Tampilkan postingan dengan label Kelurahan Kepanjen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelurahan Kepanjen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Februari 2026

Mengakhiri Puasa Ketidakpedulian: Bukber Hangat Kader Kesehatan dan Pokja 4 Kepanjen di Balai RW 01

Le plus grand iftar est de rompre le jeûne de l’apathie, avec la fête de l’affection.” --Abhijit Naskar, L'humain Impossible: Cent Sonnets pour Ma Famille Mondiale

Senja belum benar-benar turun ketika langkah-langkah para kader kesehatan dan anggota Pokja 4 Kelurahan Kepanjen berbalik arah dari Jalan Ahmad Yani RT 02 RW 02 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Beberapa saat sebelumnya, mereka sibuk membagikan paket takjil dalam kegiatan bertajuk “Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan”. 

Senyum, sapa, dan ucapan terima kasih masih terngiang ketika rombongan itu kembali ke Balai RW 01 Kepanjen untuk melanjutkan kebersamaan dalam agenda yang tak kalah hangat: buka puasa bersama (bukber).

Di balai sederhana itu, kebersamaan terasa semakin lengkap. Mereka mengajak Bidan Ponkesdes Panji Husada, Mamik Makrifatin, S.ST, pengelola YouTube Kader Nenjap, hingga salah seorang anggota Tim SMARThealth dari Universitas Brawijaya (UB). Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak profesi. Semua duduk sejajar, menunggu azan dengan perasaan yang sama, yakni lega dan syukur.

Laporan kegiatan "Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan" oleh kader kesehatan, termasuk laporan keuangannya

Menariknya, dapur kebaikan yang sejak pagi menyiapkan paket takjil untuk dibagikan ternyata juga menyiapkan hidangan untuk berbuka. Di atas meja panjang tersaji aneka menu rumahan yang menggoda selera, seperti nasi putih hangat, sayur sop yang mengepul, urap dengan kelapa parut berbumbu, oseng-oseng oyong, ayam suwir, empal susur, hingga perkedel dan dadar jagung. 

Ada pula tempe mendoan, tempe goreng, weci, lalapan timun lengkap dengan sambal kecap, kerupuk rambak yang renyah, es kuwut yang menyegarkan, potongan semangka, bahkan durian yang aromanya sudah lebih dulu memenuhi ruangan.

Catatan salah satu anggota Tim SMARThealth UB sebelum azan berkumandang seolah menjadi inventaris kecil dari cinta yang terhidang di atas meja.

Ketika matahari benar-benar tenggelam dan azan magrib menggema dari mushola di pinggir rel Stasiun Kepanjen, semua bergegas. Mereka menyegerakan berbuka, selaras dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat Sahl bin Sa’d yang termaktub dalam Sahih al-Bukhari: “Umat manusia akan tetap berada di jalan yang benar selama mereka bersegera berbuka puasa.”

Doa pun terucap lirih secara pribadi oleh salah seorang anggota Tim SMARThealth UB, “Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insya’ Allah.” Haus telah hilang, kerongkongan telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.

Anggota Tim SMARThealth UB lakukan inventarisir menu bukber dalam catatannya

Bagi kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen, buka puasa bersama bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah simpul kebersamaan yang terus dirawat. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, momen seperti ini menjadi ruang jeda sebagai tempat lelah diluruhkan, cerita dibagikan, dan tawa dilepaskan tanpa beban.

Berbuka bersama memungkinkan setiap orang keluar sejenak dari rutinitas, berbagi waktu berkualitas dengan rekan seperjuangan. Ia bukan hanya tentang menyantap hidangan lezat setelah seharian berpuasa, melainkan tentang memperkuat ikatan sosial, merawat solidaritas, serta menghargai keberagaman dalam satu meja yang sama.

Tak heran jika kekompakan kader kesehatan Kelurahan Kepanjen kerap menjadi buah bibir. Inisiatif kegiatan mereka bukan semata agenda seremonial, melainkan refleksi kepedulian yang nyata. 

Berbagai studi bahkan menunjukkan bahwa iftar bersama memiliki dampak positif terhadap psychological well-being, yaitu menjadi sarana pemulihan mental, meningkatkan kebahagiaan, sekaligus mempererat hubungan sosial melalui interaksi yang hangat dan bermakna.

Indahnya bukber bersama kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen di Balai RW 01

Seolah menguatkan makna itu, penulis dan pemikir kelahiran Kalkuta, India, Abhijit Naskar pernah berujar dalam L'humain Impossible: Cent Sonnets pour Ma Famille Mondiale (2024), kumpulan sekitar seratus soneta pilihannya:

“Buka puasa terhebat adalah mengakhiri puasa ketidakpedulian dengan pesta kasih sayang.” 

Kalimat tersebut menemukan relevansinya di Balai RW 01 sore itu. Setelah berbagi takjil di jalanan, mereka tak berhenti pada aksi sesaat. Mereka melanjutkannya dalam lingkar kebersamaan guna mengikat kembali semangat pelayanan dengan kehangatan persaudaraan.

Ramadhan, pada akhirnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang menumbuhkan empati, merawat kepedulian, dan menghadirkan kasih sayang dalam tindakan nyata. Dan di Kelurahan Kepanjen, nilai-nilai itu hidup di tangan para kader kesehatan dan Pokja 4 yang kompak, sederhana, namun penuh makna. *** [280226]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Jumat, 27 Februari 2026

Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan: 16 Menit yang Menghangatkan Ramadhan di Kepanjen

Prophet Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam said, “The best of you are those who feed others” [H.R. Ahmad]

Jumat (27/02) sore itu masih menyisakan sedikit gerimis selepas pukul 17.00 WIB. Lalu lintas di Jalan Ahmad Yani RT 02 RW 02, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengalir seperti biasa. 

Namun di depan Pertokoan Ardi Mulyo, tepat di depan bekas Bank CIMB Niaga atau MS Glow Official Kepanjen, ada pemandangan yang berbeda, yakni senyum-senyum tulus menyambut para pengendara yang melambatkan kendaraan.

Sebanyak 26 kader kesehatan dan anggota Pokja 4 Kelurahan Kepanjen yang dipandu kader Agustin Shintowati berdiri berjejer, membawa kantong-kantong takjil. Mereka menamai kegiatan itu sederhana namun penuh makna, yaitu “Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan.”

Didampingi Bidan Ponkesdes Panji Husada, Mamik Makrifatin, S.ST., Babinsa Kelurahan Kepanjen, serta salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), para kader membagikan 300 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di jalan besar Kepanjen.

Kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen berpose dengan bidan Ponkesdes Panji Husada, babinsa dan salah seorang anggota Tim SMARThealth UB

Takjil: Menyegerakan, Menguatkan

Secara etimologis, istilah takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu–ta‘jiilan (عجل - يعجل - تعجيلاً) yang berarti menyegerakan atau mempercepat. Dalam konteks ibadah puasa, takjil merujuk pada anjuran untuk menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba. 

Di Indonesia, maknanya bergeser menjadi hidangan ringan pembuka puasa - kurma, kolak, atau minuman manis yang mengembalikan energi selepas seharian menahan lapar dan dahaga.

Namun bagi kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen, takjil bukan sekadar makanan pembuka saja, tetapi ditambahi suwiran ayam pedas yang cukup padat dalam gelas kardus sehingga cukup hingga untuk sahur. Ia adalah jembatan kepedulian.

Penurunan paket takjil yang diangkut dari Balai RW 01 Kelurahan Kepanjen ke lokasi pembagian takjil

Dari Iuran Hingga 300 Senyuman

Kegiatan ini bukan program dadakan. Ia telah menjadi agenda rutin setiap Ramadhan. Dana yang terkumpul pun lahir dari semangat kebersamaan, yaitu dari iuran penyisihan insentif kader yang terkumpul Rp1,2 juta, ditambah bantuan dari Bidan Ponkesdes Panji Husada dan para donatur lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu. Total dana tahun ini mencapai Rp2,17 juta.

Sejak sehari sebelumnya, antusiasme sudah terasa. Pagi harinya, para kader berkumpul untuk memasak, meracik, dan merakit paket-paket takjil dengan penuh canda dan semangat. Balai RW 01 Kepanjen berubah menjadi ruang kebersamaan.

Sore itu, 300 paket takjil siap dibagikan. Dan yang mengejutkan, hanya dalam waktu 16 menit, seluruh paket ludes. Senyum para penerima dan ucapan terima kasih singkat menjadi hadiah paling bermakna bagi para kader.

“Kami senang bisa berbagi di bulan suci ini,” ujar salah satu kader dengan mata berbinar.

Tumpukan paket takjil siap dibagikan oleh kader Kelurahan Kepanjen

Memberi yang Menguatkan Jiwa

Apa yang dilakukan kader kesehatan dan Pokja 4 ini bukan hanya aksi sosial, tetapi juga cerminan nilai spiritual. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه وسلم) bersabda dalam H.R. Ahmad, “Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan orang lain.”

Hadits tersebut sederhana, namun mengandung dorongan moral yang kuat, yaitu memberi makan bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi menghidupkan empati.

Menariknya, nilai ini juga sejalan dengan temuan ilmiah modern. Sejumlah penelitian psikologi terindeks Scopus menunjukkan bahwa perilaku memberi - termasuk berbagi makanan - berkorelasi positif dengan peningkatan kesejahteraan psikologis (psychological well-being), kebahagiaan subjektif, dan penurunan tingkat stres.

Antrean kendaraan ingin menerima takjil dari kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen

Studi dalam Journal of Happiness Studies dan Social Science & Medicine menemukan bahwa tindakan prososial seperti memberi makan orang lain dapat memicu pelepasan hormon oksitosin dan dopamin yang berkaitan dengan rasa bahagia dan keterikatan sosial. 

Penelitian Dunn, Aknin, dan Norton (2008) bahkan menunjukkan bahwa membelanjakan uang untuk orang lain secara signifikan meningkatkan kebahagiaan dibandingkan membelanjakan untuk diri sendiri.

Bagi kader kesehatan - yang sehari-hari berkutat dengan pelayanan masyarakat - kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat solidaritas sosial, tetapi juga memperkuat makna peran mereka. Mereka tidak hanya hadir sebagai penggerak kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan sosial dan emosional masyarakat.

Kader sedang membagikan paket takjil kepada pengendara motor yang melintas di Jalan Ahmad Yani RT 02 RW 02 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Lebih dari Sekadar Rutinitas

Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan” bukan sekadar slogan. Ia menjelma praktik nyata di tepi jalan, di tengah hiruk pikuk kendaraan, dalam paket-paket sederhana yang berpindah tangan menjelang azan Maghrib.

Kegiatan ini patut diapresiasi. Ia membuktikan bahwa kebaikan tak selalu harus besar dan megah. Kadang, ia cukup hadir dalam sebungkus takjil dan senyum yang tulus.

Di tengah dunia yang sering terasa sibuk dan individualistis, kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen mengajarkan satu hal penting, bahwa keberkahan sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Dan sore itu, di Jalan Ahmad Yani Kepanjen, 300 paket takjil telah berubah menjadi 300 alasan untuk percaya bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya. *** [270226]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 28 Agustus 2025

Merah Putih Warnai Serunya Pertemuan Rutin Kader Kesehatan Kepanjen

Meriah, penuh semangat, dan sarat makna perjuangan - itulah gambaran suasana dalam pertemuan rutin Kader Kesehatan Kelurahan Kepanjen yang digelar di Aula Lantai 2 Kelurahan Kepanjen, pada Kamis (28/08). Bukan sekadar pertemuan biasa, kegiatan kali ini mengusung semangat kemerdekaan dengan nuansa Merah Putih yang begitu kental dan menjadi roh utama acara.

Tepat pukul 08.30 WIB, acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) Titin Yulianti dari Pos Melati 2 dengan penuh semangat. Suasana hening sejenak ketika doa bersama dipimpin oleh Umi Hanin dari Pos Melati 1, sebagai bentuk rasa syukur dan harapan atas kelancaran kegiatan. 

Kader Kesehatan Kelurahan Kepanjen berpose dengan Lurah Bobby dan Ketua TP PKK serta nakes dari Ponkesdes Panji Husada

Suara lantang dan penuh nasionalisme kemudian menggema di ruangan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Kader Kepanjen dikumandangkan, dipimpin oleh Ana Susanti dari Pos Nusa Indah 3. Aura patriotisme seketika menghidupkan atmosfer aula.

Suasana makin hangat saat Lurah Kepanjen, Bobby Setya Abdi, S.STP., M.M., memberikan sambutan menyentuh. Dalam sambutannya, beliau mengangkat kisah menyedihkan tentang bayi Raya yang meninggal dunia akibat cacingan - sebuah pengingat serius bahwa peran kader kesehatan sangat vital dalam pencegahan penyakit dan edukasi masyarakat. 

“Jangan sampai ada bayi Raya berikutnya,” tegasnya, memantik semangat para kader untuk lebih giat lagi dalam pelayanan kesehatan.

Suasana lesehan mewarnai pertemuan rutin kader kesehatan Kelurahan Kepanjen

Tak hanya berisi seruan serius, pertemuan kali ini juga dibalut keseruan lomba permainan antarposyandu. Empat jenis permainan digelar: kereta balon, sambung kata berbisik, sambung lagu, dan tebak kata. Tiap pos mengirimkan lima wakil kader, yang siap menunjukkan kekompakan dan keceriaan mereka.

Sambil menunggu persiapan lomba, suasana dibuat cair oleh duet tak terduga: Lurah Bobby berpasangan dengan Ketua TP PKK Kelurahan Kepanjen, Zena Alyssha, yang membawakan lagu nostalgia Karmila. Penampilan mereka menuai sorak sorai dari para ibu kader. 

So sweet,” gumam kagum terdengar dari sudut aula, menyaksikan harmoni dan keharmonisan pasangan pemimpin ini.

Aksi panggung Lurah Kepanjen dan Ketua TP PKK yang "menyihir" ibu-ibu kader kesehatan

Tidak berhenti di situ, momen istimewa pun tercipta saat semua yang hadir membuat video ucapan ulang tahun dari tenaga kesehatan Ponkesdes Panji Husada bersama Kader Kesehatan Kepnajen untuk sahabat mereka, Bidan Mojosari Tri Lestari. Kegembiraan kolektif ini menunjukkan kedekatan emosional antar sesama pelayan masyarakat di bidang kesehatan.

Setelah semua siap, lomba dimulai dengan riuh sorakan. Masing-masing pos menunjukkan kekompakan, sportivitas, dan semangat yang luar biasa. Dalam balutan seragam Merah Putih, kader-kader tampil seperti pejuang yang menyalurkan energi positif lewat gelak tawa dan kerja sama tim.

Hasil akhir dari lomba pun diumumkan dengan penuh antusias. Himpit Balon dimenangkan oleh Pos Melati 2. Pesan Berbisik oleh Kelompok Nurul dan kawan-kawan. Bisik Berantai diraih oleh Pos Anggrek 4, dan Sambung Lagu dijuarai oleh Pos Anggrek 3.

Juara Bisik Berantai

Menariknya, hadiah tidak hanya diberikan kepada para pemenang. Semua kader yang hadir turut mendapatkan bingkisan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Bahkan, personil Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang datang terlambat pun tak luput dari kebersamaan: mereka menerima So Klin Softergent Velvet Orchid Netto 225 gram, simbol kebersamaan dalam kemeriahan.

Sebagai penutup, makan siang prasmanan pun disajikan dengan menu khas yang menggugah selera: nasi putih, lontong, pecel, sambal goreng kentang, kare ayam, dadar jagung, dadar telur, kerupuk, bakmi goreng, sate semangka, dan air mineral Cleo. Disantap bersama Bidan Mamik Makrifatin, S.ST. dan Perawat Nurul Masfiyah, A.Md.Kep., makan siang ini menjadi simbol penutup yang manis dalam semangat kebersamaan.

Semangat Merah Putih, Semangat Kader Kepanjen!

Pertemuan rutin kali ini bukan hanya tentang berkumpul, tapi tentang mengikat kekuatan dan semangat dalam balutan Merah Putih. Di tengah tawa, nyanyian, dan semangat lomba, terselip satu pesan kuat: Kader Kesehatan adalah garda depan perjuangan kesehatan masyarakat. *** [280825]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 23 Agustus 2025

Community Development oleh Tim Peneliti Farmasi FKUB: Edukasi dan Terapi Tailored untuk Pasien Hipertensi di Kepanjen

Suasana Aula Kelurahan Kepanjen di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tampak berbeda pada Kamis (21/08) pagi itu. Tepat pukul 09.02 WIB, kegiatan Community Development bertajuk “Education and Development of Tailored Therapy for Hypertension Patients in Malang District” resmi dibuka. 

Acara ini merupakan aktivitas yang dilaksanakan oleh Tim Peneliti dari Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), bekerja sama dengan International Science Partnership Fund (ISPF) atau Dana Kemitraan Sains Internasional dari British Council untuk kerja sama penelitian antara UB dan University of Manchester (UoM).

Tim Peneliti Farmasi FKUB berpose dengan Prof. Delvac Oceandy (University of Manchester), Lurah Kepanjen, Bidan Ponkesdes Panji Husada, dan Kader SMARThealth Kepanjen

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengembangan terapi individual bagi pasien hipertensi di wilayah Kabupaten Malang, khususnya di Kelurahan Kepanjen. Sebanyak 58 warga dengan risiko tinggi terhadap tekanan darah tinggi diundang dalam kegiatan ini. Mereka telah disaring sebelumnya oleh tim enumerator, dan hari itu datang untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara menyeluruh.

Acara dimulai dengan sapaan hangat dari Master of Ceremony (MC) Kiki, kemudian dilanjutkan sambutan dari Lurah Kepanjen Bobby Setya Abdi, S.STP, M.M., yang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret mendekatkan layanan kesehatan berbasis riset kepada masyarakat. Sambutan berikutnya datang dari tamu istimewa, Prof. Delvac Oceandy dari UoM, yang turut hadir mendampingi tim peneliti FKUB.

Pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth Kelurahan Kepanjen dan wawancara dengan kuesioner skrining model SMARThealth NIHR oleh mahasiswa dan Tim Peneliti Farmasi FKUB

Salah satu peneliti, apt. Favian Rafif Firdaus, S.Farm., M.Farm, selanjutnya memaparkan alur teknis kegiatan. Terdapat lima pos pemeriksaan yang harus dilalui oleh peserta. Pos 1 – Registrasi, ditangani langsung oleh Favian bersama mahasiwa Farmasi FKUB. Pos 2 – Antropometri dan Tekanan Darah, di mana pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut dilakukan oleh mahasiswa, sedangkan pengukuran tekanan darah dipercayakan kepada lima kader SMARThealth Kelurahan Kepanjen yang sudah cukup terlatih, yaitu Agustin Shintowati, Kristin Mariana, Sunarmi Warto Dewo, Rusmini, dan Ninik Kartini.

Pos 3 – Pemeriksaan Sampel Darah, dijalankan oleh tenaga kesehatan dari Klinik UB. Pos 4 – Pengisian Kuesioner Skrining Model NIHR-GHRC NCDs & EC, difasilitasi oleh mahasiswa Farmasi FKUB dan dua anggota peneliti – apt. Ferri Widodo, S.Si., M.Biomed dan apt. Rudy Salam, S.Farm., M.Biomed, yang sebelum telah dilatih oleh Field Facilitator NIHR UB.

Pemeriksaan sampel darah oleh tenaga kesehatan Klinik UB

Pos 5 – Edukasi Kesehatan, ditangani oleh Tim Peneliti ahli, yaitu apt. Efta Triastuti, M.Farm.Klin., Ph.D; dr. Bayu Lestari, M.Biomed., Ph.D; Dr. apt Valentina Yurina, S.Si, M.Si, serta Prof. Delvac yang turut memberikan edukasi langsung secara face to face dengan pasien.

Setelah menyelesaikan kelima pos, setiap pasien menjalani verifikasi kelengkapan data. Mereka yang telah menyelesaikan semua pemeriksaan mendapatkan paket gift berisi uang transport, tas ISPF British Council UB–UoM, serta kaos ISPF sebagai bentuk apresiasi. Tak hanya pasien, para kader SMARThealth dan Field Facilitator NIHR UB pun turut mendapatkan apresiasi serupa.

Edukasi kesehatan oleh Tim Peneliti Ahli

Dari total 58 pasien yang diundang, 42 orang berhasil diperiksa di Aula Kelurahan, sementara 3 orang lainnya dikunjungi langsung melalui home visit di RW 01, RW 04, dan RW 05. Sisanya tidak hadir karena berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan yang memburuk, kegiatan pribadi yang tidak dapat ditinggalkan, hingga ketakutan terhadap jarum pengambilan darah.

Kegiatan Community Development ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat semata, tetapi juga merupakan jembatan antara hasil riset ilmiah dan penerapan nyata di lapangan. Harapannya, edukasi dan pengembangan terapi yang lebih tailored ini mampu meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi di Kepanjen dan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain.

Acara ditutup pukul 14.10 WIB, meninggalkan kesan mendalam bagi peserta, kader, dan seluruh tim pelaksana. Sebuah langkah kecil yang bermakna besar dalam upaya memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas dan kolaborasi ilmiah. *** [230825]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 06 Agustus 2025

"Kenali Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia" – Bersama Posyandu Anggrek Kepanjen Yang Kolaboratif dengan Astagraphia di Gedung Terbuka Markas Cabang LVRI

Sebagai anak perusahaan Astra yang bergerak di lini bisnis Teknologi Informasi (TI), PT Astra Graphia Tbk (Astagraphia) tidak hanya fokus pada solusi printing, layanan teknologi, dan transformasi digital, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjalankan bisnis berkelanjutan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) empat pilar: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan.

Sejalan dengan fokus keberlanjutan tersebut, Astagraphia terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan sosial yang relevan dan berdampak. Salah satunya adalah pelaksanaan program CSR di pilar kesehatan yang menyasar ibu dan balita di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pada Rabu, 6 Agustus 2025, Astagraphia menyelenggarakan kegiatan Edukasi Kesehatan bertajuk "Kenali Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia" di Gedung Terbuka Markas Cabang LVRI, Kepanjen. Acara ini menjadi wujud nyata kolaborasi Astagraphia bersama Posyandu Anggrek, dengan dukungan dari pemerintah Kelurahan Kepanjen dan tenaga kesehatan Ponkesdes Panji Husada.

Peserta edukasi kesehatan berpose bersama Astagraphia, Narasumber, Kapus Kepanjen, Lurah Kepanjen, dan Kader Posyandu Anggrek Kepanjen

Sebanyak 74 peserta, yang terdiri dari 55 ibu balita, perangkat desa, tenaga kesehatan Ponkesdes Panji Husada, kader Posyandu Anggrek, babinsa, dan personil Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), hadir dalam kegiatan ini. 

Acara dimulai pukul 09.45 WIB dengan pembuka kata oleh Master of Ceremony (MC) dari Astagraphia, Nella Dyah Puspita, dilanjutkan sambutan dari Martian H. Mustika, Branch Manager Astagraphia Cabang Surabaya 2, yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan.

Sambutan berikutnya juga datang dari Lurah Kepanjen, Bobby Setya Abdi, S.STP, M.M., dan Kepala Puskesmas Kepanjen, dr. Ruri Pujiastuti, yang menekankan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sebagai langkah awal mencegah stunting dan mewujudkan generasi sehat masa depan.

Suasana edukasi kesehatan dari Astagraphia yang berkolaborasi dengan Posyandu Anggrek Kepanjen di Gedung Terbuka Markas Cabang LVRI Kepanjen

Usai sambutan-sambutan, acara inti diisi oleh narasumber utama dr. Eriska Ayu Wirindri, Sp.A, dokter spesialis anak lulusan Universitas Brawijaya yang kini bertugas di RSUD Kabupaten Lombok Utara dan RSIA Permata Hati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 

Dalam pemaparannya, dr. Eriska mengulas secara komprehensif enam tahapan penting tumbuh kembang anak dari usia 0 hingga 5 tahun - sebuah pengetahuan praktis yang sangat dibutuhkan oleh para orangtua dalam mendampingi anak mencapai potensi maksimal sesuai usianya.

Keenam tahapan tersebut meliputi Tumbuh Kembang 0-3 Bulan: Si Kecil Mulai Mengenal Dunia; Tumbuh Kembang Anak 7-9 Bulan: Si Mungil Menjelajah; Tumbuh Kembang 1-2 Tahun: Si Kecil Semakin Mandiri; Tumbuh Kembang 2-3 Tahun: Si Cilik Eksplorer; Tumbuh Kembang 3-4 Tahun: Semakin Cerdas dan Terampil; dan Tumbuh Kembang 4-5 Tahun: Suap Menjelajahi Dunia Sekolah.

Sesi tanya jawab dengan narasumber utama dalam edukasi kesehatan

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif, dipandu oleh MC dan narasumber. Lima ibu balita aktif - Dina (RT 01 RW 02), Vinita (RT 05 RW 01), Novi (RT 07 RW 02), Sumratin Nisa (RT 05 RW 03), Nur Fitria (RT 07 RW 01) - mengajukan pertanyaan, menunjukkan antusiasme serta kepedulian tinggi terhadap tumbuh kembang anak-anak mereka. Setiap penanya mendapatkan gift menarik dalam bentuk amplop dari Astagraphia sebagai bentuk apresiasi.

Tidak hanya berbagi pengetahuan, Astagraphia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan Posyandu Anggrek Kepanjen. Bantuan yang berupa permainan edukasi dan meja lipat ini diserahkan langsung oleh Branch Manager Astagraphia dan diterima oleh Lurah Kepanjen serta Koordinator Kolaboratif Posyandu Anggrek, Agustin Shintowati.

Keseruan acara ditutup dengan pembagian doorprize kepada enam peserta terpilih yang berhasil membawa pulang hadiah menarik. Wajah-wajah sumringah para pemenang seperti Sholehah, Sumratin Nisa, Sumartiani, Witatik, Maria Kiptiah, dan Lita, mencerminkan kebahagiaan yang sederhana namun bermakna.

Branch Manager Astragrapia Cabang Surabaya 2 berikan bantuan sarana dan prasarana bagi Posyandu Anggrek Kepanjen guna menunjang kegiatannya

Acara pun resmi ditutup pukul 11.33 WIB dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Bersama Astagraphia, Menyemai Harapan Lewat Aksi Nyata

Melalui kegiatan ini, Astagraphia membuktikan bahwa peran korporasi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui edukasi kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ibu dan balita, Astagraphia ingin menjadi bagian dari ekosistem yang menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

Kata seorang sosiolog Prancis Émile Durkheim (1858-1917), masyarakat tidak hanya terdiri dari individu, tetapi juga dari tindakan kolektif yang menciptakan perubahan. Harapan tumbuh ketika kita beralih dari mimpi ke gerakan. *** [060825]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Minggu, 16 Maret 2025

Buka Bersama Dengan Kader Kesehatan Kelurahan Kepanjen di Warung Bakso Solo: Momen Kebersamaan Usai Aksi Sosial "Indahnya Berbagi”

"Makanlah bersama-sama dan jangan sendiri-sendiri, karena kebersamaan itu mendatangkan keberkahan." - Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam

Sore yang penuh kehangatan dan kebersamaan menjelang waktunya buka puasa di hari kelimabelas Ramadhan atau Sabtu (15/03), terasa Warung Bakso Solo Kepanjen, di mana kader kesehatan Kelurahan Kepanjen dan bidan Ponkesdes Panji Husada berkumpul untuk melaksanakan buka bersama. Tak terkecuali salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) juga diajaknya.

Buka bersama ini dilakukan, setelah mereka bersama-sama terlibat dalam aksi sosial "Indahnya Berbagi" yang berlangsung di depan Dealer Honda Panji atau Apotek Kepanjen Farma (Apotek Mustadjab), yang bertujuan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Usai menyiapkan sembako, takjil dan melaksanakan kegiatan sosial, kader kesehatan ini menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama, sebagai wujud syukur atas kelancaran acara dan juga untuk mempererat tali silaturahmi. Buka bersama yang diadakan di Warung Bakso Solo ini bukan hanya soal berbagi makanan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan momen berharga di antara mereka.

Usai aksi sosial "Indahnya Berbagi", kader kesehatan Kepanjen bergeser ke Warung Bakso Solo untuk berbuka puasa

Momen tersebut terasa semakin bermakna dengan adanya suasana santai dan hangat, di mana para kader kesehatan saling berbagi cerita dan pengalaman selama menjalankan tugas mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah kesibukan tugas sehari-hari, buka bersama ini menjadi kesempatan untuk lebih dekat satu sama lain, serta memperkuat semangat gotong royong dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Aksi sosial "Indahnya Berbagi" sebelumnya berhasil memberikan bantuan kepada sejumlah warga yang membutuhkan, menunjukkan kepedulian dan komitmen para kader kesehatan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. 

Kini, setelah kegiatan tersebut, mereka merayakan pencapaian kecil itu dengan penuh syukur, bercengkerama, dan menikmati hidangan bersama di Warung Bakso Solo, sebuah tempat yang sering menjadi pilihan favorit warga Kepanjen untuk menikmati hidangan hangat dan lezat.

Bakso, lontong, dan wedang jeruk sebagai menu buka puasa di hari kelimabelas Ramadhan

Pada buka bersama itu, saya memesan pentol bakso dan kuahnya saja. Dari dulu, memang saya kebetulan menyukai makan bakso, hanya sayur dengan pentol dan kuahnya saja. Tidak pakai siomay, tahu maupun yang lainnya. Pendampingnya adalah wedang jeruk panas dan lontong, karena nasi putihnya tidak menyediakan.

Buka bersama tidak hanya sebagai ajang pertemuan saja, tetapi juga kebersaman dalam keberkahan. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam: "Eat together and not separately, for the blessing is associated with the company" (Makanlah bersama-sama dan jangan sendiri-sendiri, karena kebersamaan itu mendatangkan keberkahan).

Kutipan "Makanlah bersama-sama dan jangan sendiri-sendiri, karena keberkahan itu ada pada kebersamaan" yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam menekankan pentingnya kebersamaan dan kerukunan. 

Sebelum menyatap menu buka puasa, kader kesehatan Kepanjen menghadap ke kamera HP

Pesan tersebut mendorong orang untuk berbagi makanan dengan orang lain daripada makan sendiri. Dalam tradisi Islam, berbagi makanan dan makan bersama dipandang sebagai cara untuk menumbuhkan persatuan, memperkuat hubungan, dan menyebarkan keberkahan.

Konsep keberkahan, dalam konteks ini, mengacu pada manfaat spiritual dan sosial yang diperoleh dari berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang positif dan bermakna. Makan bersama tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga meningkatkan rasa solidaritas dan persaudaraan, dan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam mendorong hal ini sebagai cara untuk mendatangkan keberkahan dalam hidup seseorang. 

Hal ini merupakan pengingat bahwa tindakan kebaikan, kemurahan hati, dan kebersamaan sangat dihargai dalam Islam, dan tindakan tersebut mendatangkan pahala, baik di dunia maupun di akhirat. *** [160325]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan: Kader Kesehatan Kepanjen Menghadirkan Kebaikan

“Anda tidak dapat menjalani hari yang sempurna tanpa melakukan sesuatu untuk seseorang yang tidak akan pernah dapat membalas budi Anda.” – John Wooden (1910 – 2010)

Di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah di hari kelimabelas atau Sabtu (15/03) ini, semangat kebersamaan dan kepedulian terlihat jelas dari para kader kesehatan di Kelurahan Kepanjen. Dengan mengusung tema "Indahnya Berbagi POKJA IV Bersama Kader Kesehatan Kelurahan Kepanjen," mereka mengumpulkan iuran dari anggota kader secara internal yang kemudian diwujudkan dalam aksi sosial yang penuh makna.

Di halte depan Dealer Honda Panji AHASS 05024 yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani RT 02 RW 02 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, atau tepatnya berhadapan dengan Apotek Kepanjen Farma atau yang beken dengan sebutan Apotek Mustadjab, 13 orang kader kesehatan Kelurahan Kepanjen membagikan 300 botol jus alpukat dan jus jambu dengan kurma dan sedikit roti, serta 20 paket sembako yang berisi beras, gula, minyak goreng, telur, dan Indomie.

Sambil menunggu hujan reda, kader kesehatan Kepanjen berpose bersama Lurah, Ketua TP PKK, bidan dan perawat Ponkesdes Panji Husada di Balai RW 01

Meskipun hujan rintik-rintik turun dengan intensnya, semangat kader tak surut sedikit pun. Mereka dengan penuh kegembiraan membagikan takjil dan sembako kepada setiap orang yang lewat di depan halte tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para kader kesehatan, tetapi juga turut didukung oleh Lurah Kepanjen, Ketua TP PKK Kelurahan Kepanjen, bidan dan perawat dari Ponkesdes Panji Husada, serta salah satu anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) juga hadir, memberikan kontribusi nyata dalam mendukung aksi sosial ini.

Lurah Kepanjen berikan sembako dan jus buah kepada tukang becak

Berbagi itu perbuatan baik yang sangat indah! Seperti yang dikatakan oleh pemain dan juga pelatih basket Amerika John Wooden (1910 – 2010): “You can’t live a perfect day without doing something for someone who will never be able to repay you” (Anda tidak dapat menjalani hari yang sempurna tanpa melakukan sesuatu untuk seseorang yang tidak akan pernah dapat membalas budi Anda).

Kutipan dari John Wooden ini menekankan pentingnya tidak mementingkan diri sendiri dan kebaikan hati dalam menjalani hidup yang memuaskan. Ujaran (quote) ini menunjukkan bahwa hari yang benar-benar sempurna tidak ditentukan oleh pencapaian atau kesenangan pribadi, tetapi oleh tindakan membantu orang lain, khususnya mereka yang tidak dapat membalas budi Anda. Idenya adalah bahwa kepuasan sejati datang dari memberi tanpa mengharapkan imbalan apa pun—baik itu waktu, usaha, atau kebaikan hati!

Kader kesehatan Kepanjen bagikan 300 botol jus buah kepada orang yang melintas Jalan Ahmad Yani Kepanjen

Wooden menyoroti nilai altruisme dan bagaimana altruisme memperkaya hidup kita dengan membuat kita merasa lebih terhubung dengan orang lain, yang berkontribusi pada rasa tujuan yang lebih dalam. 

Kutipan ini mengingatkan kita bahwa tindakan kebaikan, bahkan yang kecil, dapat membuat perbedaan yang signifikan, dan bahwa memberi tanpa mengharapkan imbalan apa pun dapat menuntun pada kebahagiaan sejati.

Ketua TP PKK berikan jus buah kepada bapak-anak penjual balon

Dengan penuh kebersamaan, kader kesehatan Kelurahan Kepanjen memastikan bahwa di tengah kesederhanaan, ada makna yang luar biasa dari saling berbagi. Semangat ini menjadi simbol nyata dari kekuatan kolaborasi dan kepedulian sosial yang menghidupkan suasana Ramadhan yang penuh damai dan keberkahan.

Diakhir aksi sosial ini pada pukul 17.11 WIB, Lurah Kepanjen Bobby Setya Abdi, S.STP, M.M. yang disaksikan Ketua TP PKK Zena Alyssha, S.IP, bidan Mamik Makrifatin, S.ST, dan perawat Nurul Masfiyah, A.Md.Kep., mengucapkan terima kasih atas sumbangsih kegiatan “Indahnya Berbagi” yang bermanfaat ini.

Suasana pembagian takjil dan sembako dalam aksi sosial kader "Indahnya berbagi" kesehatan Kelurahan Kepanjen dengan dibantu oleh seorang polisi

Kader kesehatan Kelurahan Kepanjen tidak hanya terampil dalam membantu tenaga kesehatan Ponkesdes Panji Husada maupun Puskesmas Kepanjen dalam melakukan skrining kesehatan, tetapi juga mampu berbagi kepada sesama di bulan Ramadhan ini.

Dalam konsep Islam, “berbagi”, khususnya di bulan Ramadhan, sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa, seperti pahala berlipat ganda, menghapus dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

Indahnya Berbagi POKJA IV Bersama Kader Kesehatan Kelurahan Kepanjen. Berbagi Berarti Peduli! *** [160325]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 25 Februari 2025

Semarak Skrining PTM di Kantor Kelurahan Kepanjen: Sinergi untuk Kesehatan Warga

Mulai pagi pada pukul 07.00 WIB di hari Selasa (25/02), suasana semarak terlihat di halaman Kantor Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tempat berlangsungnya skrining penyakit tidak menular (PTM) bagi warga setempat.

Warga berbondong-bondong untuk memeriksakan kesehatan mereka dalam kegiatan yang digelar, se sebuah bentuk kerja sama kolaboratif antara Puskesmas Kepanjen, Pemerintah Kelurahan Kepanjen, dan kader kesehatan.

Kader dan nakes berpose dengan Lurah Kepanjen

Dari remaja, dewasa hingga lansia, mereka antusias mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta tes kesehatan lainnya. Para kader kesehatan tampak sigap membantu jalannya skrining, dan membaur dengan tenaga kesehatan yang berasal dari Ponkesdes Panji Husada dan Puskesmas Kepanjen.

Skrining PTM dimulai pada pukul 07.00 WIB. Sesuai undangannya, warga membawa Kartu Keluarga (KK) maupun KTP dan diserahkan ke pendaftaran. Ada 2 kader yang bertugas yaitu Kristin Mariana dan Dewi Kartikasari. Mereka akan menuliskan identitas warga, seperti nama, jenis kelamin, tanggal lahir, NIK, alamat dan tanggal pemeriksaan.

Setelah itu, diserahkan kepada Khusnul Yakin, staf Puskesmas Kepnajen, untuk dicek dahulu dalam database yang ada di Puskesmas Kepanjen. Kalau warga tersebut pernah periksa ke Puskesmas, maka akan muncul namanya. Sebaliknya, jika belum pernah periksa maka akan didaftar menjadi pasien baru.

Semarak skrining PTM terlihat dari gerbang paduraksa Kantor Kelurahan Kepanjen, Kecmatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Sehabis dicek dalam database, warga akan mendapatkan panggilan dari kader Febriaty untuk segera melakukan pengukuran antropometri, seperti berat dan tinggi badan serta lingkar perut. Pengukuran antropometri ini dilakukan oleh 3 kader, yaitu Harti, Rusmini, dan Wiwik Setya Anggraeni, S.H. Hasil pengukurannya dicatat oleh Febri dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Usai pengukuran antropometri, warga dipersilakan menuju ke meja berikutnya untuk mendapatkan layanan pengukuran tekanan darah. Terdapat 4 orang di meja tersebut, yakni Tri Lestari, S.ST (Puskesmas Kepanjen), Yudha Purwaningdyah Sarihandini, A.Md.Keb (bidan Desa Ngadilangkung), Miftakhul Nimas Triyastuti, A.Md. Gz (Puskesmas Kepanjen), dan kader Sumarmi Warto Dewo.

Tri Lestari dan Sumarmi melakukan pengukuran tekanan darah, dan hasilnya dicatat oleh bidan Yudha. Sementara itu, Nimas bertugas melakukan pendaftaran untuk menuju ke meja pemeriksaan berikutnya.

Suasana skrining PTM yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kepanjen yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan dan kader kesehatan

Meja selanjutnya adalah meja pemeriksaan laborat. Meja ini diperkuat oleh 3 tenaga kesehatan (nakes) dari Laborat Puskesmas Kepanjen, yaitu Yogi Agung Hermawan, A.Md.Kes., Awang Endro Utomo, A.Md.Kep., dan Dani Rahardi S., A.Md.Kep.

Ketiga nakes laborat itu, melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan gula darah puasa (GDP). Hasilnya ini langsung terlihat atau jadi. Sedangkan, untuk pemeriksaan kolesterol, asam urat, HDL (High Density Lipoprotein/kolesterol baik), LDL (Low-Density Lipoprotein/kolesterol jahat), dan Trigliserida (jenis lemak yang mengalir dalam darah).

Selain ketiga nakes laborat, di meja tersebut terdapat kader Agustin Shintowati yang membantu konfirmasi form sebelum diambil darahnya, perawat Nurul Mashfiyah, A.Md.Kep yang menjadi nara hubung form skrining dari meja tersebut kepada dokter, dan Nidya Rosalin, S.Kep. Ners dari Puskesmas Kepanjen yang bertugas membantu menyiapkan ubarampe dalam pemeriksaan darah, seperti Vaccum Blood Collection Tube OneMed, Disposable Syringe With Needle 3 ml, dan tourniquet (pembendung pembuluh darah).

Staf Laborat Puskesmas Kepanjen lakukan phlebotomy

Pemeriksaan darah yang telah dimasukkan dalam tabung kecil itu akan dilakukan di Laborat Puskesmas Kepanjen. Mulai tahun ini, Puskesmas Kepanjen telah memiliki 3 laborat, sehingga pemeriksaan darah menjadi lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

Usai warga mengikuti phlebotomy dari nakes Laborat, maka ia akan disarankan untuk menuju ke meja dokter. Di meja itu terlihat ada 2 dokter fungsional dari Puskesmas Kepanjen, yaitu dr. Hadaya Trias Ramadani dan dr. Afif Bachtiar Rifa’i.

Kedua dokter tersebut akan memberikan konsultasi penyakit maupun kesehatan kepada warga, terutama bagi mereka yang mempunyai faktor risiko tinggi (highrisk), dan sekaligus akan meresepkan obat.

Warga lakukan konsultasi penyakit maupun kesehatan dengan 2 dokter fungsionalis Puskesmas Kepanjen

Obat untuk beberapa hari bisa diambil di meja samping yang dilayani oleh Marina Anjarwati, A.Md.Kep. (Pj. PTM Puskesmas Kepanjen) dan Feby Cahyaning Intanswari, S.Farm dari Farmasi Universitas Brawijaya (UB) yang sedang mengambil profesi.

Sedangkan, untuk kebutuhan obat yang sebulan penuh bagi warga akan diberikan oleh Puskesmas Kepanjen melalui kader setempat, khususnya bagi pemilik kartu BPJS dengan fasilitas kesehatan (faskes) yang dialamatkan di Puskesmas Kepanjen. Sementara itu, yang non faskes Puskesmas Kepanjen disarankan untuk mengambil obatnya di faskesnya masing-masing.

Sehabis itu, warga akan mendapatkan pemberian makanan tambahan yang diberikan oleh kader Ninik Kartini yang disaksikan oleh Koordinator Kegiatan, Mamik Makrifatin, S.ST (bidan Ponkesdes Panji Husada Kepanjen).

Mahasiswi Farmasi UB yang sedang ambil profesi membantu nakes Puskesmas Kepanjen dalam memberikan obat kepada pasien highrisk

Layanan pemeriksaan skrining PTM yang dihadiri salah seorang Tim SMARThealth UB ini selesai pada pukul 11.54 WIB. Dari 150 undangan yang disebar, sebanyak 145 warga (88 puasa, dan 57 tidak puasa) berhasil menjalani pemeriksaan kesehatan, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat. Dengan adanya skrining ini, diharapkan warga lebih memahami kondisi kesehatannya dan dapat mengambil langkah preventif lebih awal demi kualitas hidup yang lebih baik. *** [250225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 17 Februari 2025

Meeting Di Ruang Kerja Lurah Bahas Agenda Kesehatan Di Kelurahan Kepanjen

Mini meeting lintas sektoral diadakan di Ruang Kerja Kepala Kelurahan (Lurah) Kepanjen pada Senin (17/02) guna membahas sejumlah kegiatan penting yang akan dilaksanakan menjelang akhir Februari 2025.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Puskesmas Kepanjen, tenaga kesehatan Panji Husada, kader kesehatan, serta salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Perwakilan dari Puskesmas Kepanjen dihadiri oleh dr. Afif Bachtiar Rifai, dan kemudian menyusul dr. Karina Indah Prayogi. Dari Ponkesdes Panji Husada terlihat bidan Mamik Makrifatin, S.ST dan perawat Nurul Masfiyah, A.Md. Lalu, dua kader SMARThealth Kepanjen Agustin Shintowati dan Kristin Mariana juga hadir dan ditambah dengan perwakilan Tim SMARThealth UB.

Usai meeting diajak berpose bersama di Kantor Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Dalam meeting ini, dibahas beberapa agenda utama di penghunjung bulan Februari, di antaranya Pertemuan Rutin Kader yang menjadi wadah koordinasi bagi tenaga kesehatan di tingkat kelurahan (20/02), ujicoba aplikasi SMARThealth NIHR yang bertujuan meningkatkan pemantauan kesehatan masyarakat (21/02), serta Kelas Ibu Hamil untuk meningkatkan edukasi kesehatan bagi ibu hamil (22/02).

Selain itu, turut dibahas persiapan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) sebagai forum evaluasi dan perencanaan program kesehatan berbasis masyarakat (24/02), serta Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) Tahunan oleh Puskesmas Kepanjen untuk mendeteksi dini risiko kesehatan warga (25/02).

Lurah Kepanjen Bobby Setya Abdi, S.STP. M.M. menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program-program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan setiap kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta kesejahteraan warga Kelurahan Kepanjen.

Mini meeting lintas sektoral bahas agenda kesehatan di Ruang Kerja Kepala Kelurahan Kepanjen

Usai meeting dengan Lurah Kepanjen, perwakilan dan Puskesmas Kepanjen, tenaga kesehatan Panji Husada, kader kesehatan, dan salah seorang anggota Tim SMARThealth UB melanjutkan pertemuan untuk membahas teknis pelaksanaan Skrining PTM Tahunan oleh Puskesmas Kepanjen yang bakal digelar di halaman Kantor Kelurahan Kepanjen yang beralamatkan di Jalan Sultan Agung No. 2 RT 06 RW 03 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang., pada Selasa (25/02).

Skrining tersebut akan mengundang sekitar 150 warga mulai dari umur 15 tahun ke atas. Rencananya, petugasnya akan  kolaborasi antara petugas dari Puskesmas Kepanjen, tenaga kesehatan Panji Husada, kader SMARThealth, dan perangkat desa serta salah seorang anggota Tim SMARThealth UB untuk membantu dokumentasinya.

Rapat teknis pelaksanaan Skrining PTM Tahunan Puskesmas Kepanjen yang akan berlangsung di halaman depan Kantor Kelurahan Kepanjen pada Selasa (25/02)

Keberhasilan program kesehatan di masyarakat tidak hanya bergantung pada tenaga medis atau pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif berbagai pihak. Pendekatan kolaboratif dan partisipatif menjadi kunci utama dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor—antara Pemerintah Kelurahan Kepanjen, Puskesmas Kepanjen, Ponkesdes Panji Husada, kader kesehatan, lembaga, hingga warga—membantu menciptakan sinergi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kesehatan. 

Sementara itu, partisipasi aktif masyarakat memperkuat penerapan program di lapangan, mulai dari edukasi kesehatan, deteksi dini penyakit, hingga pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di lingkungan sekitar.

Dengan adanya kerja sama yang erat, program kesehatan seperti skrining penyakit tidak menular, kelas ibu hamil, posyandu, hingga musyawarah masyarakat desa (MMD) dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas. *** [170225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 01 Februari 2025

Kepanjen Mulai Ber-ILP dalam Giat Posyandu

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah sebuah inovasi dalam pemberian layanan kesehatan yang menggabungkan berbagai aspek layanan dasar dalam satu tempat untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang lebih komprehensif. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi ibu dan anak, dengan mengintegrasikan layanan kesehatan seperti imunisasi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, tumbuh kembang anak, dan layanan kesehatan primer lainnya, seperti Posbindu (Posyandu Usia Produktif), dan Posyandu Lansia.

Sabtu (01/02) pagi ini di awal bulan Februari 2025, Kelurahan Kepanjen sudah mulai ber-ILP dalam giat Posyandunya di Posyandu Anggrek 2. Bertempat di Balai Gedung RW 01 yang berada di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, giat tersebut diselenggarakan oleh kader kesehatan bersama dengan tenaga kesehatan (nakes) dari Ponkesdes Panji Husada dan dokter fungsional dari Puskesmas Kepanjen.

Kader, bidan, perawat dan dokter berpose bersama sambil kembul bujana

Dalam ILP ini terdapat 5 langkah dalam melakukan pemeriksaan. Langkah pertama adalah pendaftaran yang ditangani oleh kader Indri Astutik. Idealnya 2 orang (Balita dan Posbindu/Lansia), namun mengingat masih mengawali baru 1 petugas.

Langkah 2 merupakan penimbangan dan pengukuran. Kader yang bertugas dalam langkah 2 ini juga masih 1, yaitu kader Edi Hartutik sehingga terlihat masih kerepotan bila ada balita yang perlu penimbangan dengan cara ditidurkan.

Langkah 3 adalah pencatatan dan pelaporan. Pada langkah ini sudah terlihat ideal karena sudah ada 2 kader yang bertugas, yaitu kader Wiwik Setya Anggreni, S.H. dan Nanik Triyudhani. Hanya saja, kedua kader tersebut kebetulan kerap berkutat pada giat Posbindu sehingga dalam pencatatan dan pelaporan awalnya masih menumpuk dan berhenti di situ, khususnya menyangkut yang balita.

Pemberian vitamin A pada balita

Langkah 4 adalah pelayanan kesehatan. Di langkah 4 ini diisi oleh bidan Mamik Makrifatin, S.ST dan perawat Nurul Masfiyah, A.Md.Kep dari Ponkesdes Panji Husada dan dr. Afif Bachtiar Rifai. Pada langkah 4 ini sudah ideal.

Pasien usai di langkah 3 langsung konsultasi ke dokter fungsional Puskesmas Kepanjen dr. Afif Bachtiar Rifai. Namun, untuk yang balita bisa langsung ke bidan Mamik dalam pemeriksaan selanjutnya.

Sepengalaman Tim SMARThealth Universitas Brawijaya mendampingi giat ini selama 9 tahun, Kepanjen senantiasa konsisten mendatangkan dokter fungsional dari Puskesmas Kepanjen untuk memberikan layanan kesehatan primer.

Layanan bidan dan perawat Ponkesdes Panji Husada dalam ILP

Langkah 5 merupakan penyuluhan kesehatan. Pada langkah 5 ini, kader yang bertugas adalah Agustin Shintowati. Selain memberikan penyuluhan sesaat, juga membagikan pemberian makanan tambahan (PMT). Ada 3 macam, yakni sop ayam, nagasari dan biskitop sugar puff.

ILP di Posyandu Anggrek 2 Kepnjen ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.17 WIB. Sasarannya meliputi 3 RT, yaitu RT 07, RT 08, dan RT 09 di lingkungan RW 01 Kelurahan Kepanjen. Dalam giat ILP Posyandu Anggrek 2 itu berhasil dilakukan pemeriksaan terhadap 16 balita, 33 usia produktif dan lansia.

Untuk mengawali kegiatan Posyandu ILP, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah memastikan seluruh pihak yang terlibat - baik nakes, masyarakat, maupun pihak terkait lainnya - memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan. Ini meliputi penyesuaian jadwal layanan yang efisien dan mudah diakses masyarakat, serta penguatan koordinasi antara kader kesehatan, Ponkesdes, dan Puskesmas serta Pemerintah Desa.

Konsultasi kesehatan warga kepada dokter fungsional Puskesmas Kepanjen

Keberhasilan kegiatan Posyandu ILP juga bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Edukasi yang efektif melalui sosialisasi dan pelatihan kader posyandu sangat penting untuk mempermudah pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan layanan ini. 

Selain itu, dengan adanya penguatan sistem pencatatan dan pelaporan data kesehatan yang lebih terintegrasi, pemantauan perkembangan kesehatan di tingkat komunitas dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan inisiatif Posyandu ILP, diharapkan masyarakat semakin terlayani dengan baik dalam hal kesehatan dasar, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan penurunan angka kematian ibu dan anak di tingkat komunitas. *** [010225]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog