemilik rumah masuk ke rumah, ia menjumpai para kader maupun perawat dan berkesempatan untuk ikut memeriksakan diri dalam giat Posbindu PTM Melati.

Kader Posyandu Balita, Posbindu dan Lansia berpose dengan perawat Pustu Desa Tawangrejeni

Namun kemudian, usai memeriksakan diri pemilik rumah kedatangan tamu dari Dinas Pertanian, sehingga ia pun harus menjumpai di ruang tamu depan. Sejak itu, lalu warga pun mulai berdatangan dengan menggunakan payung menuju ke tempat pemeriksaan yang letaknya berada di belakang garasi mobil.

Lokasinya cukup luas dan menyerupai ruang pertemuan di hotel. Ruangannya diatur sedemikian rupa. Ada tempat meletakkan banner sebuah kegiatan maupun sound system yang lengkap. Saat digunakan untuk giat kader ini masih terpasang banner Halal Bihalal Nahdlatul Ulama Ranting Lowokwaru Turen Kabupaten Malang.

Warga yang berdatangan pun mengikuti irama hujan. Pas deras, suasana giat Posbindu PTM akan sepi, dan pada waktu rintik-rintik, warga pun berdatangan lagi. Mulai pukul 10.01 WIB menjadi momentum kedatangan warga yang akan berpartisipasi dalam giat Posyandu Balita, Posbindu maupun Posyandu Lansia, karena hujan sudah mulai reda.

Anggota DPRD Kabupaten Malang (Komisi IV) menyapa warga dan beri apresiasi giat Posbindu PTM Melati Desa Tawangrejeni

Bagi yang membawa balita, warga akan ikut dalam giat Posyandu Balita terlebih dahulu. Ada lima kader Posyandu Balita yang bertugas, yakni Harwati (pendaftaran), Wiwik Andayani (menimbang, Siti Nurkhasanah (mengukur tinggi badan), Anisah (pencatatan KMS/Kartu Menuju Sehat), dan Suliani (memberikan PMT/Pemberian Makanan Tambahan).

Setelah selesai, barulah mereka akan menuju ke pemeriksaan Posbindu PTM. Sedangkan untuk giat Posyandu Lansia, kadernya mengikutkan pemeriksaannya pada giat Posbindu PTM. Kader Posyandu Lansia tinggal mengadministrasikan saja, seperti Siti Hamdah (registrasi), Riwayati (menimbang), Sulikah (mencatat hasil pengukuran di Posbindu PTM), dan Susi Pindari (mencatat KMS).

Sementara itu, pada giat Posbindu PTM warga akan didaftar dulu sambil menyerahkan fotokopi KTP. Kader SMARThealth yang bertugas melakukan registrasi dan sekaligus merekap hasil pengukurannya adalah Lailatul Magfiroh.

Suasana pemeriksaan dalam giat Posyandu dan Posbindu di Desa Tawangrejeni

Setelah didaftar, warga akan diukur tinggi/berat badan serta lingkar perut oleh kader SMARThealth Khoiriyah di dekat tiang penyangga berbentuk kolom warna coklat tua di ruangan tersebut. Hasil pengukurannya akan ditulis oleh kader Lailatul Magfiroh di buku Posbindu PTM.

Selesai pengukuran antropometri, warga akan menerima layanan pengukuran tekanan darah oleh kader yang melakukan pengukuran antropometri tadi. Hasil pengukurannya akan dicatat juga oleh kader Lailatul Magfiroh.

Usai dilepas manset tensinya, warga akan dicek kadar gula darah di meja yang sama oleh kader SMARThealth Irawati. Dari hasil tiga pengukuran tadi, perawat Pustu Desa Tawangrejeni Nila Harnani A.Md.Kep akan memberikan konseling kepada warga tentang pola hidup sehat.

Setelah ikut skrining faktor risiko PTM, warga pun meninggalkan lokasi giat Posbindu PTM Melati

Sebelum pemilik rumah meninggalkan rumah menuju Kantor DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen, menyempatkan diri melihat giat Posbindu PTM, menyapa warga yang periksa, dan memberikan apresiasi kepada kader dan perawat yang telah melakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) sebagai upaya deteksi dini PTM.

Kebetulan pemilik rumah adalah anggota DPRD Kabupaten Malang di Komisi IV (Kesejahteraan Sosial), yang meliputi bidang ketenagakerjaan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kepemudaan dan olahraga, agama, kebudayaan, sosial, kesehatan dan keluarga berencana, peranan wanita, transmigrasi, perpustakaan dan pemberdayaan masyarakat.

Acara giat Posyandu dan Posbindu ini ditutup pada pukul 11.29 WIB. Hasil dari rekapitulasi dalam giat Posbindu PTM Melati, berhasil memeriksa warga sebanyak 37 orang dengan rincian 4 laki-laki dan 33 perempuan. *** [031022

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 22 September 2022

Giat Posbindu PTM Sedayu di Balai Posyandu Kenanga 4

Kelurahan Sedayu adalah salah satu kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Turen yang terkenal dengan keberadaan PT. Pindad, sebuah pabrik amunisi milik BUMN. Hari ini, Kamis (22/09/2022), perawat Kelurahan Sedayu bersama kader SMARThealth mengadakan kegiatan (giat) bulanan rutin Posbindu PTM.

Bulan September ini, giat Posbindu PTM diadakan di Balai Posyandu Kenangan 4 yang beralamatkan di Jalan Pratu Pujiman Dusun Sedayu RT 16 RW 04 Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ancer-ancernya berada di belakang SPBU 54.652.58 Sedayu.

Kader SMARThealth dan kader Lansia berpose bersama perawat Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen

Balai Posyandu Kenanga 4 ini merupakan bangunan gedung Posyandu yang dibangun dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (PNPM – P2KP) pada 2009 dari hibah tanah masyarakat.

Bangunan Balai Posyandu Kenanga 4 ini berada di gang kecil. Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir dalam giat Posbindu PTM itu, mencoba pinjam meteran pengukur lingkar perut Elitech Technovision MTB-2MTR untuk mengukur gang yang sudah dipasangi paving block. Hasil pengukurannya menunjukkan gang tersebut berukuran 104 cm.

Sesuai jadwal acaranya, giat Posbindu ini akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Akan tetapi Tim SMARThealth UB sudah sampai di lokasi pada pukul 08.35 WIB, karena langit terlihat mendung kawatir kehujanan di tengah jalan.

Kader Lansia sedang melakukan registrasi di meja 1

Pukul 08.43 WIB, dua kader tiba di Balai Posyandu dan langsung membuka gemboknya. Kedua kader tersebut adalah kader SMARThealth Listiana dan kader Posyandu Lansia Nafiatun Nisa. Mereka berdua mengawali melakukan persiapan guna giat Posbindu PTM.

Sambil menggendong cucunya, kader Listiana menyiapkan meja-meja untuk pemeriksaan sesuai alur giat Posbindu. Sedangkan, kader Nafiatun menyapu lantai terlebih dahulu baru membantu menyiapkan yang lainnya.

Pukul 08.53 WIB dua kader berikutnya datang bersama dengan perawat Kelurahan Sedayu, Cica Indah Ermawati, A.Md. Kep. Selang empat menit kemudian, kader yang satunya lagi juga tiba di Balai Posyandu.

Kader SMARThealth sedang mengukur ingkar perut warga yang didampingi istrinya

Begitu formasi kader sudah lengkap, acara pun bisa dimulai. Hanya tinggal satu orang yang bertugas mencatat rangkuman hasil pemeriksaan giat Posbindu ke dalam buku besar yang datangnya menyusul, pas di tengah-tengah acara. Sementara itu, ada kader SMARThealth yang satunya tidak bisa hadir karena sedang ada keperluan.

Warga yang berdatangan tidak secara bersamaan. Mereka datang mengalir saja, sehingga memudahkan kader yang melakukan pemeriksaan dengan penuh konsentrasi. Perawatnya pun juga leluasa dalam memberikan konseling maupun edukasi kesehatan kepada warga.

Giat Posbindu PTM ini mengikuti alur pemeriksaan yang sudah umum dilakukan. Diawali dengan pendaftaran di meja 1 yang berada di dekat pintu Balai Posyandu. Yang bertugas melakukan registrasi warga yang akan melakukan pemeriksaan adalah kader Posyandu Lansia Nafiatun Nisa.

Warga nomor urutan 1 dan 2 yang ikut giat Posbindu PTM di Balai Posyandu

Setelah pendaftaraan, warga akan disambut oleh kader SMARThealth Deasy Arishanti untuk diukur tinggi/berat badan dan lingkar perutnya. Hasil pengukurannya akan dituliskan dalam kertas kecil (struk) yang mencakup biodata sesuai KTP.

Dari tempat pengukuran antropometri, warga bergeser ke sebelah timur. Mereka akan dilayani pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth Listiana yang membawa cucunya dalam giat Posbindu ini. Hasil tensinya juga dituliskan dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM Puskesmas Turen.

Selesai ditensi, warga bergeser ke meja di sebelah timurnya. Di meja itu ada kader SMARThealth Fath Al Mufida yang bertugas melakukan pengecekan kadar gula darah/kolesterol/asam urat. Hasil pengukurannya akan dituliskan dalam Kartu Skrining juga.

Suasana pemeriksaan dalam giat Posbindu PTM di Balai Posyandu Kenangan 4 Sedayu

Dari meja cek gula darah, warga bisa menghadap ke perawat Cica untuk berkonsultasi dari hasil pengukurannya atau konsultasi kesehatan lainnya. Perawat akan memberikan konseling dan edukasi terhadap warga, terutama berkenaan hasil skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Jika dalam pemeriksaan itu, warga terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) maka perawat akan mengedukasinya.

Dengan konsultasi kepada perawat, maka alur pemeriksaan telah selesai bagi warga yang ikut dalam giat Posbindu PTM. Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM Puskesmas Turen akan diserahkan kepada kader SMARThealth Siti Rahmah untuk langsung diinput dengan aplikasi eKader.

Selesai diinput dengan aplikasi eKader, catatan yang ada di dalam Kartu Skrining plus struk akan dicatat oleh kader Posyandu Lansia Yuni Ngerdati Ningsih ke dalam buku besar untuk arsip dalam giat kader berikutnya.

Perawat Kelurahan Sedayu memeriksa pasien penyandang DM di kursi rodanya

Dalam giat Posbindu PTM ini tadi, terlihat ada dua warga yang mengalami stroke turut memeriksakan diri. Yang satunya perempuan dan satunya lagi laki-laki. Yang perempuan datang sendiri dengan menggunakan tongkat, dan ketika akan masuk gedung, ia dipapah salah seorang kader untuk menaiki lantai Balai Posyandu yang agak tinggi. Sedangkan yang laki-laki, dipapah istrinya yang juga ikut dalam pemeriksaan di giat Posbindu PTM.

Selang beberapa saat kemudian, datang seorang warga dengan kursi roda yang menyandang diabetes akut. Dari rumahnya, ia dikawal oleh dua anak perempuannya yang kesemuanya berbadan tambun yang juga ikut pemeriksaan.

Kedua anak perempuannya akan mengikuti alur pemeriksaan, sementara ibunya yang berada di kursi roda akan diperiksa oleh perawat bersama kader SMARThealth di kursi rodanya yang parkir di muka Balai Posyandu.

Kader SMARThealth melakukan input data dengan aplikasi eKader

Mengakhiri giat Posbindu, dilakukan foto bersama antara perawat Kelurahan Sedayu dengan kader SMARThealth maupun kader Posyandu Lansia. Tim SMARThealth UB juga diajaknya. Sehabis foto bersama, dilakukan rekapitulasi kehadiran warga dalam giat Posbindu tersebut. Dalam giat itu berhasil terperiksa sebanyak 34 orang dengan rincian 4 laki-laki dan 30 perempuan.

Selesai rekapitulasi, Tim SMARThealth diajak makan bersama kader dan perawat. Menunya berupa nasi kuning yang pulen dengan pasangan lauknya berupa sambal goreng Kudus, telur dadar diiris tipis-tipis, dan ayam goreng crispy. *** [220922]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Rabu, 21 September 2022

Didukung NU Care-Lazisnu, Perawat dan Kader SMARThealth Gelar Posbindu PTM Desa Kemulan

Sebagaimana cita-cita awal berdirinya NU Care-Lazisnu sebagai lembaga nirlaba milik perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa berkhidmat untuk membantu kesejahteraan umat serta mengangkat harkat sosial melalui pendayagunaan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Sebagai upaya untuk mengimplementasikan program kesehatan, NU Care-Lazisnu senantiasa membantu dan mendukung upaya kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Menurut perawat desa Kemulan, Yanni Susanty, A.Md.Kep, sudah banyak desa-desa lain yang kerja sama dengan NU Care-Lazisnu.

Salah satunya adalah kolaborasi elok berwujud nyata antara NU Care-Lazisnu dengan perawat desa dan kader SMARThealth dalam menggelar Posbindu PTM di Desa Kemulan setiap bulannya. Rutinitas giat ini menjangkau 4 dusun yang ada di Desa Kamulan.

Kader SMARhealth dan Posyandu Balita berpose bersama PP PTM, perawat dan dokter internship Puskesmas Turen

Berihwal dari sering mengalami kekurangan bahan medis habis pakai (BMHP) berupa strip untuk pengecekan kadar gula darah, salah seorang kader SMARThealth menanyakan kepada Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kemulan.

Gayung pun bersambut. NU Care-Lazisnu mendukung giat Posbindu PTM yang diselenggarakan oleh perawat desa bersama kader SMARThealth setiap bulannya. Dukungannya berwujud bantuan strip gula dan strip asam urat serta menggerakkan anggota Muslimat di desa itu untuk berpartisipasi.

Hari ini, giat Posbindu PTM diadakan di rumah kader SMARThealth, Sujiasih, yang beralamatkan di Jalan Rambutan, Dusun Krajan RT 03 RW 03 Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (21/09/2022).

Sambutan berisi edukasi dari PP PTM Puskesmas Turen

Acara pemeriksaan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Namun, pemegang program (PP) PTM Puskesmas Turen baru memberikan sambutan kepada warga pada pukul 09.10 WIB setibanya Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) di lokasi giat Posbindu PTM.

Keterlambatan selam 10 menit ini karena Tim SMARThealth UB harus hunting mencari alamat yang di kawasan Kecamatan Turen paling selatan. Lokasinya lebih dekat dengan Puskesmas Pagelaran (sekitar 2 km) ketimbang dengan Puskesmas Turen (sekitar 8 km). 

Dalam sambutannya, PP PTM Puskesmas Turen Dita Trisnaningtyas, S.Kep. Ners mengatakan bahwa adanya giat Posbindu ini agar supaya warga tidak perlu jauh-jauh melakukan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Suasana pemeriksaan di ruang tamu

Deteksi dini dengan cara, warga diskrining faktor risiko PTM. “Tujuan skrining itu biar kita bisa tahu lebih awal dan bisa antisipasi”, kata Dita Trisnaningtyas.

Lebih lanjut, PP PTM Dita menjelaskan bahwa periksa kesehatan itu minimal satu tahun sekali. Akan tetapi jika sudah terindikasi memiliki faktor risiko tinggi, seperti hipertensi maupun diabetes, warga perlu memeriksakan diri sebulan sekali agar faktor risiko terus terkontrol. Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati. “Kita perlu berperilaku CERDIK”, tegas PP PTM Dita.

Apa itu CERDIK? CERDIK adalah slogan kesehatan yang setiap hurufnya mempunyai makna, yaitu C=Cek kesehatan secara berkala, E=Enyahkan asap rokok, R=Rajin aktivitas fisik, D=Diet sehat dengan kalori seimbang, I=Istirahat cukup, dan K=Kelola stress. Perilaku CERDIK ini dapat diterapkan melalui giat Posbindu PTM.

Antrean di teras

Usai sambutan yang berisi edukasi kepada warga menyangkut PTM ini, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan. Seperti alur pemeriksaan dalam Posbindu PTM pada umumnya, dalam giat ini dilakukan pendaftaran, pengukuran antropometri (tinggi/berat badan dan lingkar perut), pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar gula darah/kolesterol/asam urat, konsultasi dengan perawat desa, dan entri data dengan ePuskesmas.

Kader yang bertugas dalam giat Posbindu PTM ini adalah kader SMARThealth Karlin (pendaftaran), kader SMARThealth Tri Sunarmi (pengukuran antropometri), kader SMARThealth Sujiasih (pengukuran tensi), dan kader SMARThealth Sayuti Indrawati (cek kadar gula darah/kolesterol/asam urat).

Selain itu, juga ada pemeriksaan mata dengan Snellen chart atau bagan Snellen yang dilakukan oleh kader Posyandu Balita Wiryanis. Pemeriksaan mata itu bagian dari visus mata atau tes ketajaman penglihatan yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan mata melihat objek dengan jelas dalam jarak tertentu.

Penyuluhan hipertensi oleh dokter internship Puskesmas Turen

Setelah semua hasil pemeriksaannya dimasukkan dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM Puskesmas Turen berikut dengan riwayat PTM, maka lembar Kartu Skrinning itu akan dilihat oleh perawat Yanni Susanty untuk bekal konseling dengan warga. Jika dalam konseling itu, warga terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) maka perawat Yanni akan memberikan obat untuk beberapa hari.

Dari meja perawat, Kartu Skrining akan diambil oleh dua petugas yang melakukan entri data untuk segera diinput ke dalam aplikasi ePuskesmas. Kedua petugas itu adalah kader SMARThealth Yeni Veronika dan admin Pustu Agis Milasari.

Sementara itu, di ruang lain di belakang ruang tamu rumah kader Sujiasih, juga terlihat ada giat terapi yang dilakukan oleh Ustadz Syaifuddin, Rois Syuriah NU Desa Kemulan. Sambil mengantre dalam giat Posbindu PTM, banyak warga yang minta terapi.

Input data dengan ePuskesmas melalui handphone oleh kader

Sedangkan, Ketua Tanfidziyah NU Desa Kemulan Bunari yang hadir dalam giat Posbindu PTM ikut menyapa dan sekaligus menyaksikan para warga dari Dusun Krajan yang ikut skrining faktor risiko PTM.

Pukul 10.31 WIB, dua dokter internship Puskesmas Turen datang ke giat Posbindu PTM untuk memberikan penyuluhan yang berhubungan dengan PTM. Kedua dokter internship itu adalah dr. Suzila dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan dr. Jessica Astria dari Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung.

Dr. Suzila memberikan penyuluhan mengenai masalah hipertensi dihadapan para warga yang antre memeriksakan diri, sedangkan dr. Jessica langsung memberikan konseling menggantikan perawat Yanni.

Tim SMARThealth UB dan Rois Syuriah NU serta Ketua Tanfidziyah NU Desa Kemulan, diajak foto bersama dokter internship, perawat, dan kader SMARThealth

Menjelang acara berakhir, PP PTM ingin berpamitan karena ada tugas lain. Namun, sebelum pulang diminta oleh pemilik rumah untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan. Tidak enak makan sendirian, TIM SMARThealth UB diajaknya sekalian.

Di ruang makan belakang, tersaji nasi empog, nasi putih, urap, sayur pedas ikan tuna, sayur sambal goreng pepaya, tempe goreng, dadar jagung, krupuk, dan pisang barlin. Usai makan, PP PTM pun meninggalkan tempat, sedangkan Tim SMARThealth UB masih lanjut mengikuti giat Posbindu PTM hingga purna.

Giat Posbindu PTM ini berakhir pada pukul 11.42 WIB. Hasil rekapitulasi kader, giat ini berhasil terperiksa sebanyak 58 orang dengan rincian  laki-laki dan 52 perempuan. *** [210922]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 15 Juli 2022

Dalam Giat Vaksinasi COVID-19 Di Desa Undaan, Ada Posbindu PTM

Giat vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Malang masih terus berlangsung. Di antaranya giat vaksinasi yang digelar Kantor Desa Undaan yang terletak di Jalan Raya Undaan No. 10 Dusun Krajan RT 04 RW 01 Desa Undaan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (15/07/2022).

Vaksinasi yang diadakan Puskesmas Turen bersama Pemerintah Desa Undaan ini merupakan vaksin booster atau vaksin untuk yang ketiga kalinya, namun demikian masih terlihat ada beberapa warga yang baru melakukan vaksin yang kedua.

Pendaftaran vaksin booster oleh perangkat desa dibantu mahasiswa KKN FEB UB

Sama dengan vaksinasi sebelumnya, pelaksanaannya dibarengkan dengan penyerahan BLT-DD Tahun 2022 Desa Undaan. Namun polanya diubah. Kalau dulu menerima BLT dulu baru disuruh vaksinasi, hasilnya banyak warga yang buru-buru pulang. Setelah diubah dengan vaksinasi dulu baru terima BLT, baru terlihat antrean warga yang bergegas ikut vaksin booster.

Warga yang datang ke Kantor Desa langsung menuju lokasi vaksinasi yang dipusatkan di Pendopo Kantor Desa Undaan, dan harus mengikuti alur vaksinasinya. Warga memulainya dengan menuju ke meja pendaftaran. Di meja pendaftaran terlihat perangkat desa yang dibantu sejumlah mahasiswa KKN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (FEB UB), seperti Roni Irawan, Yulia Oktiska Putri, Karya Adhy Putra, Alya Aqil Fitria, dan Alya Raihan Zhafira.

Setelah didaftar dan menerima lembar skrining vaksinasi, warga akan menuju ke meja berikutnya yang berada di sebelah utara meja pendaftaran, yaitu meja skrining dan sekaligus pengukuran tekanan darah. Ada dua tenaga kesehatan (nakes) dari Ponkesdes yang bertugas di meja itu, yakni Dewi Novita Sari, STr.Keb., dan Suwarsiningsih, A.Md. Kep.

Nakes Ponkesdes Undaan lakukan skrining vaksinasi dan pengukuran tensi

Kedua nakes tersebut melakukan pengukuran tensi dan skrining terhadap warga sebelum lanjut ke meja berikutnya. Apabila dalam pengukuran tensi terlihat tinggi maka akan diulang atau dikonsultasikan kepada pihak Puskesmas Turen, apakah bisa lanjut suntik vaksin atau dipending dulu.

Bagi yang pengukuran tekanan darahnya normal dan skriningnya aman, maka warga akan meneruskan menuju ke meja suntik vaksin. Di meja itu ada petugas suntik vaksin dari Puskesmas Turen, yaitu Lilik Farihatul M., A.Md. Keb.

Selesai suntik vaksin, warga akan disambut oleh para kader SMARThealth di meja sebelah barat. Warga akan mendapatkan layanan pengukuran berat badan oleh kader Fevi Rahmadhani Susanti, dan diteruksan dengan pengukuran tinggi badan oleh kader Zeni Fitriya.

Meja 3 adalah meja suntik vaksin booster oleh nakes dari Puskesmas Turen

Kemudian warga dipersilakan duduk untuk dilakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) oleh kader Dewi Irawan Santosa, dan dilanjutkan dengan pengecekan gula darah oleh kader Uswatul Khasanah.

Kader SMARThealth berbaur dalam giat vaksinasi melalui Posbindu PTM untuk membantu nakes dalam melakukan skrining faktor risiko PTM mumpung warga sedang berbondong-bondong menuju Kantor Desa Undaan untuk ikut vaksin booster.

Setelah dari meja Posbindu PTM, warga akan mengisi daftar absensi usai suntik vaksin di meja yang berada di dekat pintu keluar atau pintu menuju penyerahan BLT-DD. Di meja itu ada dua mahasiswa KKN FEB UB yang bertugas, yaitu Erilla Windayani dan Hanum Wulan Qadrihantari.

Tim SMARThealth UB turut hadir dalam giat vaksinasi dan monitoring kader SMARThealth

Dari meja absensi, kemudian warga menyerahkan lembar skrining vaksinasi ke meja bagian input data, dan sekalian pemantauan pascasuntik vaksin. Di meja itu ada Regita Mufti, A.Md.Kes., seorang rekam medik Puskesmas Turen yang ditugaskan membantu input data dengan dibantu oleh seorang mahasiswa yang lagi magang di Puskesmas Turen.

Warga akan dipanggil setelah lembar Kartu Vaksinasi COVID-19 selesai dicetak dengan mesin printer. Kartu vaksin itu akan diserahkan kepada warga sesuai namanya sebagai bukti bahwa warga tersebut telah melakukan suntik vaksin.

Bagi penerima BLT-DD, warga langsung menjumpai perangkat desa yang bertugas menyerahkan BLT-DD di belakang Pendopo Kantor Desa Undaan. Warga memperlihatkan bukti kartu vaksin dan tanda tangan penerima BLT-DD, dana langsung cair.

Babinsa dan Babinkamtibnas tinjau jalannya giat vaksin booster di Pendopo Kantor Desa Undaan, Kec. Turen

Rangkaian acara vaksin booster yang dimulai pada pukul 07.30 WIB itu berakhir pada pukul 11.16 WIB menjelang salat Jumat. Dalam rentang waktu itu, nakes berhasil melakukan suntik vaksin sebanyak 105 orang, dan yang mengikuti skrining faktor risiko PTM di meja Posbindu PTM sebanyak 103 orang, karena yang dua orang berasal dari luar Desa Undaan.

Dari jumlah 103 orang itu, 56 orang berjenis kelamin laki-laki, dan 47 orang adalah perempuan. Namun, hasil pemeriksaannnya belum bisa diinput dengan aplikasi eKader karena muyer-muyer terus. *** [150722

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog