Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Pakis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Pakis. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 September 2023

Hari Ini Delapan Desa Ikuti Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Pakis

Delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Pakis, hari ini (Senin, 04/09) mengirimkan kader kesehatannya untuk mengikuti Pelatihan Kader SMARThealth yang diselenggarakan oleh Puskesmas Pakis di Auala Pertemuan Lantai 2 yang terletak di Jalan Raya Pakis Kembar No. 70 Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kedelapan desa tersebut adalah Sekarpuro, Ampeldento, Sumberkradenan, Kedungrejo, Banjarejo, Pucangsongo, Sumberpasir, dan Sukoanyar. Setiap desa mengirimkan masing-masing lima orang kader kesehatan untuk diupgrade menjadi kader SMARThealth.

Hari pertama pelatihan ini diikuti 8 desa karena keterbatasan aula yang dimiliki oleh Puskesmas Pakis, dan esoknya tinggal diikuti oleh 7 desa lainnya. Jadi, sampai besok hari diharapkan 15 desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pakis sudah mengikuti pelatihan kader SMARThealth.

Peserta pelatihan kader SMARThealth di Puskesmas Pakis berpose bersama

Selain dihadiri oleh 40 kader dari 8 desa, acara pelatihan kader SMARThealth ini juga dihadiri oleh perawat dari 8 desa tersebut, dan juga rombongan dari Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, yang terdiri dari Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners, Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb, Kristina Dewi, A.Md.Keb, Candra Hernawan, S.Kom, ditambah dengan Ulinati, S.IP dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Acara pelatihan dimulai pada pukul 08.53 WIB diawali dengan ucapan basmalah dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars GERMAS. Setelah itu disambung dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Pakis Ema Maulani, A.Md.Keb mewakili Kepala Puskesmas Pakis yang berhalangan hadir karena sedang ada pertemuan di Kantor Dinkes Kabupaten Malang.

Sambutan Kepala TU Puskesmas Pakis mewakili Kepala Puskesmas Pakis

Sambutan berikutnya diisi oleh staf Sub Substansi PTM Dinkes Kabupaten Malang, Nur Ani Sahara. Dalam sambutannya, Nur Ani mengatakan bahwa kasus PTM kian tahun semakin meningkat, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

“Jika kita hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja tidaklah mungkin dengan target yang begitu banyak. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan masyarakat agar bisa berpartisipasi aktif dalam membantu tenaga kesehatan di desa dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan menjadi kader SMARThealth,” tegas Nur Ani.

Usai sambutan Nur Ani, acara diisi dengan foto bersama terlebih dahulu antara peserta, perawat desa, Puskesmas Pakis, dan rombongan dari Dinkes Kabupaten Malang.

Pemaparan materi dari dokter fungsional Puskesmas Pakis

Sebelum memasuki materi pertama, acara diisi dengan senam peregangan sambil menunggu penyiapan materi. Peragangan itu dipandu oleh staf Puskesmas Pakis Taufik dengan mengajak kader untuk sejenak menggerakkan anggotanya badannya.

Mula-mula peregangan dengan bilang ikhlas dengan tangan kanan ditempelkan ke dada sebelah kiri. Kemudian dilanjutkan dengan diletakkan di atas kepala sambil bilang fokus, dan diakhiri dengan menyanyikan lagu naik delman dengan menggerakkan anggota tubuhnya.

Selesai peregangan, Nur Ani Sahara menyampaik materi Posbindu SMARThealth dengan diawali memutarkan video perihal yang dilakukan oleh kader SMARThealth. Pada materi, Nur Ani berusaha memaparkan mengenai transisi demografi-epidemiologi yang menjadi determinant of health yang ditandai adanya daily lost dan productivity lost.

Praktek penggunaan SMARThealth Kit yang dipantau penuh oleh rombongan Dinkes Kabupaten Malang

Dalam berbagai upaya, Dinkes telah melakukan sejumlah usaha dan program dalam melakukan pengendalian dan pencegahan terhadap PTM. Salah satunya dengan menjalankan replikasi SMARThealth di Kabupaten Malang. Dan tahun ini termasuk jadwalnya Puskesmas Pakis melaksanakan replikasi dengan ditandai adanya pelatihan kader SMARThealth ini.

Pukul 10,29 WIB acara berikutnya adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh dr. Deta Rahmawati dari Puskesmas Pakis dengan judul “Konsep Penyakit Tidak Menular”. Pengertian-pengertian PTM yang terkait dengan replikasi SMARThealth dijabarkan dengan rinci, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), hipertensi, diabetes, kolesterol, dan aktivitas fisik.

Selesai pemaparan dua materi, kader langsung dibimbing dan dilatih untuk bisa melakukan pengukuran antropometri dengan benar, pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah. Acara ini dipandu oleh Kristina Dewi dibantu dengan rombongan dari Dinkes lainnya.

Perawat memberikan cara dan teknik dalam melakukan pengecekan kadar gula darah

Sedangkan, perawat desa yang hadir akan memberikan contoh cara melakukan pengukuran antropometri, tekanan darah dan pngecekan kadar gula darah dengan menggunakan peralatan baru SMARThealth Kit yang kebetulan bersamaan dengan dibagikan dari Puskesmas Pakis kepada para kader tersebut.

Peran perawat tidak hanya sampai di sini saja, karena untuk memperlancar ketrampilan kader tersebut masih harus senantiasa mendampingi dan melatih lagi hingga kader tersebut benar-benar terampil dan lancar.

Praktek pengukuran antropometri, pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula didemokan oleh para kader dengan didampingi perawat desanya masing-masing berjalan selama 1 jam.

Suasana praktek menggunakan SMARThealth Kit dalam pelatihan kader di Puskesmas Pakis

Acara pun kemudian diteruskan dengan pemaparan materi tentang Petunjuk Penggunaan Aplikasi eKader yang dipandu oleh Candra Hernawan. Di sini, kader diajari bagaimana melakukan input data dengan benar berdasarkan aplikasi eKader.

Dari 40 peserta pelatihan kader SMARThealth, ada dua peserta yang tidak bisa terinput karena faktor handphone (HP). Disinyalir oleh Candra, karena masalah internal di HPnya. Karena dilihat dari hasilnya, yang dua itu datanya tidak masuk ke ePuskesmas tapi masuk ke Portal SMARThealth.

Acara pelatihan kader SMARThealth bagi desa di wilayah kerja Puskesmas Pakis berakhir dan ditutup pada pukul 13.09 WIB. *** [040923]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 27 Februari 2023

Pertemuan Linsek Tahun 2023 di Aula Puskesmas Pakis

Gempita pertemuan lintas sektor (linsek) dalam bentuk lokakarya mini (lokmin) mulai terasa sejak Camat Pakis dan Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Pakis mememasuki Aula Puskesmas yang berada di lantai 2 Gedung Puskesmas Pakis yang beralamatkan di Jalan Raya Pakiskembar No. 70, Dusun Krajan Timur RT 02 RW 03 Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Senin (27/02/2023).

Kedua srikandi itu akan memandu jalannya pertemuan linsek yang dihadiri Muspika Pakis (Camat, Koramil, Polsek), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, KUA Pakis, Korwil Disdik Pakis, sejumlah kader, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), dan 15 Kepala Desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pakis, meliputi: Sekarpuro, Ampeldento, Sumberkradenan, Kedungrejo, Banjarejo, Pucangsongo, Sukoanyar, Sumberpasir, Pakiskembar, Pakisjajar, Bunut Wetan, Asrikaton, Saptorenggo, Mangliawan, dan Tirtomoyo.

Pertemuan linsek ini merupakan suatu pertemuan antar petugas puskesmas dengan sektor terkait untuk meningkatkan kerja sama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas dan membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi puskesmas.

Acara pertemuan linsek dimulai pada pukul 09.42 WIB. Master of Ceremony (MC) Khusnul Khotimah, A.Md.Keb, seorang bendahara Puskesmas Pakis, mengawali penyambutan tamu dengan ucapan selamat datang dan kemudian membacakan susunan acara dalam pertemuan ini.

Sambutan Camat Pakis dalam pertemuan linsek di Aula Puskesmas Pakis

Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh layar monitor yang menampilkan video lagu Indonesia Raya berikut teksnya dan lambaian bendera merah putih.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara berikutnya diisi dengan sambutan Camat Pakis Prasetiya Yunika AP, S.Sos, M.Si. Dalam sambutannya, Camat Yunika mengatakan bahwa inti dari pertemuan ini selain advokasi SMARThealth juga melakukan evaluasi target sasaran yang telah dicapai dan yang akan dicapai.

Selain menyinggung masalah reproduksi wanita yang menikah dini, Camat Yunika memfokuskan kepada permasalahan stunting, ODF, dan penyakit tidak menular (PTM) di wilayah Kecamatan Pakis. Ketiga hal ini menjadi prioritas yang harus dikedepankan lebih dahulu.

Pukul 10.05 WIB, acara disambung dengan sambutan dari Plt. Kapus Pakis dr. Wiwit Wijayanti. Sejak Kapus yang lama menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Wiwit merangkap jabatan sebagai Kapus Poncokusumo, dan Plt. Kapus Pakis.

Peserta pertemuan linsek mendengarkan Capaian SPM 2022 Puskesmas Pakis

Pada kesempatan ini, dr. Wiwit menjelaskan bahwa pertemuan linsek ini merupakan program rutin, dan merupakan pertemuan linsek pertama di tahun 2023 yang dilaksanakan. Pertemuan ini ingin memberikan umpan balik yang sudah dilakukan Puskesmas Pakis. Apa yang sudah terealisir dan apa saja yang belum tercapai.

“Yang tercapai sudah banyak, tapi kita akan membicarakan yang belum tercapai karena terkait lokmin ini,” tegas Kapus dr. Wiwit dihadapan peserta pertemuan linsek ini. “Yang belum tercapai harus ada dukungan linsek, seperti stunting, ODF, dan PTM. Tanpa bantuan linsek tidak mungkin akan berhasil.”

Sehabis sambutan dari Kapus Pakis, acara diselingi dengan foto bersama seluruh peserta petemuan linsek, dan setelahnya, Kapus menambahkan sedikit mengenai perubahan status Puskesmas Pakis yang telah berubah menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).

Dengan menjadi BLUD, Puskesmas Pakis mempunyai fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sehingga bisa menyerap keinginan masyarakat Kecamatan Pakis untuk dipenuhi dalam layanannya secara bertahap.

Peserta pertemuan linsek Puskesmas Pakis

Hanya saja untuk masalah pengobatan gratis untuk tahun ini agak susah untuk obat-obatannya. Karena Puskesmas Pakis hanya mendapat 35% bantuan obat dari Dinkes. Kalau kehabisan obat, layanan kesehatan juga akan terkendala.

Pukul 10.38 WIB, acara diisi dengan paparan materi dari Yunisworo Budhiwan, A.Md.KL, penanggung jawab UKM Puskesmas Pakis, yang membahas Capaian SPM 2022 yang terdiri dari 7 indikator pelayanan kesehatan, yaitu ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, usia pendidikan dasar, usia produktif, dan usia lanjut.

Selesai paparan Capaian SPM 2022, acara diisi dengan ice breaking gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) terlebih dahulu. Semua peserta berdiri dan bergoyang mengikuti gerakan yang ada dalam layar monitor.

Pukul 11.01 WIB, acara diteruskan dengan paparan materi dari Dinkes Kabupaten Malang mengenai Program Posbindu SMARThealth Sebagai Upaya Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Di Kabupaten Malang, yang disampaikan oleh Tri Awignami Astoeti, SKM, M.M.Kes, Kepala Bidang (Kabid) P2P.

Pemandangan pertemuan linsek dari sudut barat daya Aula Puskesmas Pakis

Kabid P2P menerangkan perihal seluk beluk SMARThealth. Mulai dari pilot project hingga replikasi yang direncanakan secara bertahap. Kemudian untuk road mapnya hingga regulasinya, paparan disampaikan oleh Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.

Memasuki diskusi, suasana pertemuan di Aula Puskesmas Pakis semakin gayeng. Camat Yunika langsung memimpin diskusi. Kendati Camatnya seorang wanita, namun pembawaannya memiliki ketegasan dan solutif, sehingga dalam komunikasi bisa berjalan dua arah.

Begitu pula dengan Plt. Kapus Pakis juga piawai dalam menjelaskan setiap pertanyaan yang diajukan dari pihak desa dalam isu yang mengemuka, seperti stunting, ODF, dan PTM. Sehingga dengan dua srikandi dalam diskusi itu, peserta mendapat gambaran yang jelas terkait permasalahan yang ada di masing-masing desa tersebut. Binar-binar menghiasi wajah kepala desa dalam membubuhkan tanda tangan Komitmen Dukungan Lintas Sektor.

Menjelang acara ditutup pada pukul 13.00 WIB, staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners menambahkan perihal pelaksanaan Posbindu SMARThealth, yang menuntut kejelian kadernya dalam sebuah acara. Selain bisa nunut dalam event, seperti majelis taklim, arisan PKK, dan lain-lain, kader juga bisa menyasar target pada giat Posyandu Balita, yaitu yang mengantarkan balita. Entah itu orangtuanya atau neneknya. *** [270223]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog