-
Studi Banding SMARThealth Kemenkesmas Thailand ke Dinkes Kabupaten Malang
Rombongan Kemenkesmas Thailand diterima di Ruang Multimedia Dinkes Kabupaten Malang (Rabu, 08/03/2023).
-
Kunjungan Kemenkesmas Thailand dan delegasi India dalam giat Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu, Turen
Rombongan Kemenkesmas Thailand menyaksikan kader terlatih SMARThealth melakukan pengecekan kadar gula darah di Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu, Turen (Kamis, 09/03/2023)
-
Kunjungan Kemenkesmas Thailand dan delegasi India dalam giat Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu, Turen
Rombongan Kemenkesmas Thailand dan delegasi India berkeliling melihat giat Posbindu PTM Kasuari Kelurahan Sedayu, Turen (Kamis, 09/03/2023)
-
Kunjungan Kemenkesmas Thailand dan delegasi India dalam giat Posbindu PTM Desa Sepanjang, Wagir
Rombongan Kemenkesmas Thailand dan delegasi India berdikusi usai melihat konsultasi pasien dengan dokter di Posbindu PTM Desa Sepanjang (Jumat, 10/03/2023)
-
Kunjungan Kemenkesmas Thailand dan delegasi India dalam giat Posbindu PTM Desa Sepanjang, Wagir
Rombongan Kemenkesmas Thailand tertarik melihat seorang petugas kesehatan memberikan obat bagi warga yang punya faktor risiko PTM tinggi di Posbindu PTM Desa Sidorahayu (Jumat, 10/03/2023)
Selasa, 24 Februari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Gebyar Lansia Triwulanan, Semangat Usia Senja di Lapangan Desa Mendalanwangi
"It's not how old you are. It's how you are old." -- Jules Renard
Ahad (18/01) pagi ini, suasana Lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, tampak semarak meski awan mendung menggelayuti langit. Sejak dini hari, tepatnya bakda Subuh, satu per satu rombongan lansia mulai berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang.
Mereka hadir dengan wajah ceria dan semangat yang menyala untuk mengikuti Gebyar Lansia Triwulanan, sebuah kegiatan rutin yang digelar oleh Perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso (PYGA) Kabupaten Malang.
![]() |
| Sambutan dari Perwakilan Bupati Malang |
Lapangan Mendalanwangi pagi itu bukan sekadar ruang terbuka, melainkan ruang perjumpaan, perayaan, dan bukti bahwa usia senja tetap bisa dijalani dengan aktif dan bermakna.
![]() |
| Meja registrasi peserta Senam Lansia Triwulanan di Lapangan Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang |
Menurut Koordinator PYGA Kecamatan Bululawang, Sandi Cahyadi, jumlah peserta yang diundang mencapai 2.065 orang. Dari Kecamatan Bululawang sendiri hadir 208 peserta, sementara Kecamatan Wagir sebagai tuan rumah menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan sekitar 500 lansia.
![]() |
| Senam Lansia Bersama dengan Instruktur |
Acara diawali dengan registrasi peserta dan persiapan senam, dilanjutkan dengan pembukaan resmi melalui lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Lansia. Tepat pukul 07.07 WIB, Ketua Panitia yang juga Kepala Desa Mendalanwangi, Muhammad Sharoni, S.Pt., menyampaikan sambutannya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Bupati Malang. Meski Bupati Malang berhalangan hadir karena agenda penting lainnya, pesan yang disampaikan tetap mengundang apresiasi.
![]() |
| Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa Mendalanwangi turut serta dalam Senam Lansia Bersama |
Usai sambutan, momen haru pun tercipta ketika perwakilan Bupati membagikan uang ratusan ribu rupiah kepada para lansia berusia di atas 90 tahun, langsung di depan panggung utama.
![]() |
| Lansia berkebaya pink itu tak kalah gemulainya dengan yang lainnya |
Sepanjang pengamatan salah seorang anggota Tim SMARThealth UB yang aktif berkeliling lokasi, tampak para peserta mengenakan seragam khas masing-masing kelompok. Sebagian terlihat mengenakan kaos Klub Jantung Sehat Kabupaten Malang.
![]() |
| Kepala Puskesmas Wagir memimpin langsung nakes dan kader kesehatan di Posyankes yang didirikan di pojok lapangan |
Tak hanya soal kebugaran, aspek kesehatan juga mendapat perhatian serius. Di salah satu sudut lapangan, berdiri stand Posyankes yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Wagir, dr. Siti Hariyanti. Di stand ini, dilaksanakan kegiatan Posbindu PTM oleh kader kesehatan Desa Mendalanwangi bersama tenaga kesehatan Ponkesdes dan nakes lainnya dari lingkungan Puskesmas Wagir. Layanan yang diberikan meliputi skrining faktor risiko penyakit tidak menular pada lansia, hingga pemeriksaan mata.
![]() |
| Skrining PTM di Posyankes yang dilakukan oleh kader dan nakes |
“Bukan berapa umurmu yang penting, tapi bagaimana kamu menjalani hidupmu di usia tua itu.”
Di bawah langit mendung di Lapangan Mendalanwangi, para lansia Kabupaten Malang membuktikan bahwa hidup di usia senja tetap bisa dijalani dengan sehat, bahagia, dan penuh semangat. *** [180126]
Oleh: Budiarto Eko KusumoEditor: Budiarto Eko Kusumo
Kamis, 15 Januari 2026
Posyandu Anggrek 2 Kepanjen, Sinergi Kader, Korporasi, dan Kesehatan Masyarakat
Pagi tadi, Kamis (15/01), Balai RW 01 Kepanjen cukup ramai. Suasana berbeda dari rutinitas biasa. Bukan seperti biasanya berupa giat Posbindu SMARThealth Anggrek 2, akan tetapi ada giat Posyandu Anggrek 2 yang menjadi binaan PT Astra Graphia Tbk (Astagraphia).
Semangat pagi itu terasa hangat dan penuh makna, menandai kolaborasi apik antara dunia korporasi, dedikasi kader kesehatan, dan tenaga kesehatan dalam membangun generasi sehat dari tingkat paling dasar.
![]() |
| Nakes, kader, ibu balita, bumil dan balita berpose bersama dalam acara Posyandu Anggrek 2 Kepanjen |
Posyandu Anggrek 2 Kepanjen binaan Astagraphia merupakan sebuah upaya konsolidasi. Ia merangkul cakupan yang lebih luas di wilayah RW 01, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Tujuannya agar sasarannya menjadi lebih banyak, baik balitanya maupun ibu hamilnya (Bumil),” jelas salah seorang kader penggagas.
Meski kolaborasi ini lahir berkat ubed-nya kader kesehatan, setiap langkahnya senantiasa terkoordinasi rapi dengan tenaga kesehatan (nakes) setempat lewat kemandiriannya bukan instruksional belaka. Penentuan sasaran penerima PMT, misalnya, melalui rekomendasi bidan yang diajukan ke Puskesmas, begitu pula dengan penunjukan kader pendamping.
![]() |
| Suasana giat Posyandu Anggrek 2 Kepanjen, Kabupaten Malang |
Runtutan kegiatan pagi itu berjalan tertib dan penuh perhatian. Di teras depan, dua kader, Indri Astutik dan Wiwin Waluyaningsih, melayani pendaftaran dengan ramah. Setelah terdaftar, balita mendapatkan layanan pengukuran komprehensif: berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA) oleh tiga kader, yakni Sapta Yulia, Wiwik, dan Wiji Lestari. Data yang terkumpul kemudian dicatat dengan cermat ke dalam Buku Hasil Pengukuran Balita oleh Dewi Kartika dan Sri Handayani.
Namun, Posyandu ini bukan sekadar tempat pengukuran. Ia juga menjadi ruang belajar. Di sela kegiatan, edukasi dan penyuluhan digelar oleh Aries Styowati, SKL, staf Puskesmas Kepanjen, didampingi kader penyuluhan Luluk Tamawati. Metodenya interaktif dan menarik, yaitu circle conversation.
![]() |
| Salah seorang ibu balita dalam permainan edukasi |
Misalnya, dari gambar dua telapak tangan, Aries menjelaskan pentingnya cuci tangan pakai sabun bagi Bumil dan balita. “Tangan termasuk salah satu sarana penularan penyakit. Penularan ini bisa dihentikan dengan cuci tangan memakai air mengalir dan sabun,” jelasnya.
Topik lain yang mengemuka adalah tentang lalat. Ibu-ibu diingatkan untuk menjaga kebersihan sampah di rumah dan lingkungan, serta menggunakan tudung saji agar makanan terhindar dari kontaminasi.
Usai penyuluhan yang hidup itu, suasana semakin cair dengan sesi foto bersama. Kemudian, langsung dibagikan PMT yang telah disiapkan. Untuk pertemuan kali ini, menu andalan adalah Puding Roti Tawar dan Pisang, menyajikan nutrisi dalam bentuk yang disukai anak.
![]() |
| Kotak PMT mengakhiri giat Posyandu Anggrek 2 Kepanjen di Balai RW 01 |
Posyandu Anggrek 2 Kepanjen binaan Astagraphia adalah mozaik indah. Di dalamnya, ada sentuhan tanggung jawab sosial korporasi, ada dedikasi tanpa lelah para kader kesehatan akar rumput, ada arahan profesional dari tenaga kesehatan, dan ada partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini tidak hanya menimbang berat badan balita, tetapi juga menguatkan pondasi kesehatan komunitas untuk masa depan yang lebih cerah. *** [150126]
Oleh: Budiarto Eko KusumoEditor: Budiarto Eko Kusumo
Selasa, 30 Desember 2025
Skrining CKG di Pabrik Rokok BST: Kolaborasi untuk Deteksi Dini Kesehatan Pekerja
“In union there is strength.” -- Aesop
Komitmen terhadap kesehatan pekerja kembali diwujudkan melalui kegiatan skrining CKG yang digelar di Pabrik Rokok (PR) Berca Sauti Tobacco (BST). Selama tiga hari tidak berturut-turut, Puskesmas Sumberpucung berkolaborasi dengan PR BST melaksanakan skrining CKG bagi karyawan langsung di tempat kerja, tepatnya di Jalan Ir. Soekarno RT 15 RW 04 Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15, 22, dan 29 Desember 2025. Pelaksanaan selama tiga hari dipilih dengan pertimbangan jumlah pekerja yang mencapai sekitar 750 orang, sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan tertib, menyeluruh, dan tetap memperhatikan kelancaran aktivitas produksi pabrik.
Bagi PR BST, pelaksanaan skrining CKG ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan pekerja. Deteksi dini menjadi kunci agar potensi gangguan kesehatan dapat dikenali lebih awal dan ditangani secara tepat. Sementara itu, Puskesmas Sumberpucung bersama institusi kesehatan lain melihat kegiatan ini sebagai wujud pelayanan promotif dan preventif yang menyentuh langsung masyarakat pekerja.
![]() |
| Tim Kesehatan Puskesmas Sumberpucung dan kader berpose di depan PR BST Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang |
Koordinator pelaksanaan skrining CKG ini adalah Istitik Wahyuni, A.Md.Keb., S.Kep.Ners, selaku Penanggung Jawab Program Penyakit Tidak Menular (Pj PTM) Puskesmas Sumberpucung. Adapun pengaturan alur pemeriksaan di lapangan dikoordinasikan oleh bagian K3 PR BST yang terdiri dari Gigo Bimby, S.Psi., Gigih May Siswantoro, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh bagian SDM, Nindy Oktavia Kartika Sari, ST.
Alur skrining dimulai ketika karyawan dipanggil oleh bagian K3 menuju meja pendaftaran. Proses pendaftaran dilayani oleh personel Puskesmas Sumberpucung, yakni Susi Wingga Wati, A.Md.RMIK, Yusvika, A.Md.Kep., dan Nur Khusniati, S.Tr.Keb. Setelah itu, karyawan menjalani pemeriksaan antropometri secara berurutan.
Pengukuran berat badan dilakukan oleh kader Tri Suhartatik, tinggi badan oleh Ahmad Ayrul Fatihah, S.M. (staf magang PR BST), serta lingkar perut oleh kader Winarsih. Selanjutnya, pengukuran tekanan darah dilaksanakan oleh kader Parlindani Rahayu, disusul pemeriksaan kadar gula darah oleh kader Yuli Prasetyorini.
![]() |
| Nakes berkoordinasi |
Rangkaian pemeriksaan berlanjut dengan pengukuran CO Analyzer yang dilakukan oleh kader Mela Fitringtyas, serta pemeriksaan kesehatan mata (visus) oleh Ikrima Ifada, S.ST. Untuk layanan papsmear, Puskesmas Sumberpucung menggandeng Tim Laboratorium Patimura Malang yang diperkuat oleh Deny Suryap., A.Md.Kep., Nining Setyowati, A.Md.Kep., Nur Hidayati Kusumaningrum, dan Eli Ning Kabibah, A.Md.Kep. Pemeriksaan sadanis ditangani oleh Riska, S.Tr.Keb.
Sementara itu, pemeriksaan EKG dilaksanakan dengan dukungan Tim Klinik PACCE, yang terdiri dari dr. Maudy Putri Saraswati, Septiara Balqisya Awan, S.Tr.Kes., dan Rezky Putri M., A.Md.Kep. Dukungan juga datang dari Optik Natural, yang ditangani oleh Suliono dan Aunila Aida, khususnya dalam pelayanan kesehatan mata.
Di sela-sela skrining CKG juga terdapat pembinaan GP2SP (Gerakan Pekerja Perempuan Sehat produktif) yang dilakukan oleh Pj Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Puskesmas Sumberpucung, Ikrima Ifada, S.ST.
![]() |
| Pengukuran tekanan darah oleh kader |
Agar seluruh hasil pemeriksaan terdokumentasi dengan baik, proses entry data CKG Online dibantu oleh peserta magang PR BST, yaitu Halimatul Qutsiyah, S.Tr.Kes. dan Rhegita Cahyani Ayudya Pramesti, A.Md.T.
Keseluruhan kegiatan skrining CKG ini menjadi gambaran nyata kuatnya kolaborasi lintas sektor antara fasilitas pelayanan kesehatan, institusi kesehatan pendukung, dan dunia industri.
Seperti kata bijak dari Aesop (620 SM – 564 SM), penulis fabel Yunani:
“Dalam persatuan terdapat kekuatan.”
Kolaborasi yang terjalin antara Puskesmas Sumberpucung, PR BST, dan berbagai mitra kesehatan membuktikan bahwa upaya menjaga kesehatan pekerja akan lebih efektif ketika dilakukan bersama-sama, saling mendukung, dan terkoordinasi dengan baik. *** [301225]
Oleh: Budiarto Eko KusumoEditor: Budiarto Eko Kusumo
Minggu, 02 November 2025
Kebaya, Kampuh, dan Semangat Sehat di Sidorahayu: Skrining PTM Menyapa WHDI Wagir
Mentari pagi itu bersinar cerah, menyinari kesibukan yang berbeda dari biasanya di Dukuh Ampelsari. Ahad (02/11) itu, bukan hanya Gunung Kawi yang menjulang, melainkan juga riuh rendah semangat kesehatan yang menyelimuti halaman rumah Bapak Jamal di RT 26 RW 06, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Di pagi yang menyapa lereng perbukitan di kaki Gunung Kawi sisi timur, perawat Desa Sidorahayu, Dimas Kurniawan, A.Md.Keb., didampingi empat kader Posbindu yang tangguh - Satik, Sumartiani, Warsini, dan Wawuk - telah bersiap.
![]() |
| WHDI Dukuh Ampelsari terima para tamu di rumah Bapak Jamal di Dukuh Ampelsari RT 26 RW 06 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang |
WHDI, organisasi yang berkhidmat dalam pemberdayaan perempuan Hindu Indonesia, hari itu memusatkan pertemuannya di Ampelsari. Sekitar 80 undangan dari berbagai penjuru Wagir diharapkan hadir.
Nuansa adat dan kebersamaan terpancar jelas. Sebagai tuan rumah, WHDI Ampelsari tampil memukau dengan balutan kebaya, kampuh, dan jarik bagi perempuan, serta beskap, iket, dan jarik bagi laki-laki.
![]() |
| Peserta pertemuan WHDI se-Kecamatan Wagir mengantre pengukuran antropometri |
Begitu disambut hangat tuan rumah, para tamu dipersilakan untuk menikmati sarapan. Namun, antusiasme mereka terhadap kesehatan langsung terlihat. Sebagian memilih untuk langsung mengantre di meja skrining yang telah disiapkan, sebuah langkah cerdas untuk menghindari penumpukan.
![]() |
| Suasana pemeriksaan skrining PTM bagi panitia pertemuan WHDI se-Kecamatan Wagir, berkebaya dan berkampuh |
Rantai pelayanan tidak berhenti di angka-angka hasil pengukuran. Usai pemeriksaan fisik, para peserta menuju sebuah meja di sisi timur, dengan latar belakang tanaman wijaya kusuma yang sedang berkuncup.
![]() |
| Usai berikan KIE, perawat Desa Sidorahayu akan memberikan obat bila pasien terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) |
Antusiasme tak pernah surut, bahkan ketika hujan singkat turun membasahi bumi. Mereka tetap rela mengantre dengan sabar dan senyum. Semangat ini diperkuat oleh sambutan Ketua WHDI Kecamatan Wagir, Ibu Suci, yang mengingatkan bahwa skrining kesehatan ini adalah bagian dari program pemerintah. "Mari kita umat Hindu aktif berpartisipasi agar kesehatan kita terpantau terus," serunya, sebuah ajakan yang disambut dengan tekad bulat oleh para anggota.
![]() |
| Usai ikut skrining PTM di bawah tenda biru, peserta pertemuan WHDI se-Kecamatan Wagir langsung menuju ke Pura Satya Graha Bakti yang ada di sebelahnya |
Hingga acara ditutup pukul 12.30 WIB, sebanyak 67 orang telah berhasil diskrining. Sebuah angka yang bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari komitmen kolektif untuk hidup lebih sehat. Pagi itu di Dukuh Ampelsari, Desa Sidorahayu, di antara indahnya balutan kain kebaya dan kampuh, di tengah semangat persaudaraan WHDI, langkah kecil pencegahan PTM telah diukir. Membuktikan bahwa upaya menjaga kesehatan bisa berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan komunitas, dimulai dari sebuah halaman rumah yang penuh cerita. *** [021025]
Oleh: Budiarto Eko KusumoEditor: Budiarto Eko Kusumo






























