Tampilkan postingan dengan label Aplikasi error. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi error. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juli 2023

Refreshing Kader AREEMA Desa Parangargo di Gedung Serba Guna

Di tengah jam pulang karyawan pabrik rokok yang ada di Desa Parangargo dan Sidorahayu, pertigaan Wagir ramai lalu lalang kendaraan. Tepat di pertigaan itu, kader AREEMA Desa Parangargo berkumpul di Gedung Serba Guna Desa Parangargo yang beralamat di Jalan Raya Parangargo No. 37 Dusun Parangargo RT 08 RW 02 Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, untuk mengikuti refreshing (penyegaran) kader AREEMA.

Refreshing yang diikuti oleh 20 orang kader itu juga dihadiri oleh perawat Desa Parangargo Habibullah Mustofa, A.Md.Kep dan tiga orang dari Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang terdiri dari Paulus Gatot Kuharyanto, SKM (Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa), Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb (staf PTM), dan Candra Hernawan, S.Kom (staf IT PTM dan Keswa). Selain itu, tampak pula dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dan seorang anggota Tim SMARThealth UB.

Peserta berpose bersama dengan background penyegaran kader AREEMA

Acara dimulai pada pukul 16.22 WIB dengan diawali sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto. Dalam sambutannya, Paulus Gatot mengemukakan bahwa  aplikasi AREEMA digunakan untuk melakukan skrining COVID-19. Tujuannya agar dapat diperoleh gambaran long COVID-19.

Jika gambaran long COVID-19 diketahui, imbuh Paulus Gatot, akan mudah dalam menanganinya. Jadi, jika ada kasus lagi, sudah bisa diantisipasi dengan tepat. “Di sini peran kader sangatlah penting. Kendati aplikasi masih error, saya berharap ibu-ibu kader masih tetap fit,” kata Paulus Gatot.

Selesai sambutan, Paulus Gatot langsung mempersilakan Wijayadi Saputra, S.Kom dari CV Putra Adi Jaya Soft Malang, programmer aplikasi AREEMA,  untuk memandu dalam mengatasi permasalahan terkait aplikasi AREEMA yang dihadapi oleh kader AREEMA Desa Parangargo.

Suasana refreshing kader AREEMA di Gedung Serba Guna Desa Parangargo

Umumnya, keluhan yang dijumpai kader AREEMA Desa Parangargo awalnya hampir sama dengan yang ditemui oleh kader AREEMA dari dua desa di lingkungan Puskesmas Sumberpucung saat refreshing dua hari yang lalu, yaitu data yang dientri oleh kader sudah tersimpan tapi tidak ada di pencarian.

Lalu, aplikasi pun diupdate oleh programmer AREEMA dan dinstal ulang oleh kader AREEMA Desa Parangargo. Setelah dikeluarkan update baru aplikasi, ada dua handphone (HP) yang tidak bisa berproses pada awalnya.

Setelah terinstal semua, kader mulai senang karena yang telah dientri bisa dilihat di draft sebagai pengganti item pencarian. Namun, rasa senang itu tidak berlangsung lama. Dari inventarisasi permasalahan yang dihimpun oleh Tim SMARThealth UB, terdapat dua persoalan yang mengemuka.

Programmer mengecek aplikasi di HP kader yang menemui masalah

Pertama, pada aplikasi lama, entrian tidak kelihatan di pencarian tapi sebagian bisa masuk ke server, dan ini yang dikeluhkan oleh kader AREEMA Desa Parangargo. Karena umumnya mereka sudah mengentri tapi yang masuk server cuma sedikit. Misalnya Purwaningsih sudah mengentri 56 setelah diperlihatkan oleh Candra yang masuk server, diketahui hanya 2 saja yang tersimpan di server. Begitu pula halnya dengan yang dialami oleh Vita Rahayu, ia merasa sudah mengentri 78 tapi yang masuk server hanya 7.

Kedua, dengan aplikasi update terbaru, entrian kelihatan di draft tapi tidak masuk ke server. Dari 20 orang kader yang menginput data pada saat refreshing tadi diketahui hanya 5 orang saja yang bisa masuk server sesuai yang dientri, dan satu orang cuma masuk separo. Sisanya blas tidak ada yang nyantol ke server.

Acara refreshing kader AREEMA Desa Parangargo disudahi pada pukul 17.36 WIB pasca adzan Maghrib. Programmer pun menjanjikan update aplikasi lagi setidak-tidak ditunggu 3 hari lagi dari permasalahan yang dijumpai dalam refreshing hari ini. *** [200723]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 18 Juli 2023

Dua Desa Ikuti Refreshing Kader AREEMA di Puskesmas Sumberpucung

Kader AREEMA dari dua desa, yaitu Jatiguwi dan Senggreng, mengikuti penyegaran (refreshing) terkait aplikasi  AREEMA di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Sumberpucung yang beralamatkan di Jalan  TGP No. 2 Dusun Rekesan RT 01 RW 01 Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada Selasa (18/07) siang.

Didampingi oleh perawat desanya masing-masing, mereka hadir dalam refreshing tersebut. Setiap desa ada 20 orang kader AREEMA, namun kebetulan di setiap desa ada yang tidak bisa hadir satu orang karena sakit.

Tampak hadir dalam pertemuan itu dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang terdiri dari Paulus Gatot Kusharyanto, SKM (Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa), Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb (staf PTM dan Keswa), dan Candra Heranawan, S.Kom (staf IT Substansi PTM dan Keswa). Kemudian terlihat juga Pemegang Program PTM Puskesmas Sumberpucung Istitik Wahyuni, S.Kep. Ners dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Suasana refreshing kader AREEMA di Ruang Pertemuan Lanta2 Puskesmas Sumberpucung

Acara dimulai pada pukul 12.50 WIB dengan diawali sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, Paulus Gatot mengatakan bahwa dalam survey mengenai long COVID-19 ini bertujuan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian serta penatalaksanaan terkait COVID-19.

“Saya menyadari ibu-ibu kader terlah berbuat maksimal dalam melakukan wawancara secara door to door. Akan tetapi, karena aplikasi error melulu, maka ibu-ibu kader dikumpulkan dalam pertemuan penyegaran kader AREEMA ini,” jelas Paulus Gatot.

Oleh karena itu, ibu-ibu kader nanti akan dipandu oleh programmer Wijayadi Saputra, S.Kom dari CV. Putra Adi Jaya Soft Malang. “Mohon nanti ibu-ibu kader menyampaikan permasalahan yang dihadapi selama ini dalam melakukan input data dengan aplikasi AREEMA,” pungkas Paulus Gatot.

Peserta refreshing dari Desa Jatiguwi dan Senggreng

Selesai sambutan dari Sub Koordiantor Substansi PTM dan Keswa, waktu diserahkan kepada Wijayadi Saputra untuk memandu jalannya mengenai permasalahan yang dihadapi oleh kader AREEMA dalam input data.

Dalam pertemuan itu diketahui bahwa hasil entrian kader sebelum tanggal 2 Juli masih bisa terekap di server dalam bentuk excel. Namun yang dientri setelah tanggal 3 Juli, hasil entriannya tidak bisa masuk karena aplikasi error.

Dari problem yang ditemukan dari dua desa tersebut adalah kader sudah merasa menginput hasil skrining yang dilakukan tapi ternyata data tidak tersimpan di pencarian. Sehingga, kader merasa bingung dan khawatir kalau terjadi double entry.

Programmer berusaha mendeteksi permasalahan yang dijumpai kader Desa Senggreng

Permasalahan ini diatasi oleh programmer dengan menambahkan item draft dalam aplikasinya. Dalam hal ini kader AREEMA harus menginstal update terbaru, dan sebagian besar bisa melihat hasil entrian sebelumnya.

Akan tetapi, pada saat kader AREEMA mencoba melakukan input data yang setelah tanggal 3 Juli (yang tidak masuk/terekap) dengan aplikasi terbaru, masih ada kader yang mengalami sudah melakukan entri dan bisa disimpan tapi di draft tidak muncul.

Selain itu, temuan kasus yang dialami oleh kader AREEMA dari Desa Jatiguwi juga lebih banyak ketimbang dari Desa Senggreng. Kader Desa Jatiguwi mengalami jika salah memilih jawaban, tapi tidak bisa dimodif atau diperbaiki.

Programmer berusaha mengatasi permasalahan aplikasi yang ditemui oleh kader Desa Jatiguwi

Aplikasi tiba-tiba kembali ke awal lagi. Di file skrining bagian pertanyaan kuesioner berulang lagi, dan ketika disimpan gagal karena isian ada yang terlewat dan kader tidak bisa langsung menuju yang terlewat tersebut sehingga kader harus cek dari awal lagi.

Lalu, kader Desa Jatiguwi juga mengalami bahwa di aplikasi kader datanya terkirim tapi di perawat sebagian saja yang tampil. Persoalan ini akan menimbulkan mistafsir dalam penghitungan perolehan hasil skrining yang dilakukan oleh kader nantinya.

Sampai menjelang Ashar, sejumlah kasus terkait dengan aplikasi AREEMA masih bermunculan. Acara pun kemudian diakhiri mengingat masih belum fix-nya aplikasi. Programmer akan memperbaikinya dulu, dan Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa mewanti-wanti kepada kader agar jangan mengentri dulu. Hal ini juga dipertegas oleh staf IT Substansi PTM dan Keswa agar kader menunggu sampai adanya update aplikasi yang baru. *** [180723]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog