Tampilkan postingan dengan label PTM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2022

Ahad Pagi Ada Giat Posbindu SMARThealth Di Desa Sidorahayu

Pagi ini, Ahad (20/03/2022), udara begitu cerah. Di sebuah gang yang sudah menggunakan paving block itu, terlihat deretan sepeda motor yang parkir di depan sebuah bangunan gedung Posyandu yang usai mengalami pemugaran.

Deretan sepeda motor itu milik kader SMARThealth dan Lansia serta perawat desa yang akan menggelar giat Posbindu SMARThealth di gedung Posyandu RW 06 yang beralamatkan di Dusun Losari RT 25 RW 06 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kader SMARThealth dan Lansia berpose bersama perawat Desa Sidorahayu

Acara giat dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan menyasar warga di Dusun Losari. Dua hari sebelumnya, undangan bernomor 005/ /35.07.21.2009/2022 yang dikeluarkan Pemerintah Desa Sidorahayu perihal adanya acara Posbindu PTM SMARTheallth telah diedarkan di Dusun Losari oleh kader kesehatan setempat.

Warga berdatangan sendiri-sendiri. Mereka akan mengikuti alur pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth. Begitu tiba di gedung Posyandu, warga akan disambut empat kader Lansia berseragam batik yang bertugas untuk menyambut dan melakukan pendaftaran di serambi gedung. Keempat kader tersebut adalah Kasiani, Main, Lilik Yeniarti, dan Riski Eva Safitri. Mereka ada yang melakukan registrasi, penyambutan maupun konsumsi.

Kader Lansia membantu melakukan registrasi dalam giat Posbindu SMARThealth

Dari serambi, warga akan dipersilakan masuk ke dalam gedung untuk menerima layanan pemeriksaan. Pertama-tama, warga akan dilayani oleh kader SMARThealth Mochamat Sholeh untuk ditimbang berat badannya, diukur tinggi badannya dan lingkar perutnya. Hasil pengukurannya ditulis dalam lembar Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Posbindu PTM.

Setelah itu, warga lanjut bergeser ke meja yang berdampingan dengan pengukuran antropomentri tersebut. Di meja itu ada kader SMARThealth Sri Ribut Wijiati yang akan melakukan pengukuran tekanan darah warga. Hasilnya dicatatkan dalam lembar Form Deteksi Dini tersebut.

Kader SMARThealth melakukan input data dengan aplikasi eKader

Dari meja tensi, warga bergeser ke sebelah timur. Di situ, warga akan bertemu dengan kader SMARThealth Benny Yuliati. Kader Benny akan memberikan layanan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat. 

Dalam melaksanakan tugasnya itu, kader Benny dibantu oleh kader SMARThealth Sumartiani. Kader Sumartiani bertugas menyiapkan strip untuk pengukuran gula darah, kolesterol maupun asam urat. Bantuan ini sangatlah penting, karena dalam layanan cek pengukuran tersebut tidak boleh terlalu lama dalam membuka tabung tempat menyimpan strip tersebut. Kalau tabung tersebut terlalu lama terbuka, akan mempengaruhi akurasi dalam pengukurannya.

Perawat Desa Sidorahayu berikan konsultasi kepada warga terkait hasil deteksi faktor risiko PTM

Usai cek gula darah, warga dipersilakan menuju ke meja perawat yang letaknya berada di sebelah selatannya. Di meja itu ada perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md. Kep. Perawat tersebut akan melakukan diagnosis dari hasil skrining dan pengukuran yang dilakukan kader kesehatan terlatih dengan memberikan konsultasi kepada warga tersebut. Apabila dari hasil diagnosis deteksi dini faktor risiko PTM warga memperlihatkan risiko tinggi (highrisk) maka perawat akan memberikan obat selama seminggu.

Giat yang dihadiri oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) ini berakhir pada pukul 11.03 WIB ini berhasil diperiksa sejumlah 15 warga dengan rincian 2 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

Tim SMARThealth UB dengan seragam pemberiam Dinkes Kabupaten Malang menyimak konsultasi antara warga dengan perawat desa

Dalam rekapitulasi itu, Tim SMARThealth UB mendapat keluhan dari kader SMARThealth. Menurut mereka, aplikasi eKader ini berbeda sekali dengan aplikasi SMARThealth sebelumnya. Aplikasi eKader sering rewel, seperti mau login susah, sering keluar null-null, dan isian provinsi tidak bisa.

Hal ini juga dipertegas oleh perawat Dimas Kurniawan. “Kalau aplikasinya terus bermasalah dikhawatirkan capaiannya akan menjadi rendah. Karena kader tentunya juga akan menjadi malas dalam melakukan input data. Padahal kita sudah menargetkan 1 kader 3 skrining warga per hari.” *** [200322

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 01 April 2021

Puskesmas Wonosari, Jadwal Terakhir Bimtek Program PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Tahun 2021

Memasuki bulan Ramadhan, rangkaian jadwal Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dikebut di tahun 2021. Hal ini agar supaya di saat bulan puasa, kegiatan bimtek yang sifatnya dinas luar sudah purna sehingga tinggal mengerjakan pekerjaan di kantor saja, dan staf Dinkes juga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyu’.

Bimtek terakhir, atau yang ke-39 ini dilaksanakan di Puskesmas Wonosari yang beralamatkan di Jalan Raya Bumirejo No. 85 Dusun Kebobang RT 02 RW 02 Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (01/04/2021).


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Wonosari, Kabupaten Malang

Bertempat di Ruang Pertemuan Puskesmas Wonosari, bimtek ini dihadiri oleh pemegang program (PP) PTM, PP Indera, PP UKS, PP Lansia, PP Keswa, dan 8 perawat desa yang ada di lingkungan kerja Puskesmas Wonosari, yang meliputi: Wonosari, Kebobang, Plaosan, Plandi, Kluwut, Bangelan, Sumbertempur, dan Sumberdem.

Acara bimtek ini dimulai pada pukul 08.58 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Munasri, A.Md. Kep. Dalam sambutannya, Munasri mengucapkan selamat datang kepada Tim Bimtek dari Dinkes Kabupaten Malang, dan mohon maaf atas ketidakhadiran Kepala Puskesmas Wonosari karena berbarengan dengan acara Monitoring dan Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Bangelan serta berharap agar perawat yang hadir dalam bimtek ini bisa mengikuti dengan lancar.


Sambutan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Wonosari

Kemudian acara disusul dengan sambutan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd., mewakili Kepala Seksi PTM dan Keswa yang tidak bisa hadir karena ada acara pemaparan ODGJ di Puskesmas Dampit. Pada kesempatan itu, Gatot mengatakan bahwa bimtek di Puskesmas Wonosari ini merupakan kloter terakhir dari jadwal bimtek ke-39 Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Sebelumnya kalau bimtek, Dinkes hanya bertemu dengan pemegang program saja tapi kali ini bimtek ini memang bertujuan untuk belajar bersama dengan perawat-perawat yang ada di desa mengingat PTM itu kegiatannya dilakukan melalui perawat-perawat yang ada di desa. Tujuannya agar target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bisa tercapai.

Pukul 09.04 WIB acara berikutnya menginjak pemaparan materi yang disampaikan oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns dengan judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM).”


Materi SPM

Setelah memaparkan materinya perihal SPM, Nur Ani mengingatkan kepada perawat-perawat desa yang dikumpulkan dalam bimtek ini untuk bisa memikirkan langkah-langkah dalam memenuhi capaian SPM seperti yang telah dijabarkan dalam materi tadi.

Setelah tahu sasarannya, perawat-perawat desa bisa membuat berbagai strategi yang tujuannya agar supaya capaian SPM terpenuhi. Misalnya dengan menghidupkan PANDU PTM di Puskesmas Wonosari. Perawat dapat memanfaatkan waktu kunjungan periksa ke Puskesmas dengan melakukan skrining terhadap pasien tersebut.


Praktek ePuskesmas Skrining Dalam dan Luar Gedung

Selain itu, Nur Ani juga menyosialisasikan Posbindu SMARThealth. Tahun 2024 diharapkan semua desa di Kabupaten Malang sudah menjalankan Posbindu SMARThealth. Setiap desa nanti akan dilatih 5 kader SMARThealth, dan dibekali dengan SMARThealth Kit serta aplikasi eKader.

Dengan begitu, kader SMARThealth akan mampu membantu perawat desa melakukan skrining deteksi dini faktor risiko PTM baik dalam kegiatan Posbindu atau kunjungan dari rumah ke rumah.


Materi Indera

Kalau Posbindu SMARThealth sudah jalan di lingkungan kerja Puskesmas Wonosari, perawat akan terbantukan dalam laporan per desa dan sekaligus bisa memenuhi SPM dalam usia produktif, hiptertensi, gula darah, dan lansia.

Setelah itu, Nur Ani berusaha menjelaskan pemanfaatan ePuskesmas dalam melakukan input data guna meningkatkan capaian SPM. Ada dua ePuskesmas yang diajarkan kepada peserta bimtek, yaitu Skrining Dalam Gedung dan Skrining Luar Gedung.


Materi Keswa

Skrining Dalam Gedung ini ditujukan untuk input data pasien yang datang ke Puskesmas, Puskesmas Pembantu, atau Ponkesdes. Sedangkan, Skrining Luar Gedung itu digunakan untuk input data terhadap warga yang mendatangi Posbindu atau dikunjungi dari rumah ke rumah (door to door).

Perawat desa yang hadir dalam bimtek disuruh mempraktekkan ePuskesmas setelah diajari. Nur Ani yang dibantu staf Indera dan Gilut Kristina Dewi, A.Md. Keb. Mereka melihat para perawat tersebut mengoperasikan ePuskesmas.


Penutupan Bimtek

Pukul 10.42 WIB acara diteruskan dengan pemaparan materi perihal Indera oleh Kristina Dewi, A.Md. Keb. Dengan memanfaatkan ePuskesmas tadi, Kristina mengajari bagaimana cara mengirim laporan by name by address dengan data yang sudah ada melalui Export data berwujud excel. Setelah itu baru ditambahahi hasil skrining indera yang by name by address tersebut. Kecuali untuk yang disabilitas, laporannya tidak usah by name by address melainkan cukup angkanya saja.

Pukul 10.50 WIB acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Keswa oleh staf Keswa Gatot Sujono, S.St. M.Pd. Dalam paparannya itu, Gatot mengajarkan perihal target Keswa dalam capaian SPM. Perawat diajak untuk memahami betul hal itu beserta cara menghitungnya.

Setelah itu, Gatot juga mengingatkan kepada perawat agar supaya memperhatikan kohort. Kohort tidak boleh kosong, karena data yang ada dalam kohort selalui dipantu oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, Gatot juga menghimbau kepada perawat untuk mengupayakan JKN kepada ODGJ tidak mampu yang ada di desanya masing-masing. Hal ini supaya menghindari bertele-telenya pengurusan rujukan ODGJ yang tak memiliki JKN.

Pemaparan ini berakhir pada pukul 11.34 WIB, dan kemudian acaranya ditutup oleh Pujianto, penanggung jawab UKM pengembangan yang mewakili Kepala Puskesmas Wonosari, dan disambung dengan acara foto bersama. *** [010421]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Jumat, 19 Maret 2021

Staf PTM Hadiri Posbindu SMARThealth di Desa Mendalanwangi

Staf PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Kristina Dewi, A.Md. Keb. menghadiri acara kegiatan Posbindu SMARThealth di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi yang terletak di Jalan Raya Mendalanwangi No. 14 Dusun Sekarputih RT 15 RW 05 Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (18/03/2021).

Posbindu SMARThealth ini sesungguhnya merupakan Posbindu PTM yang telah mendapat tambahan inovasi berbasis android yang bernama aplikasi eKader yang berasal pengembangan dari aplikasi SMARThealth.

 

Giat Posbindu SMARThealth di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi

Posbindu ini merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) secara mandiri dan berkesinambungan. Posbindu SMARThealth menjadi salah satu bentuk upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang selanjutnya berkembang menjadi upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM).

Acara kegiatan Posbindu SMARThealth yang digelar secara rutin tiap bulannya ini dimulai pada pukul 08.30 WIB. Warga yang berumur 15 tahun ke atas akan berbondong-bondong menuju lokasi kegiatan Posbindu dengan protokol kesehatan.


Pemeriksaan mata dengan menggunakan head lamp oleh kader SMARThealth

Mereka menggunakan masker dalam setiap langkah menuju meja pemeriksaan yang telah disediakan oleh Ponkesdes Desa Mendalanwangi. Diawali dengan meja registrasi, mereka akan melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan memperlihatkan KTP atau KK.

Setelah didaftar oleh kader Supangati dan Lianah yang ada di meja registrasi, warga dipandu menghadap kepada kader Siti Muawanah. Kader tersebut akan melakukan pengukuran tinggi badan yang memanfaatkan soko pendopo Balai Desa sebagai penopang statute meter (alat pengukur tinggi badan), dan dilanjutkan dengan penimbangan berat badan serta pengukuran lingkar perut.


Meja edukasi dan konsultasi oleh dokter Puskesmas Wagir

Selesai itu, kader dipersilakan menuju ke meja 1. Di meja 1, warga akan disambut oleh kader SMARThealth Yanti Kusuma dan Olin. Mereka akan melakukan skrining kepada warga dengan menggunakan handphone yang telah terinstal aplikasi eKader. Warga akan menjalani anamnese sesuai panduan pertanyaan yang terdapat di dalam aplikasi eKader tersebut.

Dari meja 1, warga akan meneruskan pemeriksaan ke meja 2. Di meja 2 telah ada dua kader SMARThealth Asriana Rustanti dan Ning Wahyuni. Kedua kader tersebut akan melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan mata. Pertama, warga akan diukur tekanan darahnya guna mengetahui tinggi rendahnya tensi setiap warga. Kemudian diteruskan dengan pemeriksaan mata dengan menggunakan lampu tindakan (head lamp).


Input data dengan aplikasi eKader yang langsung bisa dilihat di ePuskesmas

Langkah berikutnya, warga akan dituntun menuju ke meja 3. Di meja 3 ini telah siap kader SMARThealth Iin Kamalia Resa, dan pemegang program PTM Puskesmas Wagir Fenny Noviana, A.Md. Kep. yang akan melakukan pemeriksaan laborat berupa pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

Usai pemeriksaan gula darah dan kolesterol, warga akan menuju ke meja 4. Meja 4 ini merupakan meja edukasi dan konsultasi. Di meja 4 itu ada dr. Yuanita Faradiba dari Puskesmas Wagir, dan perawat Ponkesdes Chorina Kusbiantoro, A.Md. Kep.


Rekapitulasi dan evaluasi oleh staf PTM

Di tangan dr. Yuanita Faradiba inilah warga yang terindikasi memiliki risiko tinggi (highrisk) akan mendapatakan ‘pencerahan kesehatan’. Mereka boleh berkonsultasi, dan dokter dengan sabar akan memberikan wejangan. Setelah itu, dr. Yuanita Faradiba akan meresepi kepada pasien highrisk tersebut, dan perawat Ponkesdes akan menyiapkan obat-obatan yang diminta oleh dokter tersebut.

Selama persediaan masih mencukupi, pasien highrisk akan memperoleh obat. Akan tetapi bila persediaannya habis, dr. Yuanita Faradiba akan memberitahukan kepada pasien yang ke meja 4 bahwa obat yang akan diresepkan ternyata stoknya habis, dan menganjurkan kepada pasien untuk membeli sendiri ke apotek dengan menuliskan nama obatnya di secarik kertas.

Setelah dari meja 4 ini, rangkaian pemeriksaan di Posbindu SMARThealth ini purna sudah. Kemudian warga akan dipersilakan menuju ke meja konsumsi yang dijaga oleh kader Kasiati. Dari meja konsumsi, warga sudah boleh meninggalkan tempat untuk pulang ke rumah masing-masing dengan membawa konsumsi bikinan para kader.

Kegiatan Posbindu secara keseluruhan berakhir pada pukul 11.38 WIB, dan berhasil melakukan skrining PTM sebanyak 50 orang dengan rincian 45 perempuan dan 5 laki-laki. Menurut salah seorang kader, sebenarnya kegiatan Posbindu ini bisa dihadiri lebih banyak. Hanya perlu menyiasati waktu saja. Karena karakteristik di Desa Mendalanwangi ini, yang usia muda pada kerja sedangkan yang tua-tua tidak ada yang mengantar. Jadi, Posbindu ini yang datang umumnya hanya warga dari Dusun Sekarputih saja yang sedang tidak bekerja.  *** [180321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Rabu, 10 Maret 2021

Giat Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Ampelgading

Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan program Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) di Kabupaten Malang, maka diperlukan bimbingan teknis (bimtek) pada tenaga kesehatan di Puskesmas.


Foto bersama peserta bimtek di Puskesmas Ampelgading

Giat bimtek program PTM dan Keswa yang ke-25 ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Wijaya Kusuma Puskesmas Ampelgading yang terletak di Jalan Raya Tirtomarto No. 75 Dusun Krajan RT 22 RW 09 Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu (10/03/2021).

Giat ini dihadiri oleh pemegang program (PP) PTM, PP Indera, PP UKS, PP Lansia, PP Keswa, dan 13 perawat desa yang berada di lingkungan kerja Puskesmas Ampelgading, meliputi: Tirtomarto, Tirtomoyo, Lebakharjo, Tawangagung, Mulyoasri, Simojayan, Tamanasri, Purwoharjo, Sonowangi, Sidorenggo, Tamansari, Wirotaman, dan Argoyuono.


Sambutan dari Kasubag TU Puskesmas Ampelgading

Acara bimtek ini dimulai pada pukul 09.20 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Totok Tri Kaharto, mewakili Kepala Puskesmas (Kapus) Ampelgading yang sedang dalam perjalanan. Pada kesempatan itu, Kasubag TU mengucapkan selamat datang kepada rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mohon maaf bila Kapus masih dalam perjalanan menuju ke Puskesmas, serta mohon bimbingan dari rombongan Dinkes dalam acara ini.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam sambutannya, Gatot mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas yang telah memfasilitasi kegiatan bimtek ini, dan mohon maaf apabila Kepala Seksi PTM dan Keswa tidak bisa hadir karena ada tugas mengawal revisi rancangan peraturan bupati perihal program SMARThealth.


Perawat dan bidan di lingkungan kerja Puskesmas Ampelgading

Menurut Gatot, bimtek kali ini berbeda dengan bimtek tahun-tahun sebelumnya. Kalau dulu tinggal ambil data saja, tapi bimtek sekarang diisi dengan peningkatan kualitas tenaga kesehatan utamanya perawat-perawat yang ada di desa untuk bisa memahami standar pelayanan minimal (SPM) dan sekaligus tahu cara-cara untuk memenuhi SPM tersebut.

Usai sambutan, acara diteruskan dengan pemaparan materi “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”, yang disampaikan oleh  staf PTM Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ns. Dalam sambutan itu, Bastamil mengingatkan kepada peserta bimtek bahwa dalam memenuhi pencapaian target sasaran SPM di setiap desa jangan sekali-kali mengandalkan pada kegiatan Posbindu saja. Kalau hal ini masih menjadi acuan, maka selamanya SPM tidak akan pernah tercapai target sasarannya.


Materi SPM PTM

Kemudian pada kesempatan tersebut, Bastamil memaparkan capaian skrining tahun 2020 dan mengajari cara menghitungnya dengan menggunakan rumus yang telah ditetapkan oleh Kemenkes. Perawat-perawat yang hadir diminta untuk menghitung sendiri target sasaran tahun 2021 berdasarkan jumlah penduduk setiap desa dengan menggunakan rumus tersebut.

Dengan mengetahui hitungan target sasaran, diharapkan perawat akan mengetahui langkah-langkah apa saja dalam mencapai SPM tersebut. Perawat bisa memanfaatkan waktu untuk mencicil skrining PTM di setiap ada kegiatan yang diadakan di desa.


Materi SPM Indera

Setelah paham bagaimana cara menghitung target capaian SPM, peserta bimtek kemudian diajak untuk mempelajari ePuskesmas dan mempraktekkannya. Semua perawat diharapkan belajar semua agar bisa tahu bagaimana cara menginput data untuk menambah SPM. Mereka belajar ePuskesmas untuk Skrining Dalam Gedung dan Skrining Luar Gedung hingga benar-benar bisa.

Pukul 10.56 WIB, acara diisi dengan pemaparan materi Indera yang disampaikan oleh staf PTM  Kristina Dewi, A.Md. Keb. Kristina berusaha menjelaskan perihal SPM Skrining Indera. Tahun 2020 capaian SPM dengan menggunakan rumus 40% dari jumlah penduduk di Puskesmas Ampelgading diperoleh angka 54,07%.


Materi SPM Keswa

Menurut Kristina, SPM Indera tidak bisa berjalan sendiri melainkan harus nebeng dengan kegiatan lain yang ada di desa tersebut. Oleh karena itu, perawat yang akan mencapai SPM Indera perlu ikut serta dalam kegiatan yang ada di desa itu, seperti Posyandu, UKS, Posbindu, dan lain-lain.

Setalah materi Indera, acara bimtek dilanjutkan dengan pemaparan materi Keswa yang diisi oleh Gatot Sujono, S.St., M.Pd., staf Keswa. Gatot memulainya dengan menjelaskan proses rujukan ODGJ kepada peserta bimtek. Berdasarkan pengalaman dalam mengurus ODGJ yang tidak memiliki JKN sangatlah melelahkan. Oleh karena itu, perawat desa dihimbau untuk memperjuangkan ODGJ agar mendapatkan JKN dari Pemerintah Desa.


Closing statement Kapus Ampelgading drg. Rahmawati Daha

Bila dilihat capaian di Puskesmas Ampelgading mengenai Keswa tergolong sudah baik. Banyak yang lebih dari 100%. Secara umum SPM sudah terpenuhi, tetapi bila dilihat dari PKP (Penilaian Kerja Puskesmas) Keswa masih terlihat estimasi yang cukup banyak.

Menurut Gatot, idealnya ada di Posyandu Jiwa di setiap desa. Namun jika belum ada, sebaiknya dijadikan satu dengan kegiatan Posbindu. Dalam kohort, harus ada kunjungan pasien ke Puskesmas, kunjungan perawat ke pasien, dan kunjungan kader ke pasien.

Selesainya pembahasan Keswa ini berarti selesai pula pemaparan materi yang ada. Acara pun kemudian dilanjutkan dengan closing statement dari Kapus Ampelgading drg. Rahmawati Daha. Kapus mengakui bahwa bimtek ini merupakan salah satu upaya dalam pencapaian SPM. Namun di Ampelgading ini, kendala geografis sering mempengaruhi pelaksanaan Posbindu. Perlu diketahui bahwa kondisi geografis di Ampelgading itu berbukit dan rawan longsor.

Pada kesempatan itu juga, Kapus mengucapkan terima kasih kepada rombongan Dinkes yang telah memberikan banyak ilmu. Meski yang disuruh diundang adalah perawat, namun Kapus juga menghadirkan bidan desa. Menurut Kapus, bidan desa juga perlu tahu akan program ini sehingga nantinya bisa memberikan support kepada perawat desa dalam memenuhi capaian SPM.

Sementara itu, Gatot Sujono dalam pernyataan penutupnya mengatakan bahwa sesungguhnya respon peserta bimtek sudah bagus, tinggal menantikan pelaksanaannya saja. *** [100321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Selasa, 09 Maret 2021

Seksi PTM dan Keswa Adakan Bimtek di Puskesmas Donomulyo

Hari Selasa pagi ini (09/03/2021), Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Keswa di Puskesmas Donomulyo yang beralamatkan di Jalan Raya Donomulyo No. 343 Dusun Donomulyo RT 07 RW 02 Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Bimtek yang digelar di Ruang Taruma Negara ini dimulai pada pukul 09.22 WIB, dan diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Donomulyo drg. Angga An Novita. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang kepada rombongan Dinkes dan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dalam acara bimtek ini, dan berharap semoga bimtek ini bisa membawa penyegaran serta perubahan ke arah yang positif sehingga capaian program-program PTM bisa sesuai dengan target yang diharapkan.


Foto bersama Kapus, Dinkes, dan perawat

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Kepala Seksi PTM dan Keswa  Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Pada kesempatan itu, Paulus mengatakan bahwa awalnya bimtek sekadar mengambil data terus pulang. Akan tetapi mulai sekarang, Seksi PTM akan memastikan bagaimana standar pelayanan minimal yang menjadi acuan bisa berjalan.

Setelah itu, Paulus memaparkan capaian SPM yang diraih oleh Puskesmas Donomulyo masih dibawah SPM. Hanya capaian IVA yang di atas target. Oleh karena itu, dalam bimtek ini akan dipastikan bagaimana cara mengejar capaian-capaian tersebut. Karena SPM merupakan target dalam penilaian kerja Bupati, maka SPM boleh dibilang sebagai kewajiban Kepala Daerah. Bila SPM tidak tercapai, berarti dikatakan tidak berhasil.

Tak lupa, Paulus juga membicarakan Posbindu SMARThealth. Tahun 2023 Puskesmas Donomulyo akan masuk dalam replikasi SMARThealth. Untuk persiapan replikasi tersebut, Puskesmas harus mengusahakan Posbindu berjalan semua dulu. Baru kemudian mengalokasikan BOK untuk refreshing kader Posbindu SMARThealth untuk berlatih pengukuran kesehatan dan aplikasi.


Sambutan Kepala Puskesmas Donomulyo drg. Angga An Novita

Bimtek yang diselenggarakan di Puskesmas yang oleh masyarakat setempat dengan sebutan Puskesmas Cemoro ini, dihadiri oleh pemegang program (PP) PTM, PP Indera, PP UKS, PP Lansia, PP Keswa, dan 10 perawat desa yang berada di lingkungkan kerja Puskesmas Donomulyo yang terdiri atas Donomulyo, Purworejo, Sumberoto, Tempursari, Tlogosari, Kedungsalam, Banjarejo, Tulungrejo, Mentaraman, dan Purwodadi.

Usai sambutan dari Kasi PTM dan Keswa, acara diteruskan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns, staf yang mengkoordinasi PTM, dengan mengambil judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”.

Menurut Nur Ani Sahara, tren untuk saat ini adalah UKBM (Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat). Sehingga, laporan kesehatannya nanti semuanya minta skrining. Jadi, yang hanya mengandalkan apa yang ada di Puskesmas Induk sekarang harus mulai ditinggalkan.


Materi SPM

Pekerjaan bidang kesehatan ke depan adalah preventif. Oleh karena itu, program terbesar nantinya adalah skrining terhadap masyarakat usia produktif yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pengukuran gula darah serta anamnesa perilaku berisiko terhadap PTM.

Dalam bimtek ini, Nur Ani Sahara berusaha menjelaskan SPM dan capaian yang harus dipenuhi beserta share cara mencapai target sasaran tersebut, seperti dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien yang periksa di Puskesmas Donomulyo sampai dengan prospek pelaksanaan replikasi SMARThealth yang akan memberdayakan kader kesehatan terlatih dalam melakukan skrining terhadap warga.

Dalam skrining itu, kader SMARThealth akan dibekali dengan pengetahuan aplikasi eKader untuk menginput hasil skrining yang dilakukan oleh kader tersebut. Inputan data dalam eKader itu selanjutnya akan bridging ke ePuskesmas. Di sini, perawat desa tidak perlu lagi menginput.


Peserta Bimtek di Pusksemas Donomulyo

Setelah dirasa semua peserta bimtek paham mengenai SPM ini, kemudian Nur Ani Sahara mengajak mereka praktek memasukkan data skrining di ePuskesmas. Ada dua yang diajarkan, yaitu skrining dalam gedung dan skrining luar gedung.

Skrining dalam gedung umumnya dilakukan di Puskesmas Induk. Pasien yang datang ke Puskesmas, perawat bisa melengkapi skriningnya. Sedangkan, skrining luar gedung biasanya berasal dari Posbindu PTM dengan membuat baru.

Dalam praktek ini, perawat-perawat yang hadir terlihat sudah familiar dengan aplikasi ePuskesmas tersebut. Sehingga, tidak ada kendala yang berarti. Tinggal pandai-pandainya perawat desa dalam menangkap peluang untuk melakukan skrining.


Praktek ePuskesmas

Pukul 10.44 WIB acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Keswa yang disampaikan oleh Gatot Sujono, S.St., M.Pd, staf yang membidangi Keswa. Gatot Sujono mengawali dengan menghimbau kepada perawat yang hadir dalam bimtek agar memperhatikan ODGJ di wilayahnya terutama berkenaan dengan masalah rujukan. Umumnya pasien ODGJ menghinggapi masyarakat yang tidak mampu, sehingga perawat diharapkan bisa memperjuangkan kepada desa agar supaya ODGJ mendapatkan JKN. Hal ini dimaksudkan agar supaya setiap dalam melakukan rujukan akan mendapatkan kemudahan atau tidak bertele-tele bila tdak mempunyai JKN.

Kemudian dalam materi intinya, Gatot Sujono melatih perawat desa cara membuat estimasi atau target sasaran ODGJ yang ada di desanya masing-masing. Dengan mengetahui estimasi sasaran itu, perawat desa akan mengerti pa yang harus dilaksanakan untuk mencapai target sasaran tersebut. Kalau untuk SPM, sementara yang ditanyakan adalah ODGJ berat saja. Akan tetapi,  dalam penilaian kerja Puskesmas (PKP) Keswa harus ada cakupan depresi, dan gangguan mental emosional (GME).

Karena ada undangan Rapat Koordinasi Pembahasan Rancangan Peraturan Bupati Malang tentang Program SMARThealth dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah pada pukul 13.00 WIB, maka acara bimtek ini sedikit agak dipercepat. Hal ini agar supaya terjangkau waktunya untuk menghadiri rapat koordinasi tersebut.


Materi Keswa

Pukul 11.29 WIB Kasi PTM dan Keswa memberikan closing statement. Dalam pernyataan penutup itu, Paulus menyebutkan 4 hal. Pertama, Posbindu yang sudah ada di desa harus betul-betul dijalankan dengan protokol kesehatan yang ada dengan melihat situasi. Kalau menurut Kapus situasinya merah, sebaiknya jangan dulu diadakan Posbindu.

Kedua, setiap desa minimal hendaknya memiliki 1 Posyandu Jiwa. Karena Posyandu Jiwa itu adalah upaya pemeliharaan kondisi ODGJ supaya tetap stabil kesehatannya, baik emosinya, spiritualnya, psikologisnya maupun fisiknya.

Ketiga, bulan Juli nanti aka nada pelatihan Pandu PTM untuk 33 Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Jika berminat  diharapkan mengirim satu perawat untuk mendapatkan latihan selama 5 hari, dan yang terakhir, Puskesmas Donomulyo akan melakukan replikasi SMARThealth pada tahun 2023. Perawatnya dihimbau untuk brsiap-siap dengan Posbindu yang sudah ada. Jalan dulu agar supaya lebih lincah nantinya.

Sebagai penutup rangkaian acara, diisi dengan closing statement dari Kapus Donomulyo drg. Angga An Novita dengan mengucapkan terima kasih kepada Tim dari Dinkes yang telah melakukan bimtek di sini, sehingga para perawat banyak mendapatkan tambahan ilmu dan tentu juga tambahan tugas.

Harapan Kapus, mulai hari ini diminta para perawat mengentri skrining PTM dan Keswa. Karena bagaimanapun pemegang program PTM tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari perawat desa lainnya. *** [060321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Sabtu, 06 Maret 2021

Kasi PTM dan Keswa Beri Penyuluhan di Posbindu Anggrek 2 Kepanjen

Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memberikan penyuluhan kepada warga yang datang dalam kegiatan Posbindu Anggrek 2 Kepanjen di Balai RW 01 Kepanjen yang berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo, RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu (06/03/2021).

Dalam penyuluhan itu, Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM menjelaskan tentang Perilaku CERDIK yang berasal dari singkatan Cek kesehatan secara rutin, Enyahkanlah asap rokok dan alkohol, Rutin olahraga/aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress.


Penyuluhan Kasi PTM dan Keswa

Paulus juga menghimbau  agar supaya rajin datang ke Posbindu dan minum obatnya secara teratur bagi yang terindikasi highrisk.

“Jangan takut ke ginjal”, kata Paulus

Kasi PTM dan Keswa memberikan contoh dirinya sendiri yang sudah minum obat selama 14 tahun, dan sampai saat ini terlihat sehat dan tidak ada keluhan ke ginjal. Selain itu, Paulus juga berpesan kepada warga agar senantiasa hidup sehat, jaga diri supaya panjang umur, dan mandiri di hari tua. Tak lupa, Paulus juga mengajak supaya selalu menghidupkan kegiatan Posbindu Anggrek 2 Kepanjen ini. Karena Posbindu ini telah menjadi percontohan di Kabupaten Malang.


Meja 1

Posbindu Anggrek 2 Kepanjen digelar secara rutin setiap hari Sabtu minggu pertama di setiap bulannya. Posbindu ini telah masuk kategori mandiri. Hubungan antara kader, Ponkesdes, dan Puskesmas terjalin secara simbiosis mutualisme. Mereka saling berinteraksi satu sama lain hingga menimbulkan suatu kerja sama yang memberikan manfaat kepada khalayak.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Warga akan datang dengan sendirinya menuju ke tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. Seperti galibnya, warga yang akan melakukan pemeriksaan di Posbindu itu harus mengikuti alur tahapannya dengan pemberlakuan protokol kesehatan.


Tamu Psobindu dari Perempuan Pemimpinan Indonesia

Warga yang datang harus cuci tangan telebih dahulu sebelum memasuki teras Balai RW 01. Setelah itu, mereka akan menuju ke meja 1. Di meja 1 itu, warga mendaftarkan diri kepada kader yang bertugas di situ. Indri Astutik, nama kader yang standby di meja 1 akan mempersilakan kepada warga untuk mengisi buku kehadiran di Posbindu, dan mengambil nomor antrian, serta dicatat oleh kader ke dalam Buku Posbindu SMARThealth Anggrek  2 Kepanjen yang akan dipegang oleh penerima untuk melakukan pemeriksaan seterusnya. Setiap pemeriksaan, buku itu akan diperlihatkan kepada kader yang mengukurnya.

Dari meja 1, warga tersebut akan diukur berat badan, lingkar pinggang, dan tinggi badannya. Berat badan dan lingkar pinggang dilakukan oleh kader Edy Hartutik. Kader ini rajin mengikuti Posbindu sekalian memeriksakan diri sebagai pasien highrisk dalam hipertensi. Sedangkan, yang mengukur tinggi badan dilakukan oleh kader Sri Handayani.


Meja 3

Usai diukur tinggi badannya, warga yang hadir dimohon untuk duduk di kursi yang telah disediakan untuk menuju ke meja 2. Namun, apabila usai pengukuran itu di meja 2 sedang kosong, warga dipersilakan untuk langung menuju ke meja 2. Di meja 2 itu, warga akan mendapatkan pelayanan dari kader Agustin Shintowati dalam pengukuran tekanan darah (tensi). Hasil pengukurannya dicatatkan di buku Posbindu.

Dari meja 2, warga disuruh menuju ke meja 3. Bila di meja 3 sedang ada warga yang periksa, warga itu dimohon untuk duduk dulu di kursi yang telah disediakan oleh kader. Di meja 3 itu dilakukan pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Kader yang bertugas di meja itu dibantu oleh Shynta Dinar Audia, mahasiswi STIKES Kepanjen yang sedang meneruskan Profesi Ners. Hasil pemeriksaannya dimasukkan ke dalam buku Posbindu.


Meja 4

Setelah dari meja 3, warga disarankan menuju ke meja 4. Meja 4 merupakan meja untuk melakukan konseling kesehatan. Di meja 4 ada dr. Gia Noor Pratami dari Puskesmas Kepanjen yang siap menerima curhatan warga tentang keluhan kesehatannya, utamanya berangkat dari hasil pengukuran kesehatan yang dilakukan oleh kader kesehatan terlatih.

Dokter akan melihat buku Posbindu yang berisi rangkaian pengukuran dan pemeriksaan yang dilakukukan oleh kader. Kemudian dokter akan melakukan konseling kepada warga tersebut. Apabila terindikasi tekanan darah  atau gula darah atau kolesterol tinggi, maka akan diberikan resep obat untuk dibawa ke meja 5.


Meja 5

Meja 5 merupakan meja yang diperuntukkan bagian obat. Meja ini biasanya akan diisi oleh perawat dan bidan Ponkesdes. Kebetulan yang bertugas hari itu adalah Nurul Mashfiyah, A.Md. Kep. Petugas kesehatan lainnya sedang ada tugas mempersiapkan pemakaman pasien COVID-19.

Setelah dari meja 5, berakhirlah rangkaian pemeriksaan warga di Posbindu. Warga dipersilakan keluar melalui pintu belakang kemudian melewati lorong kecil yang berada di selatan bangunan Balai RW 01. Hal ini dilakukan agar supaya berlawanan arah dengan warga yang sedang tiba untuk melakukan periksa. Sehingga, tidak terjadi kontak fisik di pintu depan.


Tali asih untuk Dokter Puskesmas

Kegiatan Posbindu hari ini juga mendapat kunjungan dari Ketua DPC Perempuan Pemimpin Indonesia (Indonesian Women's Leaders Association) Kabupaten Malang, Dr. Wuryan Andayani, SE., Ak., M.Si bersama kedua mahasiswanya. Kunjungan ini dipandu oleh Ketua RW 01 Kepanjen, Luluk Tamawati.

Dalam kunjungannya itu, Wuryan yang kesehariannya merupakan staf pengajar Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) dan pemilik WuryMax, merasa senang dengan kegiatan ibu-ibu kader yang ikut menjaga kesehatan warga setempat, dan tertarik mengulik mengenai proses Posbindu Anggrek 2 bisa menuju kemandirian.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 10.40 WIB ini berhasil melakukan pengukuran dan pemeriksaan terhadap 36 warga Kepanjen. Rinciannya 27 perempuan, dan 9 laki-laki.

Di akhir kegiatan ini, Tim Sekretariat yang diundang oleh kader ‘didhapuk’ (ditunjuk) untuk memberikan tali asih kepada dr. Gia Noor Pratami yang telah turut membimbing, membina, dan membantu memberikan layanan konseling kesehatan selama ini. *** [060321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog