Tampilkan postingan dengan label Karangduren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karangduren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2021

Pembelajaran Dokter Muda FKUB Dalam Giat Posbindu SMARThealth Di Desa Karangduren

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (IKM KP) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) pada periode November – Desember 2021 ini, menyelenggarakan pembelajaran dokter muda pada desa intervensi SMARThealth.

Hari ini, Kamis (18/11/2021), ada giat yang diikuti oleh dokter muda FKUB di 3 desa dalam waktu yang bersamaan, yaitu Karangduren, Kendalpayak, dan Sukolilo. Bagi dokter muda, hal itu bukan merupakan masalah karena memang ada 5 kelompok dokter muda yang akan berada di lapangan.

Kader SMARThealth, kader Posyandu, Tenaga Kesehatan Desa Karangduren dan dokter muda FKUB berpose dengan staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang

Untuk desa Karangduren, pembelajaran dokter muda FKUB dilakukan oleh Kelompok 3 (Rizki Maulidhea Fakhmi, Reselina Utami, Siti Aminah Binti Patawari, Sri Utami, Vita Febrylia Adzima, Salsa Aulia Achsan) di bawah bimbingan dr. Harun Al Rasyid, M.P.H., dan dr. Safitri Dwicahyani, M.P.H. Pembelajaran dokter muda FKUB Kelompok 3 ini membaur dalam giat Posbindu SMARThealth Desa Karangduren.

Giat Posbindu SMARThealth diselenggarakan di Gedung Serbaguna yang berada di Jalan Adi Mulyo, Dusun Karangduren RT 05 RW 01 Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Pengukuran tinggi badan oleh dokter muda FKUB

Acara giat ini dimulai pada pukul 08.15 WIB. Seperti biasanya, dalam giat Posbindu SMARThealth diisi dengan pemeriksaan faktor risiko atau skrining penyakit tidak menular (PTM) yang ada hubungannya dengan penyakit kardiovaskular dan pembuluh darah lainnya, seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan obesitas.

Warga yang hadir untuk ikut pemeriksaan ini, langkah pertama adalah melakukan registrasi di meja 1 dengan menyerahkan foto kopi KTP. Di meja 1 itu terdapat dua kader Posyandu yang melakukan pendaftaran kepada warga, yaitu Indah Herawati dan Mulyaningsih.

Pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth

Kedua kader tersebut akan menuliskan biodata warga yang hadir ke dalam Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Posbindu. Dari meja 1, warga akan menuju ke meja 2 dengan membawa form tersebut. Di meja 2, warga akan diukur tinggi dan berat badannya oleh dokter muda Vita Febrylia Adzima dan Siti Aminah Binti Patawari. Hasil pengukurannya akan dituliskan ke dalam Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM dan Kuesioner Surveillance PTM Berdasarkan WHO STEPS Instrument for Non-Communicable Disease Risk Factor Surveillance.

Setelah itu, warga akan diukur lingkar perutnya oleh kader SMARThealth Lia Swandewi, dan terus lanjut dengan pengukuran tekanan darah. Yang melakukan pengukuran tekanan darah ada dua orang kader SMARThealth, yaitu Sujiati Andri Astutik dan Siswanti.

Skrining oleh perawat dan bidan Ponkesdes Mugi Rahayu

Dari meja 2, warga akan lanjut menuju ke meja 3. Meja 3 ini merupakan skrining dengan menggunakan Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM Posbindu. Skrining dilakukan oleh dua tenaga kesehatan desa, yaitu perawat Evi Dyah Prahesti, A.Md. Kep., dan bidan Lusi Eko Safitri, A.Md. Keb., dan dibantu oleh kader SMARThealth Riska Febri Saputri.

Usai diskrining di meja 3, warga dipersilakan menuju ke meja 4. Di meja 4, warga akan menerima layanan pemeriksaan cek gula darah oleh dokter muda Salsa Aulia Achsan. Setelah dicek gula darahnya, warga akan diwawancarai oleh dokter muda yang lainnya dengan menggunakan Kuesioner Surveillance PTM Berdasarkan WHO STEPS Instrument for Non-Communicable Disease Risk Factor Surveillance.

Wawancara oleh dokter muda dengan menggunakan Kuesioner Surveillance PTM Berdasarkan WHO STEPS Instrument for Non-Communicable Disease Risk Factor Surveillance

Ada 3 dokter muda yang siap dengan kuesioner tersebut, yaitu Rizki Maulidhea Fakhmi, Reselina Utami, dan Sri Utami. Dalam kuesioner itu, warga akan ditanya perihal faktor risiko yang dimilikinya maupun pengetahuan yang menyangkut penyakit jantung.

Setelah itu, warga akan mengikuti pretest sebentar, mendengarkan penyuluhan secara face to face beberapa menit, dan diakhir dengan posttest. Langkah ini untuk melihat pengetahuan warga sebelum dan sesudah diberikan pemahaman mengenai hipertensi, diabetes mellitus dan gaya hidup CERDIK.

Acara giat Posbindu SMARThealth ini selesai pada pukul 10.30 WIB. Dari 50 undangan yang disebar, berhasil dilakukan skrining terhadap 28 orang dan semuanya adalah kaum ibu. Dari 28 orang yang hadir dan diskrining itu, diketahui ada 13 orang yang memiliki hasil pengukuran tekanan darah kategori tinggi dan 6 orang yang mempunyak hasil cek gula darah kategori tinggi. *** [181121]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 04 Maret 2021

Kosong Bimtek, DCE di Karangduren

Tiadanya jadwal pendampingan sosialisasi replikasi SMARThealth dalam Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan, Tim Replikasi berusaha menuju Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (13/02/2021).

Kunjungan ini tidak sekaligus bisa melaksanakan pengumpulan data DCE di desa tersebut. Beberapa rumah kader yang didatangi umumnya sedang tidak berada di tempat. Baru agak siangan, Tim Replikasi berhasil bertemu dengan salah seorang kader.

DCE di Karangduren

Perjumpaan ini tidak langsung bisa melakukan data collecting, sehingga kesempatan bertemu ini dimanfaatkan untuk membuat janji agar bisa bertemu dengan sejumlah kader di Karangduren. Tidak perlu sekaligus, tapi dihimbau untuk mengalir saja kumpulnya.

Data collecting yang pertama dilakukan pada hari Kamis (25/02/2021) di rumah  seorang kader secara bergantian. Ada 9 kader berhasil mengisi kuesioner DCE Blok 1 yang berada di dalam Tablet, dan 12 kader yang menjawab kuesioner DCE Blok 2.

Kemudian pengumpulan data baru bisa dilanjutkan pada hari Selasa (02/03/2021) ketika Tim Replikasi telah menuntaskan pembuatan materi pelatihan untuk Peneliti Lapang Program Replikasi SMARThealth. Pada hari itu, kader berhasil mengklik semua jawaban pertanyaan DCE di dalam Tablet. Ada 10 kader yang berkenan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Jadi total data collecting DCE di Karangduren adalah sebanyak 31 orang kader. Masih kurang 9 orang dari target 40 kader yang diwawancarai setiap desanya.

Sambil membuka daerah lain, Tim Replikasi masih senantiasa singgah di desa tersebut. Siapa tahu masih ada yang bisa bisa berkumpul untuk melakukan pengumpulan data DCE kembali. *** [020321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Kamis, 25 Februari 2021

Instal Aplikasi eKader Versi Pascaperbaikan di Puskesmas Pakisaji

Setelah staf PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan uji coba aplikasi eKader pascaperbaikan di Ruang PTM dan Keswa (05/02/2021), mereka mencoba menjadwalkan instalasi aplikasi tersebut ke handphone atau tablet yang dipegang oleh kader.

Hari pertama instalasi aplikasi eKader dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Pakisaji yang beralamatkan di Jalan Pakisaji No. 19 Dusun Jatirejo RT 10 RW 02 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (13/02/2021).

Instalasi ini menyasar kader Karangduren dan Kendalpayak. Setiap desa terdapat 5 kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan SMARThealth beberapa waktu yang lalu. Mereka datang dari desanya masing-masing menuju ke Puskesmas Pakisaji.


Kader dan Perawat mendengarkan panduan instalasi aplikasi eKader

Sebelum instalasi, acara diisi dengan sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Pakisaji dr. Nur Syamsu Dhuha. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang kepada yang hadir, dan merasa senang dengan adanya daya dukung program-program yang sudah ada, serta berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi semua.

Usai sambutan Kapus, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Seksi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Pada kesempatan itu, Paulus mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan satu pertemuan penting sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang ada di Ollino Garden Malang, dan berharap setelah nanti dilakukan instalasi aplikasinya segera melaksanakan kegiatan Posbindu SMARThealth di desanya masing-masing.

Pukul 09.33 WIB, acara diteruskan dengan instalasi aplikasi eKader yang dipandu oleh  Candra Hernawan, S.Kom, staf PTM dan Keswa yang mebidangi IT, dengan menggunakan proyektor yang  disorotkan di layar. Para kader tinggal mengikuti langkah-langkah yang ditunjukkan melalui layar tersebut.


Staf PTM dan Keswa mendampingi kader dalam proses instal eKader

Pertama-tama, aplikasi lama yang ada di handphone kader dihapus terlebih dahulu. Dalam menghapus ini dibantu sejumlah staf PTM dan Keswa yang lainnya serta seorang dari Sekretariat SMARThealth.

Setelah terhapus, kader bisa melakukan instalasi aplikasi yang baru dengan mengunduhnya dari Play Store. Caranya klik Play Store yang dilambangkan dengan segitiga biru muda. Setelah itu ketikkan tulisan eKader di bar atas tempat telusur aplikasi dan game.

Bila tidak ada halangan sinyal, akan muncul eKader Health Worker. Selanjutnya kader tinggal menekan instal yang berada di kotak berwarna hijau. Instalasi ini memerlukan proses beberapa menit untuk mengunduh aplikasi tersebut.


Staf PTM yang membidangi Indera membantu kader dalam input data

Dalam proses ini, sejumlah staf PTM dan seorang dari Sekretariat SMARThealth sudah mulai berkeliling ke tempat duduk para kader tersebut. Karena pada saat itu, sudah akan muncul sejumlah pertanyaan dari kader.

Ada yang cepat dan ada yang lemot. Hal ini tergantung pada spesifikasi HP, memori, dan kekuatan sinyal di dalam ruangan tersebut. Pada proses instal aplikasi itu, kader Kendalpayak tidak menemui kendala yang berarti, karena HP yang dibawa kader tersebut umumnya seri baru.

Beda halnya dengan yang dialami oleh kader Karangduren. Ada 2 kader yang mengalami kesukaran dalam melakukan instalasi. HP milik Siswanti bermerk OPP A5s menemui sedikit hambatan. Begitu juga dengan HP milik Sujiati Andri Astuti merk Asus Lollipop versi 5.1 juga mengalami kesulitan.


Dua staf PTM terlihat mendampingi kader yang mengalami kendala dalam input data

Setelah dicek spesifikasinya, ternyata sudah memenuhi anjuran dari programmernya. Kendalanya berada di memorinya. Kedua HP tersebut memorinya sudah menipis untuk melakukan instalasi aplikasi eKader. Sehingga harus ada yang ‘direlakan’ untuk dihapus. Umumnya mereka menghapus file selfi-selfinya.

Setelah terinstal semua, kader melanjutkan dengan cara mengoperasikan aplikasi itu. Mula-mula, kader melakukan login dari username dan password yang dikirimkan ke masing-masing kader. Akan tetapi, setelah dipraktekkan tidak bisa. Kemudian pemandu menampilkan username untuk setiap kader Karangduren dan Kendalpayak beserta kata sandinya (password).

Tahapan ini bisa dilalui semua dengan baik. Kemudian dalam proses menginput data dengan aplikasi eKader ditemui 2 kader Kendalpayak yang menghadapi kesulitan dalam menginput tanggal lahir dan provinsi. Namun kemudian bisa teratasi dengan melakukan input data ulang secara perlahan-lahan. Penulisan KTP haruslah benar. Bila kurang satu digit saja, kader tidak bisa melakukan pencarian yang ada di database ePuskesmas.


Tim Sekretariat SMARThealth mendampingi kader Kendalpayak dalam input data

Usai terinput semua data kader baik dengan pencarian di ePuskesmas atau menginput baru bagi yang tidak pernah periksa ke Puskesmas/Ponkesdes, maka data itu seharusnya langsung masuk ke dalam ePuskesmas pada saat itu juga melalui bridging eKader dan ePuskesmas. Tapi pada kenyataannya, dari 10 kader yang telah praktek input data pribadi kader ternyata ada 2 inputan kader yang tidak masuk ke dalam ePuskesmas.

Pukul 11.12 WIB praktek aplikasi eKader yang baru berakhir. Staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada kader yang sudah berkenan belajar memasukkan data lewat internet tersebut.

“Meskipun tidak pernah periksa di Puskesmas, bisa diinput oleh kader dengan input data baru lewat eKader” jelas Gatot Sujono.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan bahwa sesuatu yang wajar setiap mempelajari yang baru akan menemui kendala. Pada kesempatan ini, Gatot juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran kader-kader di acara instalasi aplikas eKader, dan tak lupa pula terima kasih atas perawat desa Karangduren dan Kendalpayak yang turut mendampingi kader-kadernya. *** [130221]


Penulis: Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog