Tampilkan postingan dengan label Desa Pakisaji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Pakisaji. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2025

Menyapa Pasien di Rumah: Upaya Pelacakan untuk Menjaga Validitas Penelitian Pengendalian Hipertensi

"The best research you can do is talk to people."  -- Sir Terry Pratchett

Dalam penelitian Pengembangan Model Health Coaching untuk Pengendalian Hipertensi di Layanan Primer, keberadaan setiap responden menjadi bagian penting untuk memastikan keutuhan data, validitas temuan, dan keberhasilan intervensi. Namun, seperti lazimnya di lapangan, tidak semua pasien dapat hadir dalam setiap sesi yang telah dijadwalkan. Di sinilah pelacakan atau tracking memainkan peran sentral.

Pelacakan responden yang tidak hadir bukan sekadar langkah administratif. Ia merupakan upaya aktif untuk mencegah potensi bias - karena mereka yang absen bisa jadi memiliki karakteristik atau tantangan berbeda dari yang hadir. 

Tanpa pelacakan, hasil penelitian berisiko kehilangan relevansi dan kekuatan generalisasinya. Oleh karena itu, tim lapangan memastikan bahwa tidak ada suara yang tertinggal, termasuk mereka yang terhalang hadir karena kondisi personal maupun sosial.

Home visit di Desa Wonokerso 

Pada Rabu (08/10), sekitar pukul 08.30 WIB, Field Supervisor bertolak dari Puskesmas Pakisaji untuk melakukan home visit. Dipandu langsung oleh Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Pj Promkes) Puskesmas Pakisaji, Mochamad Faizin, SKM, perjalanan menuju rumah dua pasien hipertensi dari kelompok intervensi pun dimulai. Lokasi yang dituju tersebar di dua dusun di Kecamatan Pakisaji: Dusun Segegeng, Desa Wonokerso dan Dusun Pakisaji, Desa Pakisaji.

Pasien pertama adalah seorang perempuan berusia 41 tahun yang tinggal di Dusun Segegeng RT 14 RW 03. Ketika dikunjungi, ia menyambut dengan ramah. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam sesi health coaching kedua disebabkan oleh tanggung jawab mengasuh bayi yang tidak bisa ditinggal. 

Meskipun demikian, ia sempat hadir pada sesi pertama dan menerima kunjungan lanjutan dari Pj Promkes serta kader kesehatan setempat untuk sesi kedua. Komitmen semacam ini menunjukkan pentingnya pendekatan personal dalam memastikan keberlanjutan intervensi.

Pasien kedua adalah seorang perempuan lansia berumur 72 tahun yang tinggal di Dusun Pakisaji RT 05 RW 01. Ketidakhadirannya dalam sesi ketiga terjadi karena bertepatan dengan acara pernikahan anaknya. Meski demikian, ia tetap membuka diri saat tim datang dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Home visit di Desa Pakisaji

Kunjungan ini membuktikan bahwa berbicara langsung dengan responden memberikan pemahaman yang lebih dalam dibanding sekadar mencatat absensi. Seperti yang dikatakan oleh Sir Terry Pratchett (1948-2015), seorang humoris, satiris, dan penulis novel fantasi dalam bahasa Inggris:

"Penelitian terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berbicara langsung dengan orang lain." 

Kalimat bijak ini menjadi fondasi dari pendekatan lapangan dalam penelitian ini - menjadikan manusia bukan hanya sebagai objek studi, tetapi sebagai mitra aktif dalam perubahan kesehatan.

Pelacakan responden secara langsung ke rumah tidak hanya menyelamatkan data. Ia juga menciptakan kepercayaan, meningkatkan keterlibatan peserta, dan memastikan bahwa intervensi health coaching benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghasilkan temuan yang valid, tetapi juga dampak yang nyata. *** [081025]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 24 Agustus 2022

Vaksinasi COVID-19 untuk Penyandang Disabilitas dan Giat Posbindu PTM di Gedung Serba Guna Cinde Wilis Pakisaji

Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Pakisaji untuk penyandang disabilitas Desa Pakisaji diselenggarakan di Gedung Serba Guna “Cinde Wilis” yang berada di Jalan Raya Pakisaji No. 39B RT 13 RW 03 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (24/08/2022).

Vaksinasi disabilitas 1 dan 2 telah dilaksanakan oleh petugas kesehatan secara door to door dengan dibantu oleh para kader Posyandu, dan kini memasuki vaksin 3 atau booster diadakan di gedung serba guna milik Desa Pakisaji serta dibarengkan dengan giat Posbindu PTM.

Kader Posyandu Disabilitas, Kader SMARThealth, perawat, bidan berpose bersama Bhabinkamtibmas Desa Pakisaji

Giat ini terlaksana berkat kerja sama antara kader Posyandu Disabilitas, kader SMARThealth, dan Ponkesdes Pakisaji sebagai kepanjangan dari Puskesmas Pakisaji di desa tersebut. Mereka berkolaborasi untuk menyukseskan gelaran giat ini.

Posyandu Disabilitas merupakan layanan kesehatan berbasis kebutuhan ragam disabilitas. Layanan ini ada di tingkat desa dan gratis, sehingga terjangkau dan para penyandang disabilitas mudah mengaksesnya.

Dalam Posyandu Disabilitas selain terdapat pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dasar, juga layanan fisioterapi, terapi wicara, konseling dan parenting. Terdapat pula pelatihan keterampilan dan layanan antar jemput penyandang disabilitas menuju lokasi posyandu.

Kader SMARThealth mendaftar warga disabilitas yang akan ikut Posbindu PTM dan Vaksinasi

Sedianya dalam giat ini juga ada meja fisioterapi yang mendatangkan petugas kesehatan fisioterapi dari RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang, akan tetapi kebetulan petugas kesehatannya hari ini tidak bisa hadir karena ada urusan penting lainnya. Sehingga, akhirnya giatnya pun menyatu dengan Posbindu PTM.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) Suwantoro, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tri Djoko, staf Seksi PTM Keswa Dinkes Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners, dan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Alur pemeriksaan dimulai dengan Posbindu PTM, baru menuju meja vaksinasi. Dalam perhelatan itu, terlihat ada tiga petugas disabilitas yang membantu jalannnya giat ini. Mereka adalah Siswinarsih (Ketua Posyandu Disabilitas), Moh. Rasul, dan Slamet Nur Cahyono.

Kader Posyandu Disabilitas sedang mengukur tinggi badan

Kendati mereka berkebutuhan khusus tapi terlihat punya semangat melayani antar sesama dalam giat ini. Mereka membantu kader SMARThealth maupun perawat/bidan Ponkesdes Pakisaji dalam mengarahkan warga yang diundang dalam vaksinasi tahap 3 bagi penyandang disabilitas ini.

Pertama-tama, warga disabilitas yang mendapat undangan vaksinasi diarahkan menuju ke meja 1. Meja 1 ini merupakan meja pendaftaran. Kader SMARThealth Supriyatin akan melakukan pendaftaran untuk giat Posbindu PTM dan sekaligus vaksinasi. Sedangkan, warga berkebutuhan khusus yang datangnya didampingi oleh anggota keluarganya, maka anggota keluarganya juga disasar untuk skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) sekalian.

Dari meja 1, mereka akan dipandu untuk melakukan pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut serta tekanan darah oleh kader Posyandu Disabilitas Suharti di meja 2. Untuk beberapa kasus, kader ini menjumpai kesulitan dalam melakukan pengukuran tinggi badan bagi warga berkebutuhan khusus yang mengalami disabilitas fisik kakinya atau disabilitas mentalnya.

Kader SMARThealth melakukan cek gula darah 

Selesai penimbangan dan cek tinggi badan, warga dipersilakan untuk duduk di kursi yang telah disediakan, tepat di belakang meja 1 dan 2. Kursi diatur berjajar menghadap ke timur atau meja 3 dan 5. Gunanya, agar bila mendapat panggilan untuk pemeriksaan berikutnya, mereka bisa mendengarnya.

Berkas dari meja 1 dan 2 yang telah diserahkan ke meja 3, digunakan oleh kader SMARThealth untuk memanggil sesuai nomor urutannya. Meja 3 ini tertulis Assesment, yang dalam konteks Posbindu PTM adalah meja untuk melakukan skrining faktor risiko PTM. Yang bertugas melakukan skrining ini adalah kader SMARThealth Ana Nur.

Dari skrining, mereka akan bergeser ke samping kanannya untuk mendapatkan layanan pengecekan kadar gula darah/kolesterol maupun asam urat oleh kader SMARThealth Khaidah. Kedua layanan ini berada dalam satu meja.

Warga berkursi roda melakukan konsultasi hasil skrining faktor risiko PTM

Meja cek kadar gula/kolesterol/asam urat ini merupakan akhir dari skrining atau pemeriksaan deteksi dini faktor risiko PTM dalam giat Posbindu PTM bagi penyandang disabilitas maupun keluarga yang mendampinginya.

Selanjutnya, penyandang disabilitas akan menuju ke meja 5. Meja 5 ini untuk paramedis yang bertugas memberikan konsultasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Ada dua petugas kesehatan yang berada di meja tersebut, yaitu perawat Fera Elis Setianingsih, A.Md.Kep dan bidan Dian Yuli Ardiati, S.Tr. Keb. Kedua tenaga kesehatan ini dalam kesehariannya bertugas di Ponkesdes Pakisaji.

Perawat Fera bertindak memberikan konsultasi dari hasil skrining dalam Posbindu PTM dan sekaligus juga melakukan skrining vaksinasi COVID-19. Jika mereka dikatakan bisa lanjut vaksinasi, maka mereka dipersilakan untuk menghadap bidan Dian Yuli sebagai vaksinator.

Warga berkebutuhan khusus terima suntik vaksin 

Setelah disuntik vaksin, mereka akan disuruh duduk lagi untuk beberapa saat guna dipantau. Bila tidak menemui kendala, maka mereka sudah boleh pulang. Pulangnya mereka akan mendapat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan minyak goreng.

Tepat berkumandangnya adzan Zuhur dari menara Masjid Besar Al-Ihsan yang berada di seberang jalan, giat vaksinasi disabilitas dan Posbindu PTM juga berakhir sudah pada pukul 11.34 WIB. Dari target sasaran sebanyak 74 orang penyandang disabilitas di Desa Pakisaji ini berhasil mengikuti skrining faktor risiko PTM ada 26 orang, 8 orang di antaranya adalah laki-laki. Sementara itu, yang berhasil disuntik vaksin ada 11 orang dengan rincian 4 laki-laki dan 7 perempuan. *** [240822]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog