Tampilkan postingan dengan label Gangguan Indra Fungsional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Indra Fungsional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2022

Pertemuan Koordinasi Program GIF Bagi Puskesmas Di Dinkes Kabupaten Malang

Sesuai surat undangan bernomor 005/4244/35.07.103/2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Program Gangguan Indra dan Fungsional (GIF) bagi  fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam rangka meningkatkan kinerja program penanggulangan gangguan indra di Grand Kanjuruhan Resort & Convention Hall yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman No. 5 Dusun Ketawang RT 03 RW 01 Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (09/08/2022).

Dalam pertemuan itu, Dinkes mengundang 1 orang dokter fungsional dan 1 orang pengelola program Indra di setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Jumlahnya ada 78 orang peserta yang mengikuti pertemuan tersebut.

Acara ini dimulai pada pukul 09.02 WIB, molor satu jam dua menit dari yang tertulis di undangannya. Master of Ceremony (MC) Zahira Syalwa Regita Amada, mahasiswi magang Kesmas Universitas Negeri Malang di Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Kewa) mengawali acara dengan mengucapkan selamat datang kepada peserta pertemuan dan diteruskan dengan membacakan susunan acaranya serta memandu doa bersama.

Sambutan dan pembukaan pertemuan koordinator program gangguan indra fungsional oleh Kabud P2P Dinkes Kabupaten Malang

Setelah itu, semua peserta dimohon berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang musiknya dipandu dengan video dalam laptop yang disorotkan ke layar proyektor, dan selesai itu, peserta dimohon duduk kembali.

Acara berikutnya kemudian diisi dengan sambutan dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Tri Awignami Astoeti, SKM, M.MKes mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang tidak bisa hadir di Hotel Grand Kanjuruhan.

Dalam sambutannya, Tri Awignami mengatakan bahwa angka gangguan penglihatan dan kebutaan dari hari ke hari semakin meningkat. Estimasi jumlah orang dengan gangguan penglihatan di seluruh dunia pada tahun 2010 adalah 285 juta orang (4,24% populasi) dan sebesar 39 juta orang (0,58% ) menderita kebutaan serta 246 juta orang (3,65%) mengalami low vision, 65% orang dengan gangguan penglihatan dan 82% dari penyandang kebutaan berusia 50 tahun ke atas (Pusdatin, 2014).

Pemateri 1 dari Dinkes Provinsi Jawa Timur

Di tingkat nasional, berbagai penelitian terkait dengan angka gangguan penglihatan dan kebutaan telah banyak dilakukan, seperti Survei Kesehatan Mata Nasional (1993-1996), Survei Kesehatan Rumah tangga (2001), Riset Kesehatan Dasar (2007 dan 2013) serta Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB).

Di Kabupaten Malang untuk data deteksi dini gangguan indra pada tahun 2021 sebanyak 468.117 (44,4%), katarak sebanyak 732 kasus, kelainan refraksi sebanyak 362 kasus, OMSK ada 30 kasus dan serumen ada 58 kasus.

Pertemuan ini bisa dikatakan sebagai overview program terkait GIF agar supaya terjadi persamaan persepsi dan pemahaman tentang program kesehatan indra, baik standar pelayanan, pencatatan maupun pelaporannya. Sehingga bisa saling bersinergi untuk pencapaian program indra.

Peserta pertemuan dari timur laut Hall Kanjuruhan Kepanjen

Usai memberikan sambutan, Tri Awignami dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim” Pertemuan Koordinasi Program GIF di Kabupaten Malang dimulai pelaksanaanya (sambil mengetuk meja sebanyak 3 kali).

Sesudah dibuka secara resmi, acara berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi yang pertama oleh Wariin Dehasworo, SKM dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dengan judul “Program Penanggulan Gangguan Indra Fungsional” dan “Percepatan Pencapaian Indikator Program Penanggulangan Gangguan Indra di Jawa Timur Tahu 2022.”

Pada materi “Program Penanggulan Gangguan Indra Fungsional”, Wariin Dehasworo membeberkan tentang situasi global penyandang gangguan mata, situasi gangguan indra di Indonesia, dasar pelaksanaan kegiatan, penanggulan diprioritaskan pada gangguan indra penglihatan dan pendengaran, apakah low vision itu, permasalahan gangguan penglihatan di Indonesia berdasarkan RAAB, estimasi jumlah kebutaan/refraksi dan kasus katarak di Jawa Timur, kasus gangguan indra di Kabupaten Malang tahun 2021, low vision di Kabupaten Malang, retinopati diabetikum di Kabupaten Malang, penyelenggaraan kegiatan penanggulangan gangguan penglihatan dan pendengaran, promosi kesehatan, deteksi dini, fakta disabilitas, penaggulangan fungsional, prevalensi disabilitas, dan peta jalan layanan kesehatan inklusi.

Pemateri 2 dari Perdami Cabang Malang Raya

Sementara itu, pada materi “Percepatan Pencapaian Indikator Program Penanggulangan Gangguan Indra di Jawa Timur Tahu 2022”, Wariin Dehasworo menerangkan perihal indikator Renstra PTM 2020-2024, kegiatan integrasi deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran, capaian IKK P2PTM Semester 1, kegiatan integrasi deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran, dan pencatatan dan pelaporan (ASIK dan SI PTM).

Di akhir paparan, Wariin Dehasworo menjelaskan Surabaya bisa meningkat capaiannya karena setiap Puskesmas diharuskan melakukan input data di ASIK 20% dari personil yang ada. Dari 20% itu, setiap personil disuruh melakukan input data sebanyak 5 tiap hari.

Kemudian, Wariin juga mencari tahu kepada peserta dari Turen. Kenapa SI PTM Turen tertinggi di Kabupaten Malang? Rahasianya, kerja sama petugas kesehatan, kader, dan perangkat desa. Setelah menjawab, pesertanya dihadiahi Silver Queen.

Peserta pertemuan di sisi selatan bagian tengah Hall Kanjuruhan Kepanjen

Selanjutnya, diteruskan dengan sesi tanya jawab. Ada seorang peserta dari Puskesmas Kalipare yang merasa kesulitan dalam melakukan copas untuk aplikasi ASIK.

Pukul 10.56 WIB acara diisi dengan coffee break untuk menyantap snack yang telah disiapkan pihak hotel. Ada kopi panas, teh panas, kue tok dan onde-onde.

Usai coffee break, acara disambung dengan pemaparan materi kedua yang disampaikan oleh dr. Hera Dwi Novita, Sp.M(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Malang Raya, dengan titel “Deteksi Dini Gangguan Penglihatan di Puskesmas.”

Pada kesempatan itu, dr. Hera menjelaskan perihal pencegahan gangguan penglihatan di Kabupaten Malang melalui analisa SDM, infrastruktur, finansial, stakeholder, sistem rujukan, dan implementasi program terintegrasi dengan program yang sudah ada.

Pemateri 3 dari RSUD Kajuruhan Kepanjen

Selesai paparan dr. Hera, dilanjutkan dengan tanya jawab sebentar dan kemudian ishoma. Dalam ishoma itu, pihak hotel menghidangkan aneka masakan di meja yang telah disediakan di dalam ruang pertemuan tersebut. Ada nasi putih, nasi goreng Jawa, tahu campur, tempe mendoan, tahu sutra, cah kangkung udang, beefsteak, fuyunghay, ayam rica-rica, udang crispy, ayam bakar madu, rujak uleg, sambal, krupuk, salad buah, semangka dan papaya iris, air mineral dan es Manado.

Sesudah ishoma, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi ketiga oleh dr. Ersty Istyawati, Sp.THT-KL dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dengan judul “Gangguan Pendengaran Pada Anak: Deteksi Dini.”

Dalam paparannya, dr. Ersty menerangkan tentang apa itu gangguang pendengaran, macam-macam gangguan pendengaran, respon mendengara pada anak berdasarkan usia, derajat ketulian, penyebab gangguan pendengaran pada anak, tahapan perkembangan bicara pada anak, kapan dicurigai adanya gangguan pada anak, dan deteksi gangguan pendengaran harus segera dilakukan segera!

Kasi PTM Keswa dalam Rencana Tindak Lanjut

Pada materi ini terdapat satu penanya dari Puskesmas Sitiarjo, dan kemudian mendapatkan penjelasan jawaban dari dr. Ersty. Selain itu, dr. Ersty juga berpesan kepada peserta pertemuan, jika menjumpai pasien gangguan pendengaran sudah diperiksa dua kali tidak ada perubahan mohon segera dirujuk ke rumah sakit.

Mengkahiri acara pertemuan ini, Kepala Seksi (Kasi) PTM Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM menguraikan rencana tindak lanjut dari pertemuan hari ini, yaitu berkolaborasi dengan program lain dalam hal pencatatan dan pelaporan seperti dengan program (KIA, UKS, PTM, Lansia), berkolaborasi dengan jejaring dalam hal pencatatan dan pelaporan, serta melakukan sosialisasi ke semua pengelola program untuk entry pelaporan secara by name. 

Setelah membacakan rencana tindak lanjut, acara kemudian ditutup oleh Kasi PTM Keswa pada pukul 15.16 WIB. *** [090822]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog