Tampilkan postingan dengan label Stadion Kanjuruhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stadion Kanjuruhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 November 2023

Tenaga Kesehatan Dari Lima Puskesmas Layani Skrining PTM Peserta Gebyar Senam Lansia

Ning kutho Solo muda lan mudi

Ing Taman Jurug ing pinggir

Bengawan Solo


Muda lan mudi awan lan mbengi

Do suko-suko nanging ojo ngiket

Janji

Sambutan Bupati Malang

Seiring terdengar lantunan lagu Taman Jurug versi koplo yang lagi ngehit saat ini dalam Gebyar Senam Lansia pada Ahad pagi (26/11), empat lapak pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang berada di Taman Lalu Lintas Polres Malang (Kompleks Stadion Kanjuruhan Kepanjen) juga turut marak.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang bersama Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Malang, dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya, dalam memperingati Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang ini, menggelar Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, Gebyar Senam Lansia, Lomba Senam Jantung Sehat Seri 3 Antar KJS (Klub Jantung Sehat) dan juga Peresmian Kios Relokasi.

Bupati berpose dengan peserta Gebyar Senam Lansia

Penyelenggara menggandeng Dinkes dalam melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para peserta Gebyar Senam Lansia yang umumnya memang diikuti oleh kaum lansia, menyediakan ambulance dan sekaligus tenaga medisnya.

Tenaga kesehatan dari lima Puskesmas (Ngajum, Pakisaji, Kepanjen, Gondanglegi, dan Ketawang) dikoordinir oleh dua staf PTM dan Keswa Dinkes, yaitu Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners dan Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb, melaksanakan skrining faktor risiko PTM di Taman Lalu Lintas yang berada tepat di belakang panggung Gebyar Senam Lansia, dekat kolam renang anak Stadion Kanjuruhan Kepanjen. 

Antre pemeriksaan kesehatan dalam lapak lima Puskesmas

Sementara itu, dua mobil Ambulance PSC 119 disiagakan di jalan masuk menuju panggung Gebyar Senam Lansia dengan sebuah mobil Ambulance biasa milik Puskesmas Ngajum yang diparkir di timur lapangan mini dalam lingkungan Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

Luberan peserta Gebyar Senam Lansia banyak yang masuk ke dalam Taman Lalu Lintas. Selain menikmati sejuknya koleksi tanaman yang ada di di dalam taman, mereka umumnya, para lansia, tertarik untuk ikut pemeriksaan kesehatan. Bahkan, mereka yang sudah selesai skrining, langsung ikut turut merampungkan senam kreasi untuk lansia dengan lagu Taman Jurug yang dilantukan Happy Asmara versi koplo, di depan lapak pemeriksaan tersebut.

Lapak 1 pemeriksaan kesehatan sisi timur

Jangan dilihat umurnya yang sudah memasuki lanjut usia (lansia), ternyata mereka juga mampu bergoyang dan tak kalah dengan yang muda-muda. Mereka masih terlihat mampu megal-megol dengan gemulai dalam mengekspresikan olah tubuh menurut lantunan lagu Taman Jurug.

Skrining PTM yang digelar Dinkes bersama tenaga kesehatan dari lima Puskesmas tersebut, memberikan layanan pengukuran antropometri (tinggi dan berat badan serta lingkar perut), pengukuran tekanan darah, dan pengecekan kadar gula darah maupun kolesterol, serta indra.

Suasana pemeriksaan lapak 2

Tenaga kesehatan telah bersiap diri pada pukul 06.00 WIB untuk memberikan layanan skrining PTM, namun lapak itu mulai kedatangan banyak pengunjung setelah dilakukan senam bagi peserta yang sudah hadir sambil menanti kedatangan rombongan Bupati Malang menuju ke panggung untuk meresmikan gempur rokok illegal, gebyar senam lansia dan merelokasi pedagang kios di Stadion Kanjuruhan.

Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M yang didampingi Wakil Bupati beserta sejumlah perangkat daerah lainnya naik ke panggung pada pukul 07.30 WIB untuk memberikan sambutan dan mengajak sholawat dan beristighfar sebentar bagi kedamaian negeri ini.

Suasana skrining PTM di lapak 3

Mengakhirinya, Bupati Malang berkenan memberikan bantuan sebanyak 3 juta kepada Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Malang dan berfoto dengan peserta Gebyar Senam Lansia. Yayasan Gerontologi Abiyoso (YGA) adalah yayasan yang bekerja sama dengan karang werda untuk menangani kelompok lanjut usia (lansia) yang ada di tiap kelurahan dan kecamatan. Tujuannya untuk melakukan aktivitas sosial, olahraga, kesehatan, dan masalah ekonomi kelompok lansia.

Rangkaian acara seremonial selesai pada pukul 08.41 WIB namun lombanya masih terus berjalan. Lapak pemeriksaan kesehatan ditutup pada pukul 09.00 WIB dengan target pemeriksaaan sebanyak 500 orang sesuai bahan medis habis pakai (BMHP) yang disediakan. *** [261123]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 16 Maret 2023

Dispora Libatkan Dinkes Dalam Seleksi Anggota Paskibraka Kabupaten Malang Tahun 2023

Dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Ngajum untuk menjadi narasumber dalam advokasi dan sosialisasi SMARThealth di lokakarya mini lintas sektor, Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto, SKM menyempatkan diri berkunjung ke Stadion Kanjuruhan, pada Rabu (15/03).

Kunjungan Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa itu dalam rangka melihat proses seleksi anggota Paskibraka yang diadakan di Hall Stadion Kanjuruhan. Kebetulan empat stafnya, yang terdiri dari Nur Ani Sahara, S.Kep. Ners, Kristina Dewi, A.Md.Keb, Wildan Adi Yatma, S.Psi, dan Imam Ghozali, S.Kep.Ners, menjadi juri seleksi anggota Paskibraka dalam bidang kesehatannya.

Penilaian fisik calon Paskibraka Kabupaten Malang Tahun 2023 di depan Pintu Utama Stadion Kanjuruhan Kepanjen

Seleksi anggota Paskibraka Kabupaten Malang memiliki sejumlah indikator yang harus dinilai, seperti kesehatan, parade, PBB (Pasukan Baris Berbaris), dan fisik. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang menggandeng sejumlah instansi lainnya dalam seleksi tersebut. Ada Dinkes, Kodim 0818 maupun mantan pasukan Paskibraka Kabupaten Malang tahun-tahun sebelumnya.

Keterlibatan Dinkes dalam seleksi anggota Paskibraka ini oleh Dispora untuk menjadi juri kesehatan dalam proses seleksi tersebut. Mereka akan melakukan skrining dasar dan melakukan verifikasi dari Surat Keterangan Sehat yang dibawa para calon Paskibraka tersebut.

Menurut Dra. Rochma Atin, salah seorang staf Dispora yang menjadi panitia seleksi ini, mengatakan bahwa semula seleksi ini menerima lamaran sejumlah 700-an siswa dari berbagai SMA atau yang sederajat se-Kabupaten Malang.

Sebelum penilaian fisik, terlebih dahulu calon Paskibraka akan diperiksa kesehatannya. Dalam memasuki ruang pemeriksaan, mereka bebraris secara tertib

Kemudian pada seleksi awal menyangkut adiminstrasi, pelamar mengerucut menjadi 150 laki-laki dan 125 perempuan yang ikut seleksi berikutnya di Hall Stadion Kanjuruhan ini. Mereka akan dinilai dengan 4 indikator: kesehatan, parade, PBB, dan fisik (push up dan sit up).

Dalam pemeriksaan kesehatan itu dibagi dua. Pemeriksaan untuk calon Paskibraka laki-laki menempati ruang ganti Tim B (Dressing Room B), dan pemeriksaan bagi calon Paskibraka perempuan menempati holding room VVIP.

Mereka akan dipanggil secara berkelompok hingga 10 orang. Mereka akan dipandu oleh mantan Paskibraka tahun sebelumnya untuk masuk ke dalam masing-masing ruang pemeriksaan tersebut. Mereka harus mempelihatkan baris-berbaris dalam menuju ruangan tersebut.

Suasana ruang pemeriksaan kesehatan pria

Dua staf Dinkes perempuan akan melakukan skrining kesehatan terhadap calon Paskibraka perempuan, sementara itu dua staf Dinkes laki-laki akan memeriksa kesehatan bagi calon Paskribaka laki-laki.

Hasil pemeriksaannya akan dimasukkan dalam lembar form penilaian. Kemudian mereka akan lanjut ke parade, PBB, dan fisik. Semua hasilnya juga akan dicatat dalam form tersebut oleh petugas yang menjadi juri.

Setelah rangkaian empat penilaian indikator calon Paskibraka, lembarnya akan diserahkan kepada petugas input data yang berada di sisi paling timur dari Hall Stadion Kanjuruhan sejurus pintu utama masuk stadion tersebut.

Suasana pemeriksaan kesehatan putri

Hasil input data dari beberapa juri itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Dispora ditambah dengan persyaratan lainnya dalam menentukan siapa saja yang nantinya bakal terpilih menjadi Paskibraka Kabupaten Malang Tahun 2023.

Sekitar 26 menit, Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes yang didampingi Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) itu melihat prosesi seleksi anggota Paskibraka Kabupaten Malang, yang akan digunakan untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2023. *** [160323]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Minggu, 02 Oktober 2022

Stadion Kanjuruhan Berantakan, Senam Jantung Sehat Massal Batal

Pagi ini, Ahad (02/10/2022), suasana Stadion Kanjuruhan berantakan. Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang sedianya menghadiri Senam Jantung Sehat Massal untuk memecahkan Rekor MURI yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI) Cabang Malang dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) batal.

Peserta Senam Jantung Massal kecele setelah mereka mendapati kenyataan Stadion Luar Kanjuruhan yang berada di Jalan Trunojoyo, Dusun Krajan, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, tidak karuan. Mulai dari pintu masuk Kompleks Stadion Kanjuruhan sudah terlihat acak-acakan, bangkai mobil dan sampah.

Tim SMARThealth UB saat di lokasi bakal gelaran Senam Jantung Sehat Massal di Stadion Kanjuruhan

Depan panggung yang berada di muka tribun luar, yang akan menjadi tempat gelaran Senam Jantung Sehat Massal se-Malang Raya dipenuhi dengan sampah berserakan. Rencana 10.000 orang akan berpartisipasi dalam Senam Jantung Sehat Massal serta pemberian bantuan ambulance untuk operasional YJI dari Pemkab Malang menjadi buyar.

Gelaran Senam Jantung Sehat Massal yang telah direncanakan melalui Rapat Koordinasi antara Pemkab Malang, PERKI dan YJI pada Selasa (27/09/2022) dan ditindaklanjuti hingga Sabtu malam (01/10/2022), akhirnya tidak bisa dilaksanakan. Seperti dalam bait lirik lagu lawas Kenyataan Hidup yang dinyanyikan Nicky Astria, “Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.”

Terlihat serombongan peserta Senam Jantung Sehat Massal pakai topi merah di belakang ransus Polri

Sabtu malam, pascalaga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, yang dimenangkan Persebaya dengan score 2-3 untuk kemenangan tim tamu, terjadi kerusuhan. Tragedi sepak bola paling tragis itu hingga Ahad (02/10/2022) telah memakan ratusan korban meninggal supporter Aremania, dan dua personel kepolisian. Sekitar 100 korban luka dirawat di RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Hasta Husada, dan RS Teja Husada. Ketiga rumah sakit itu berada di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kerugian material yang terlihat, ada dua ransus Polri dan dua mobil pribadi hancur. Pagar stadion rusak. Sampah berserakan di Kompleks Stadion Kanjuruhan. Tim SMARThealth UB berkeliling sesaat sambil mencari informasi dari ASN yang juga tiba di Kompleks Stadion Kanjuruhan.

Mobil hancur tepat berada di depan pintu masuk Stadion Kanjuruhan Kepanjen

Saat mengobrol dengan ASN dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang yang juga akan ikut Senam Jantung Sehat Massal, salah seorang staf dari Kecamatan Pagelaran memberitahukan bahwa kegiatan Senam Jantung Sehat Massal dibatalkan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Malang.

Pembatalan itu ada yang dituliskan di bakal lokasi gelaran, dan ada pula yang melalui share group WhatsApp: “Bagian Umum Setda (Pembatalan Undangan). Menyusuli Surat Sekretaris Daerah Nomor: 005/8645/35.07.031/2022 perihal Senan Jantung Sehat pada peringatan World Heart Day (WHD) tahun 2022 pada hari Minggu tanggal 2 Oktober 2022; pukul 06.30 WIB; tempat Stadion Kanjuruhan Jalan Trunojoyo, Kepanjen; MOHON MAAF KEGIATAN TERSEBUT DIBATALKAN; Demikian disampaikan terima kasih.”

Karena kemudian tersiar kabar bahwa Kompleks Stadion Kanjuruhan akan ditutup sementara untuk kegiatan publik, maka Tim SMARThealth UB dan peserta yang kecele segera meninggalkan tempat untuk kembali ke rumah masing-masing. *** [021022]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Minggu, 28 Agustus 2022

Miss Kesehatan Tampil dalam Gerak Jalan Kreasi Kecamatan Kepanjen

Pemerintah Kecamatan Kepanjen mengadakan lomba gerak jalan kreasi yang diikuti sekitar seribuan lebih peserta dalam rangka memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 pada hari Sabtu (27/08/2022).

Pesertanya diikuti oleh lembaga pendidikan formal, lembaga pendidikan informal maupun komponen masyarakat lainnya. Ada 14 desa dan 4 kelurahan dalam wilayah administratif Kecamatan Kepanjen. Tiap desa/kelurahan umumnya mengeluarkan beberapa regu di mana tiap regunya terdiri dari 22 orang.

Miss Kesehatan berpose bersama perawat Ponkesdes Panji Husada Kepanjen

Kelurahan Kepanjen yang merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Kepanjen mengeluarkan 5 regu, yaitu Miss Kesehatan (perwakilan dari semua RW yang ada di Kelurahan Kepanjen), Petani (Kp. Mentaraman RT 06 RW 03), Punokawan Milenia (RT 07 RW 01), Wali Murid KB/TK Inklusi Al-Fasyah Kepanjen (teman pelajar SMA), dan LPK Binas Nusa Sejati (lembaga pelatihan calon tenaga kerja ke luar negeri).

Terkait Miss Kesehatan, banyak orang yang ingin tahu. Karena di dalam istilah itu terdapat kata serapan asingnya, yaitu “miss.” Penonton banyak yang menerjemahkan dengan kata “nona” untuk “miss” yang diambil dari kata benda (noun) dalam bahasa Inggris.

Miss Kesehatan berhenti sebentar di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang

Kalau dilihat dari regu tersebut, pada kenyataannya Miss Kesehatan itu umumnya diikuti oleh peserta yang sudah/pernah menikah. Jadi, kalau Miss Kesehatan dianggap sebagai Nona Kesehatan sudah tidak patut lagi. Lalu, siapakah Miss Kesehatan itu?

Menurut formulir peserta kegiatan lomba gerak jalan kreasi nomor urut 12, Miss Kesehatan dideskripsikan sebagai sekelompok wanita yang berjuang dalam mengisi kemerdekaan di bidang kesehatan, dengan cara melakukan pendampingin calon pengantin, ibu hamil, balita dan lansia yang tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kelurahan Kepanjen.

Miss Kesehatan saat melintas depan Kantor Bupati Malang

Dari deskripsi itu baru bisa dimengerti bahwa kata “miss” diambil dari kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris yang artinya adalah rindu atau merindukan. Sehingga, Miss Kesehatan itu bermakna “rindu akan kesehatan.”

Sekelompok wanita yang rindu akan kesehatan masyarakat itu tidak lain adalah kader kesehatan (Posyandu Balita, Posbindu/SMARThealth, Posyandu Lansia). Mereka merupakan anggota masyarakat yang dipilih  dari dan oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara sukarela dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perorangan maupun pelayanan posyandu/posbindu secara rutin.

Atraksi Miss Kesehatan di depan Kantor Koramil 0818/05 Kepanjen

Start pertama yang diberangkatkan Camat Kepanjen Rahmad Ichwanul Muslimin, S.H., M.Si beserta Muspika dari Lapangan Penarukan pada pukul 10.00 WIB, terdiri dari pasukan regu berpakaian ala paskibraka dengan membawa bendera merah putih, yang di belakangnya diikuti oleh kelompok marching band dari Yonzipur 5/ABW Kepanjen.

Rute gerak jalan kreasi se-Kecamatan Kepanjen itu, dari Lapangan Penarukan melewati Jalan H.M. Sun’an terus belok kanan menuju Jalan Raya Penarukan. Sampai lampu merah Penarukan, peserta langsung belok kiri melintasi Jalan Panji hingga perempatan Yonzipur. Dari perempatan Yonzipur, lalu belok kiri menuju ke Stadion Kanjuruhan.

Posisi sikap sempurna Miss Kesehatan ketika berada di depan Kantor Kodim 0818 Malang-Batu dan RSUD Kanjuruhan Kepanjen

Barisan Miss Kesehatan lewat depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang berada di Jalan Panji No. 120 Kelurahan Penarukan pada pukul 10.18 WIB. Kemudian memberikan atraksi di depan Koramil 0818/05 Kepanjen sebagai perwujudan terima kasih kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kepanjen yang telah melatih Miss Kesehatan dalam baris-berbaris.

Setelah itu, barisan Miss Kesehatan melintas depan RSUD Kanjuruhan/Kodim 0818 Malang-Batu. Sampai perempatan Yonzipur, barisan Miss Kesehatan melewati depan UPT PTPB Kepanjen. Lalu, barisan Miss Kesehatan masuk pintu gerbang Stadion Kanjuruhan pada pukul 12.40 WIB.

Miss Kesehatan lewat depan Kantor UPT PTPB Kepanjen, timur Yonzipur 5/ABW Kepanjen yang penuh dengan penonton

Di halaman Stadion Kanjuruhan, barisan Miss Kesehatan harus mengantre sesuai nomor urutnya untuk tampil di depan panggung utama. Panggung utama itu terletak di depan tribun menghadap ke pintu utama masuk Stadion Kanjuruhan.

Sambil mengantre, sejumlah peserta Miss Kesehatan berusaha melepas dahaga dengan menenggak air mineral. Setiap peserta lomba gerak jalan kreasi diwajibkan melintas depan panggung utama dengan menampilkan atraksi untuk mendapatkan penilaian. Peserta diperbolehkan menampilkan kreasi di depan panggung kehormatan dengan durasi waktu 5 menit, dan disaksikan oleh Camat Kepanjen beserta Muspika maupun juri lomba.

Miss Kesehatan saat menjelang masuk pintu gapura Stadion Kanjuruhan

Barisan Miss Kesehatan berada di depan panggung utama kehormatan dari 15.50 WIB hingga 15.57 WIB. Dengan selesainya tampilan di depan panggung, maka berakhir pula penilaian terhadap Miss Kesehatan dalam lomba gerak jalan kreasi se-Kecamatan Kepanjen.

Mereka kemudian akan disambut oleh sie konsumsi, Agustin Shintowati. Lurah Kepanjen Wirawan Wahyu Wibisono, S.STP  beserta jajaran perangkat kelurahan yang turut mengawal perjalanan Miss Kesehatan dari Lapangan Penarukan hingga panggung kehormatan di halaman Stadion Kanjuruhan, merasa lega karena satu perwakilan peserta dari Kelurahan Kepanjen telah menyelesaikan penilaiannya hingga paripurna.

Miss Kesehatan beri penghormatan kepada Camat Kepanjen yang berada di atas panggung kehormatan

Sementara itu, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang mengikuti Miss Kesehatan dari depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang hingga selesai atraksi di depan panggung kehormatan juga merasa senang. 

Bahkan, di sela-sela menantikan Miss Kesehatan beraktraksi di depan panggung kehormatan, Tim SMARThealth UB berkesempatan menjumpai Tim Public Safety Center (PSC) Puskesmas Kepanjen yang telah standby di sisi utara panggung kerhomatan sedari pagi tadi. *** [270822]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog