Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Kalipare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Kalipare. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2023

Dua Pos Dalam Satu Dusun Di Desa Arjosari Adakan Giat Posbindu Terintegrasi Posyandu

Desa Arjosari merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa tersebut berbatasan dengan Sungai Brantas di sebelah utara, Desa Arjowilangun-Desa Tumpakrejo di sebelah timur Desa Kalirejo-Desa Sukorame Kab. Blitar di sebelah barat Desa Tumpakrejo-Desa Sumberoto Kec. Donomulyo di sebelah selatan.

Luas wilayah Desa Arjosari sekitar 1.239 Ha, atau 11,01 persen dari luas wilayah Kecamatan Kalipare. Luas tersebut merupakan nomor 5 terbesar dari 9 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kalipare.

Berdasarkan data Kecamatan Kalipare dalam Angka 2021, Desa Arjosari mempunyai jumlah penduduk sebesar 6.933 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun 0,74 (BPS Kabupaten Malang, 2021). Desa tersebut terbagi menjadi beberapa dusun, yaitu Sumbertimo, Tumpakmiri, Kedungwaru 1, Kedungwaru 2, Sidodadi, dan Mentaraman.

Kader kesehatan berpose dengan nakes dan staf Puskesmas Kalipare 

Sebagian besar wilayah Desa Arjosari merupakan kawasan dataran tinggi dan pegunungan yang berhawa sedang. Bagian selatan berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Kendeng di Dusun Tumpakmiri.

Potensi pertaniannya yang mengemuka adalah perkebunan tebu dan palawija. Sawah hanya ada ketika memasuki musim penghujan saja. Sehingga pada giat Posbindu yang terintegrasi denga Posyandu Balita maupun Lansia, udara terasa panas menyengat saat di lokasi Posyandu Sedap Malam II yang berada di rumah Ibu Wagirah di Dusun Kedungwaru 2 RT 22 RW 04 Desa Arjosari.

Giat yang diselenggarakan pada hari Senin (18/09) ini dihadiri oleh pensiunan staf Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Gatot Sujono, S.ST., M.Pd., bersama seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB). Sedangkan dari Puskesmas Kalipare terlihat Afdyatama Tugas Hayuda, A.Md. Kep (Pemegang Program PTM), dr. Tan Suryo (dokter fungsional), dan Susanti, A.Md. Kep.

Giat Posbindu terintegrasi dengan Posyandu yang diadakan oleh tenaga kesehatan (nakes) desa setempat bersama dengan kader kesehatan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 08.00 WIB yang bertempat di Posyandu Sedap Malam 6 yang bertempat di rumah Bapak Darip (mantan modin) di Dusun Kedungwaru 2 RT 18 RW 04.

Skrining faktor risiko PTM di Posyandu Sedap Malam 6 Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang

Pada giat di Posyandu Sedap Malam 6, dua nakes Desa Arjosari, yaitu Bayu Agung S., AMd.Kep dan Nanik Trisuryati, A.Md.Keb, dibantu 7 kader kesehatan. Empat kader Posyandu Balita yang terdiri dari Sri Hayati, Sumiati, Ri’ah, dan Sugiarti bersama bidan Nanik Trisuryati menangani giat Posyandu balita. Sementara itu, satu kader SMARThealth Nuralfilail dan dua kader Posyandu Lansia (Siti Hasanah dan Nindi Karisuna P.) dengan perawat Bayu Agung menghandel jalannya giat Posbindu PTM.

Giat sesi pertama selesai pada pukul 09.00 WIB. Pada giat Posbindu PTM di sesi pertama, berhasil terperiksa sebanyak 20 orang dari RT 18 dan RW 19.

Setelah itu, perawat dan bidan desa bersama satu kader SMARThealth serta dua kader Posyandu Lansia moving ke lokasi Posyandu Sedap Malam 7. Mereka memulai pemeriksaan di sini pada pukul 09.30 WIB.

Di Posyandu Sedap Malam 7 ini, nakes dibantu oleh empat kader Posyandu Balita dari pos setempat, yang terdiri dari Ninik Yuliatin, Lia Widayati, Veronika Lingling, dan Kristina Erni. Mereka melakukan giat yang sama seperti pada sesi pertama.

Skrining faktor risiko PTM di Posyandu Sedap Malam 7 Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang

Giat Posbindu berada di rumah Wagirah, dan giat Posyandu Balita berada di rumah sebelah baratnya yang tiada batas pagarnya. Dalam kegiatan ini, yang hadir dari Puskesmas Kalipare maupun pensiunan staf Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes berkesempatan mencicipi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berupa pisang dan waluh rebus.

Pada sesi kedua ini, terlihat dr. Tan Suryo memberikan obat kepada pasien yang memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) yang dibantu oleh perawat Bayu Agung.

Acara sesi kedua ini selesai menjelang kumandang suara adzan Dhuhur waktu Desa Arjosari, dan dalam giat Posbindu PTM berhasil terskrining faktor risiko PTM sebanyak 15 orang. Setelah itu, dilakukan foto bersama di depan plakat yang bertuliskan Posyandu Sedap Malam 7 yang menghadap ke utara itu. *** [180923]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 25 Juli 2023

Tiga Kader SMARThealth Desa Arjosari Kunjungi Rumah Warga Untuk Skrining PTM

Desa Arjosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang bagian selatan. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Kalirejo, timur dengan Desa Arjowilangun, selatan dengan Desa Purworejo dan Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Sedangkan di sebelah barat, berbatasan dengan Desa Sukorame, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Berdasarkan Kecamatan Kalipare Dalam Angka 2021 (BPS Kabupaten Malang, 2021), luas Desa Arjosari adalah 1.239 hektar, dan merupakan desa dengan luas nomor lima dari sembilan desa yang ada di lingkungan Kecamatan Kalipare, atau 11,01% dari total luas Kecamatan Kalipare.

Desa ini memiliki enam dusun, yaitu Sidodadi, Kedungawaru I, Kedung Waru II, Sumbertimo, Mentaraman, dan Tumpakmiri. Jumlah penduduknya sebanyak 6,933 jiwa dengan kepadatan 560 per km², yang umumnya bermatapencaharian sebagai petani, dan kebanyakan ditanami tebu.

Kader berpose bersama pensiunan staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang, PP PTM Puskesmas Kalipare, dan tenaga kesehatan Ponkesdes Arjosari

Kondisi geografi Desa Arjosari berbukit-bukit dan dataran rendah merupakan tempat yang cocok untuk bertani. Desa tersebut memiliki letak ketinggi 300 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 20⁰.

Hari ini, Selasa (25/07) pensiunan staf PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Gatot Sujono, S.ST., M.Pd mengajak seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) untuk melakukan kunjungan ke Desa Arjosari guna melihat jalannya skrining penyakit tidak menular (PTM) yang dilakukan oleh tiga kader SMARThealth setempat, yaitu Subatin, Nesy Puspitasari, dan Nur Alfi Lail.

Gatot Sujono dan seorang anggota Tim SMARThealth UB tiba di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Arjosari pada pukul 10.14 WIB. Letaknya berada di Jalan Raya Arjosari, Dusun Sumbertimo RT 01 RW 01 Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Skrining di rumah pertama yang terdiri dari dua KK

Lokasi Ponkesdes ini berdampingan dengan SMP PGR 04 Kalipare, dan berjarak sekitar 180 meter dari Balai Desa Arjosari. Menurut bidan Nanik Tri Suryati, A.Md.Keb dan perawat Bayu Agung Santosa, A.Md.Kep dari Ponkesdes Arjosari, letak Ponkesdes ini dulunya berada di Balai Desa Arjosari. Namun sejak 2021 pindah ke sebelah utara berdampingan dengan SMP PGRI 04 Kalipare. Tanahnya milik desa, dan bangunannya didirikan oleh Dinkes Kabupaten Malang.

Jarak dari Ponkesdes ke Puskesmas Kalipare sekitar 12 km; ke Puskesmas Binangun, Kabupaten Blitar, sekitar 9 km; ke Puskesmas Wates, Kabupaten Blitar sekitar 8 km, dan ke Rumah Sakit Wava Husada Kesamben, Kabupaten Blitar sekitar 11 km.

Di Ponkesdes, tampak hadir juga Pemegang Program PTM Puskesmas Kalipare Afdyatama Tugas Hayuda, A.Md.Kep yang akan mendampingi Gatot Sujono, perawat Ponkesdes dan kader SMARThealth melakukan kunjungan dari pintu ke pintu.

Skrining di rumah kedua terdiri atas dua KK

Dalam skrining itu, terdapat tiga rumah yang dikunjungi. Tiga rumah itu terdiri dari lima KK. Pertama ketiga kader tersebut mengujungi rumah Kateman yang berada di sebelah timur Ponkesdes. Di rumah itu ada dua KK, yaitu kedua orangtuanya dan anaknya yang masih punya bayi. Ada tiga orang yang berhasil dilakukan skrining PTM.

Dari situ, ketiga kader pindah ke seberang jalan yang sudah beda RT, yaitu ke rumah Jono. Rumah kedua yang dikunjungi itu ada banner bertuliskan Roro Srikandi Salon: Profesional Hair & Make Up. Di rumah kedua ini, kader berhasil memeriksa dua orang, suami istri. Namun kemudian, orangtuanya yang tinggal di sebelah rumah yang sudah lansia dipanggilnya agar ikut skrining faktor risiko PTM.

Dari rumah kedua, kader bergerak lagi ke seberang jalan lagi. Tepatnya belakang rumah pertama kunjungan tadi. Sambil berjualan untuk jajanan anak-anak sekolah SMP PGRI 04 Kalipare, Yatinem pun dengan senang hati diskrining oleh kader yang didampingi pensiunan staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang, Pemegang Program PTM Puskesmas Kalipare, dan perawat Desa Arjosari, serta seorang anggota Tim SMARThealth UB.

Skrining di rumah ketiga

Sementara itu, bidan Desa Arjosari tidak mengikuti skrining PTM yang dilakukan oleh kader SMARThealth karena ia harus menjaga atau standby di Ponkesdes bila sewaktu-waktu ada pasien yang berkunjung ingin memeriksakan diri.

Acara skrining PTM yang dilakukan oleh ketiga kader itu berakhir menjelang adzan Dhuhur. Setelah singgah lagi di Ponkesdes, pensiunan staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten dan seorang anggota Tim SMARThealth UB berpamitan.

Dalam pulangnya, pensiunan staf PTM dan Keswa dan seorang anggota Tim SMARThealth UB berpencar. Gatot Sujono, pulangnya menapaki jalan ketika berangkat. Sedangkan, seorang anggota Tim SMARThealth UB, pulangnya mencoba lewat Binangun, Kabupaten Blitar, yang berbatasan dengan Desa Arjosari. *** [250723]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 24 Juni 2023

Giat Posbindu PTM Luar Gedung Kader SMARThealth Kalirejo

Kalirejo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administratif Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Berdasarkan Kecamatan Kalipare Dalam Angka 2021 (Kalipare Sub District In Figures) yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, disebutkan bahwa desa Kalirejo memiliki lahan seluas 1.509 hektar.

Dengan luas tersebut, desa Kalirejo menempati urutan terluas ketiga setelah desa Sukowilangun dan desa Kaliasri, dengan persentase 13,40% terhadap luas Kecamatan Kalipare yang berjumlah 9 desa tersebut.

Desa Kalirejo terdiri dari dua dusun, yaitu Darungan dan Krajan. Saat musim kemarau, desa Kalirejo terkenal sebagai desa paling sulit air di Kecamatan Kalipare, terutama dusun Darungan. Sebab saat kemarau tiba, mereka harus mengambil air di sumber yang jaraknya mencapai  5 kilometer.

Pensiunan staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang berikan pembinaan terhadap nakes dan kader sambil mencicipi jenang mutiara di ruang tamu Pustu Kalirejo

Dikutip dari laman Jatim Network (Jumat, 19 Mei 2023), desa Kalirejo merupakan desa tersepi yang ada di Kecamatan Kalipare, di mana jumlah penduduk desa tersebut menurut data BPS tahun 2022 hanya sebanyak 4.337 jiwa.

Meskipun demikian, sesungguhnya desa Kalirejo ini tidak tergolong desa yang terisolir. Letak geografisnya yang berbatasan dengan desa yang ada di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, menguntungkan bagi mobilitas masyarakat yang ada di desa Kalirejo.

Sekadar tahu saja, jarak dari desa Kalirejo menuju ke Puskesmas Kalipare (Kabupaten Malang) sekitar 15,1 kilometer, sedangkan menuju ke Puskesmas Kesamben (Blitar) berjarak 5.9 kilometer. Kalau mau ke Rumah Sakit (RS) Wava Husada Kesamben malah lebih dekat lagi, yaitu sekitar 4,9 kilometer. Atau mau lebih dekat lagi, masyarakat bisa akses ke pelayanan praktek dokter umum di Dusun Sanggrahan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer.

Semasa Hindia Belanda dulu sebenarnya desa Kalirejo merupakan desa yang ramai karena di desa ini hadir beberapa perusahaan gamping yang cukup besar. Selain itu, desa Kalirejo memiliki potensi batu marmer merahnya yang cukup diminati perusahaan pembuatan marmer di Kabupaten Tulungagung.

Kunjungan skrining PTM dari rumah ke rumah pertama di Dusun Krajan, Desa Kalirejo

Ceritera ini diperoleh, ketika pensiunan staf PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Gatot Sujono, S.ST, M.Pd, dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) berkunjung ke desa tersebut dalam rangka melihat dari dekat giat Posbindu PTM Luar Gedung yang dilakukan oleh dua kader SMARThealth desa setempat, yaitu Ririh Rihnawati dan Ulfia Santa.

Gatot Sujono dan seorang anggota Tim SMARThealth UB tersebut tiba di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kalirejo yang berjarak 32 kilometer dari Kepanjen sesuai spidometer motor REVO pada pukul 09.10 WIB. Di Pustu yang berada di Jalan Raya Kalirejo, kedua orang tersebut diterima oleh Afdyatama Tugas Hayuda, A.Md.Kep (Pemegang Program PTM Puskesmas Kalipare), Yenni Dwi Apriliyanti, A.Md.Kep (Perawat Pustu Kalirejo), Lato’ifah, A.Md.Keb (Bidan Pustu Kalirejo), dan kedua kader SMARThealth desa Kalirejo (Ririh Rihnawati dan Ulfia Santa) yang berseragam pink.

Di ruang tamu Pustu, Gatot Sujono dan seorang anggota Tim SMARThealth UB dipersilakan menikmati jenang mutiara yang telah disiapkan oleh perawat Yenni. Selain itu, di meja tamu juga terlihat keripik singkong dan mbothe (talas) rebus.

Setelah itu dilakukan pembinaan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan dan kader SMARThealth yang ada terkait dengan program SMARThealth. Ternyata dari hasil catatan kunjungan anggota Tim SMARThealth UB yang seringkali ikut turun lapangan, kader SMARThealth di sini telah membukukan data sasaran by name by address, termasuk NIK dan BPJS (bagi memiliki) yang diklaster per RT. Luar biasa!

Kunjungan skrining PTM dari rumah ke rumah kedua di Dusun Krajan, Desa Kalirejo

Jauh hari sebelum kader turun lapangan, mereka telah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk menyalin anggota masyarakat berdasarkan KK. Sehingga data sasarannya bersifat riil, bukan hasil perkiraan. Setiap yang dikunjungi akan diberi keterangan, sehingga tidak dobel.

Selain itu dengan membuat data sasaran secara faktual yang diverifikasi oleh Ketua RT, sesungguhnya juga memudahkan kader maupun tenaga kesehatan (nakes) dalam memberikan layanan pemeriksaan kepada warga. Misalnya yang kelupaan membawa KTP tidak harus pulang lagi, tetapi kader atau nakes tinggal melihat klaster data sasarannya maka di situ sudah ada nomor KTP.

Usai pembinaan, Gatot Sujono dan seorang anggota Tim SMARThealth UB diajak berkeliling untuk melihat giat Posbindu PTM Luar Gedung. Yang dimaksud dengan giat Posbindu Luar Gedung itu adalah giat Posbindu PTM yang tidak dilakukan di tempat yang telah ditentukan setiap bulannya tapi mengunjungi langsung warga dari rumah ke rumah. Gampangnya disebut door to door.

Mula-mula diajak ke rumah salah seorang warga yang telah 10 tahun terkena stroke namun dia rutin periksa ke salah seorang dokter di Kesamben. Tidak hanya yang terkena stroke saja, namun istrinya juga dilakukan skrining faktor risiko PTM oleh kader bersama perawat Yenni.

Kunjungan skrining PTM dari rumah ke rumah ketiga di Dusun Krajan, Desa Kalirejo

Selesai dari situ, kader dan perawat pindah ke depannya. Rumah warga yang dikunjungi itu tidak bisa berjalan, dan rumahnya menurun dari jalan aspal desa, dekat kebun jati. Di situ ada dua orang diskrining.

Dari situ, kader dan perawat bergeser ke selatannya, menyasar seorang yang lagi membersihkan singkong untuk dijemur sebagai bahan membuat tiwul. Meminjam terasnya, ibu itu pun diperiksa oleh kader bersama perawat sambil diberikan edukasi kesehatan.

Setelah itu, giat skrining berhenti karena sudah saatnya istirahat siang, dan akan dilanjutkan sore harinya oleh kader tersebut. Gatot Sujono dan seorang anggota Tim SMARThealth UB ikut menuju ke Pustu lagi dan selang sesaat kemudian berpamitan.

Pulangnya ternyata diiringi hingga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, untuk lewat Jalan Blitar-Kepanjen, dan diajak singgah dulu di Warung Bebek dan Ayam Kampung Goreng “Flamboyan” yang terletak di sebelah utara Musholla Suharjoko, yang lokasinya tak jauh dari Padepokan Eyang Djoego. *** [240623]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 25 Mei 2023

Dua Kader SMARThealth Desa Sumberpetung Lakukan Skrining Door to Door

Dua kader SMARThealth Desa Sumberpetung – Karni dan Tri Praptiani – melakukan skrining PTM secara door to door di Dusun Cungkul RT 08 RW 02 Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, pada Kamis (25/05).

Pensiunan Sub Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), Gatot Sujono, S.ST, M.Pd, yang masih membawahi binaan Puskesmas Kalipare terkait SMARThealth melakukan kunjungan untuk melihat jalannya skrining door to door bersama perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Seusai menghadap Kepala Puskesmas Kalipare Endah Pujiati, S.ST, M.Kes., dengan dipandu oleh Afdyatama Tugas Hayuda, A.Md.Kep (Pemegang Program PTM Puskesmas Kalipare yang baru saja diantik) yang didampingi oleh Saptiati Budi Asih, A.Md.Keb (Pemegang Program PTM Puskesmas Kalipare yang lama), Gatot Sujono diantar menuju ke Dusun Cungkal, yang berjarak sekitar 4,5 kilometer.

Pensiunan Sub-Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang melihat kader SMARThealth melakukan skrining secara door to door di Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare

Awalnya kedua kader tersebut ingin melakukan skrining PTM di rumah Muda’iyah yang tepat berada di sebelah utara musholla Ainul Yakin, namun ternyata tetangga yang berada di kiri kanannya pun tertarik untuk ikut skrining PTM.

Selama satu jam di rumah Muda’iyah yang juga merupakan tempat Posyandu Melati 3 itu, akhirnya kedua kader SMARThealth melakukan skrining sebanyak 23 orang. Kader sempat kewalahan ketika salah seorang kader harus menjemput anaknya pulang dari TK.

Dalam situasi itu, perawat Afdyatama Tugas Hayuda dan bidan Saptiati Budi Asih langsung turun tangan membantu kader Karni dalam melakukan skrining tersebut hingga kader Tri Praptiani kembali lagi.

Warga pun berdatangan ikut skrining PTM di rumah Muda'iyah

Antusias masyarakat Dusun Cungkal yang kebanyakan dari keturunan Madura cukup tinggi dalam ikut deteksi dini PTM di daerahnya. Menurut kader Karni, “kita akan mengunjungi warga yang tidak bisa hadir dalam giat Posyandu maupun Pobindu. Juga yang tidak ada Posyandu Lansia, selalu akan didatangi oleh kader SMARThealth dalam rangka deteksi dini.”

Pada kesempatan itu, Gatot Sujono juga melakukan pembinaan terkait implementasi SMARThealth terhadap tenaga kesehatan maupun kadernya. Hal ini agar supaya kendala di lapangan bisa diminimalisir sedemikian rupa sehingga giat skrining atau deteksi dini PTM bisa berjalan secara kontinyu.

Dari 23 orang yang terperiksa oleh kader tersebut terdapat 3 orang laki-laki, dan kesemuanya itu yang memiliki faktor risiko tekanan darah tinggi ada 10 orang dan gula darah sebanyak 6 orang. Mereka yang terindikasi mempunyai faktor risiko tersebut disarankan oleh kedua tenaga kesehatan yang mendampingi Gatot Sujono, untuk melakukan kontrol setiap bulan ke Puskesmas Kalipare.

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalipare ikut membantu skrining karena warga berdatangan secara bersamaan

Skrining door to door ini berakhir pada pukul 10.20 WIB, dan akan diteruskan sore hari nanti atau keesokan harinya mengingat masih banyak tugas lain yang harus dikerjakan oleh kader SMARThealth tersebut.

Setelah semua berpamitan kepada pemilik rumah, Gatot Sujono dan perwakilan Tim SMARThealth UB pun juga berpamitan dan pulangnya akan berganti arah. Kalau berangkat tadi dari Kepanjen lewat Sumberpucung terus ke barat hingga menyusuri Waduk Karangkates sisi barat sejauh 30 kilometer, pulangnya melalui Dadapan, Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak dengan menggunakan kapal penyebarangan Waduk Karangkates hingga Rajut Indah, Kecopokan, sampai dengan Kepanjen hanya sejauh  16, 3 kilometer.

Dari Dusun Cungkul menuju ke dermaga Dadapan yang ada Warung SAHABAT Nasi Tiwul Ikan Nila itu berjarak sekitar 2 kilometer. Untuk mencapai ke dermaga Dadapan itu, Gatot Sujono dan perwakilan Tim SMARThealth UB dipandu oleh kader Karni. *** [250523]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 13 Desember 2022

Pelatihan Kader SMARThealth Kecamatan Kalipare

Dengan memanfaatkan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan), Puskesmas Kalipare mengadakan kegiatan pelatihan kader SMARThealth se-Kecamatan Kalipare di Ruang Aula Puskesmas Lantai 2 yang berada di Jalan Raya Kalipare No. 210 Dukuh Krajan RT 09 RW 04 Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (13/12/2022).

Kegiatan ini diikuti kader kesehatan yang berasal dari 9 desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kalipare, yang meliputi Kalipare, Sumberpetung, Putukrejo, Tumpakrejo, Kaliasri, Kalirejo, Arjosari, Arjowilangun, dan Sukowilangun. 

Setiap desa mengirimkan 5 orang kader kesehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth, dan ditambah dengan menghadirkan 1 orang tenaga kesehatan (nakes) dari 9 desa tersebut untuk mendampingi kadernya masing-masing dalam pelatihan itu.

Sambutan dan pembukaan oleh Kapus Kalipare didampingi Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang

Acara kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB selepas rombongan dari Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memasuki Ruang Aula Puskesmas. Rombongan Dinkes tersebut terdiri dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa, Koordinator PTM, staf IT Seksi PTM dan Keswa, asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Seksi PTM dan Keswa, serta perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Diawali dengan Master of Ceremony (MC) Eni Roihatul, A.Md.Kep, perawat Desa Putukrejo, mengucapkan selamat datang kepada hadirin, dan membacakan susunan acara yang akan dilalui dalam pelatihan ini.

Setelah itu diteruskan dengan berdoa terlebih dahulu, yang dipandu oleh MC. Kemudian menyusul dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars GERMAS yang dipimpin oleh dirigen Ayu Candra, A.Md.Gz, seorang Nutrisionis Puskesmas Kalipare, dengan birama 4/4.

Peserta pelatihan yang diikuti 45 kader dari 9 desa di Kecamatan Kalipare

Usai menyanyikan dua lagu, acara berikutnya disambung dengan sambutan dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Dalam sambutannya, Paulus mengatakan bahwa penyakit tidak menular (PTM) tiap tahun terus meningkat. Kebijakan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kita harus memperkuat skrining.

“Kita perlu deteksi dini. Di Kalipare ada 41 ribu usia produktif, dan baru terskrining sebanyak 4%. Dari yang  terskrining itu pun masih terbatas pengobatannya. Yang tidak berobat dikawatirkan mengalami kesakitan atau kecacatan karena risiko PTM yang dihadapinya,” ujar Paulus Gatot.

Lebih lanjut, Paulus pun menambahkan, “Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan kader keehatan untuk dilatih menjadi kader SMARThealth agar bisa membantu perawat desa dalam melakukan skrining.”

Koordinator PTM Dinkes beri materi tentang Posbindu SMARThealth

Sehabis Paulus, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Kalipare Endah Pujiati, S.ST., M.Kes. Pada kesempatan itu, Kapus Endah menerangkan bahwa 45 kader dari 9 desa yang ada di Kecamatan Kalipare ini dihadirkan di sini, untuk dilatih menjadi kader SMARThealth.

“Kader SMARThealth nanti akan mampu membantu perawat desa dalam melakukan skrining PTM berbasis aplikasi eKader. Sehingga kader nantinya tidak perlu mencatat di buku lagi. Saya berharap usai pelatihan hari ini, kader sudah bisa melakukan skrining di desanya masing-masing,” jelas Kapus Endah.

Setelah memberi sambutan, Kapus Endah langsung membuka acara pelatihan ini, dan kemudian Kapus meninggalkan tempat karena masih ada tugas yang harus dikerjakan. Waktu sepenuhnya diserahkan Dinkes yang akan memberikan pelatihan tersebut.

Salah seorang perawat desa jelaskan penggunaan alat cek kadar gula darah

Materi pertama dalam pelatihan tersebut disampaikan oleh Koordinator PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners dengan judul “Posbindu SMARThealth.” Namun sebelum menginjak materi, Nur Ani terlebih dahulu memutarkan video yang bertitel “Mewujudkan Kampung Cerdik Sehat Jantung Melalui SMARThealth Sijaritung.”

Pemutaran video ini bertujuan, agar supaya kader yang mengikuti pelatihan ini mendapat gambaran mengenai apa saja yang akan dijalankan setelah pelatihan hari ini. Nur Ani berusaha mula-mula memotivasi kader sebelum ke materi.

Memasuki materi, Nur Ani berusaha mengupas tuntas apa itu Posbindu SMARThealth. Mulai dari filosofisnya hingga nantinya melakukan skrining kepada warga usia produktif yang ada di desanya masing-masing.

Staf IT Seksi PTM dan Keswa beri materi Instalasi Aplikasi eKader dan cara melakukan input data

“Kader SMARThealth menemukan indikasi hipertensi, kencing manis, kolesterol, dan membawanya ke tenaga kesehatan,” urai Nur Ani dihadapan peserta pelatihan.

Selepas materi pertama, Nur Ani meminta perawat/bidan desa yang mendampingi kadernya untuk membentuk kelompok guna melakukan praktik pengukuran kesehatan, seperti pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah/kolesterol.

Setiap kader diharuskan menerangkan alat kesehatan (alkes) yang digunakan terlebih dahulu baru kemudian memberikan contoh dalam menggunakan alkes tersebut atau melakukan pengukuran tensi dan cek kadar gula darah/kolesterol. Setiap kader harus mencoba satu persatu, dan hasilnya nanti akan digunakan untuk praktik input data dengan aplikasi eKader setelah ini.

Asisten IT SMARThealth secara proaktif mendampingi kader yang mengalami kesulitan dalam instalasi dan input data dengan eKader

Instalasi aplikasi eKader maupun cara melakukan input data skrining diajarkan oleh staf IT Seksi PTM dan Keswa Dinkes, Candra Hernawan, S.Kom. Kemudian kader juga harus mempraktikkannya dengan skrining hasil pengukuran mereka masing-masing dalam praktik pengukuran kesehatan sebelumnya.

Acara pelatihan kader ini selesai pada pukul 12.28 WIB dengan closing statement dari Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa. Dalam closing statement, Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa mengingatkan kembali kepada kader peserta pelatihan.

“Selain bisa melakukan skrining PTM terhadap warga, kader nantinya juga bisa melakukan edukasi dengan bantuan aplikasi eKader, yang intinya PTM itu banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Sehingga pola gaya hidup harus senantiasa diperhatikan. Ojo kakehan polah,” tutup Sub Koordinator Substantif PTM dan Keswa. *** [131222]  

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Jumat, 11 November 2022

Camat Kalipare Buka Lokmin Linsek di Aula Puskesmas

Lokakarya mini lintas sektor (Lokmin linsek) tingkat Kecamatan Kalipare diselenggarakan di Ruang Aula Puskesmas Kalipare yang beralamatkan di Jalan Raya Kalipare No. 210 Dukuh Krajan RT 09 RW 04 Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (11/11/2022).

Lokmin linsek merupakan suatu pertemuan antar petugas puskesmas dengan sektor terkait untuk meningkatkan kerja sama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas dan membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi puskesmas.

Lokmin linsek yang mengangkat tema “Rembuk Stunting dan Replikasi SMARThealth di Kecamatan Kalipare” ini, diikuti Muspika (Camat, Koramil, Polsek), Puskesmas Kalipare, TP-PKK, KUA Kalipare, Dinas Pendidikan Kecamatan Kalipare, PLKB, Koordinator Kader Kecamatan, dan 9 Kepala Desa se-Kecamatan Kalipare, yang meliputi Kalipare, Sumberpetung, Tumpakrejo, Putukrejo, Arjosari, Arjowilangun, Kaliasri, Kalirejo, dan Sukowilangun.

Acara ini dimulai pada pukul 09.22 WIB dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh dirigen Ayu Chandra H, A.Md.Gz, Pengelola Gizi Puskesmas Kalipare, dengan birama 4/4.

Sambutan Kepala Puskesmas Kalipare selaku tuan rumah Lokakarya Mini Lintas Sektor

Selesai lagu Indonesia Raya, Master of Ceremony (MC) Apriani Saptarina, S.KL, Pengelola Kesling Puskesmas Kalipare, memulai dengan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Lokmin linsek, dan diteruskan dengan membacakan susunan acaranya serta memandu mengucapkan basmalah bagi kelancaran acara ini.

Setelah itu, acara berikutnya adalah sambutan dari Kepala Puskesmas Kalipare (Kapus) Endah Pujiati, S.ST., M.Kes. Selaku tuan rumah dalam lokmin linsek ini, Kapus Endah menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta di Ruang Aula Puskesmas Kalipare.

Dalam lokmin linsek ini, menurut Kapus Endah, selain membangun kerja sama tim dengan sektor terkait yang ada di Kecamatan Kalipare, juga ingin melakukan rembuk stunting. Dan yang tak kalah penting, adalah perihal replikasi SMARThealth.

Terkait replikasi SMARThealth, Puskesmas Kalipare menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Malang yang dalam hal ini dari Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) yang membidangi SMARThealth.

Sambutan Camat Kalipare dan sekaligus berkenan membuka Lokakarya Mini Lintas Sektor

Sambutan kedua disampaikan oleh Camat Kalipare Nur Soleh Hidayat, S.STP. Pada kesempatan itu, Camat Nur Soleh menyampaikan bahwa sesuai tempat penyelenggaraannya, bahasan utama lokmin linsek ini adalah stunting dan SMARThealth.

Masalah kesehatan saat ini menjadi prioritas pemerintah. Menurut Camat Nur Soleh, mungkin masalah stunting bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Kalipare sudah mengetahuinya. Namun, terkait SMARThealth mungkin masih terdengar baru.

Oleh karena itu, Camat Nur Soleh berharap peserta lokmin linsek ini nanti akan mengetahui apa itu SMARThealth, dan peran apa yang harus dilakukan oleh desa dalam implementasi SMARThealth nantinya.

Usai memberikan sambutan, Camat Nur Soleh berkenan membuka secara resmi pertemuan lokmin linsek di Kecamatan Kalipare ini. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pertemuan lokakarya mini lintas sektor di Kecamatan Kalipare saya nyatakan dibuka dan dimulai pelaksanaannya,” jelas Camat Nur Soleh.

Peserta Lokakarya Mini Lintas Sektor di Ruang Aula Puskesmas Kalipare

Selepas dibuka Camat Kalipare, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Pengelola Gizi Puskesmas Kalipare, Ayu Chandra H., A.Md.Gz, dengan judul “ Percepatan Penurunan Stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalipare.”

Diawali dengan paparan kasus stunting di Kecamatan Kalipare, Ayu Chandra menerangkan bahwa terdapat 20 indikator penentuan lokus stunting. Setelah dari 20 indikator itu muncul data mengenai data stunting.

Dengan data itu, Puskesmas Kalipare bersama lintas sektor di Kecamatan Kaliparen melakukan kegiatan spesifik dan sensitif. Selain itu, juga diperlukan peran lintas sektor dalam mengatasi stunting pada balita, seperti berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Balita, mendukung pemberian ASI Eksklusif pada bayi, dan menggerakkan masyarakat/ibu balita untuk mengikuti posyandu.

Pukul 09.55 WIB acara disambung dengan pemaparan materi kedua oleh staf PTM Dinkes Kabupaten Malang, Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners, dengan judul “Program SMARThealth Sebagai Upaya Pengendalian Komorbid Penyakit Tidak Menular Pada Kasus Kesakitan dan Kematian COVID-19.”

Narasumber 1 dari Pengelola Gizi Puskesmas Kalipare: Stunting

Memulai pemaparannya, Bastamil mengatakan bahwa penyakit tidak menular (PTM) itu merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh kuman atau virus penyakit dan tidak ditularkan kepada orang lain, serta bersifat kronis sehingga memerlukan waktu cukup panjang untuk penyembuhannya.

“PTM itu harus dicari. Kalau tidak dicari faktor risikonya tentu tidak ketemu, karena PTM itu sering tidak bergejala tapi tahu-tahu sudah kronis/komplikasi,” terang Bastamil

Tiap tahun, PTM ini meningkat terus, khususnya menyangkut penyakit kardiovaskular. Faktor risiko kardiovaskular, seperti hipertensi diabetes mellitus, senantiasa menduduki masalah kesehatan utama yang ditemukan di Kabupaten Malang.

Akhirnya, Bupati Malang menghendaki replikasi SMARThealth, salah satu program inovasi kesehatan di Kabupaten Malang. Uji coba di 4 desa pilot project dari tahun 2016 hingga 2018, ditemukan bahwa kader terlatih mampu mendeteksi dini 91% penduduk usia 40 tahun ke atas. Dari temuan itu, ada 23% terdeteksi risiko tinggi kardiovaskular.

Narasumber kedua dari staf PTM Dinkes Kabupaten Malang: SMARThealth

Dari uji coba itu, Bupati Malang berkomitmen ingin mereplikasi ke 390 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang secara bertahap untuk meningkatkan capaian standar pelayanan minimal (SPM) terkait skrining faktor risiko PTM. Tahun 2022 ini, kebetulan termasuk jadwal replikasi SMARThealth di lingkungan kerja Puskesmas Kalipare.

Program inovasi SMARThealth ini memiliki sistem pelayanan dasar untuk deteksi dini penyakit kardiovaskular, seperti jantung, stroke, dan pembuluh darah lainnya. Pelayanan dasar yang komprehensif berbasis teknologi informasi dengan pemberdayaan masyarakat (kader). Kader yang sudah mendapat pelatihan SMARThealth akan mampu melakukan skrining faktor risiko PTM.

Pada pemaparan materi kedua ini, muncul 4 pertanyaan dari kepala desa maupun PKK. Keempat pertanyaan ini dijawab oleh Kapus Endah, Camat Nur Soleh dan staf PTM Bastamil selaku narasumber.

Acara lokmin linsek yang dihadiri oleh 35 peserta ini ditutup pada pukul 10.58 WIB dengan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Kalipare Drs. Zubaidi. *** [111122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog