Tampilkan postingan dengan label refreshing kader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refreshing kader. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juli 2023

Refreshing Kader AREEMA Desa Parangargo di Gedung Serba Guna

Di tengah jam pulang karyawan pabrik rokok yang ada di Desa Parangargo dan Sidorahayu, pertigaan Wagir ramai lalu lalang kendaraan. Tepat di pertigaan itu, kader AREEMA Desa Parangargo berkumpul di Gedung Serba Guna Desa Parangargo yang beralamat di Jalan Raya Parangargo No. 37 Dusun Parangargo RT 08 RW 02 Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, untuk mengikuti refreshing (penyegaran) kader AREEMA.

Refreshing yang diikuti oleh 20 orang kader itu juga dihadiri oleh perawat Desa Parangargo Habibullah Mustofa, A.Md.Kep dan tiga orang dari Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang terdiri dari Paulus Gatot Kuharyanto, SKM (Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa), Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb (staf PTM), dan Candra Hernawan, S.Kom (staf IT PTM dan Keswa). Selain itu, tampak pula dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dan seorang anggota Tim SMARThealth UB.

Peserta berpose bersama dengan background penyegaran kader AREEMA

Acara dimulai pada pukul 16.22 WIB dengan diawali sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto. Dalam sambutannya, Paulus Gatot mengemukakan bahwa  aplikasi AREEMA digunakan untuk melakukan skrining COVID-19. Tujuannya agar dapat diperoleh gambaran long COVID-19.

Jika gambaran long COVID-19 diketahui, imbuh Paulus Gatot, akan mudah dalam menanganinya. Jadi, jika ada kasus lagi, sudah bisa diantisipasi dengan tepat. “Di sini peran kader sangatlah penting. Kendati aplikasi masih error, saya berharap ibu-ibu kader masih tetap fit,” kata Paulus Gatot.

Selesai sambutan, Paulus Gatot langsung mempersilakan Wijayadi Saputra, S.Kom dari CV Putra Adi Jaya Soft Malang, programmer aplikasi AREEMA,  untuk memandu dalam mengatasi permasalahan terkait aplikasi AREEMA yang dihadapi oleh kader AREEMA Desa Parangargo.

Suasana refreshing kader AREEMA di Gedung Serba Guna Desa Parangargo

Umumnya, keluhan yang dijumpai kader AREEMA Desa Parangargo awalnya hampir sama dengan yang ditemui oleh kader AREEMA dari dua desa di lingkungan Puskesmas Sumberpucung saat refreshing dua hari yang lalu, yaitu data yang dientri oleh kader sudah tersimpan tapi tidak ada di pencarian.

Lalu, aplikasi pun diupdate oleh programmer AREEMA dan dinstal ulang oleh kader AREEMA Desa Parangargo. Setelah dikeluarkan update baru aplikasi, ada dua handphone (HP) yang tidak bisa berproses pada awalnya.

Setelah terinstal semua, kader mulai senang karena yang telah dientri bisa dilihat di draft sebagai pengganti item pencarian. Namun, rasa senang itu tidak berlangsung lama. Dari inventarisasi permasalahan yang dihimpun oleh Tim SMARThealth UB, terdapat dua persoalan yang mengemuka.

Programmer mengecek aplikasi di HP kader yang menemui masalah

Pertama, pada aplikasi lama, entrian tidak kelihatan di pencarian tapi sebagian bisa masuk ke server, dan ini yang dikeluhkan oleh kader AREEMA Desa Parangargo. Karena umumnya mereka sudah mengentri tapi yang masuk server cuma sedikit. Misalnya Purwaningsih sudah mengentri 56 setelah diperlihatkan oleh Candra yang masuk server, diketahui hanya 2 saja yang tersimpan di server. Begitu pula halnya dengan yang dialami oleh Vita Rahayu, ia merasa sudah mengentri 78 tapi yang masuk server hanya 7.

Kedua, dengan aplikasi update terbaru, entrian kelihatan di draft tapi tidak masuk ke server. Dari 20 orang kader yang menginput data pada saat refreshing tadi diketahui hanya 5 orang saja yang bisa masuk server sesuai yang dientri, dan satu orang cuma masuk separo. Sisanya blas tidak ada yang nyantol ke server.

Acara refreshing kader AREEMA Desa Parangargo disudahi pada pukul 17.36 WIB pasca adzan Maghrib. Programmer pun menjanjikan update aplikasi lagi setidak-tidak ditunggu 3 hari lagi dari permasalahan yang dijumpai dalam refreshing hari ini. *** [200723]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 18 Juli 2023

Dua Desa Ikuti Refreshing Kader AREEMA di Puskesmas Sumberpucung

Kader AREEMA dari dua desa, yaitu Jatiguwi dan Senggreng, mengikuti penyegaran (refreshing) terkait aplikasi  AREEMA di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Sumberpucung yang beralamatkan di Jalan  TGP No. 2 Dusun Rekesan RT 01 RW 01 Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada Selasa (18/07) siang.

Didampingi oleh perawat desanya masing-masing, mereka hadir dalam refreshing tersebut. Setiap desa ada 20 orang kader AREEMA, namun kebetulan di setiap desa ada yang tidak bisa hadir satu orang karena sakit.

Tampak hadir dalam pertemuan itu dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang terdiri dari Paulus Gatot Kusharyanto, SKM (Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa), Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb (staf PTM dan Keswa), dan Candra Heranawan, S.Kom (staf IT Substansi PTM dan Keswa). Kemudian terlihat juga Pemegang Program PTM Puskesmas Sumberpucung Istitik Wahyuni, S.Kep. Ners dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Suasana refreshing kader AREEMA di Ruang Pertemuan Lanta2 Puskesmas Sumberpucung

Acara dimulai pada pukul 12.50 WIB dengan diawali sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, Paulus Gatot mengatakan bahwa dalam survey mengenai long COVID-19 ini bertujuan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian serta penatalaksanaan terkait COVID-19.

“Saya menyadari ibu-ibu kader terlah berbuat maksimal dalam melakukan wawancara secara door to door. Akan tetapi, karena aplikasi error melulu, maka ibu-ibu kader dikumpulkan dalam pertemuan penyegaran kader AREEMA ini,” jelas Paulus Gatot.

Oleh karena itu, ibu-ibu kader nanti akan dipandu oleh programmer Wijayadi Saputra, S.Kom dari CV. Putra Adi Jaya Soft Malang. “Mohon nanti ibu-ibu kader menyampaikan permasalahan yang dihadapi selama ini dalam melakukan input data dengan aplikasi AREEMA,” pungkas Paulus Gatot.

Peserta refreshing dari Desa Jatiguwi dan Senggreng

Selesai sambutan dari Sub Koordiantor Substansi PTM dan Keswa, waktu diserahkan kepada Wijayadi Saputra untuk memandu jalannya mengenai permasalahan yang dihadapi oleh kader AREEMA dalam input data.

Dalam pertemuan itu diketahui bahwa hasil entrian kader sebelum tanggal 2 Juli masih bisa terekap di server dalam bentuk excel. Namun yang dientri setelah tanggal 3 Juli, hasil entriannya tidak bisa masuk karena aplikasi error.

Dari problem yang ditemukan dari dua desa tersebut adalah kader sudah merasa menginput hasil skrining yang dilakukan tapi ternyata data tidak tersimpan di pencarian. Sehingga, kader merasa bingung dan khawatir kalau terjadi double entry.

Programmer berusaha mendeteksi permasalahan yang dijumpai kader Desa Senggreng

Permasalahan ini diatasi oleh programmer dengan menambahkan item draft dalam aplikasinya. Dalam hal ini kader AREEMA harus menginstal update terbaru, dan sebagian besar bisa melihat hasil entrian sebelumnya.

Akan tetapi, pada saat kader AREEMA mencoba melakukan input data yang setelah tanggal 3 Juli (yang tidak masuk/terekap) dengan aplikasi terbaru, masih ada kader yang mengalami sudah melakukan entri dan bisa disimpan tapi di draft tidak muncul.

Selain itu, temuan kasus yang dialami oleh kader AREEMA dari Desa Jatiguwi juga lebih banyak ketimbang dari Desa Senggreng. Kader Desa Jatiguwi mengalami jika salah memilih jawaban, tapi tidak bisa dimodif atau diperbaiki.

Programmer berusaha mengatasi permasalahan aplikasi yang ditemui oleh kader Desa Jatiguwi

Aplikasi tiba-tiba kembali ke awal lagi. Di file skrining bagian pertanyaan kuesioner berulang lagi, dan ketika disimpan gagal karena isian ada yang terlewat dan kader tidak bisa langsung menuju yang terlewat tersebut sehingga kader harus cek dari awal lagi.

Lalu, kader Desa Jatiguwi juga mengalami bahwa di aplikasi kader datanya terkirim tapi di perawat sebagian saja yang tampil. Persoalan ini akan menimbulkan mistafsir dalam penghitungan perolehan hasil skrining yang dilakukan oleh kader nantinya.

Sampai menjelang Ashar, sejumlah kasus terkait dengan aplikasi AREEMA masih bermunculan. Acara pun kemudian diakhiri mengingat masih belum fix-nya aplikasi. Programmer akan memperbaikinya dulu, dan Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa mewanti-wanti kepada kader agar jangan mengentri dulu. Hal ini juga dipertegas oleh staf IT Substansi PTM dan Keswa agar kader menunggu sampai adanya update aplikasi yang baru. *** [180723]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 21 Desember 2022

8 Desa Di Lereng Selatan Gunung Kawi Ikuti Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Wonosari

Selang dua hari pertemuan advokasi SMARThealth dihadapan kepala desa se-Kecamatan Wonosari, Puskesmas Wonosari melanjutkan dengan pelatihan kader SMARThealth yang diikuti oleh 8 desa yang berada di wilayah Kecamatan Wonosari, atau di wilayah kerja Puskesmas Wonosari, pada Rabu (21/12/2022).

Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Wonosari, pelatihan kader SMARThealth dihadiri oleh kader kesehatan dari 8 desa, yaitu Wonosari, Kebobang, Plaosan, Plandi, Kluwut, Bangelan, Sumbertempur, dan Sumberdem.

Setiap desa mengirimkan 5 kader kesehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth. Selain itu, Puskesmas Wonosari yang punya motto Tela Kawi (Teliti Aman Kompeten berWawasan & berIntegritas) ini juga menghadirkan perawat desanya untuk mendampingi kader dalam pelatihan tersebut.

Peserta pelatihan kader SMARThealth berpose bersama di lobby lantai 2 Puskesmas Wonosari

Acara pelatihan ini dimulai setelah rombongan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memasuki Ruang Pertemuan pada pukul 09.00 WIB. Rombongan Dinkes tersebut berasal dari Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), yang terdiri atas Nur Ani Sahara, S,Kep.Ners, Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb, Kristina Dewi, A.Md.Keb, Candra Hernawan, S.Kom, Ulinati, S.IP, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Master of Ceremony (MC) Ririn Khasanah, S.Kep.Ners, perawat Desa Kebobang, mengawali dengan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan, dan terus dilanjutkan membacakan susunan acaranya.

Setelah itu, acara diteruskan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Ria Candra Puspita, A.Md.Kep, seorang perawat Desa Sumberdem, dengan hitungan birama 4/4.

Selesai menyanyikan lagu kebangsaan, MC mengajak kepada seluruh peserta pelatihan kader SMARThealth untuk berdoa sejenak menurut agamanya masing-masing, agar supaya kegiatan ini bisa berjalan lancar.

Sambutan Kepala Puskesmas Wonosari

Pukul 09.12 WIB acara berikutnya adalah sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) dr. Yusliha Dinia. Dalam sambutannya, Kapus mengatakan bahwa tujuan para kader diundang dalam pelatihan ini adalah dalam rangka penanganan masalah penyakit tidak menular (PTM).

Fokusnya kepada pembunuh nomor 1, yaitu penyakit kardiovaskular. Menurut Kapus, berbicara masalah penyakit kardiovaskular itu tidak terlepas dari penyertanya, seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke, atau gagal ginjal.

Mereka yang sakit itu umumnya dikarenakan pola hidup yang kurang sehat. Kemajuan zaman yang telah memanjakan manusia, menyebabkan mereka malas bergerak. Apa-apa serba dibantu peralatan yang serba otomatis. Pola makan yang tidak sehat juga turut andil bagi timbulnya penyakit tersebut.

“Masyarakat umumnya belum tahu batasan sehat. Mereka belum tahu pengukuran yang dikatakan sehat, seperti tekanan darah, gula darah maupun IMT,” kata Kapus dr. Yusliha kepada para kader

Peserta pelatihan menyimak materi Posbindu SMARThealth

Oleh karena itu, para kader kesehatan dihadirkan dalam pelatihan ini agar dibekali pengetahuan dalam pengukuran tersebut, dan sekaligus akan belajar melakukan skrining faktor risiko PTM dengan bantuan aplikasi eKader.

Usai memberikan sambutan, Kapus berkenan membuka pelatihan kader SMARThealth, dan kemudian waktu sepenuhnya diberikan kepada rombongan Dinkes yang akan memberikan pelatihan kepada para kader.

Namun sebelum memasuki materi pelatihan, acara diisi dengan sambutan dari Dinkes yang diwakili oleh staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners. Pada kesempatan itu, Nur Ani menerangkan bahwa dalam pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan kader kesehatan menjadi kader SMARThealth.

“Kita sudah melakukan advokasi kepada kepala desa, dan minta mengirimkan 5 kader untuk dilatih menjadi kader SMARThealth. Jadi, Anda yang dikrim ke sini ini merupakan duta desa, dan Puskesmas Wonosari merupakan yang ke-13 untuk pelatihan kader SMARThealth di tahun 2022 ini,” urai Nur Ani kepada kader dari 8 desa tersebut.

Usai memberikan sambutan, Nur Ani melanjutkan dengan memberikan materi dalam pelatihan ini. Materi yang dijelaskan kepada kader berjudul “Posbindu SMARThealth.” Diawali dengan pemutaran video tentang mewujudkan kampong cerdik sehat jantung melalui SMARThealth Sijaritung.

Instalasi aplikasi eKader dan cara melakukan input data

Terus baru masuk ke materi Posbindu SMARThealth. Nur Ani menjelaskan hal itu secara runtut, di mulai dari filosofi, impementasi hingga replikasi SMARThealth ke seluruh desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang secara bertahap.

Sehabis materi Nur Ani, acara diisi dengan senam peregangan ala Puskesmas Wonosari yang dipandu tayangan video dan dua perawat di depan. Peregangan ini dilakukan agar tercipta relaksasi bagi peserta pelatihan kader ini.

Pukul 10.412 WIB acara diteruskan dengan materi “Posbindu: Skrining Kesehatan Masyarakat” yang disampaikan oleh penanggung jawab PTM Puskesmas Wonosari, Sri Astutik, A.Md.Kep. Dalam materi itu, Sri Astutik memfokuskan pada penjelasan pengukuran yang akan digunakan dalam praktik pengukuran dalam skrining faktor risiko PTM, seperti IMT, tekanan darah, dan cek kadar gula darah.

Selesai materi Sri Astutik, acara langsung disambung dengan materi “Instalasi Aplikasi eKader” oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa Dinkes, Candra Hernawan, S.Kom. Pada kesempatan ini, Candra menjelaskan bagaimana melakukan instalasi aplikasi, dan mengoperasikan aplikasi tersebut untuk melakukan input data.

Praktik pengukuran alat kesehatan di Ruang Pertemuan Puskesmas Wonosari

Setelah memasuki pertanyaan perihal tekanan darah, kadar gula darah maupun tinggi/berat badan, para kader harus praktik melakukan pengukuran dulu, agar supaya input data dengan aplikasi eKader bisa berlanjut sampai tuntas.

Para kader kemudian melakukan praktik pengukuran kesehatan yang dipandu oleh perawat desanya masing-masing, dan didampingi oleh rombongan dari Dinkes tersebut. Rombongan Dinkes akan memantau jalannya praktik dengan alat kesehatan seperti dalam SMARThealth Kit nantinya.

Praktiknya dibagi di dua tempat karena keterbatasan kapasitas Ruang Pertemuan. Empat desa berada di Ruang Pertemuan, dan yang empat desa lagi berpraktik di lobby lantai 2 depan Ruang Pertemuan.

Hasil praktiknya sekaligus bisa diinputkan ke dalam aplikasi eKader yang tadi sempat terhenti karena kader belum melakukan pengukuran terlebih dahulu. Praktik itu memakan waktu sekitar 1 jam lebih 7 menit.

Praktik pengukuran dengan alat kesehatan di lobby lantai 2 Puskesmas Wonosari

Selesai berpraktik, perawat diajari oleh Candra untuk melihat bagaimana hasil input yang dilakukan oleh kader dapat dilihat di ePuskesmas pada saat itu juga. Selain itu, Candra juga mengajari bagian administrator ePuskesmas di Puskesmas Wonosari mengenai cara memaintenan data bridging.

Menjelang penutupan pelatihan, staf PTM Dinkes, Kristina Dewi, A.Md.Kep meminta waktu sebentar untuk menjelaskan perlakuan terhadap alat pengukuran kadar gula darah merek BeneChek yang akan digunakan kelak, seperti setiap membuka tabung (tube) strip harus segera ditutup kembali, karena kedap udara. Kemudian setiap mau menggunakan alat cek kadar gula harus memasukkan chip ke dalam alat tersebut, kalau tidak hasil pengukuran akan cenderung tinggi, dan terakhir, setiap kegiatan sebaiknya baterai di alat itu dilepas.

Acara pelatihan ini akhirnya ditutup oleh MC pada pukul 13.08 WIB dengan pantun:

Bunga mekar di perbukitan

Sawah luas di pedesaan

Terima kasih untuk perhatian

Mohon maaf untuk kesalahan. 

*** [211222]

Share:

Selasa, 20 Desember 2022

Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi AREEMA untuk Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Malang

Menjelang penghujung tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melaksanakan Pertemuan Refreshing Kader Posbindu SMARThealth dalam pemantauan kasus COVID komorbid PTM di Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall yang terletak di Jalan Panglima Sudirama No. 5 Dusun Ketawang RT 03 RW 01 Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (20/12/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pengelola Program Surveilans dan PTM Keswa Puskesmas Sumberpucung dan Wagir serta kader SMARThealth dan kasehatan lainnya dari empat desa, yaitu Pandanrejo, Parangargo, Jatiguwi, dan Senggreng.

Dalam pertemuan refreshing kader ini, juga sekalian diadakan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi AREEMA untuk Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Malang, yang ke depannya akan ada implementasi survey baseline SMARThealth COVID-19 dan Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA) di empat desa tersebut.

Usai buka pertemuan refreshing kader, Kadinkes berpose bersama peserta

Acara kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, dua menit setelah kedatangan Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijono, M.M.Kes menuju ke podium bersama Team Leader SMARThealth UB, Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D.

Master of Ceremony (MC) Gatot Sujono, S.ST., M.Pd mangayubagya dengan ucapan selamat datang kepada hadirin, dan terus membacakan susunan acara dalam kegiatan ini. Setelah itu, hadirin dimohon berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars GERMAS yang dipandu oleh asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Seksi PTM dan Keswa, Ulinati, S.IP, sebagai dirigennya.

Selesai menyanyikan dua lagu, acara berikutnya adalah sambutan dan pembukaan oleh Kadinkes. Dalam sambutannya, Kadinkes  mengatakan bahwa dalam tantangan di masa pandemi COVID-19 ini, adalah adanya kasus kesakitan dan kematian akibat terpapar virus COVID-19 dengan komorbid penyakit tidak menular (PTM).

Data di Dinkes memperlihatkan, sampai dengan 7 Desember 2022, kasus terkonfirmasi COVID-19 ada 28.024 di mana kasus sembuhnya berjumlah 26.807 orang, dan kasus meninggal sebanyak 1.077 orang.

Sambutan Kadinkes dalam pertemuan refreshing kader di Grand Kajuruhan Resort Hotel & Convention Hall Kepanjen

Mengenai angka kematian yang diakibatkan komorbid PTM terdiri atas Diabetes Mellitus 15%, Hipertensi 6%, Penyakit Jantung 5%, dan PPOK 1%. Tingginya kasus kematian komorbid PTM ini, perlu ada upaya pengendalian dan penanganan kasus yang optimal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dasar dan lanjutan dengan salah satu program inovasi SMARThealth.

“Dulu COVID-19 datang grudukan, dan sekarang masih muncul. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui Long COVID-19,” kata Kadinkes dihadapan kader kesehatan dari empat desa.

Lebih lanjut, Kadinkes Wiyono, menambahkan, “Kita berkumpul di sini dalam rangka pengendalian. Empat desa ini akan berlatih aplikasi AREEMA, pertama di Indonesia, dan survey baseline SMARThealth COVID-19.”

Akhirnya dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, Pertemuan Refreshing Kader Posbindu SMARThealth dalam pemantauan COVID Komorbid PTM di Kabupaten Malang Tahun 2022” secara resmi dibuka dan dimulai pelaksanaannya.

Tim RISPRO DIPI jelaskan kuesioner Survey Baseline SMARThealth COVID-19

Turun dari podium, Kadinkes berkenan melakukan foto bersama dengan peserta pertemuan, dan sepeninggal Kadinkes dari Kanjuruhan Convention Hall, dilakukan pretest terlebih dahulu. Dalam pretest itu, Tim SMARThealth UB menggunakan kuesioner kader yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku kader serta peran mereka dalam pencegahan COVID-19.

Selanjutnya sebelum memasuki pembahasan survey baseline SMARThealth COVID-19 dan aplikasi AREEMA, terlebih dahulu acara diisi dengan tiga pemaparan materi dari Dinkes, yaitu Pelaksanaan Penanganan Kasus COVID-19 Satuan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Malang, Program SMARThealth Sebagai Upaya Pengendalian Pencegahan Kesakitan Dan Kematian Akibat Komorbid PTM Kasus COVID-19 Di Kabupaten Malang Tahun 2022, dan Pencegahan Dan Penanganan COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Materi  Pelaksanaan Penanganan Kasus COVID-19 Satuan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Malang disampaikan oleh Sub Koordinator Substantif Surveilans dan Imunisasi, Sujatno, S.T. Materi Program SMARThealth Sebagai Upaya Pengendalian Pencegahan Kesakitan Dan Kematian Akibat Komorbid PTM Kasus COVID-19 Di Kabupaten Malang Tahun 2022 dijelaskan oleh Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, dan materi dan Pencegahan Dan Penanganan COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Malang disampaikan oleh staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns.

Usai ishoma, acara diisi dengan pembahasan perihal SMARThealth COVID-19 yang akan diujicobakan di empat desa intervensi, yaitu Pandanrejo, Parangargo, Jatiguwi, dan Senggreng. Ada tiga materi yang disampaikan dalam pertemuan ini.

Pertemuan refreshing kader dari 4 desa: Pandanrejo, Parangargo, Jatiguwi, dan Senggreng

Materi pertama mengenai Pemilihan Responden yang diterangkan oleh perwakilan Tim SMARThealth UB yang terlibat dalam Tim RISPRO DIPI. Kemudian materi mengenai Kuesioner Survey Baseline SMARThealth COVID-19 oleh Rindi Ardika Melsalasa Saputri yang juga salah seorang Tim RISPRO DIPI.

Sementara itu, untuk materi Pengenalan Aplikasi AREEMA dipresentasikan oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa, Candra Hernawan, S.Kom yang juga dibantu oleh Achwan Sarwono, staf Evapor Dinkes yang juga ikut serta dalam Tim RISPRO DIPI.

Acara pertemuan refreshing kader di Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall ini ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Malang, Tri Awignami Astoeti, SKM, M.M.Kes pada pukul 15.07 WIB. *** [201222]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 13 Desember 2022

Pelatihan Kader SMARThealth Kecamatan Kalipare

Dengan memanfaatkan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan), Puskesmas Kalipare mengadakan kegiatan pelatihan kader SMARThealth se-Kecamatan Kalipare di Ruang Aula Puskesmas Lantai 2 yang berada di Jalan Raya Kalipare No. 210 Dukuh Krajan RT 09 RW 04 Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (13/12/2022).

Kegiatan ini diikuti kader kesehatan yang berasal dari 9 desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kalipare, yang meliputi Kalipare, Sumberpetung, Putukrejo, Tumpakrejo, Kaliasri, Kalirejo, Arjosari, Arjowilangun, dan Sukowilangun. 

Setiap desa mengirimkan 5 orang kader kesehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth, dan ditambah dengan menghadirkan 1 orang tenaga kesehatan (nakes) dari 9 desa tersebut untuk mendampingi kadernya masing-masing dalam pelatihan itu.

Sambutan dan pembukaan oleh Kapus Kalipare didampingi Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang

Acara kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB selepas rombongan dari Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memasuki Ruang Aula Puskesmas. Rombongan Dinkes tersebut terdiri dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa, Koordinator PTM, staf IT Seksi PTM dan Keswa, asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Seksi PTM dan Keswa, serta perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Diawali dengan Master of Ceremony (MC) Eni Roihatul, A.Md.Kep, perawat Desa Putukrejo, mengucapkan selamat datang kepada hadirin, dan membacakan susunan acara yang akan dilalui dalam pelatihan ini.

Setelah itu diteruskan dengan berdoa terlebih dahulu, yang dipandu oleh MC. Kemudian menyusul dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars GERMAS yang dipimpin oleh dirigen Ayu Candra, A.Md.Gz, seorang Nutrisionis Puskesmas Kalipare, dengan birama 4/4.

Peserta pelatihan yang diikuti 45 kader dari 9 desa di Kecamatan Kalipare

Usai menyanyikan dua lagu, acara berikutnya disambung dengan sambutan dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Dalam sambutannya, Paulus mengatakan bahwa penyakit tidak menular (PTM) tiap tahun terus meningkat. Kebijakan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kita harus memperkuat skrining.

“Kita perlu deteksi dini. Di Kalipare ada 41 ribu usia produktif, dan baru terskrining sebanyak 4%. Dari yang  terskrining itu pun masih terbatas pengobatannya. Yang tidak berobat dikawatirkan mengalami kesakitan atau kecacatan karena risiko PTM yang dihadapinya,” ujar Paulus Gatot.

Lebih lanjut, Paulus pun menambahkan, “Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan kader keehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth agar bisa membantu perawat desa dalam melakukan skrining.”

Koordinator PTM Dinkes beri materi tentang Posbindu SMARThealth

Sehabis Paulus, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Kalipare Endah Pujiati, S.ST., M.Kes. Pada kesempatan itu, Kapus Endah menerangkan bahwa 45 kader dari 9 desa yang ada di Kecamatan Kalipare ini dihadirkan di sini, untuk dilatih menjadi kader SMARThealth.

“Kader SMARThealth nanti akan mampu membantu perawat desa dalam melakukan skrining PTM berbasis aplikasi eKader. Sehingga kader nantinya tidak perlu mencatat di buku lagi. Saya berharap usai pelatihan hari ini, kader sudah bisa melakukan skrining di desanya masing-masing,” jelas Kapus Endah.

Setelah memberi sambutan, Kapus Endah langsung membuka acara pelatihan ini, dan kemudian Kapus meninggalkan tempat karena masih ada tugas yang harus dikerjakan. Waktu sepenuhnya diserahkan Dinkes yang akan memberikan pelatihan tersebut.

Salah seorang perawat desa jelaskan penggunaan alat cek kadar gula darah

Materi pertama dalam pelatihan tersebut disampaikan oleh Koordinator PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners dengan judul “Posbindu SMARThealth.” Namun sebelum menginjak materi, Nur Ani terlebih dahulu memutarkan video yang bertitel “Mewujudkan Kampung Cerdik Sehat Jantung Melalui SMARThealth Sijaritung.”

Pemutaran video ini bertujuan, agar supaya kader yang mengikuti pelatihan ini mendapat gambaran mengenai apa saja yang akan dijalankan setelah pelatihan hari ini. Nur Ani berusaha mula-mula memotivasi kader sebelum ke materi.

Memasuki materi, Nur Ani berusaha mengupas tuntas apa itu Posbindu SMARThealth. Mulai dari filosofisnya hingga nantinya melakukan skrining kepada warga usia produktif yang ada di desanya masing-masing.

Staf IT Seksi PTM dan Keswa beri materi Instalasi Aplikasi eKader dan cara melakukan input data

“Kader SMARThealth menemukan indikasi hipertensi, kencing manis, kolesterol, dan membawanya ke tenaga kesehatan,” urai Nur Ani dihadapan peserta pelatihan.

Selepas materi pertama, Nur Ani meminta perawat/bidan desa yang mendampingi kadernya untuk membentuk kelompok guna melakukan praktik pengukuran kesehatan, seperti pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah/kolesterol.

Setiap kader diharuskan menerangkan alat kesehatan (alkes) yang digunakan terlebih dahulu baru kemudian memberikan contoh dalam menggunakan alkes tersebut atau melakukan pengukuran tensi dan cek kadar gula darah/kolesterol. Setiap kader harus mencoba satu persatu, dan hasilnya nanti akan digunakan untuk praktik input data dengan aplikasi eKader setelah ini.

Asisten IT SMARThealth secara proaktif mendampingi kader yang mengalami kesulitan dalam instalasi dan input data dengan eKader

Instalasi aplikasi eKader maupun cara melakukan input data skrining diajarkan oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa Dinkes, Candra Hernawan, S.Kom. Kemudian kader juga harus mempraktikkannya dengan skrining hasil pengukuran mereka masing-masing dalam praktik pengukuran kesehatan sebelumnya.

Acara pelatihan kader ini selesai pada pukul 12.28 WIB dengan closing statement dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa. Dalam closing statement, Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa mengingatkan kembali kepada kader peserta pelatihan.

“Selain bisa melakukan skrining PTM terhadap warga, kader nantinya juga bisa melakukan edukasi dengan bantuan aplikasi eKader, yang intinya PTM itu banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Sehingga pola gaya hidup harus senantiasa diperhatikan. Ojo kakehan polah,” tutup Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa. *** [131222]  

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 01 Desember 2022

Pertemuan Refreshing Kader Posbindu PTM UPT Puskesmas Singosari Tahun 2022

Begitu rombongan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tiba pada pukul 09.31 WIB, pertemuan refreshing kader Posbindu PTM UPT Puskesmas Singosari langsung dimulai. Kegiatan itu diadakan di Ruang Rapat/Aula Puskesmas Singosari Lantai 2 yang beralamatkan di Jalan  Tohjoyo Gang 3 No. 1 RT 07 RW 06 Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (01/12/2022).

Rombongan Dinkes itu terdiri dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) bersama dua staf PTM, asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Seksi PTM dan Keswa, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Master of Ceremony (MC) Setiasih Agustina, A.Md.Keb, bidan Desa Gunungrejo, menyambut dengan ucapan selamat datang kepada rombongan Dinkes setelah memasuki Ruang Rapat/Aula, dan mempersilakan duduk di tempat yang telah disediakan.

Peserta refreshing kader Posbindu PTM berpose bersama rombongan Dinkes dan panitia dari Puskesmas Singosari

Acara pun kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh dr. Yuanita Faradiba, seorang dokter fungsional Puskesmas Singosari, dengan tema “Penyakit Tidak Menular.” Dr. Fara ini sudah familiar dengan SMARThealth, kerena sebelum pindah ke Puskesmas Singosari, ia sudah turun lapangan menjalankan program SMARThealth semasa  masih di Puskesmas Wagir.

Dalam paparannya, dr. Fara menjelaskan secara gamblang perihal penyakit tidak menular (PTM). Diawali dengan kasus PTM yang semakin meningkat setiap tahunnya yang menyalip kasus penyakit menular, macam-macam PTM, prevalensi hingga upaya deteksi dini.

Usai pemaparan materi PTM, acara berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua yang diuraikan oleh staf PTM Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ns, dengan judul “Posbindu SMARThealth.” Sambil menunggu penyiapan materi oleh Tim Operator Puskesmas Singosari, acara diisi dengan pengatar dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.

“Kemarin Kepala Puskesmas Singosari berangkat menuju ke Cianjur untuk tugas relawan. Ini pekerjaan yang mulia. Hari ini ibu-ibu yang hadir di Aula ini juga dalam rangka tugas mulia menjadi kader yang akan melayani masyarakat dalam hal kesehatan,” urai Paulus dihadapan peserta pertemuan refreshing kader Posbindu PTM Tahun 2022.

Dokter fungsional Puskesmas Singosari beri materi tentang penyakit tidak menular

Selesai pengantar dari Sub Koordinator Subtantif PTM dan Keswa, pemaparan materi kedua dimulai. Pada kesempatan itu, Bastamil menerangkan bahwa kehadiran ibu-ibu di Puskesmas Singosari ini akan dilatih menjadi kader SMARThealth yang nantinya mampu melakukan deteksi dini dan sekaligus input data dengan aplikasi eKader.

Sesungguhnya, tambah Bastamil, SMARThealth ini sejalan dan mendukung program pemerintah, yaitu Posbindu PTM dalam memperbaiki tata kelola pencegahan penyakit jantung. Program SMARThealth semula diadakan di 4 desa intervensi dan 4 desa kontrol.

Hasilnya cukup baik, berbasis data dengan bantuan teknologi android, dan adanya pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan terlatih (kader SMARThealth) yang mampu membantu petugas kesehatan di desa untuk melakukan deteksi dini dengan skrining faktor risiko PTM.

Hasil ini kemudian menjadi landasan Bupati Malang untuk melakukan replikasi SMARThealth ke semua desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang secara bertahap, dan tahun ini merupakan jadwalnya Puskesmas Singosari dalam melakukan replikasi SMARThealth.

Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Dinkes beri pengantar dalam pelatihan kader

Sehabis itu, acara diisi dengan praktik pengukuran dan pemeriksaan PTM. Acara ini dipandu oleh petugas kesehatan yang ada dengan didampingi oleh Dinkes Kabupaten Malang. Dalam sesi praktik yang diiukti peserta dari 2 kelurahan (Pagentan, Candirenggo) dan 7 desa (Banjararum, Watugede, Tunjungtirto, Purwoasri, Klampok, Langlang, Gunungrejo) ini dibagi dua kelompok lantaran keterbatasan aula yang hanya berukuran 21,5 m².

Kelompok 1 berpraktik di Ruang Rapat/Aula, dan kelompok 2 menempati lobby yang berada di depan Ruang Rapat/Aula maupun Ruang Kepala Puskesmas dengan cara lesehan memakai tikar yang telah disediakan pihak Puskesmas Singosari.

Kelompok 1 ini dipandu oleh Moch Faiz Heryoto, A.Md.Kep (perawat Desa Tunjungtirto), Septian Angga P., A.Md.Kep (perawat Desa Purwoasri), dan Lutfita Nur Rahmi, A.Md.Kep (Sub Koordinator P2 PTM Puskesmas Singosari).

Sementara itu, kelompok 2 dibimbing oleh Diah Ayu Rahmawati M., SKM (Koordinator Pelayanan Promkes Puskesmas Singosari) dan Dian Rachmatina, A.Md.Kep (perawat Desa Gunungrejo).

Nakes berikan penjelasan cara pengukuran dan pemeriksaan di Ruang Rapat/Aula

Pada praktik itu, para petugas kesehatan (nakes) mengenalkan SMARThealth Kit yang akan digunakan oleh kader SMARThealth selepas pelatihan ini. Setelah itu dilanjutkan dengan bagaimana cara mengoperasikan alat kesehatan (alkes) tersebut secara tepat dan benar.

Baru kemudian, nakes akan memberikan contoh penggunaan alkes kepada peserta pertemuan refreshing kader Posbindu PTM ini. Dalam memberikan contoh itu, nakes juga sekaligus mengajarkan nilai normal dalam pengukuran IMT, hipertensi, dan kadar gula darah.

Usai memberikan contoh, semua peserta diminta untuk berpraktik satu persatu seperti apa yang telah dicontohkan oleh nakes tadi. Karena hasil praktiknya ini nanti yang bakal digunakan untuk praktik selanjutnya, yaitu melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eKader.

Usai praktik pengukuran dan pemeriksaan kesehatan, semua peserta diminta untuk masuk kembali ke Ruang Rapat/Aula. Acara berikutnya adalah penyampaian materi mengenai instalasi dan cara pengoperasian aplikasi eKader untuk melakukan input data hasil skrining faktor risiko PTM.

Nakes berikan penjelasan pengukuran dan pemeriksaan di lobby secara lesehan

Penjelasan ini disampaikan oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa Dinkes, Candra Hernawan, S.Kom. Kemudian dalam praktik aplikasi eKader, semua rombongan Dinkes terlibat untuk mendampingi kader yang masih belum mengerti, termasuk perwakilan Tim SMARThealth yang sambil dokumentasi juga turut menemani kader dalam berpraktik aplikasi eKader.

Acara pertemuan refreshing kader Posbindu PTM menjadi kader SMARThealth ini selesai pada pukul 12.36 WIB, dan ditutup langsung oleh Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. *** [011222]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 23 November 2022

Refreshing Kader Posbindu SMARThealth Berbasis Aplikasi eKader di Puskesmas Lawang

Refreshing kader posbindu adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan dan skill kader, baik teknis maupun administratif. Hari ini, Rabu (23/11/2022), Puskesmas Lawang melaksanakan refreshing kader Posbindu menuju Posbindu SMARThealth.

Kegiatan refreshing kader ini diikuti oleh kader kesehatan dari 10 desa dan 2 kelurahan yang ada dalam wilayah kerja Puskesmas Lawang. Kesepuluh desa itu meliputi Bedali, Ketindan, Turirejo, Wonorejo, Srigading, Sidoluhur, Sidodadi, Mulyoarjo, Sumberngepoh, dan Sumberporong. Sementara itu, dua kelurahannya, terdiri dari Lawang dan Kalirejo.

Setiap desa maupun kelurahan mengirimkan masing-masing lima orang kader kesehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth. Selain itu, Puskesmas Lawang juga menghadirkan perawat desa/kelurahannya untuk mendampingi para kadernya dalam mengikuti refreshing kader tersebut.

Dokter fungsional wakili Kepala Puskesmas Lawang buka acara refreshing kader

Acara dimulai pada pukul 09.09 WIB setelah rombongan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, tiba di Ruang Pertemuan Puskesmas Lawang yang terletak di Jalan Raya Sumberwaras RT 18 RW 08 Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Rombongan Dinkes itu diwakili oleh Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), yang terdiri dari Kristina Dewi, A.Md.Keb, Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners, Candra Hernawan, S.Kom, Ulinati, S.IP, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Acara refreshing ini dibuka oleh dokter fungsionalis Puskesmas Lawang, drg. Shepta Rina Mufidah, mewakili Kepala Puskesmas Lawang yang tidak bisa hadir karena sedang ada akreditasi di Hotel Savana, Malang.

Setelah dibuka, acara berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners dengan judul “Posbindu SMARThealth.” Dalam paparannya itu, Bastamil menjelaskan perjalanan program SMARThealth di Kabupaten Malang yang diawali dengan pilot project di 4 desa intervensi dan 4 desa kontrol dari tahun 2016 hingga 2018.

Suasana refreshing kader di Ruang Pertemuan Puskesmas Lawang

Kemudian pemantapan di 2 desa intervensi, dan hasilnya mendapat apresiasi dari Bupati Malang. Karena hasilnya yang baik dalam skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dengan memberdayakan kader kesehatan yang berbasis aplikasi, maka Bupati Malang kemudian berkenan untuk melakukan replikasi ke semua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Malang secara bertahap.

“Tahun 2022 ini merupakan jadwal replikasi SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Lawang, dan hari ini merupakan pelatihan kader Posbindu SMARThealth berbasis aplikasi eKader di Kecamatan Lawang,” terang Bastamil.

Lebih lanjut, Bastamil mengatakan bahwa hari ini kader akan dilatih mengoperasikan SMARThealth Kit secara benar, dan sekaligus belajar skrining faktor risiko PTM dengan menggunakan aplikasi eKader.

“Skrining itu mencari dan menemukan,” tambah Bastamil. Jadi, nanti setelah mendapat pembekalan dalam pelatihan kader Posbindu SMARThealth ini, kader akan bisa berjalan melakukan skrining door to door maupun pas ada giat Posbindu PTM di desanya masing-masing.

Usai paparan materi pertama, kemudian dibentuk 5 kelompok dari 10 desa dan 2 kelurahan. Kemudian perawat desa/kelurahan mendampinginya untuk mulai berpraktek menggunakan SMARThealth Kit.

Seorang perawat desa mendampingi kadernya dalam berlatih pengecekan gula darah

Setelah praktek beberapa menit, banyak kader yang meminta untuk diberikan contoh terlebih dahulu di depan. Lalu, perawat Desa Sumberngepoh Ria berusaha maju ke depan untuk menjelaskan terlebih dahulu cara penggunaan SMARThealth Kit secara benar, termasuk cara memperlakukan alat kesehatan tersebut agar tetap optimal.

Pada penjelasan itu, perawat Desa Sumberngepoh juga dibantu oleh staf PTM Kristina Dewi, A.Md.Keb dan Sub Koordinator P2PTM Puskesmas Lawang, Eny Triana, A.Md.Kep. Mereka menerangkan cara melakukan pengukuran tinggi/berat badan dan lingkar perut. Kemudian melakukan pengukuran tekanan darah, dan terakhir pengecekan kadar gula darah.

Setelah kader mulai paham cara menggunakan dan mengoperasikannya, mereka lalu berusaha mendemokan sendiri. Setiap kader harus mencoba sendiri-sendiri agar supaya nanti ketika bertugas melakukan skrining faktor risiko PTM dari rumah ke rumah sudah tidak canggung lagi.

Setelah demo SMARThealth Kit, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa Candra Hernawan, S.Kom. Pada kesempatan ini, Candra mengajarkan cara melakukan instalasi aplikasi eKader dan sekaligus melakukan input data dengan memakai aplikasi tersebut.

Perawat desa berpose bersama rombongan Dinkes

Setiap kader yang telah melakukan skrining faktor risiko PTM sendiri-sendiri tatkala demo SMARThealth Kit, dipersilakan melakukan input data dengan aplikasi eKader. Dalam input data ini, rombongan Dinkes dan Tim SMARThealth UB berkeliling ruang pertemuan untuk mendampingi kader.

Acara refreshing ini ditutup oleh Sub Koordinator P2PTM Puskesmas Lawang pada pukul 11.52 WIB setelah kader mempraktekkan semua yang diajarkan dalam Refreshing Kader Posbindu SMARThealth Berbasis Aplikasi eKader.

Pulangnya, semua kader mendapatkan buku Panduan Posbindu PTM sebagai pegangan dalam menyelenggarakan Posbindu PTM dengan baik dan benar di setiap desa/kelurahannya sendiri-sendiri. *** [231122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 18 April 2022

Uji Coba AREEMA Hari Kedua Di Hotel Bintang Empat Kepanjen

Implementasi uji coba AREEMA hari kedua dilaksanakan pada hari Senin (18/04/2022) di Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall, sebuah hotel kelas bintang empat yang terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 5 Dusun Ketawang RT 03 RW 01 Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang,Provinsi Jawa Timur.

Sesuai surat undangan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bernomor 005/1913/35.07.103/2022, peserta pertemuan periode dua ini diikuti oleh 96 kader dari perwakilan 48 desa yang ada di wilayah kerja empat Puskesmas. Kader tersebut terdiri dari 14 kader dari 7 desa di Puskesmas Gondanglegi; 24 kader dari 12 desa di Puskesmas Pakisaji; 24 kader dari 12 desa di Puskesmas Wagir, dan 34 kader dari 17 desa di Puskesmas Turen. Setiap desa mengirimkan 2 orang kadernya.

Foto Staf Seksi PTM dan Tim SMARThealth UB

Sedianya acara ini terjadwal pada Jumat (15/04/2022) tapi karena berbenturan dengan Hari Paskah Jumat Agung maka pelaksanaannya diundur pada hari Senin ini. Sementara uji coba AREEMA hari pertama digelar pada hari Kamis (14/04/2022) di Convention Hall yang sama dengan nama lengkap pertemuannya adalah Diseminasi dan Sosialisasi Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA) Untuk Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Malang

AREEMA dirancang secara terintegrasi yang mampu menghubungkan skrining gejala COVID-19 berbasis masyarakat yang dilakukan oleh kader kesehatan terlatih yang terhubung dengan aplikasi Dokter dan Dinas Kesehatan sehingga proses monitoring dan perawatan berjalan berkesinambungan. Kesinambungan siklus ini penting, tidak hanya dalam upaya memperbaiki penanganan COVID-19 juga dalam memperbaiki sistem pelayanan kesehatan sehingga mampu menghubungkan upaya preventif dan kuratif lebih baik.

Peserta Diseminasi dan Sosialisasi AREEMA di Convention Hall Hotel Grand Kanjuruhan Kepanjen

Pada uji coba AREEMA ini, kader SMARThealth dipandu oleh staf IT Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Kabupaten Malang, Candra Hernawan, S.Kom. Dalam praktek itu, Candra juga dibantu oleh staf-staf PTM lainnya, dan dua mahasiswi yang magang di Dinkes Kabupaten Malang.

Pada latihan ini tadi, kader SMARThealth mencoba untuk melakukan uji coba penggunaan AREEMA. Dari jumlah kader yang hadir, terdapat 9 orang yang berhasil melakukan input hingga selesai, dan sisanya menjumpai berbagai kendala, seperti ada yang belum instal karena belum dikirim usernamenya, ada yang gagal login, dan ada yang hanya muyer-muyer saja.

Kader SMARThealth sedang mempraktekkan Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA)

Tujuan uji coba ini agar supaya aplikasi yang dikembangkan oleh Universitas Brawijaya (UB) ini bisa segera diperbaiki (fix), sehingga pada saat launching nanti, Aplikasi Screening Mandiri ini sudah bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Selain uji coba AREEMA, dalam pertemuan ini sekaligus juga dilakukan refreshing kader SMARThealth untuk peningkatan kapasitas kader. Peningkatan kapasitas kader SMARThealth ini diisi dengan pemaparan materi perihal: Gambaran Situasi COVID-19 Kabupaten Malang Dan Peran Kader Dalam Pengendalian Penyakit COVID-19, Monev Skrining Kader SMARThealth Tahun 2021, dan Posbindu SMARThealth di Era New Normal.

Kader SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji

Dalam materi 1, “Gambaran Situasi COVID-19 Kabupaten Malang Dan Peran Kader Dalam Pengendalian Penyakit COVID-19”, disampaikan oleh Rizky Corniawan, S.Kep.Ns., staf Surveilans Dinkes.

Dalam paparan itu, Rizky mengatakan bahwa kader SMARThealth cocok untuk menjadi tim tracing. Hal ini karena mereka sudah dilatih secara intensif, dan sekaligus menguasai wilayahnya. Kita masih level 2 karena masih terkendala masalah tracing.

Kader SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Wagir

Sementara itu, dalam materi 2 tentang Monev Skrining Kader SMARThealth Tahun 2021, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, Kasi PTM dan Keswa Dinkes, menyoroti masih rendahnya capaian skrining yang dilakukan oleh kader SMARThealth yaitu 5,3% dari target usia 15 tahun ke atas sebanyak 550.813 orang di 11 Puskesmas.

Sedangkan pemateri 3, Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns,  staf PTM Dinkes, mengupas masalah Posbindu SMARThealth di Era New Normal. Namun sebelum memberikan materi, Nur Ani memperkenalkan kader SMARThealth lawas dari empat desa pilot project (2016-2018): Sidorahayu, Karangduren, dan Sepanjang, untuk sharing pengalamannya kepada kader SMARThealth yang baru dari desa lain.

Kader SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Gondanglegi

Mereka pun saling berceritera pengalamannya menjadi kader SMARThealth. Mulai dari mengejar target yang harus diskrining secara door to door, pantang menyerah bila ditolak, mengunjungi warga yang lumpuh atau tua, pengadaan alat habis pakai sendiri, hingga peran kader SMARThealth dihargai oleh perangkat desa yang berbuah pada dukungan desa kepada kader SMARThealth. Contohnya, adalah kader SMARThealth Desa Sidorahayu dibelikan Tablet Android terkini untuk kadernya dan sekaligus mendapat subsidi pulsa data sebesar 6 Gigabyte per bulannya melalui dana desa.

Kemudian kader SMARThealth lawas asal Kelurahan Kepanjen diminta Nur Aini untuk menceriterakan mengenai pemantauan minum obat (PMO) bagi warga yang telah terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) untuk hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

Kader SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas Turen

Selain pemaparan materi, kader SMARThealth diajak senam ice breaking dinamika 2017, tebak gambar kota di Indonesia, pretest maupun post-test. Yang berhasil menebak gambar kota maupun mendapatkan nila tertinggi dari pretest atau post-test, kader SMARThealth akan mendapatkan doorprize dari Dinkes Kabupaten Malang.

Acara pertemuan Diseminasi dan Sosialisasi Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA) Untuk Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Malang ditutup secara resmi oleh Kasi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang pada pukul 12.43 WIB, dan dilanjutkan dengan foto bersama. *** [180422]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 14 April 2022

Diseminasi Dan Sosialisasi AREEMA Dalam Refreshing Kader SMARThealth Di Hotel Grand Kanjuruhan Kepanjen

Pagi ini, Kamis (14/04/2022), cuaca cukup cerah. Sepeda motor maupun mobil rental kader SMARThealth dari 48 desa dalam wilayah kerja 7 Puskesmas di Kabupaten Malang memasuki halaman Grand Kanjuruhan Resort Hotel & Convention Hall yang berada di Jalan Panglima Sudirman No. 5 Dusun Ketawang RT 03 RW 01 Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Sesuai surat undangan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bernomor 005/1913/35.07.103/2022, perwakilan kader SMARThealth menghadiri pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader Posbindu SMARThealth Dalam Era Pandemi COVID-19 dalam rangka pemantapan replikasi program SMARThealth di Kabupaten Malang, atau biasa disebut dengan refreshing kader SMARThealth.

Ada 96 kader SMARThealth memasuki Convention Hall Hotel Grand Kanjuruhan bagian belakang. Kader tersebut terdiri dari 26 orang dari 13 desa di Puskesmas Wajak; 12 orang dari 6 desa di Puskesmas Dampit; 12 kader dari 6 desa di Puskesmas Pamotan; 14 orang dari 7 desa di Puskesmas Sumberpucung; 14 orang dari 7 desa di Puskesmas Ketawang; 16 orang dari 8 desa di Puskesmas Gedangan; dan 2 orang dari kelurahan Kepanjen di wilayah kerja Puskesmas Kepanjen.

Team Leader SMARThealth UB dan Seksi PTM Dinkes Kabupaten Malang

Ruang Convention Hall dipenuhi aneka warna-warni pakaian yang dikenakan oleh kader SMARThealth, ada yang memakai pakaian warna putih, hijau muda, batik dengan dominasi warna merah, kuning, coklat muda, biru, abu-abu maupun hitam. 

Warna putih Convention Hall bertemu dengan warna-warni seragam kader SMARThealth dari desanya masing-masing, sehingga suasana di dalam Convention Hall hotel bintang 4 ini menjadi semarak.

Sambil menunggu pemateri 1 datang, kader SMARThealth yang memenuhi Convention Hall diberikan quiz pretest terlebih dahulu dari Dinkes. Caranya dengan mengunduh link yang ditayangkan di dua layar yang dipasang di depan. Setiap link hanya muat untuk 25 kader saja, sehingga dari jumlah kader yang hadir disediakan 4 link.

Team Leader SMARThealth UB, Dinkes, dan kader SMARThealth

Acara pertemuan dimulai pada pukul 08.47 WIB dengan diawali pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Zahira Syalwa Regita Amada, seorang mahasiswi magang Kesma Universitas Negeri Malang di Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes.

Ara, nama panggilan untuk MC itu, memulai dengan mengucapkan selamat datang kepada semua peserta refreshing kader SMARThealth, dan diteruskan dengan pembacaan susunan acara. Acara pertama diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen bernama Ulinati. Ia mantan mahasiswi magang di Seksi PTM dan Keswa dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Selesai itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tri Awignami Astoeti, SKM, M.M. Kes. Dalam sambutannya, Kabid P2P menjelaskan bahwa pertemuan ini untuk peningkatan kapasitas kader dan sekaligus untuk evaluasi. Dalam bahasa umumnya sering disebut dengan refreshing kader.

Pemaparan materi pertama oleh staf surveilans P2P Dinkes Kabupaten Malang

Perlu diketahui bahwa kematian yang diakibatkan sakit jantung dan stroke di Kabupaten Malang ada sekitar 6000an. Ini angka yang cukup tinggi. Dulu sakit jantung dianggap keren dan bangga, karena mereka yang terkena penyakit itu dianggap orang yang banyak duit. Namun, kondisi sekarang sakit jantung sudah merambah kaum miskin juga.

Oleh karena itu, peran kader SMARThealth dalam deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular sangatlah penting. Sebagai kader, jangan ingin disanjung atau mengharapkan dapat duit, nanti malah melemahkan mental kita. Kemudian diakhir sambutannya, Kabid P2P membuka acara pertemuan ini dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim.

Usai sambutan Kabid P2P, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Team Leader SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D. Pada kesempatan itu, Sujarwoto merasa senang bisa bertemu kembali dengan kader SMARThealth.

Pemaparan materi 2 oleh Kasi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang

Selain mendoakan bagi kesehatan dan kebahagian kader, Sujarwoto juga menjelaskan pentingnya refreshing kader. Menurutnya, refreshing berasal dari bahasa Inggris yang berarti penyegaran. Kehadiran kader di sini akan disegarkan dengan wawasan baru yang akan membuat kader menjadi bertambah ilmu maupun ketrampilannya. Di sini kader akan diperkenalkan dengan Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA).

Setelah itu, dilakukan foto bersama antara Dinkes, Team Leader SMARThealth UB, dan kader SMARThealth. Kemudian diteruskan dengan mengisi pretest lagi oleh kader SMARThealth yang tadi sempat terhenti.

Rampung pretest, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi 1 oleh Rizky Corniawan, S.Kep., Ns, staf surveilans Dinkes, dengan mengambil judul “Gambaran Situasi COVID-19 Kabupaten Malang dan Peran Kader dalam Pengendalian Penyakit COVID-19.”

Pemaparan materi 3 oleh staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Dalam paparannya, Rizki menerangkan apa itu virus Corona, berapa lama masa inkubasi COVID-19, bagaimana cara COVID-19 menyebar, apa saja gejalanya, pasien konfirmasi, situasi level PPKM, kasus harian, kasus aktif, kesembuhan, meninggal, sebaran kasus, bed occupancy rate, ketersediaan tempat tidur RS Rujukan, strategi penanggulangannya, aplikasi new all record (NAR), alur pencatatan dan pelaporan aplikasi NAR, kriteria wilayah, alur pemeriksaan, target dan indikator pencapaian, alur pelacakan kontak, bagaimana menentukan kontak erat, manajemen pelacakan kontak, serta tugas dan fungsi tracer.

10.22 WIB acara diisi dengan pemaparan materi 2 oleh Paulus Gatot Kusharyanto, SKM dengan judul “Monev Skrining Kader SMARThealth Tahun 2021.” Dalam paparannya, Paulus melakukan evaluasi kader SMARThealth dengan menampilkan capaian skrining kader SMARThealth pada tahun 2021 diambil hasil input eKader.

Dari sini, Dinkes akan tahu kader mana saja tingkat capaiannya tinggi dan rendah. Dari situ, Dinkes bisa melakukan evaluasi tentunya dengan tidak mengesampingkan kendala yang dihadapi oleh kadernya. 

Pemaparan materi 4 oleh staf komputer Seksi PTM Dinkes Kabupaten Malang

Kita perlu evaluasi sejauh ini. Capaiannya baru 5,3 persen dari 10 desa. Dari evaluasi ini, Dinkes pun bisa merencanakan tindak lanjut di tahun 2022. Selain itu, Dinkes juga bisa tahu capaian faktor risiko PTM tahun 2021. 

Selesai materi 2, acara diselingi dengan tebak gambar nama kota di Indonesia agar ketegangan peserta refreshing kader mengalami relaksasi. Acara tebak gambar  ini terlihat seru, karena Dinkes membagi-bagikan hadiah bagi yang tepat menebaknya.

10.50 WIB materi 3 disampaikan oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns, staf PTM dan Keswa Dinkes, dengan judul Posbindu SMARThealth di Era New Normal. Pada kesempatan itu, Nur Ani menerangkan perihal Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), penyelenggaraan skrining PTM di Posbindu pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, peningkatan gaya hidup sehat dengan perilaku Cerdik dan Patuh.

Kalau Cerdik cocok untuk warga yang sehat, sementara Patuh lebih diperuntukkan bagi warga yang sudah memiliki riwayat komorbid.

Penerimaan secara simbolis Buku Pintar Kader Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA)

Setelah itu, Nur Ani meminta kader Kepanjen menceritakan mengenai kalender pemantauan minum obat (PMO) yang sudah pernah dilakukannya. Menurut kader Kepanjen, Agustin Shintowati, dalam menjalankan PMO itu, kader SMARThealth juga perlu memahamkan keluarga pasien untuk minum obat, dan siap menerima atau mendengarkan keluhannya.

11.23 WIB pemaparan materi 4 atau yang terakhir, yang disampaikan oleh Candra Hernawan, S.Kom, staf komputer Seksi PTM dan Keswa Dinkes dengan judul “Sosialisasi Aplikasi AREEMA untuk Kader.” Dalam paparannya itu, Candra melakukan evaluasi aplikasi eKader terlebih dahulu, baru kemudian mengenalkan Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA). AREEMA ini merupakan sebuah aplikasi pintar hasil garapan peneliti dari Universitas Brawijaya (UB) Malang.

AREEMA dirancang secara terintegrasi yang mampu menghubungkan screening gejala COVID-19 berbasis masyarakat yang dilakukan oleh kader terlatih, kemudian terhubung dengan aplikasi Dokter serta Dinkes setempat, sehingga proses monitoring dan perawatan berjalan berkesinambungan. Kesinambungan siklus ini tidak hanya berhubungan dalam upaya penanganan COVID-19 juga memperbaiki sistem pelayanan kesehatan sehingga mampu menghubungkan upaya preventif dan kuratif lebih baik lagi.

Penyerahan hadiah hasil nilai tertinggi pretest dan post-testkepada kader oleh Tim SMARThealth UB

Selesai penjelasan dari Candra, kader langsung disuruh mempratekkan AREEMA. Pada latihan itu, ada beberapa kader yang berhasil lolos hingga datanya masuk ke server. Namun, ada juga kader yang dalam latihan itu mengalami error karena server lemot. Dengan uji coba AREEMA ini, maka kita akan tahu di mana kendala yang dihadapi oleh kader yang tidak berhasil tuntas melakukan input.

Usai materi terakhir ini, Dinkes melakukan post-test. Setiap 25 kader mengisi, lalu dikeluarkan link baru. Sambil menunggu hasil post-test, dilakukan foto bersama secara simbolik penerima Buku Pintar Kader Aplikasi Screening Mandiri (AREEMA). Nantinya semua kader SMARThealth akan menerima buku tersebut.

Setelah hasil post-test keluar, kader yang mendapat nilai terbaik dalam menjawab soal dalam pretest maupun post-test dipersilakan maju ke depan untuk menerima hadiah dari Dinkes. Penyerahan hadiahnya dilakukan oleh perwakilan Tim SMARThealth UB kepada kedua kader peraih nilai tertinggi. *** [140422]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog