Tampilkan postingan dengan label Desa Karangpandan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Karangpandan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2024

Odong-Odong dan Penjual Mainan Anak Ramaikan Giat Posyandu Terpadu di Balai Posyandu Kartini Desa Karangpandan

Dari gardu lintasan kereta api, keramaian Balai Posyandu Kartini yang berada di timur rel sepur di Jalan Sarangan, Dusun Karangpandan RT 04 RW 01 Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Karangpandan, telah tampak.

Lambaian balon penjual mainan anak dan alunan lagu anak-anak pada odong-odong – cublak-cublak suweng, gelang sipaku gelang, tik-tik bunyi hujan, rasa sanyange, naik delman, dan bintang kecil - turut menyemarakan dan meramaikan giat Posyandu Terpadu di Balai Posyandu Kartini.

Hari ini, Selasa (05/03), Balai Posyandu Kartini mengadakan giat Posyandu Terpadu. Dikatakan terpadu karena dalam giat tersebut sekaligus diselenggarakan Posyandu untuk segala umur, atau dalam bahasa sekarang disebut Posyandu Siklus Hidup.

Odong-odong dan penjual mainan anak di depan Balai Posyandu Kartini Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

Di dalam Posyandu Siklus Hidup tersebut diadakan pemeriksaan bagi balita (Posyandu Balita), usia produktif (Posbindu), dan lansia (Posyandu Lansia). Sehingga sasarannya menjadi luas, mencakup segala kehidupan.

Ada 11 orang kader kesehatan yang bertugas membantu dua tenaga kesehatan (nakes) Ponkesdes Karangpandan – perawat Dwi Setyowati, A.Md.Kep dan Indah Ratri Ayunaningtyas, A.Md.Keb. Kesebelas kader kesehatan tersebut terdiri dari Ati Safitri (kader Posyandu Balita), Sugiarti (kader Posyandu Balita), Luluk Rodi’yah (kader Posyandu Balita), Suparmi (kader Posyandu Balita), Yayuk Wijiati (kader SMARThealth), Sri Winarsih (kader SMARThealth), Lisa Listiani (kader SMARThealth), Sri Indrawati (kader SMARThealth), Supami (kader Posyandu Lansia), Umi Farida (kader Posyandu Lansia), dan Lutvi (kader Posyandu Lansia).

Bidan Desa Karangpandang menyapa para ibu yang hadir dalam giat Posyandu Siklus Hidup di Balai Posyandu Kartini Desa Karangpandan

Dalam giat Posyandu Balita, kader-kadernya melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Di situ terlihat dua tipe alat yang digunakannya, satu untuk yang sudah bisa berdiri seperti orang dewasa dan yang satunya dengan pola tidur bagi balita yang belum bisa berdiri.

Yang menarik perhatian salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir dalam giat tersebut, ibu-ibu yang membawa balita yang sudah bisa jalan sendiri merasa sedikit tenang. Karena setelah ditimbang dan diukur tinggi badannya terus dinaikkan odong-odong, ibunya bisa ikut giat Posyandu Usia Produktif (Posbindu) tanpa melihat anaknya rewel. Sedangkan, jika yang mengantarkan neneknya, si nenek bisa langsung ikut giat Posyandu Lansia.

Ayah muda ganteng sedang menimbangkan balitanya

Selain itu, juga terlihat tiga ayah muda ganteng yang membawakan balitanya untuk ikut giat Posyandu Balita. Menurut kader, mereka umumnya menggantikan peran istrinya, karena istrinya kerja di Pabrik Rokok dan kebetulan baru shift pagi.

Pada giat Posbindu (Posyandu Usia Produktif) dan Posyandu Lansia sama layanannya, yaitu pengukuran antropometri (berat/tinggi badan, lingkar perut), pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah. Pengukuran tekanan darahnya dipisahkan dalam dua meja, namun untuk pengecekan kadar gulanya menjadi satu untuk Posbindu dan Posyandu Lansia, karena kader terlatihnya (kader SMARThealth) ada dalam giat Posbindu PTM.

Kader SMARThealth lakukan cek kadar gula darah

Terkait sasarannya 1 RW, yaitu RW 01, yang meliputi 5 RT, giat Posyandu Lansianya dibagi dalam dua tempat. Satu menempati Balai Posyandu Kartini, yang giatnya bareng dengan Posyandu Balita dan Posbindu PTM. Sedangkan, yang satunya lagi berada di selatan di pinggir saluran irigasi, menempati bangunan “Rumah Alat Kematian”, yang jarak sekitar 400 meter dari Balai Posyandu Kartini. 

Menurut perawat Dwi, bangunan ini dipanggil “Villa Kulon Kali” saja. Karena memang pada kenyataannya, suasana di sana masih alami, naturalistik. Gemericik suara air saluran irigasi di depannya dan suara gumrojog air dari pintu air yang ada di sebelah selatannya, berdampingan dengan pohon randu, memberikan suasana alamiah. Lingkungan sekitarnya masih asri, bikin betah sekali!

Perawat Desa dibantu kader Posyandu Lansia berikan layanan pmeriksaan para lansia di "Villa Kulon Kali" RT 03 RW 01

Acara giat Posyandu Terpadu yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini selesai pada pukul 11.00 WIB. Hasil rekapitulasi memperlihatkan pada giat Posyandu Balita berhasil dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan sebanyak 48 balita dari target sasaran sebanyak 99 balita di RW 01.

Kemudian dalam giat Posyandu Usia Produktif (Posbindu) berhasil diperiksa sebanyak 11 orang dengan rincian 1 laki-laki dan 10 perempuan. Sementara itu, dalam giat Posyandu Lansia yang terperiksa sebanyak 22 orang dengan rincian 5 laki-laki dan 21 perempuan di Balai Posyandu Kartini, dan sebanyak 36 orang dengan rincian 3 laki-laki dan 33 perempuan di “Villa Kulon Kali.” *** [050324]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 17 Januari 2023

Pelatihan Kader Lansia dan Disabilitas Hari Kedua di Desa Karangpandan

Enam camilan yang terdiri pangpang, lemper, sosis ayam, martabak, sus buah, dan pisang coklat keju, dalam kotak warna coklat ditambah sebotol air mineral, menemani peserta pelatihan kader menempati tempat duduk usai mengisi buku daftar hadir di meja panjang bagian belakang yang diisi oleh tenaga kesehatan (nakes) dari jajaran Puskesmas Pakisaji.

Sesuai jadwal, hari ini (Selasa, 17/01/2023), merupakan pelaksanaan hari kedua Pelatihan Kader Lansia dan Disabilitas di GOR Garuda yang lokasinya berada di halaman belakang Kantor Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Hari pertama kemarin diisi dengan opening ceremony dan pemaparan 3 materi dari Substansi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (Kesgagizi), Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Sedangkan, untuk hari kedua ini, acara diisi dengan pemaparan 3 materi dari Divisi Geriatri dan Gerontologi Medik, Departemen IPD FKUB/RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, dan dari Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Malang, serta sekaligus closing ceremony.

Dokter Ahli Geriatri dan Gerontologi FKUB-RSSA Malang berikan contoh mempraktikkan pertolongan kepada lansia yang tersedak 

Acara pelatihan hari kedua ini dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh timekeeper Restu Meida M., S.Kep. Ners, penanggung jawab Program Kesga Substansi Kesehatan Gizi Masyarakat Dinkes.

Diawali dengan pemaparan materi 4 yang disampaikan oleh Dr. dr. Sri Sunarti, Sp.PD, K-Ger, FINASIM dari Divisi Geriatri dan Gerontologi Medik, Departemen IPD FKUB/RSSA Malang, dengan judul “Pencegahan dan Penatalaksanaan Masalah Geriatri.”

Dalam jadwal kegiatan, materi dr. Sri Sunarti disebut materi 4 karena kelanjutan dari pemaparan materi pada hari pertama, di mana hari sebelumnya terdiri atas 3 pemaparan materi.

Pada kesempatan itu, dr. Sri Sunarti menjelaskan bahwa jumlah lansia di dunia dan di Indonesia kian bertambah terus. Semakin membaiknya usia harapan hidup, maka akan semakin banyak lansia yang berumur panjang.

“Lansia itu jangan dilarang terus, biar tumbuh kemandirian. Perlu mengembalikan martabat lansia sebaik mungkin. Marwahnya sebagai manusia itu harus dijaga,” terang dr. Sri Sunarti para kader lansia dan disabilitas di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji.

Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa jadi narasumber dalam pemaparan materi 5

Sindroma yang sering ditemui pada lansia itu, tambah dr. Sri Sunarti, adalah penurunan kognitif (pikun), Delirium (bingung/gelisah), jatuh, Sarcopenia (kelemahan otot) dan Inkontinensia (beser dan ngebrok).

Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman terhadap kedaruratan pada lansia dengan penguatan caregiver lansia. Yang dimaksud caregiver dalam panduan ini adalah caregiver yang berasal dari keluarga, relawan, dan kader dengan memberikan bantuan dan pendampingan kepada lansia. Tugas caregiver memberikan bantuan dalam aspek fisik, mental, sosial budaya, dan spiritual.

Usai mempresentasikan materinya, dr. Sri Sunarti mempraktikkan pertolongan terhadap lansia yang tersedak bersama dokter muda dari FKUB yang hadir dalam pelatihan tersebut. Dibantu oleh dua dokter muda, dr. Sri Sunarti memberikan contoh dalam menolong lansia yang tersedak.

Setelah itu dibuka sesi tanya jawab dalam materi 4 ini. Terkait pemaparan materinya dr. Sri Sunarti, ada dua pertanyaan dari kader, dan berhasil dijawab oleh narasumber dengan baik dan jelas. Sehigga kader menjadi mengerti.

Pukul 10.11 WIB, acara berikutnya adalah pemaparan materi kelima oleh Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, dengan titel “Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Lansia Di Kabupaten Malang.”

Staf Keswa yang jadi narasumber materi 6 bagikan SRQ-20 untuk diisi oleh kader dengan dibantu oleh penanggungjawab kesehatan jiwa Puskesmas Pakisaji

Dalam materinya, Paulus Gatot menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologis yang menyebabkan beban ganda dalam penganggaran kesehatan. Penyakit menular masih belum tuntas, kemunculan penyakit tidak menular (PTM) yang kian tahun terus bertambah itu cukup merepotkan negara.

Ada beberapa PTM yang dijumpai di masyarakat, seperti hipertensi, stroke, Diabetes Mellitus, penyakit jantung koroner, kanker, dan gagal ginjal. Kebetulan PTM ini juga banyak menghinggapi para lansia di Indonesia.

Oleh karena itu, Dinkes Kabupaten Malang berupaya melaksanakan action plan program PTM untuk lansia dengan melakukan deteksi dini faktor risiko PTM, pelayanan Pandu PTM, program KTR dan UBM, serta pelayanan rujukan rumah sakit.

Kebijakan dan strategi program pencegahan PTM dilaksanakan dengan promosi kesehatan (promkes), deteksi dini, perlindungan khusus, dan penanganan kasus. Selain itu, Dinkes juga meluncurkan program unggulan sebagai strategi program pengendalian PTM, salah satunya adalah Posbndu SMARThealth.

Dalam Posbindu SMARThealth ini, kader dilatih secara khusus agar bisa melakukan skrining faktor risiko PTM dan sekaligus melakukan input data menggunakan aplikasi eKader yang datanya akan langsung bridging dengan ePuskesmas.

Asisten Peneliti Lansia, Dyah Rahayuningtyas, M.A., bagikan kuesioner evaluasi untuk kader peserta pelatihan

Sebelum memasuki sesi tanya jawab, Paulus Gatot mempersilakan dokter muda FKUB Fadhil Fawwwaz yang sedang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Genengan dan Karangpandan bersama tiga temannya ini, untuk menayangkan video perihal Resusitasi Jantung Paru (RJP). RJP atau Cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah tindakan pertolongan pertama Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. RJP sangat dibutuhkan bagi orang tenggelam, terkena serangan jantung, sesak napas karena syok akibat kecelakaan, terjatuh, dan sebagainya.

Selesai penayangan video, ada satu orang penanya yang ditujukan kepada Pauls Gatot, dan narasumber langsung menjawabnya. Kemudian pada kesempatan ini, staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners mencoba menambahkan, agar supaya peserta pelatihan mendapatkan gambaran mengenai Posbindu SMARThealth yang terkait dengan persoalan lansia.

Di sela-sela penjelasan dari Nur Ani, GOR Garuda yang menjadi tempat pelaksanaan pelatihan kader lansia dan disabilitas terasa bergoyang karena gempa M 5.1 guncang Malang sekitar pukul 11.36 WIB yang menurut laporan BMKG berpusat di Barat Daya Malang.

Selesai materi 5, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi 6 yang dibawakan oleh staf Keswa Gatot Sujono, S.S.T., M.Pd, dengan tajuk “Kesehatan Jiwa Lansia Dan Caregiver Serta Pemenuhan Kebutuhan Psikososial Dan Spiritual.”

Baru mengawali presentasi, Gatot Sujono menghentikan sejenak karena terdengar suara adzan Dhuhur berkumandang. Setelah selesai adzan, Gatot Sujono berusaha meneruskan pemaparan materinya.

Closing ceremony oleh Dr. Elisabeth Schroeder-Butterfill yang didampingi oleh Sub Koordinator Substansi Kesgagizi dan Kades Karangpandan

Melalui materinya itu, Gatot Sujono menjelaskan pentingnya pendampingan/pengasuhan lansia dengan masalah kesehatan jiwa. Karena memasuki lansia, masalah yang sering terjadi adalah adanya gangguan bergerak, gizi lansia kurang baik, kesulitan BAB dan BAK, gangguan perilaku pada demensia, stress, sepi/sunyi, dan gangguan tidur.

Usai presentasi, Gatot Sujono berusaha mengedarkan Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) kepada peserta pelatihan ini. SRQ-20 ini digunakan sebagai instrumen untuk mendeteksi tekanan psikologi yang dirasakannya, seperti gangguan kecemasan hingga bunuh diri.

Setelah semua mengisi SRQ-20, dibuka tanya jawab. Pada kesempatan ini, ada 1 penanya yang berhasil dijawab oleh narasumber, dan ketika timekeeper masih membuka untuk penanya berikutnya, ternyata sudah tidak ada yang mengajukan.

Akhirnya, pada pukul 12.29 WIB acara diselingi dengan relaksasi berupa senam peregangan dengan dipandu video yang ditayangkan melalui layar. Semua peserta pelatihan mengikuti gerakan yang ada dalam tayangan video tersebut, termasuk Dr. Elisabeth Schroeder-Butterfill juga ikut bergoyang.

Usai senam peregangan, acara diisi dengan pengisian kuesioner dari Dr. Elisabeth Schroeder-Butterfill untuk bahan evaluasi, dan setelahnya langsung memasuki closing ceremony. Dalam kesempatan itu, Dr. Elisabeth Schroeder-Butterfill merasa sangat senang sekali. “Saya enjoy mengikuti pelatihan kader lansia dan disabilitas selama dua hari ini,” pungkasnya. *** [170123]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Jumat, 26 Agustus 2022

Tiga Giat dalam Satu Tempat di Balai Posyandu Kartini Desa Karangpandan

Perawat dan bidan Desa Karangpandan menggandeng kader Posyandu dan SMARThealth mengadakan giat Posbindu PTM, Imunisasi, dan Vaksinasi di Balai Posyandu Kartini yang terletak di Jalan Sarangan, Dusun Karangpandan RT 04 RW 01 Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (26/08/2022).

Sesuai undangan dari Kepala Desa Karangpandan bernomor 005/066/35.07.19.2002/2022, acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Lokasinya yang berada tepat di pojok tenggara perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu, terlihat ramai warga berdatangan.

Alur dalam tiga giat tersebut, mereka yang datang akan mengikuti giat Posbindu PTM terlebih dahulu, baru mengantre untuk ikut vaksinasi COVID-19 dan imunisasi untuk balita dalam rangka sweeping yang belum ikut Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Jadi, yang mengantar balitanya untuk imunisasi Measles Rubella (MR), akan disarankan juga untuk ikut giat Posbindu.

Kader Posyandu dan Posbindu berpose dengan Kades dan tenaga kesehatan serta Babinsa Karangduren

Dalam undangan, warga dihimbau untuk membawa Kartu Vaksin sebelumnya, fotokopi KTP, dan menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker. Begitu tiba di Balai Posyandu Kartini, mereka akan mendaftar guna registrasi dan mendapatkan nomor urut pemeriksaan. Di meja pendaftaran, ada dua kader yang bertugas, yaitu Nanik Sriati (Ketua Posyandu Kartini) dan Supami (Kader Posyandu Lansia).

Dari meja pendaftaran, warga akan bergeser ke meja di sebelah selatannya, yaitu meja untuk pengukuran tekanan darah. Petugas yang memberikan layanan pengukuran tensi adalah kader SMARThealth Sri Indrawati dan kader Posyandu Balita Ati Saftri.

Setelah ditensi, mereka dipandu menuju ke meja antropometri. Di meja ini, kader SMARThealth Sri Winarsih akan memberikan layanan penimbangan badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut. 

Suasana Posbindu PTM, Imunisasi dan Vaksinasi di Balai Posyandu Kartini Karangduren

Untuk timbangan badan, kader Sri Winarsih memakai timbangan SMIC OneMed OD205 milik Posyandu. Pengukur berat badan injak analog jam ini, sekaligus bisa digunakan untuk ukur tinggi badan dengan pipa berskala. Namun pada saat melakukan pengukuran tinggi badan, kader Sri Winarsih menggunakan stature meter, yang dalam pengukurannya kerap dibantu oleh Babinsa-07 Karangpandan Serma Yeremia Budi Nugraha.

Usai mendapatkan pengukuran antropometeri, warga akan bergeser ke tempat duduk di sebelah baratnya dalam meja yang sama. Di sini, warga akan menerima layanan pengecekan kadar gula darah oleh kader SMARThealth Dian Anggun Purwita.

Dari cek gula darah, warga akan bergeser menuju meja di sebelah baratnya, yaitu meja skrining faktor risiko PTM. Yang bertindak untuk melakukan skrining dalam giat Posbindu PTM itu adalah kader SMARThealth Yayuk Wijiati.

Skrining faktor risiko PTM di giat Posbindu sisi selatan oleh kader SMARThealth

Selesai mengikuti giat Posbindu PTM, warga dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan. Mereka akan dipanggil satu per satu sesuai nomor urutnya menuju ke ruang vaksinasi oleh Bhabinkamtibmas Karangpandan Aipda Bagus Dwi Kurniawan, yang membantu tugas kader yang sedikit kewalahan karena peserta dalam giat ini membludak.

Kendati mereka pegang nomor urut, namun bila ada balita yang akan ikut imunisasi maka akan didahulukan untuk jumpai bidan desa Karangpandan Indah Ratri Ayunaningtyas, A.Md.Keb. Sementara itu, untuk yang ikut vaksinasi COVID-19 harus mengantre sesuai panggilan nomor urutnya masing-masing. 

Sedangkan bagi yang ikut vaksinasi, mereka yang dipanggil akan segera masuk ke ruang vaksinasi. Di ruang itu, warga akan diskrining terlebih dahulu untuk bisa tidaknya lanjut suntik vaksin. Yang melakukan skrining adalah perawat Desa Karangpandan Dwi Setyowati, A.Md. Kep yang dibantu oleh Wildan Faza Pratama, seorang dokter muda dari Universitas Brawijaya (UB) yang sedang melakukan praktek di Puskesmas Pakisaji.

Kereta api melintas di depan Balai Posyandu Kartini Karangduren

Bila lanjut suntik, maka warga akan bergeser ke meja yang berada di sebelah utaranya. Di situ, ada bidan Karangpandan yang bertindak sebagai vaksinator, yang dibantu suntik vaksin oleh dokter muda yang satunya, yaitu Azfar Ahnaf Akmallizan.

Baik yang selesai imunisasi maupun vaksinasi, akan dicatat terlebih dahulu oleh Dwi Ari Astutik, Ketua Kader Posyandu Desa Karangpandan yang juga terlibat dalam giat ini. Selesai dicatat, baru mereka meninggalkan tempat.

Tampak hadir dalam tiga giat ini, selain Bhabinkamtimas dan Babinsa Desa Karangpandan yang kedua-duanya turut aktif membantu pelaksanaan tiga giat tersebut, juga terlihat Kepala Desa Karangpandan Djumain, dan Tim SMARThealth UB. 

Bidan Karangduren sedang melakukan imunisasi

Sementara itu, staf PTM Keswa Dinkes Kabupaten Malang tiba di lokasi pada pukul 10.25 WIB, tiga menit setelah kader SMARThealth yang bertugas dalam pengukuran antropometri, pengecekan gula darah dan skrining faktor risiko PTM meninggalkan tempat karena ada tugas lain. Mereka berhasil melakukan pemeriksaan sebanyak 100 orang.

Pukul 11.32 WIB tiba waktu adzan sebagai penanda panggilan salat Jumat telah berkumandang. Kaum pria bergegas menuju ke Masjid Nurul Muttaqin yang berada di seberang Jalan Raya Kepanjen-Malang. Tim SMARThealth UB juga ikut berjamaah di sana.

Pulang dari Jumatan, vaksinasi masih berlangsung. Hanya saja tinggal merampungkan antrean saja. Ditutup pada nomor urut 125, dan kemudian dilakukan rekapitulasi oleh Ketua Posyandu Desa Karangpandan.

Dokter muda dari UB bantu bidan desa

Dari hasil rekapitulasi, diketahui yang suntik vaksin tahap 1 ada 11 orang, tahap 2 ada 2 orang, yang booster ada 102 orang, dan BIAN diikuti oleh 12 anak. Lalu, yang pending vaksinasi ada 2 orang. Satu orang karena tensinya tinggi, dan yang satunya karena disabilitas, vaksinator tidak dibekali vaksin Sinopharm untuk orang berkebutuhan khusus. Hari ini tadi hanya dibekali vaksin Sinovac dan Pfizer.

Setelah rekapitulasi, dilanjutkan dengan makan siang yang telah disediakan dalam bentuk kemasan, dan kemudian dilakukan sesi foto bersama dengan Kepala Desa Karangduren. Sebelum beranjak untuk foto bersama, kereta api dengan kecepatan tinggi melaju melintas di depan Balai Posyandu Kartini dari arah utara.

Berdasarkan catatan Tim SMARThealth UB selama berlangsungnya aktivitas tiga giat ini, telah dilalui kereta api sebanyak 5 perjalanan. Dari arah utara ke selatan ada 3 buah rangkaian kereta api, dan yang dari selatan menuju ke utara ada 2 perjalanan kereta api. *** [260822]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog