Tampilkan postingan dengan label BIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2022

Tiga Giat dalam Satu Tempat di Balai Posyandu Kartini Desa Karangpandan

Perawat dan bidan Desa Karangpandan menggandeng kader Posyandu dan SMARThealth mengadakan giat Posbindu PTM, Imunisasi, dan Vaksinasi di Balai Posyandu Kartini yang terletak di Jalan Sarangan, Dusun Karangpandan RT 04 RW 01 Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (26/08/2022).

Sesuai undangan dari Kepala Desa Karangpandan bernomor 005/066/35.07.19.2002/2022, acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Lokasinya yang berada tepat di pojok tenggara perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu, terlihat ramai warga berdatangan.

Alur dalam tiga giat tersebut, mereka yang datang akan mengikuti giat Posbindu PTM terlebih dahulu, baru mengantre untuk ikut vaksinasi COVID-19 dan imunisasi untuk balita dalam rangka sweeping yang belum ikut Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Jadi, yang mengantar balitanya untuk imunisasi Measles Rubella (MR), akan disarankan juga untuk ikut giat Posbindu.

Kader Posyandu dan Posbindu berpose dengan Kades dan tenaga kesehatan serta Babinsa Karangduren

Dalam undangan, warga dihimbau untuk membawa Kartu Vaksin sebelumnya, fotokopi KTP, dan menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker. Begitu tiba di Balai Posyandu Kartini, mereka akan mendaftar guna registrasi dan mendapatkan nomor urut pemeriksaan. Di meja pendaftaran, ada dua kader yang bertugas, yaitu Nanik Sriati (Ketua Posyandu Kartini) dan Supami (Kader Posyandu Lansia).

Dari meja pendaftaran, warga akan bergeser ke meja di sebelah selatannya, yaitu meja untuk pengukuran tekanan darah. Petugas yang memberikan layanan pengukuran tensi adalah kader SMARThealth Sri Indrawati dan kader Posyandu Balita Ati Saftri.

Setelah ditensi, mereka dipandu menuju ke meja antropometri. Di meja ini, kader SMARThealth Sri Winarsih akan memberikan layanan penimbangan badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut. 

Suasana Posbindu PTM, Imunisasi dan Vaksinasi di Balai Posyandu Kartini Karangduren

Untuk timbangan badan, kader Sri Winarsih memakai timbangan SMIC OneMed OD205 milik Posyandu. Pengukur berat badan injak analog jam ini, sekaligus bisa digunakan untuk ukur tinggi badan dengan pipa berskala. Namun pada saat melakukan pengukuran tinggi badan, kader Sri Winarsih menggunakan stature meter, yang dalam pengukurannya kerap dibantu oleh Babinsa-07 Karangpandan Serma Yeremia Budi Nugraha.

Usai mendapatkan pengukuran antropometeri, warga akan bergeser ke tempat duduk di sebelah baratnya dalam meja yang sama. Di sini, warga akan menerima layanan pengecekan kadar gula darah oleh kader SMARThealth Dian Anggun Purwita.

Dari cek gula darah, warga akan bergeser menuju meja di sebelah baratnya, yaitu meja skrining faktor risiko PTM. Yang bertindak untuk melakukan skrining dalam giat Posbindu PTM itu adalah kader SMARThealth Yayuk Wijiati.

Skrining faktor risiko PTM di giat Posbindu sisi selatan oleh kader SMARThealth

Selesai mengikuti giat Posbindu PTM, warga dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan. Mereka akan dipanggil satu per satu sesuai nomor urutnya menuju ke ruang vaksinasi oleh Bhabinkamtibmas Karangpandan Aipda Bagus Dwi Kurniawan, yang membantu tugas kader yang sedikit kewalahan karena peserta dalam giat ini membludak.

Kendati mereka pegang nomor urut, namun bila ada balita yang akan ikut imunisasi maka akan didahulukan untuk jumpai bidan desa Karangpandan Indah Ratri Ayunaningtyas, A.Md.Keb. Sementara itu, untuk yang ikut vaksinasi COVID-19 harus mengantre sesuai panggilan nomor urutnya masing-masing. 

Sedangkan bagi yang ikut vaksinasi, mereka yang dipanggil akan segera masuk ke ruang vaksinasi. Di ruang itu, warga akan diskrining terlebih dahulu untuk bisa tidaknya lanjut suntik vaksin. Yang melakukan skrining adalah perawat Desa Karangpandan Dwi Setyowati, A.Md. Kep yang dibantu oleh Wildan Faza Pratama, seorang dokter muda dari Universitas Brawijaya (UB) yang sedang melakukan praktek di Puskesmas Pakisaji.

Kereta api melintas di depan Balai Posyandu Kartini Karangduren

Bila lanjut suntik, maka warga akan bergeser ke meja yang berada di sebelah utaranya. Di situ, ada bidan Karangpandan yang bertindak sebagai vaksinator, yang dibantu suntik vaksin oleh dokter muda yang satunya, yaitu Azfar Ahnaf Akmallizan.

Baik yang selesai imunisasi maupun vaksinasi, akan dicatat terlebih dahulu oleh Dwi Ari Astutik, Ketua Kader Posyandu Desa Karangpandan yang juga terlibat dalam giat ini. Selesai dicatat, baru mereka meninggalkan tempat.

Tampak hadir dalam tiga giat ini, selain Bhabinkamtimas dan Babinsa Desa Karangpandan yang kedua-duanya turut aktif membantu pelaksanaan tiga giat tersebut, juga terlihat Kepala Desa Karangpandan Djumain, dan Tim SMARThealth UB. 

Bidan Karangduren sedang melakukan imunisasi

Sementara itu, staf PTM Keswa Dinkes Kabupaten Malang tiba di lokasi pada pukul 10.25 WIB, tiga menit setelah kader SMARThealth yang bertugas dalam pengukuran antropometri, pengecekan gula darah dan skrining faktor risiko PTM meninggalkan tempat karena ada tugas lain. Mereka berhasil melakukan pemeriksaan sebanyak 100 orang.

Pukul 11.32 WIB tiba waktu adzan sebagai penanda panggilan salat Jumat telah berkumandang. Kaum pria bergegas menuju ke Masjid Nurul Muttaqin yang berada di seberang Jalan Raya Kepanjen-Malang. Tim SMARThealth UB juga ikut berjamaah di sana.

Pulang dari Jumatan, vaksinasi masih berlangsung. Hanya saja tinggal merampungkan antrean saja. Ditutup pada nomor urut 125, dan kemudian dilakukan rekapitulasi oleh Ketua Posyandu Desa Karangpandan.

Dokter muda dari UB bantu bidan desa

Dari hasil rekapitulasi, diketahui yang suntik vaksin tahap 1 ada 11 orang, tahap 2 ada 2 orang, yang booster ada 102 orang, dan BIAN diikuti oleh 12 anak. Lalu, yang pending vaksinasi ada 2 orang. Satu orang karena tensinya tinggi, dan yang satunya karena disabilitas, vaksinator tidak dibekali vaksin Sinopharm untuk orang berkebutuhan khusus. Hari ini tadi hanya dibekali vaksin Sinovac dan Pfizer.

Setelah rekapitulasi, dilanjutkan dengan makan siang yang telah disediakan dalam bentuk kemasan, dan kemudian dilakukan sesi foto bersama dengan Kepala Desa Karangduren. Sebelum beranjak untuk foto bersama, kereta api dengan kecepatan tinggi melaju melintas di depan Balai Posyandu Kartini dari arah utara.

Berdasarkan catatan Tim SMARThealth UB selama berlangsungnya aktivitas tiga giat ini, telah dilalui kereta api sebanyak 5 perjalanan. Dari arah utara ke selatan ada 3 buah rangkaian kereta api, dan yang dari selatan menuju ke utara ada 2 perjalanan kereta api. *** [260822]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 18 Agustus 2022

Dua Giat Satu Tempat di Dusun Ubalan, Pamotan: Ada BIAN dan Posbindu PTM

Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) berkesempatan menghadiri giat Posbindu PTM di Dusun Ubalan pada Kamis (18/08/2022) sehari setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Jarak dari Sekretariat SMARThealth di Dilem menuju lokasi adalah 30, 6 kilometer, yang diukur dengan speedometer Honda REVO warna hitam keluaran tahun 2015.

Karena jalanan ramai dengan lalu lalang truk yang angkut tebu, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Kendati demikian, lamanya perjalanan itu terobati dengan pemandangan elok nan asri. Dari sebelah timur Gunung Pecel Pitik, perjalanan mengarah ke utara dari jalan raya Turen-Dampit. 

Meski berkelok-kelok dengan turunan dan tanjakan yang cukup tajam, jalanan beraspal mulus yang kiri kanannya terpasang bendera serta umbul-umbul warna merah putih. Sebuah pemandangan yang lazim di bulan Agustus, sebagai wujud partisipasi warga terhadap Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-77.

Kader Posyandu dan SMARThealth berpose bersama petugas kesehatan

Sementara itu, pada kelokan jembatan miring di Dusun Dawuhan yang mengarah ke Dusun Ubalan, mata akan dimanjakan pemandangan sawah berstruktur terasering dengan dangau di tengahnya. Tanaman nyiur melambai seakan memagari keelokan alam dengan udara yang sedikit dingin.

Dari pertigaan beringin Dusun Ubalan, ambil kanan sekitar 200 meter lalu mengarah ke timur. Mula-mula, jalanan menukik kemudian menanjak. Pas di batas maksimum tanjakan itulah, terlihat keramaian kaum ibu yang membawa anaknya menuju ke Posyandu Melati 10 yang terletak di Dusun Ubalan RT 03 RW 15 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ancer-ancernya berada di sebelah utara pertigaan yang ada gazebonya.

Di rumah Bu Suci – nama panggilan kader Posyandu Suciwidayati, giat itu berlangsung. Dalam satu rumah itu ternyata ada dua giat sekaligus, yaitu Posyandu Balita yang di dalamnya terselip sweeping BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional), dan Posbindu PTM yang digerakkan oleh kader SMARThealth.

Pendaftaran dalam giat Posbindu PTM di Dusun Ubalan, Pamotan

Sementara itu, untuk petugas kesehatannya dari Ponkesdes Pamotan paginya bertugas sweeping BIAN di Posyandu Melati 11 terlebih dahulu. Baru pada pukul 09.30 WIB bergabung dalam giat di Posyandu Melati 10.

Target sasaran dalam giat di Posyandu Melati 10 adalah balita, sedangkan untuk orangtuanya atau pendamping balita disasar oleh petugas Posbindu PTM dalam skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) kategori usia produktif.

Alur pemeriksaannya akan bermula dari giat Posyandu dulu baru diteruskan dengan pemeriksaan deteksi dini faktor risiko PTM di giat Posbindu PTM. Hanya saja untuk warga lansia, mereka akan langsung menuju meja pemeriksaan Posbindu PTM.

Kader SMARThealth sedang mengukur lingkar perut warga

Dalam giat Posyandu, terdapat lima meja yang harus dilalui oleh balita, yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatan KMS, penyuluhan kesehatan, dan pelayanan imunisasi (sweeping BIAN maupun imunisasi dasar).

Kader Posyandu yang bertugas terdiri dari Ruth Indah Wati, Nanik Yuliati, Yuli Indra Wati, dan Suciwidayati. Sedangkan, dua petugas kesehatan desa yang melayani sweeping BIAN maupun imunisasi dasar adalah bidan Efa Rinita, A.Md. Keb, dan perawat Ratnawati Rahman, S.Kep. Ners.

Usai mengikuti giat Posyandu, orangtua atau pendamping balita akan menuju pemeriksaan dalam Posbindu PTM.  Terlihat ada tiga buah meja dalam pelaksanaan skrining faktor risiko PTM. Meja 1 ada di depan rumah, sebelah timur pintu masuk utama rumah.

Tim SMARThealth UB menyaksikan PP PTM Puskesmas Pamotan mengecek gula darah warga yang juga menjadi kader Posyandu Balita

Meja 1 ini digunakan untuk dua layanan, yaitu pendaftaran dan skrining. Bagian pendaftaran dilayani oleh kader SMARThealth Etty Handayani, dan bagian skrining diisi oleh Nunuk Widiawati. Namun kemudian kader SMARThealth Nunuk Widiawati pindah ke meja samping perawat. Karena kader SMARThealth yang bertugas melakukan pencatatan hasil pengecekan gula darah/kolesterol izin pulang karena ada urusan mendesak.

Kemudian meja 2 berada di sisi selatan pintu masuk rumah. Meja memanjang dari utara ke selatan itu difungsikan untuk pengukuran antropometri dan tekanan darah. Pengukuran antropometri, seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut dilakukan oleh kader SMARThealth Indah Kuswati. Sedangkan, pengukuran tekanan darah selesai pengukuran antropometri, dijalankan oleh kader SMARThealth Ari Erfina.

Lalu meja 3, lokasinya berada di ruang tengah rumah Bu Suci. Sama halnya dengan meja 1 dan 2, meja 3 ini juga digunakan untuk dua layanan, yaitu pengecekan kadar gula darah/kolesterol dan pencatatan hasil pengukuran sekaligus melakukan input data dengan memakai aplikasi eKader.

Bidan dan perawat desa Pamotan lakukan imunisasi dalam rangka menuntaskan BIAN di Dusun Ubalan, Pamotan

Petugas yang melakukan pengecekan gula darah/kolesterol adalah pemegang program PTM (PP PTM) Puskesmas Pamotan, Puryaningtyas A.Md.Kep, dan yang melakukan pencatatan maupun input data eKader dilaksanakan oleh kader SMARThealth Nunuk Widiawati. Dalam input data, hanya dua handphone yang bisa digunakan. Yang tiga lainnya muyer-muyer saja.

Selain memberikan layanan pengecekan gula darah maupun kolesterol, perawat Puryaningtyas juga bertindak memberikan konseling dan edukasi kepada warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) PTM.

Layanan giat Posyandu Balita dan Posbindu PTM ditutup pada pukul 11.38 WIB. Kemudian dilakukan rekapitulasi dari dua giat tersebut. Pada giat Posyandu Balita berhasil dilakukan sweeping BIAN sebanyak 18 anak. Sweeping BIAN ini dilakukan untuk menyasar anak yang pada waktu pemeriksaan sebelumnya tidak bisa datang.

Posyandu Melati 10 dan Posbindu PTM jalan bareng di rumah kader Posyandu Balita, tepat di kulminasi tanjakan yang cukup tinggi

Kemudian pada giat Posbindu PTM berhasil dilakukan pemeriksaan deteksi dini faktor risiko PTM sebanyak 23 orang dengan rincian 4 laki-laki dan 19 perempuan. Setelah itu semua kader melakukan beres-beres meja, dan diteruskan dengan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh Bu Suci secara lesehan di ruang tamu.

Tim SMARThealth UB juga diajak makan bareng dengan kader. Menunya ada nasi putih, sayur sop, ayam kecap, botok luntas, tahu/tempe goreng, sambal kecap, dan kerupuk. Minumannya ada teh dengan menuangkan sendiri.

Usai makan bersama, acara dilanjutkan dengan foto bersama antara petugas kesehatan dan kader Posyandu maupun SMARThealth di depan rumah Bu Suci. Tepat pukul 12.10 WIB, semua yang bertugas dalam giat Posyandu Balita dan Posbindu PTM serta Tim SMARThealth UB berpamitan. *** [180822]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 11 Agustus 2022

BIAN dan SH Jalan Bareng di Desa Kendalpayak

Tahun 2022 ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencanangkan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun secara signifikan  akibat pandemi COVID-19.

BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).

Pegiat BIAN dan SH Desa Kendalpayak berpose bersama staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Tahap pertama Imunisasi Anak Nasional tahap pertama diselenggarakan pada bulan Mei 2022. Adapun wilayah pelaksanaannya adalah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Sedangkan untuk tahap kedua Imunisasi Anak Nasional dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Wilayah sasaran dari program imunisasi tahap kedua ini adalah Pulau Jawa dan Provinsi Bali. Salah satunya adalah BIAN yang diadakan hari ini, Kamis (11/08/2022), di rumah Rahmawati Sri Wahyuni, seorang kader Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) dan sekaligus menjadi kader SMARThealth (SH), yang terletak di Jalan Raya Kendalpayak No. 02 Dusun Watudakon RT 09 RW 06 Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ancer-ancernya berada di selatan Warung Sate Kuda dan Ayam Bakar “Lumintu”, atau sebelah utara CV. Maharani Ion Produsindo.

Giat BIAN di Kendalpayak ini sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya, karena pada hari ini giat BIAN diikuti atau jalan bareng dengan Posbindu SH. Menurut perawat desa Kendalpayak, Adianse Ria Saputra, A.Md. Kep, hari ini dua giat dalam satu tempat. Mumpung pada kumpul dalam BIAN, jadi Posbindu SH juga bisa menyasar orangtuanya atau pendamping anak dalam melakukan imunisasi. Jadi, efektif kerjaannya. Sekali jalan berhasil mencapai dua sasaran: balita dan usia produktif.

Meja pendaftaran dan penimbangan dalam giat BIAN di Desa Kendalpayak

Acara giat ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Warga yang berdatangan ke rumah Rahmawati Sri Wahyuni, atau yang akrab disapa dengan Bu Yuyun ini, lansung masuk ke halaman melalui pintu pagar sebelah utara.

Mereka menuju ke meja pendaftaran dan penimbangan. Terlihat ada dua kader Posyandu Balita yang bertugas di meja itu, yakni Nur Imama dan Puji Rahayu. Nur Imama melakukan pendaftaran, dan Puji Rahayu mengerjakan pencatatan ke dalam buku besar.

Dari meja itu, orangtua atau pendamping anak akan mengantar anak untuk diukur berat badan, lingkar kepala, dan tinggi badannya. Petugas yang melakukan pengukuran itu adalah kader Posyandu Balita Lilik Dzuriatun Nafi’ah.

Meja doorprize bagi pengunjung BIAN di Desa Kendalpayak

Di tempat penimbangan tampak ada tiga alat, yaitu timbangan tidur, ayun, dan berdiri. Timbangan tidur Serenity biasa digunakan untuk anak umur 0 hingga 1,5 tahun. Namun kalau yang sudah bisa berdiri dan berani, anak itu bisa ditimbang dengan cara berdiri dengan menggunakan GEA Medical Electronic Personal Scale (Timbangan Elektronik Personal) EB 1623. Sedangkan yang tidak berani, bisa menggunakan timbangan ayun. 

Pada timbangan elektronik GEA, orangtua atau pendamping anak bisa sekalian melakukan pengukuran berat badannya. Hasil semua pengukuran untuk anak dicatatakan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak, sementara untuk orangtua/pendampingnya nanti akan dituliskan pada Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Posbindu.

Dari pengukuran itu, mereka akan bergeser ke meja di sebelah selatan, yaitu meja doorprize. Orangtua atau si anak akan mengambil kupon doorprize berupa lintingan kertas seperti dalam arisan. Di kertas itu akan terisi tulisan angka. Dari angka inilah, orangtua atau anak akan tahu, doorprize mana yang diambil. Karena di meja itu memang terisi penuh dengan doorprize yang telah dikasih angka.

Pemberian vitamin A oleh kader Posyandu

Setelah mengambil doorprize, mereka akan lanjut ke meja berikutnya yang berada di sebelah selatannya, yaitu meja vitamin dan input data. Meja tersebut diisi oleh kader Posyandu Lansia Kasri, dan perawat desa Kendalpayak.

Kader Posyandu Lansia membantu perawat memberikan vitamin A kepada anak. Di meja itu ada dua warna vitamin A. Vitamin A botol biru (warna biru) diperuntukkan bagi anak berumur 6 sampai dengan 11 bulan, sedangkan vitamin A botol merah (warna merah) diberikan untuk anak berumur 1 hingga 5 tahun.

Setelah itu, kondisi anak akan dilihat oleh perawat Adianse. Kondisi ini perlu dilihat untuk memastikan anak ini bisa terus lanjut mendapatkan imunisasi MR (Measles and Rubella/Campak-Rubela) atau tidak/dipending dulu. 

Tim SMARThealth UB saksikan perawat desa Kendalpayak input data dengan ASIK

Bila memungkinkan, anak langsung lanjut ke meja di sebelah selatannya yaitu menuju meja yang ditempati oleh bidan desa Kendalpayak, Siti Maisaroh, S.Tr.Keb., yaitu meja suntik imunisasi MR. Sementara itu, perawat Adianse akan lanjut melakukan input data ke dalam ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu).

Platform ASIK adalah aplikasi terpusat yang digunakan untuk input data, monitoring data perkembangan pasien untuk tenaga kesehatan layanan primer (Platform Puskesmas Terintegrasi). Ada dua bentuk aplikasi tersebut: web based dan aplikasi android. Web based digunakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas dan Posyandu Prima, sedangkan aplikasi android digunakan oleh tenaga kesehatan dan kader kesehatan untuk pencatatan layanan luar gedung (kegiatan Posyandu).

Dari meja suntik imunisasi, mereka akan disambut oleh kader Posyandu Balita Lulus Djuliani yang bertugas memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan penyuluhan sebagai tanda bahwa giat pemeriksaan untuk anak sudah selesai dalam giat BIAN. 

Bidan desa Kendalpayak melakukan imunisasi MR

Untuk pulangnya harus melewati pintu pagar di sebelah selatan. Sebelum pintu pagar, terdapat meja pemeriksaan Posbindu SH. Orangtua/pendamping yang anaknya tidak rewel akan singgah dulu dalam skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dalam giat SH.

Orangtua/pendamping akan diukur tinggi badan dan lingkar perut serta tekanan darah oleh kader Posyandu Lansia Endah Rismawati. Setelah itu, kemudian mereka bergeser ke tempat duduk di sisi selatan.

Di kursi itu, kader SH Rahmawati Sri Wahyuni, alias Bu Yuyun, akan mengecek kadar gula darah orangtua/pendamping anak tadi. Hasil pengukuran tadi dicatatkan dalam Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM beserta riwayat PTM keluarga/diri sendiri.

Giat Posbindu SH di sisi selatan arah pintu keluar

Sedianya hasil skrining tersebut langsung diinput dengan menggunakan aplikasi eKader, namun apa daya aplikasinya muyer-muyer terus. Jadi hingga selesai kegiatan, kader tidak bisa melakukan input data dengan aplikasi eKader.

Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dan staf PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners, yang hadir dalam giat BIAN dan SH tersebut turut menyaksikan kelemotan aplikasi eKader tadi.

Dalam dua giat satu tempat itu, berhasil dilakukan rekapitulasi. Untuk giat BIAN dari target sasaran sebanyak 110 anak, yang hadir ada 97 anak. Namun yang berhasil mendapatkan suntik imunisasi MR ada 64 anak.

Lokasi giat BIAN dan SH di tepi jalan raya yang dibantu oleh Linmas untuk mengatur parkir

Sementara itu, dalam giat Posbindu SH. Dari target sasaran sebanyak 50 orang usia produktif, berhasil dilakukan skrining sebanyak 35 orang dengan rincian laki-laki ada 3 orang dan perempuan sebanyak 32 orang.

Dari 35 orang yang terskrining, terdapat 4 orang terindikasi memiliki faktor risiko hipertensi, dan 5 orang mempunyai faktor risiko diabetes mellitus.

Giat BIAN dan SH ditutup pada pukul 11.39 WIB bersamaan dengan kumandang adzan zuhur dari masjid yang ada di sekitar lokasi kedua giat tersebut. *** [110822

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog