Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Wonosari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Wonosari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2022

8 Desa Di Lereng Selatan Gunung Kawi Ikuti Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Wonosari

Selang dua hari pertemuan advokasi SMARThealth dihadapan kepala desa se-Kecamatan Wonosari, Puskesmas Wonosari melanjutkan dengan pelatihan kader SMARThealth yang diikuti oleh 8 desa yang berada di wilayah Kecamatan Wonosari, atau di wilayah kerja Puskesmas Wonosari, pada Rabu (21/12/2022).

Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Wonosari, pelatihan kader SMARThealth dihadiri oleh kader kesehatan dari 8 desa, yaitu Wonosari, Kebobang, Plaosan, Plandi, Kluwut, Bangelan, Sumbertempur, dan Sumberdem.

Setiap desa mengirimkan 5 kader kesehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth. Selain itu, Puskesmas Wonosari yang punya motto Tela Kawi (Teliti Aman Kompeten berWawasan & berIntegritas) ini juga menghadirkan perawat desanya untuk mendampingi kader dalam pelatihan tersebut.

Peserta pelatihan kader SMARThealth berpose bersama di lobby lantai 2 Puskesmas Wonosari

Acara pelatihan ini dimulai setelah rombongan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memasuki Ruang Pertemuan pada pukul 09.00 WIB. Rombongan Dinkes tersebut berasal dari Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), yang terdiri atas Nur Ani Sahara, S,Kep.Ners, Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb, Kristina Dewi, A.Md.Keb, Candra Hernawan, S.Kom, Ulinati, S.IP, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Master of Ceremony (MC) Ririn Khasanah, S.Kep.Ners, perawat Desa Kebobang, mengawali dengan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan, dan terus dilanjutkan membacakan susunan acaranya.

Setelah itu, acara diteruskan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Ria Candra Puspita, A.Md.Kep, seorang perawat Desa Sumberdem, dengan hitungan birama 4/4.

Selesai menyanyikan lagu kebangsaan, MC mengajak kepada seluruh peserta pelatihan kader SMARThealth untuk berdoa sejenak menurut agamanya masing-masing, agar supaya kegiatan ini bisa berjalan lancar.

Sambutan Kepala Puskesmas Wonosari

Pukul 09.12 WIB acara berikutnya adalah sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) dr. Yusliha Dinia. Dalam sambutannya, Kapus mengatakan bahwa tujuan para kader diundang dalam pelatihan ini adalah dalam rangka penanganan masalah penyakit tidak menular (PTM).

Fokusnya kepada pembunuh nomor 1, yaitu penyakit kardiovaskular. Menurut Kapus, berbicara masalah penyakit kardiovaskular itu tidak terlepas dari penyertanya, seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, atau gagal ginjal.

Mereka yang sakit itu umumnya dikarenakan pola hidup yang kurang sehat. Kemajuan zaman yang telah memanjakan manusia, menyebabkan mereka malas bergerak. Apa-apa serba dibantu peralatan yang serba otomatis. Pola makan yang tidak sehat juga turut andil bagi timbulnya penyakit tersebut.

“Masyarakat umumnya belum tahu batasan sehat. Mereka belum tahu pengukuran yang dikatakan sehat, seperti tekanan darah, gula darah maupun IMT,” kata Kapus dr. Yusliha kepada para kader

Peserta pelatihan menyimak materi Posbindu SMARThealth

Oleh karena itu, para kader kesehatan dihadirkan dalam pelatihan ini agar dibekali pengetahuan dalam pengukuran tersebut, dan sekaligus akan belajar melakukan skrining faktor risiko PTM dengan bantuan aplikasi eKader.

Usai memberikan sambutan, Kapus berkenan membuka pelatihan kader SMARThealth, dan kemudian waktu sepenuhnya diberikan kepada rombongan Dinkes yang akan memberikan pelatihan kepada para kader.

Namun sebelum memasuki materi pelatihan, acara diisi dengan sambutan dari Dinkes yang diwakili oleh staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners. Pada kesempatan itu, Nur Ani menerangkan bahwa dalam pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan kader kesehatan menjadi kader SMARThealth.

“Kita sudah melakukan advokasi kepada kepala desa, dan minta mengirimkan 5 kader untuk dilatih menjadi kader SMARThealth. Jadi, Anda yang dikrim ke sini ini merupakan duta desa, dan Puskesmas Wonosari merupakan yang ke-13 untuk pelatihan kader SMARThealth di tahun 2022 ini,” urai Nur Ani kepada kader dari 8 desa tersebut.

Usai memberikan sambutan, Nur Ani melanjutkan dengan memberikan materi dalam pelatihan ini. Materi yang dijelaskan kepada kader berjudul “Posbindu SMARThealth.” Diawali dengan pemutaran video tentang mewujudkan kampong cerdik sehat jantung melalui SMARThealth Sijaritung.

Instalasi aplikasi eKader dan cara melakukan input data

Terus baru masuk ke materi Posbindu SMARThealth. Nur Ani menjelaskan hal itu secara runtut, di mulai dari filosofi, impementasi hingga replikasi SMARThealth ke seluruh desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang secara bertahap.

Sehabis materi Nur Ani, acara diisi dengan senam peregangan ala Puskesmas Wonosari yang dipandu tayangan video dan dua perawat di depan. Peregangan ini dilakukan agar tercipta relaksasi bagi peserta pelatihan kader ini.

Pukul 10.412 WIB acara diteruskan dengan materi “Posbindu: Skrining Kesehatan Masyarakat” yang disampaikan oleh penanggung jawab PTM Puskesmas Wonosari, Sri Astutik, A.Md.Kep. Dalam materi itu, Sri Astutik memfokuskan pada penjelasan pengukuran yang akan digunakan dalam praktik pengukuran dalam skrining faktor risiko PTM, seperti IMT, tekanan darah, dan cek kadar gula darah.

Selesai materi Sri Astutik, acara langsung disambung dengan materi “Instalasi Aplikasi eKader” oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa Dinkes, Candra Hernawan, S.Kom. Pada kesempatan ini, Candra menjelaskan bagaimana melakukan instalasi aplikasi, dan mengoperasikan aplikasi tersebut untuk melakukan input data.

Praktik pengukuran alat kesehatan di Ruang Pertemuan Puskesmas Wonosari

Setelah memasuki pertanyaan perihal tekanan darah, kadar gula darah maupun tinggi/berat badan, para kader harus praktik melakukan pengukuran dulu, agar supaya input data dengan aplikasi eKader bisa berlanjut sampai tuntas.

Para kader kemudian melakukan praktik pengukuran kesehatan yang dipandu oleh perawat desanya masing-masing, dan didampingi oleh rombongan dari Dinkes tersebut. Rombongan Dinkes akan memantau jalannya praktik dengan alat kesehatan seperti dalam SMARThealth Kit nantinya.

Praktiknya dibagi di dua tempat karena keterbatasan kapasitas Ruang Pertemuan. Empat desa berada di Ruang Pertemuan, dan yang empat desa lagi berpraktik di lobby lantai 2 depan Ruang Pertemuan.

Hasil praktiknya sekaligus bisa diinputkan ke dalam aplikasi eKader yang tadi sempat terhenti karena kader belum melakukan pengukuran terlebih dahulu. Praktik itu memakan waktu sekitar 1 jam lebih 7 menit.

Praktik pengukuran dengan alat kesehatan di lobby lantai 2 Puskesmas Wonosari

Selesai berpraktik, perawat diajari oleh Candra untuk melihat bagaimana hasil input yang dilakukan oleh kader dapat dilihat di ePuskesmas pada saat itu juga. Selain itu, Candra juga mengajari bagian administrator ePuskesmas di Puskesmas Wonosari mengenai cara memaintenan data bridging.

Menjelang penutupan pelatihan, staf PTM Dinkes, Kristina Dewi, A.Md.Kep meminta waktu sebentar untuk menjelaskan perlakuan terhadap alat pengukuran kadar gula darah merek BeneChek yang akan digunakan kelak, seperti setiap membuka tabung (tube) strip harus segera ditutup kembali, karena kedap udara. Kemudian setiap mau menggunakan alat cek kadar gula harus memasukkan chip ke dalam alat tersebut, kalau tidak hasil pengukuran akan cenderung tinggi, dan terakhir, setiap kegiatan sebaiknya baterai di alat itu dilepas.

Acara pelatihan ini akhirnya ditutup oleh MC pada pukul 13.08 WIB dengan pantun:

Bunga mekar di perbukitan

Sawah luas di pedesaan

Terima kasih untuk perhatian

Mohon maaf untuk kesalahan. 

*** [211222]

Share:

Senin, 19 Desember 2022

Pertemuan Advokasi SMARThealth di Puskesmas Wonosari

Puskesmas Wonosari menyelenggarakan pertemuan advokasi SMARThealth di Ruang Dahlia Puskesmas Wonosari yang beralamatkan di Jalan Raya Bumirejo No. 85, Dusun Bumirejo RT 03 RW 12 Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (19/12/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh 8 kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Wonosari, dan sekaligus wilayah kerja Puskesmas Wonosari, ditambah dengan perawat desanya. Kedelapan desa itu meliputi Wonosari, Kebobang, Plaosan, Plandi, Kluwut, Bangelan, Sumbertempur, dan Sumberdem.

Sesuai undangan, acara pertemuan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Namun pada pelaksanaannya, pertemuan advokasi ini molor 1 jam lebih 2 menit. Pertemuan dimulai setelah perwakilan dari Kantor Kecamatan Wonosari tiba di Ruang Dahlia.

Peserta pertemuan advokasi SMARThealth Kecamatan Wonosari berpose bersama

Master of Ceremony (MC) Ririn Khasanah, S.Kep. Ns, perawat Desa Kebobang, mengawali dengan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pertemuan, dan diteruskan dengan membacakan susunan acara dalam kegiatan ini.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh perawat Desa Sumberdem, Ria Candra Puspita, A.Md.Kep selaku dirigennya. Begitu selesai menyanyikan Indonesia Raya, acara disambung dengan doa yang dipandu oleh MC.

Pukul 10.09 WIB acara diisi dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Wonosari selaku tuan rumah. Berhubung Kepala Puskesmas sedang ada rapat dengan Sekretariat Daerah, maka sambutan diwakili oleh penanggung jawab UKM Puskesmas Wonosari, Pujianto, S.Kep.Ns.

Dalam sambutannya, Pujianto mengatakan bahwa perkembangan zaman menyebabkan terjadi pergeseran penyakit dari menular menjadi penyakit tidak menular (PTM). “Dulu hipertensi maupun diabetes mellitus di luar 10 besar, kini malah mendominasi,” jelas Pujianto.

Sambutan dari Puskesmas Wonosari selaku tuan rumah dalam pertemuan lintas sektor ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menjalankan program SMARThealth untuk melakukan skrining faktor risiko PTM. Puskesmas Wonosari sendiri juga sudah memiliki program inovasi BERSINAR (Bersama Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular) sejak Januari 2022, yang diharapkan bisa berjalan seiring dengan SMARThealth nantinya.

Dengan deteksi dini, minimal PTM bisa dicegah. Karena barang medis habis pakai (BMHP) seperti strip gula darah dari Dinkes terbatas anggarannya, maka perlu dipikirkan sharing pemenuhan BMHP melalui ADD dalam pertemuan advokasi ini nantinya.

Usai sambutan dari pihak Puskesmas Wonosari, acara berikutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Wonosari, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Wonosari, Tyas Hari Prastyo, S.P.

Mengawali dengan permohonan maaf atas keterlambatan datang di Puskesmas Wonosari, Tyas mengatakan bahwa jajaran Muspika akan mendukung. Sekarang ini, pelaksanaan SMARThealth sebagai program unggulan kesehatan memang sebaiknya harus kolaboratif.

Puskesmas Wonosari hadirkan Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang sebagai narasumber

“Kita akan mengerjakan berbarengan dengan desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Wonosari. Peran desa sangat diharapkan, agar supaya manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakatnya,” ujar Tyas Hari.

Setelah sambutan, Tyas Hari pun berkenan membuka acara pertemuan advokasi ini, dan diteruskan dengan foto bersama dengan seluruh peserta pertemuan tersebut dengan latar belakang banner pertemuan advokasi SMARThealth.

Tepat pukul 10.30 WIB, acara diteruskan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Sub Koordinator Substantif PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, dengan judul “Program SMARThealth Sebagai Upaya Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kec. Wonosari di Kabupaten Malang.”

Dalam materinya, Paulus Gatot menguraikan permasalahan PTM di Kabupaten Malang yang terus kian meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini tentunya akan menimbulkan persoalan dalam pembiayaan maupun penanganan kesehatannya.

Delapan Kepala Desa dan Perawat Desa ikuti pertemuan advokasi SMARThealth di Puskesmas Wonosari

Kemudian upaya yang telah dilakukan melalui kebijakan dan strategi program P2PPTM hingga replikasi program inovasi SMARThealth oleh Bupati Malang ke seluruh desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang secara bertahap, termasuk tahun 2022 ini merupakan jadwalnya Puskesmas Wonosari.

Selain itu, Paulus Gatot juga meyakinkan peserta pertemuan advokasi dengan adanya regulasi berupa Peraturan Bupati Malang Nomor 31 Tahun 2021 tentang Upaya Penurunan Angka Kesakitan dan Angka Kematian Penyakit Jantung Melalui Pos Pembinaan Terpadu SMARThealth, di mana di dalamnya tersirat ada peran desa dalam turut menyukseskan program SMARThealth tersebut.

Sehabis pemaparan materi ini, ada tiga pertanyaan dari kepala desa yang terdiri dari Kebobang, Plandi, dan Kluwut. Semua pertanyaan itu umumnya terkait penganggaran yang sudah terlambat karena APBDes sudah ketok palu. Baru tahun berikutnya akan dianggarkan, Namun demikan, kepala desa berusaha akan mencarikan dari silpa bila memang mencukupi.

Acara pertemuan advokasi SMARThealth ini selesai pada pukul 11.41 WIB. MC mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta, dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dalam pertemuan advokasi ini. *** [191222]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 01 April 2021

Puskesmas Wonosari, Jadwal Terakhir Bimtek Program PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Tahun 2021

Memasuki bulan Ramadhan, rangkaian jadwal Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dikebut di tahun 2021. Hal ini agar supaya di saat bulan puasa, kegiatan bimtek yang sifatnya dinas luar sudah purna sehingga tinggal mengerjakan pekerjaan di kantor saja, dan staf Dinkes juga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyu’.

Bimtek terakhir, atau yang ke-39 ini dilaksanakan di Puskesmas Wonosari yang beralamatkan di Jalan Raya Bumirejo No. 85 Dusun Kebobang RT 02 RW 02 Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (01/04/2021).


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Wonosari, Kabupaten Malang

Bertempat di Ruang Pertemuan Puskesmas Wonosari, bimtek ini dihadiri oleh pemegang program (PP) PTM, PP Indera, PP UKS, PP Lansia, PP Keswa, dan 8 perawat desa yang ada di lingkungan kerja Puskesmas Wonosari, yang meliputi: Wonosari, Kebobang, Plaosan, Plandi, Kluwut, Bangelan, Sumbertempur, dan Sumberdem.

Acara bimtek ini dimulai pada pukul 08.58 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Munasri, A.Md. Kep. Dalam sambutannya, Munasri mengucapkan selamat datang kepada Tim Bimtek dari Dinkes Kabupaten Malang, dan mohon maaf atas ketidakhadiran Kepala Puskesmas Wonosari karena berbarengan dengan acara Monitoring dan Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Bangelan serta berharap agar perawat yang hadir dalam bimtek ini bisa mengikuti dengan lancar.


Sambutan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Wonosari

Kemudian acara disusul dengan sambutan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd., mewakili Kepala Seksi PTM dan Keswa yang tidak bisa hadir karena ada acara pemaparan ODGJ di Puskesmas Dampit. Pada kesempatan itu, Gatot mengatakan bahwa bimtek di Puskesmas Wonosari ini merupakan kloter terakhir dari jadwal bimtek ke-39 Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Sebelumnya kalau bimtek, Dinkes hanya bertemu dengan pemegang program saja tapi kali ini bimtek ini memang bertujuan untuk belajar bersama dengan perawat-perawat yang ada di desa mengingat PTM itu kegiatannya dilakukan melalui perawat-perawat yang ada di desa. Tujuannya agar target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bisa tercapai.

Pukul 09.04 WIB acara berikutnya menginjak pemaparan materi yang disampaikan oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns dengan judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM).”


Materi SPM

Setelah memaparkan materinya perihal SPM, Nur Ani mengingatkan kepada perawat-perawat desa yang dikumpulkan dalam bimtek ini untuk bisa memikirkan langkah-langkah dalam memenuhi capaian SPM seperti yang telah dijabarkan dalam materi tadi.

Setelah tahu sasarannya, perawat-perawat desa bisa membuat berbagai strategi yang tujuannya agar supaya capaian SPM terpenuhi. Misalnya dengan menghidupkan PANDU PTM di Puskesmas Wonosari. Perawat dapat memanfaatkan waktu kunjungan periksa ke Puskesmas dengan melakukan skrining terhadap pasien tersebut.


Praktek ePuskesmas Skrining Dalam dan Luar Gedung

Selain itu, Nur Ani juga menyosialisasikan Posbindu SMARThealth. Tahun 2024 diharapkan semua desa di Kabupaten Malang sudah menjalankan Posbindu SMARThealth. Setiap desa nanti akan dilatih 5 kader SMARThealth, dan dibekali dengan SMARThealth Kit serta aplikasi eKader.

Dengan begitu, kader SMARThealth akan mampu membantu perawat desa melakukan skrining deteksi dini faktor risiko PTM baik dalam kegiatan Posbindu atau kunjungan dari rumah ke rumah.


Materi Indera

Kalau Posbindu SMARThealth sudah jalan di lingkungan kerja Puskesmas Wonosari, perawat akan terbantukan dalam laporan per desa dan sekaligus bisa memenuhi SPM dalam usia produktif, hiptertensi, gula darah, dan lansia.

Setelah itu, Nur Ani berusaha menjelaskan pemanfaatan ePuskesmas dalam melakukan input data guna meningkatkan capaian SPM. Ada dua ePuskesmas yang diajarkan kepada peserta bimtek, yaitu Skrining Dalam Gedung dan Skrining Luar Gedung.


Materi Keswa

Skrining Dalam Gedung ini ditujukan untuk input data pasien yang datang ke Puskesmas, Puskesmas Pembantu, atau Ponkesdes. Sedangkan, Skrining Luar Gedung itu digunakan untuk input data terhadap warga yang mendatangi Posbindu atau dikunjungi dari rumah ke rumah (door to door).

Perawat desa yang hadir dalam bimtek disuruh mempraktekkan ePuskesmas setelah diajari. Nur Ani yang dibantu staf Indera dan Gilut Kristina Dewi, A.Md. Keb. Mereka melihat para perawat tersebut mengoperasikan ePuskesmas.


Penutupan Bimtek

Pukul 10.42 WIB acara diteruskan dengan pemaparan materi perihal Indera oleh Kristina Dewi, A.Md. Keb. Dengan memanfaatkan ePuskesmas tadi, Kristina mengajari bagaimana cara mengirim laporan by name by address dengan data yang sudah ada melalui Export data berwujud excel. Setelah itu baru ditambahahi hasil skrining indera yang by name by address tersebut. Kecuali untuk yang disabilitas, laporannya tidak usah by name by address melainkan cukup angkanya saja.

Pukul 10.50 WIB acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Keswa oleh staf Keswa Gatot Sujono, S.St. M.Pd. Dalam paparannya itu, Gatot mengajarkan perihal target Keswa dalam capaian SPM. Perawat diajak untuk memahami betul hal itu beserta cara menghitungnya.

Setelah itu, Gatot juga mengingatkan kepada perawat agar supaya memperhatikan kohort. Kohort tidak boleh kosong, karena data yang ada dalam kohort selalui dipantu oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, Gatot juga menghimbau kepada perawat untuk mengupayakan JKN kepada ODGJ tidak mampu yang ada di desanya masing-masing. Hal ini supaya menghindari bertele-telenya pengurusan rujukan ODGJ yang tak memiliki JKN.

Pemaparan ini berakhir pada pukul 11.34 WIB, dan kemudian acaranya ditutup oleh Pujianto, penanggung jawab UKM pengembangan yang mewakili Kepala Puskesmas Wonosari, dan disambung dengan acara foto bersama. *** [010421]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog