Tampilkan postingan dengan label Senam Lansia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senam Lansia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Gebyar Lansia Triwulanan, Semangat Usia Senja di Lapangan Desa Mendalanwangi

"It's not how old you are. It's how you are old."  -- Jules Renard

Ahad (18/01) pagi ini, suasana Lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, tampak semarak meski awan mendung menggelayuti langit. Sejak dini hari, tepatnya bakda Subuh, satu per satu rombongan lansia mulai berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang. 

Mereka hadir dengan wajah ceria dan semangat yang menyala untuk mengikuti Gebyar Lansia Triwulanan, sebuah kegiatan rutin yang digelar oleh Perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso (PYGA) Kabupaten Malang.

Sambutan dari Perwakilan Bupati Malang

Di sepanjang lapangan desa, suasana kian hidup dengan hadirnya para pedagang dadakan yang berjajar rapi. Aneka jajanan, minuman, hingga kebutuhan sederhana turut memeriahkan kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi dan kebugaran bagi para lanjut usia ini. 

Lapangan Mendalanwangi pagi itu bukan sekadar ruang terbuka, melainkan ruang perjumpaan, perayaan, dan bukti bahwa usia senja tetap bisa dijalani dengan aktif dan bermakna.

Meja registrasi peserta Senam Lansia Triwulanan di Lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Malang sendiri dikenal sebagai organisasi yang fokus pada kesejahteraan lansia. Beragam kegiatan rutin seperti senam lansia, sosialisasi kesehatan, hingga studi banding ke daerah lain menjadi ikhtiar nyata untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Pada kesempatan kali ini, PYGA menggelar Senam Lansia Triwulanan se-Kabupaten Malang dengan skala yang cukup besar.

Menurut Koordinator PYGA Kecamatan Bululawang, Sandi Cahyadi, jumlah peserta yang diundang mencapai 2.065 orang. Dari Kecamatan Bululawang sendiri hadir 208 peserta, sementara Kecamatan Wagir sebagai tuan rumah menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan sekitar 500 lansia. 

Senam Lansia Bersama dengan Instruktur

Kegiatan ini juga dihadiri oleh KLPI Kabupaten, Forkopimcam Wagir, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wagir, insan kesehatan dari Puskesmas Wagir, kader kesehatan Desa Mendalanwangi, sejumlah outlet di dalam lapangan, serta salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Acara diawali dengan registrasi peserta dan persiapan senam, dilanjutkan dengan pembukaan resmi melalui lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Lansia. Tepat pukul 07.07 WIB, Ketua Panitia yang juga Kepala Desa Mendalanwangi, Muhammad Sharoni, S.Pt., menyampaikan sambutannya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Bupati Malang. Meski Bupati Malang berhalangan hadir karena agenda penting lainnya, pesan yang disampaikan tetap mengundang apresiasi.

Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa Mendalanwangi turut serta dalam Senam Lansia Bersama

Dalam sambutannya, perwakilan Bupati Malang menyebut bahwa Gebyar Lansia Triwulanan ini kemungkinan menjadi satu-satunya kegiatan rutin berskala kabupaten yang secara konsisten diperuntukkan bagi lansia, tidak hanya di Kabupaten Malang, tetapi juga disinyalir jarang ditemui di daerah lain di Indonesia. 

Usai sambutan, momen haru pun tercipta ketika perwakilan Bupati membagikan uang ratusan ribu rupiah kepada para lansia berusia di atas 90 tahun, langsung di depan panggung utama.

Lansia berkebaya pink itu tak kalah gemulainya dengan yang lainnya

Kemeriahan berlanjut dengan penampilan senam kreasi yang dibawakan oleh peserta berkostum tradisional berwarna merah dengan mahkota, menambah nuansa budaya dan keanggunan usia senja. Setelah itu, Senam Lansia Bersama (Senam Lansia Bugar) menjadi puncak kegiatan, diikuti oleh ribuan peserta dan tamu undangan dengan penuh antusias.

Sepanjang pengamatan salah seorang anggota Tim SMARThealth UB yang aktif berkeliling lokasi, tampak para peserta mengenakan seragam khas masing-masing kelompok. Sebagian terlihat mengenakan kaos Klub Jantung Sehat Kabupaten Malang.

Kepala Puskesmas Wagir memimpin langsung nakes dan kader kesehatan di Posyankes yang didirikan di pojok lapangan

Di sudut barat daya lapangan, sekelompok lansia tampil mencuri perhatian dengan kebaya pink yang anggun. Gerakan mereka tetap gemulai, penuh semangat, dan tak kalah energik dibanding peserta lainnya.

Tak hanya soal kebugaran, aspek kesehatan juga mendapat perhatian serius. Di salah satu sudut lapangan, berdiri stand Posyankes yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Wagir, dr. Siti Hariyanti. Di stand ini, dilaksanakan kegiatan Posbindu PTM oleh kader kesehatan Desa Mendalanwangi bersama tenaga kesehatan Ponkesdes dan nakes lainnya dari lingkungan Puskesmas Wagir. Layanan yang diberikan meliputi skrining faktor risiko penyakit tidak menular pada lansia, hingga pemeriksaan mata.

Skrining PTM di Posyankes yang dilakukan oleh kader dan nakes

Gebyar Lansia Triwulanan di Mendalanwangi pagi itu menjadi gambaran nyata bahwa usia lanjut bukanlah batas untuk berhenti bergerak, berkarya, dan bersosialisasi. Seperti ungkapan penulis Prancis Jules Renard (1864-1910):

“Bukan berapa umurmu yang penting, tapi bagaimana kamu menjalani hidupmu di usia tua itu.”

Di bawah langit mendung di Lapangan Mendalanwangi, para lansia Kabupaten Malang membuktikan bahwa hidup di usia senja tetap bisa dijalani dengan sehat, bahagia, dan penuh semangat. *** [180126

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog