Tampilkan postingan dengan label Desa Sidorahayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Sidorahayu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2024

Uji Coba Kuesioner Karakteristik Masyarakat Berlangsung di Sidorahayu

Berkah puasa memang tak bisa disangka! Uji coba instrumen NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) untuk pengumpulan data bisa berjalan semua.

Dimulai dari uji coba instrumen CEI (Community engagement and involvement) yang dilakukan peneliti Yayasan Percik Salatiga (YPS) dengan menggunakan Photovoice maupun Circle Communication yang dilakukan di Desa Sepanjang (21-28 Maret 2024).

Kemudian uji coba instrumen survey NIHR-GHRC NCDs & EC yang dilaksanakan Tim Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) di Puskesmas Bantur (23/03) juga berjalan dengan lancar.

Uji coba kuesioner Karakteristik Masyarakat 

Hari ini, Rabu (03/04), gantian Tim Peneliti dari Fakultas Pertanian UB (FP UB), juga melakukan uji coba kuesioner “Karakteristik Masyarakat dan Pengamatan Langsung” di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Salah seorang anggota Tim Peneliti FP UB Dr. Lintar Brillian Pintakami, S.P., M.P. yang mengajak Tim Peneliti dari Fisika Lingkungan UB, Eko Teguh Purwanto Adi, S.Si., M.Si dan Renetha Salma Myesha A., S.Si, menjajal kuesioner dengan melakukan wawancara kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Sidorahayu Mayon Sutrisno di ruang kerjanya.

Fasilitator NIHR yang turut mendampinginya juga ikut menjajal kuesionernya dan berjumpa dengan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Wagir yang sedang berkegiatan di Pendopo Balai Desa Sidorahayu dalam Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Kesehatan TB-Paru sehingga juga harus bersilaturahmi sesaat dengan mereka.

Melihat sungai apakah terjadi pencemaran atau tidak

Kedua kuesioner yang diujicobakan tersebut memiliki pola seperti model kuesioner dalam Indonesian Family Life Survey (IFLS), The Work and Iron Status Evaluation (WISE), dan The Study of the Tsunami Aftermath and Recovery (STAR), utamanya dalam survey fasilitas  untuk melengkapi survey rumah tangga (household).

Ciri khasnya dari kuesioner tersebut akan memiliki variabel dalam seksi pertanyaan yang cukup banyak, dan ragam print outnya sudah branded seperti itu. Dalam kuesioner Karakteristik Masyarakat terdapat 16 bagian atau seksi, yaitu LK (Lembar Kontrol), IC (Informed Consent), IR (Identitas Responden), LU (Land use), P (Population Characteristics), EC (Type of Employment), TI (Transportation and Infrastructures), EL (Electricity), WS (Water Sources and Santitation), D (Industries), EP (Environmental Pollution), WM (Waste Management), PBS (Plastic Waste Burning Practices), CD (Climate and Distaters), PKMD (Partisipasi dan Kepercayaan Masyarakat), dan CP (Catatan Pewawancara).

Sedangkan pada kuesioner Pengamatan Langsung terdiri atas 7 bagian atau seksi, yakni LK (Lembar Kontrol), IC (Informd Consent), G (General Observation), W (Waste Management), AP (Air Pollutin), PBS (Plastic Burning Practises), IN (Internet Network), CP (Catatan Pewawancara).

Mengukur kualitas air dengan Partculate Matter and Gas Measurement Device

Pertanyaan-pertanyaan dalam kedua kuesioner tersebut terdiri dari pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan telah didesain untuk menampung semua kemungkinan jawaban yang diinginkan ke dalam jenis-jenis pilihan jawaban dan dirancang untuk pelaksanaan wawancara yang baik dan benar, baik dalam menanyakan kepada responden maupun dalam proses pencatatannya. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan proses pengumpulan data yang berkualitas tinggi.

Pertanyaan dalam kuesioner tersebut memiliki dua tipe yang perlu diketahui, yaitu jenis pertanyaan berdasarkan jawaban responden; dan jenis pertanyaan berdasarkan cara membaca pertanyaan, yang berpengaruh dalam tata cara pengisian kuesioner. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang ingin melakukan wawancara menggunakan kuesioner ini harus mengerti betul dengan struktur kuesionernya terlebih dahulu.

Selain itu, kekhasan lainnya dari kuesioner ini adalah bahwa semua variabel yang ada dalam seksi ini tidak mungkin bisa terjawab oleh hanya seorang responden saja. Pengalaman survey fasilitas akan banyak menjumpai beberapa responden, karena dalam variabel-variabel tersebut tidak ada di tangan satu orang saja melainkan beberapa. Seperti yang dilakukan oleh Dr. Lintar tadi, Sekdes akan bolak balik menanyakan kepada staf lainnya. Ini nanti yang perlu diperhatikan bagi enumerator lainnya saat menuju main survey.

Insinerator yang dulu pernah menjadi andalan TPS di Dusun Bunton, kini tak berfungsi lagi

Oleh sebab itu, pembuat kuesioner sudah mengantisipasinya dengan membuatkan kolom untuk wawancara sebanyak 3, yaitu wawancara I, wawancara II, dan wawancara III. Tujuannya tak lain adalah untuk mengantisipasi hal tersebut bila harus berkunjung ulang suatu saat nanti.

Usai melakukan wawancara, Tim Peneliti FP UB dan Fisika Lingkungan dipandu fasilitator berkeliling desa untuk melakukan uji coba kuesioner pengamatan langsung. Lima dusun yang ada di Desa Sidorahayu musti dilaluinya. Kemudian peneliti dari Fisika Lingkungan juga melakukan pengukuran kualitas udara di dekat pabrik plastik di Dusun Bunder dengan menggunakan Particulate Matter and Gas Measurement Device yang bersifat portabel yang dihubungkan dengan laptop.

Uji coba kuesioner yang dimulai pada pukul 08.52 WIB itu berakhir pada pukul 13.48 WIB yang diakhiri dengan cara berpecar. Tim Peneliti FP UB dan Fisika Lingkungan mengukur kecepatan internet di setiap dusun, sedangkan fasilitator bertugas memotret bekas insinerator yang sudah tidak terpakai lagi di tengah lahan yang harus melalui jalan setapak yang ditutupi semak tinggi. *** [030424]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Puskesmas Wagir Adakan Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Kesehatan TB-Paru

Pagi yang cerah di hari ke-23 Ramadhan, Puskesmas Wagir mengadakan Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Kesehatan TB-Paru di Pendopo Balai Desa Sidorahayu yang beralamatkan di Jalan Krisna No. 1 Dusun Niwen RT 12 RW 03 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Peningkatan Kapasitas ini dihadiri oleh tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Wagir, 34 kader TBC Desa Sidorahayu, 5 dokter muda  dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), dan seorang anggota Tim SMARThealth UB.

Seluruh peserta berpose bersama usai acara selesai

Acara yang dimulai pada pukul 08.55 WIB ini diawali dengan sambutan dan pembukaan disampaikan oleh Sukmono Hadi, A.Md.Kep, perwakilan dari Puskesmas Wagir. Kemudian setelahnya langsung disambung dengan pemaparan materi “Chikungunya, DBD, dan Malaria” yang dibawakan oleh perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md. Kep.

Usai Dimas, acara berikutnya diisi dengan pemaparan materi “Penyakit Tuberkulosis Paru” yang disampaikan oleh dokter internship Puskesmas Wagir dr. Diska Hanifah asal Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya.

Dokter internship Puskesmas Wagir asal FK Unair berikan materi Penyakit Tuberkulosis Paru

Pada kesempatan itu, dr. Diska menjelaskan apa itu penyakit TBC; bagaimana cara penularan penyakit TBC; siapa yang berisiko menderita penyakit TBC; kapan perlu ke dokter; gejala tuberkulosis; pemeriksaan penunjang; pemeriksaan dahak; foto rontgen dada; analisis cairan pleura; bagimana pengobatan TBC; terapi; efek samping; bagaimana mencegah penularan TBC; apa saja peran kader; peran & fungsi kader; bagaimanakah nutrisi untuk pasien TBC agar cepat sembuh & meningkatkan imunitas.

Selesai dokter internship, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi “Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) Beyond Use Date (BUD)” oleh Apt. Yuristia Putri Wiyata, S.Farm. Dalam materinya, Yuristia menerangkan beyond use date (BUD, yakni batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primer dibuka atau dirusak.

Kader TBC Desa Sidorahayu ikuti Peningkatan Kapasitas di Pendopo Balai Desa

Manfaat BUD, lanjut Yuristia, adalah untuk menunjukkan waktu di mana obat atau sediaan harus digunakan sebelum berisiko mengalami kerusakan, tidak efektif dan terkontaminasi.

Usai bagian farmasi Puskesmas Wagir, materi berikutnya disampaikan oleh Koordinator Pelayanan TBC Puskesmas Wagir Chemilia Chandra, A.Md.Kep.

Selesai pemaparan semua materi, acara diteruskan dengan sesi tanya jawab. Acara ini bersifat sambung-menyambung karena suasana Ramadhan. Kalau cepat selesai kader TBC yang umumnya didominasi ibu-ibu inginnya cepat selesai terus buat untuk persiapan buka puasa keluarga.

Lima dokter muda asal FKUB yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng turut menyimak dalam pemaparan materi

Tema yang disampaikan itu berkenaan dengan makin marak terjangkitnya masyarakat yang terkena demam berdarah (DB) maupun chikungunya serta TBC di sejumlah daerah di Kabupaten Malang. Untuk itu tema ini terasa pas dalam Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Kesehatan TB-Paru. Tujuannya agar para kader TBC bisa menyikapi situasi dan sekaligus bisa membantu memberikan informasi di tengah-tengah masyarakat.

Acara Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Kesehatan TB-Paru ini selesai pada pukul 10.40 WIB, dan kemudian seluruh peserta kegiatan tersebut melakukan foto bersama di Pendopo Balai Desa Sidorahayu tersebut. *** [030424]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Jumat, 15 Desember 2023

Posbindu PTM Desa Sidorahayu Dapat Kunjungan Peserta CADA 2023

National Institute for Health and Care Research-Global Health Research (NIHR-GHR) untuk Penyakit Tidak Menular dan Perubahan Lingkungan (Non-communicable Diseases and Environmental Change) dianugerahi GHR Cohort Academic Development Award NIHR-GHR-CADA 2022-2023.

Penghargaan ini akan membantu melatih para peneliti muda dari International Center for Diarrheal Disease Research di Bangladesh, The George Institute for Global Health di India, Sri Ramachandra Institute of Higher Education & Research di India, dan Universitas Brawijaya di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk membangun kapasitas penelitian para peneliti karir awal dan manajer penelitian dan dirancang serta menjadikan mereka lebih baik dalam melakukan penelitian, mengelola proyek penelitian, dan mengkomunikasikan temuan mereka.

Peserta CADA 2023 berpose dengan perangkat desa, Kecamatan, Puskesmas, dan FKUB

Pada hari ke-5, Jumat (15/12), peserta Workshop Internasional Cohort Academic Development Award (CADA) Tahun 2023 yang digelar di Malang, mengagendakan field visit di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Salah satu di antaranya adalah kunjungan untuk melihat giat Posbindu PTM Desa Sidorahayu, yang diadakan di Pendopo Balai Desa Sidorahayu yang berada di Jalan Kresna No. 01 Dusun Niwen RT 12 RW 03 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Penyuluhan dan edukasi dilakukan oleh bagian Kardiologi FKUB

Dalam giat tersebut, kader SMARThealth dan tenaga kesehatan desa setempat serta Puskesmas Wagir berkoloborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menyelenggarakan giat Posbindu PTM dan pemeriksaan jantung.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut jajaran dari Kecamatan Wagir, Desa Sidorahayu, dan personil dari Sub Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa), seperti Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, dan Kristina Dewi, A.Md.Keb, serta anggota Tim SMARThealth UB.

Kapus Wagir berdialog dengan peserta CADA 2023

Peserta Workshop CADA dari rombongan 2 yang terdiri 6 orang dari India dan Bangladesh, tiba di Pendopo Balai Desa Sidorahayu dengan mengendarai mobil Toyota Hiace Premio, dan disambut oleh Kepala Puskesmas Wagir dr. Siti Hariyanti dan perwakilan dari FKUB Dr. Annisa Putri Kamila, Sp.JP, yang kemudian juga bertemu dengan jajaran Kecamatan Wagir maupun Desa Sidorahayu.

Di Pendopo Balai Desa Sidorahayu, peserta Workshop CADA melihat-lihat kegiatan Posbindu PTM. Di situ ada penyuluhan dan edukasi yang dilakukan oleh bagian Kardiologi FKUB, dan giat skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang berimplikasi terhadap penyakit kardiovaskular dan pembuluh darah lainnya, oleh kader SMARThealth.

Peserta CADA 2023 dari India melihat aktivitas di meja pendaftaran

Peserta Workshop CADA bisa melihat kader-kader SMARThealth yang terampil yang bersinergi dengan perawat Dimas Kurniawan, A.Md.Kep, bidan Okta Wiyanti Prastika, A.Md.Keb, pemegang program PTM Fenny Noviana, A.Md.Kep dan dr. Fauziah dari Puskesmas Wagir.

Kader yang bertugas dalam skrining faktor risiko PTM terdiri dari 5 kader SMARThealth (Sri Marianah, Sri Ribut, Sumartiani, dan Beny Yuliaty) yang dibantu 5 kader Lansia (Mislikah, Ventin, Sri Rusyanti, Warsini, dan Titin).

Peserta CADA dari Bangladesh melihat kiprah kader dalam pengukuran kesehatan

Dalam kunjungannya, peserta Workhsop CADA mendapat penjelasan dari FKUB, Kepala Puskesmas Wagir, jajaran Desa Sidorahayu, maupun tenaga kesehatan desa, dan kemudian melakukan foto bersama.

Setelah foto bersama, mereka berkeliling untuk melihat kegiatannya. Termasuk juga melihat kiprah kader dalam membantu tenaga kesehatan melakukan skrining faktor risiko PTM. Peserta Workshop CADA telah mendengar gaung kiprahnya kader SMARThealth di Kabupaten Malang sebagai pengejawantahan community health worker empowerment yang cukup berhasil di negara-negara berpenghasilan rendah dan menegah (low and middle-income countries/LMICs).

Selesai melihat giat Posbindu PTM di Desa Sidorahayu, rombongan peserta Workshop CADA 2 menuju ke Desa Mendalanwangi untuk bergabung dengan rombongan Workshop CADA 3 yang telah berada dalam giat Posbindu PTM di Pendopo Balai Desa Mendalanwangi. *** [151223]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Minggu, 05 Maret 2023

Giat Posyandu Bersama di Balai RW 07 Sidorahayu: Embrio Menuju Posyandu Prima

Pandemi menjadi momentum bagi pemerintah untuk berbenah, melakukan transformasi pada sistem kesehatan, untuk  mewujudkan masyarakat yang sehat mandiri, produktif dan berkeadilan, dan sekaligus sebagai kesiapan dari pemerintah untuk menghadapi masalah-masalah kesehatan yang akan datang, dengan melakukan integrasi layanan primer di tingkat desa/kelurahan.

Integrasi layanan primer di tingkat desa/kelurahan akan melibatkan seluruh struktur yang ada di desa, yaitu pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (Posyandu, PKK, dan Karang Taruna). Penguatan/revitalisasi Posyandu akan dilakukan dengan mengintegrasikan layanan kesehatan di desa seperti Pustu dan Poskesdes ke dalam Posyandu di desa menjadi Posyandu Prima.

Kegiatan Posyandu di tingkat Dusun/RT/RW akan berjalan lebih efektif karena melaksanakan kegiatan Posyandu untuk seluruh sasaran siklus hidup mulai dari ibu hamil sampai dengan lansia secara terpadu dan terintegrasi dan diperkuat oleh kunjungan rumah oleh kader yang dilakukan secara rutin dan terencana.

Kader kesehatan berpose bersama tenaga kesehatan dan Ketua RW 07 Niwen Sidorahayu

Terkait Posyandu Prima, diharapkan seluruh desa dapat dipenuhi dengan pelayanan kesehatan (minimal 1 perawat dan 1 bidan) yang akan bersinergi dengan Posyandu dalam Posyandu Prima.

Hari Ahad (05/03/2023) pagi ini, menjadi momentum bagi tenaga kesehatan (nakes) Desa Sidorahayu bersama kader Posyandu Balita, Posyandu Remaja, Posbindu PTM SMARThealth, dan Posyandu Lansia menyongsong Posyandu Prima, dengan mengadakan giat Posyandu Bersama di Gedung Posyandu dan Balai RW 07 Niwen yang berada di Perum Sidorahayu Permai Blok A, Dusun Niwen RT 29 RW 07 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Lima kader Posyandu Balita yang terdiri dari Wiwik, Solati, Hari Mujiani, Sa’adiyah, dan Suci Islamiyah, bersama bidan Desa Sidorahayu Okta Wiyanti Prastika, A.Md.Keb menempati gedung Posyandu yang bergandengan dinding dengan Balai RW 07 Niwen. Tepatnya berada di sebelah utaranya.

Posyandu Balita untuk kesehatan ibu dan anak

Mereka memberikan layanan untuk balita mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala anak, evaluasi tumbuh kembang serta penyuluhan tumbuh kembang. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dicatat di dalam buku KIA atau KMS. Selain itu, banyak program posyandu yang juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur dengan berkonsultasi kepada bidan desa.

Setelah ikut giat Posyandu Balita, orangtua atau yang mengantar balita langsung dipersilakan untuk menuju ke Gedung Balai RW 07 Niwen untuk mengikuti pemeriksaan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Di Balai RW 07 Niwen terlihat ada 3 kader Posyandu Lansia (Lilik Astuti, Tatik Marwulani, Sri Rochani) dan 5 kader Posbindu PTM SMARThealth (Mochamat Sholeh, Sri Marianah, Beny Yuliaty, Sri Ribut, dan Sumartiani).

Posyandu Usia Produktif (Posyandu Remaja dan Posbindu PTM) dan Posyandu Lansia

Delapan kader kesehatan itu membantu perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md.Kep dan dr. Salma Maha Rhani, seorang dokter internship di Puskesmas Wagir asal Universitas Airlangga, melakukan skrining faktor risiko PTM guna deteksi dini.

Di Balai RW 07 Niwen, selain adanya limpahan dari orangtua atau pengantar balita, juga terlihat  lansia, paruh baya maupun remaja yang mendaftarkan diri untuk ikut pemeriksaan berupa pengukuran antropmetri, pengukuran tekanan darah, pengecekan gula darah/kolesterol/asam urat hingga konsultasi kesehatan bersama dr. Salma.

Bagi mereka yang dalam pemeriksaan terindikasi memiliki faktor risiko PTM tinggi (highrisk), maka dr. Salma akan memberikan obat yang akan disiapkan oleh perawat Dimas yang duduknya berada di samping dokter internship Puskesmas Wagir.

Konsultasi dengan dokter Puskesmas dan perawat Desa Sidorahayu

Giat Posyandu Bersama ini, menurut perawat Dimas, sebagai langkah awal menuju giat Posyandu Prima yang telah digaungkan oleh pemerintah. Giat Posyandu Bersama ini boleh dibilang sebagai embrio menuju Posyandu Prima, dan menurut catatan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang sering menghadiri giat Posyandu/Posbindu di Kabupaten Malang ini, mungkin Desa Sidorahayu yang mulai mengawali Posyandu Prima secara lengkap yang ada Posyandu Remajanya juga.

Hingga selesai kegiatan pada pukul 13.11 WIB, dalam giat Posyandu Balita berhasil melakukan layanan pemeriksaan terhadap 42 balita. Sedangkan pada giat Posyandu Remaja, Posyandu Usia Produktif (Posbindu PTM), dan Posyandu Lansia berhasil melakukan skrining faktor risiko PTM terhadap 51 orang dengan rincian 13 laki-laki dan 38 perempuan.

Acara giat Posyandu Bersama ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara kader kesehatan dengan tenaga kesehatan (nakes) dan diteruskan dengan makan bersama dengan menu yang telah disiapkan oleh para kader. Ada nasi jagung, lontong, sayur sambal goreng pepaya, bakwan jagung, tempe mendol, dan telur dengan petis. *** [050323]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Sabtu, 12 November 2022

Peringati Dies Natalis ke-49 FKUB Gandeng Kader SMARThealth Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Pendopo Balai Desa Sidorahayu

Dalam rangka memperingati Dies Natalis yang ke-49, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menggelar beberapa rangkaian kegiatan. Salah satu kegiatan yang diadakan di bulan November 2022 ini adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa “Bakti Sosial: Pemeriksaan Kesehatan, Pemeriksaan IVA dan Pengobatan Gratis.”

Kegiatan bakti sosial (baksos)  yang dilaksanakan oleh Tim Dokter, Bidan, dan Apoteker dari FKUB diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Sidorahayu yang beralamatkan di Jalan Kresna No. 01 Dukuh Niwen RT 12 RW 03 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (12/11/2022) dan Ahad (13/11/2022).

Dokter FKUB periksa salah seorang perangkat Desa Sidorahayu dan memberikan edukasi

Baksos adalah kegiatan yang dilakukan seorang individu ataupun sekelompok orang dengan tujuan untuk mengurangi beban orang lain yang dirasa kekurangan. Terkait kegiatan ini, FKUB melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan IVA dan pengobatan yang semuanya gratis untuk masyarakat.

Dalam baksos itu, FKUB menggandeng kader SMARThealth dan petugas kesehatan (nakes) Desa Sidorahayu dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. Ada 6 meja dalam kegiatan itu, yaitu meja registrasi, meja pemeriksaan ttv (tanda-tanda vital), meja laborat ringan, meja pemeriksaan dokter, meja penyerahan resep, dan meja pengambilan obat.

Sementara itu, pemeriksaan IVA menggunakan gedung Ponkesdes Desa Sidorahayu yang berada di timur Pendopo Balai Desa Sidorahayu, yang dalam kesehariannya dipakai bidan Desa Sidorahayu Okta Wiyanti Prastika, A.Md.Keb.

Suasana pemeriksaan kesehatan di Pendopo Balai Desa Sidorahayu dalam Baksos FKUB

Pada kegiatan ini, perawat Dimas Kurniawan, A.Md.Kep dan bidan Okta membantu mengkoordinir kader SMARThealth agar bisa bersinergi dalam pelaksanaan baksos tersebut. Dari 6 meja yang ada di Pendopo Balai Desa Sidorahayu, kader SMARThealth menempati meja yang sesuai apa yang dikerjakan secara rutin dalam Posbindu PTM, yaitu meja pendaftaran, meja pemeriksaan ttv dan meja laborat ringan.

Di meja registrasi, kader SMARThealth Mochamat Sholeh membantu mengarahkan warga yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum menuju ke meja-meja pemeriksaan yang lainnya.

Di meja pemeriksaan ttv, kader SMARThealth Beny Yuliati bersama bidan FKUB melakukan pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah. Sementara itu, kader SMARThealth Sri Marianah yang berada di dekat meja pemeriksaan ttv, melakukan pengukuran antropometri, seperti tinggi/berat badan dan lingkar perut.

Kader SMARThealth lakukan cek suhu badan warga yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan

Sedangkan, di meja laborat ringan, kader SMARThealth Sri Ribut dan Sumartiani membantu melakukan pengecekan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol bersama FKUB dalam satu deret meja panjang.

Tampak hadir dalam baksos tersebut adalah staf PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Kristina Dewi, A.Md.Keb dan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB). Baik staf PTM maupun Tim SMARThealth UB mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan IVA, dan pengobatan gratis hingga selesai.

Sementara itu, Tim FKUB menggerakan banyak personil yang terdiri dari 13 apoteker, 5 dokter muda, dan 3 bidan serta beberapa mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kebidanan, dan Fakultas Farmasi.

Kader SMARThealth bantu cek kadar gula darah/asam urat/kolesterol bersama FKUB

Dalam dua hari kegiatan ini, setiap harinya FKUB yang dibantu kader SMARThealth menyebar undangan sebanyak 100 orang. Pemeriksaannya dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Pada hari pertama pemeriksaan ini, berhasil diperiksa sebanyak 69 orang. Dari 69 orang itu yang ikut pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) ini ada 19 orang. Sesuai tripod stand banner yang dipasang di depan Pendopo Balai Desa Sidorahayu, pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining untuk deteksi dini kanker serviks yang praktis, mudah, dan cepat. *** [121122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Minggu, 23 Oktober 2022

Kolaborasi Mahasiswa KKN Poltekkes Malang dan Kader SMARThealth Desa Sidorahayu dalam Posbindu PTM

Bulan Oktober ini, Desa Sidorahayu kedatangan mahasiswa D-III Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Malang. Ada 47 mahasiswa yang ikut Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidorahaya, Kecamatan Wagir. Kesemua mahasiwa itu berjenis kelamin perempuan.

Dalam salah satu kegiatannya, para mahasiswa itu berkolaborasi dengan kader SMARThealth Desa Sidorahayu mengadakan pemeriksaan dalam giat Posbindu PTM di Gedung Posyandu Cempaka yang berada di Jalan Bima, Dusun Tulusayu RT 03 RW 01A Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Ahad pagi (23/10/2022).

Dalam kolaborasi itu, Posbindu PTM yang ditanggungjawabi perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md.Kep menyediakan strip gula darah dan kolesterol, sementara mahasiswa KKN membantu strip asam urat dan obat-obatan, seperti Novaxifen 400 mg, Mefenamic Acid 500 mg, Captopril 25 mg, Amlodipine Besilate 5 mg, Simvastatin 10 mg, Allopurinol 100 mg, dan sejumlah vitamin.

Mahasiswa KKN D-III Kebidanan Poltekkes Malang beri penyuluhan Posyandu Lansia

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB. Mahasiswa dan kader SMARThealth bersinergi dalam layanan pemeriksaan warga yang umumnya adalah berusia lanjut (lansia). Warga yang datang akan disambut para mahasiswa menuju ke meja pendaftaran. 

Di meja pendaftaran itu, sejumlah mahasiswa D-III Kebidanan melakukan registrasi dan sekaligus pengukuran tekanan darah. Hasil pengukurannya, mereka catat dalam Lembar Pemeriksaan Gratis Posyandu Lansia.

Dari meja registrasi yang berada di halaman Gedung Posyandu Cempaka, warga akan bergeser ke meja di sebelah utaranya. Di meja itu, warga akan berjumpa dengan dua kader SMARThealth, Sumartiani dan Sri Ribut, yang bertugas melakukan skrining dengan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Warga yang ikut penyuluhan Posyandu Lansia di Gedung Posyandu Cempaka Tulusayu

Kemudian setelah skrining, warga dipersilakan memasuki Gedung Posyandu Cempaka. Di dalam gedung itu, warga akan menerima layanan pengukuran antropometri (lingkar/berat badan dan lingkar perut) oleh mahasiswa KKN D-III Kebidanan Poltekkes Malang.

Usai pengukuran antropometri, warga dituntun menuju ke meja laborat ringan. Di meja yang paling panjang dalam gedung itu, terdapat kader SMARThealth dan mahasiswa D-III Kebidanan Poltekkes yang siap memberikan layanan pengecekan kadar gula darah/kolesterol/asam urat.

Ada dua kader SMARThealth yang bertugas dalam laborat ringan itu, yaitu Beny Yuliati dan Sri Marianah. Kader Beny yang melakukan cek kadar gula darah/kolesterol/asam urat, dan dibantu penyiapan stripnya oleh kader Sri Marianah. Hasil pengukurannya dituliskan oleh mahasiswa.

Skrining faktor risiko PTM oleh kader SMARThealth Desa Sidorahayu

Demikian pula, mahasiswa D-III Kebidanan Poltekkes yang melakukan pengecekan laborat ringan juga terdiri atas 3 orang. Yang satu melakukan cek kadar gula/kolesterol/asam urat, satunya membantu menyiapkan strip dan yang satunya lagi mencatat hasil pengecekan tersebut.

Dari meja laborat ringan, warga bergeser menuju ke meja konsultasi obat. Di meja itu ada perawat Dimas Kurniawan yang diapit oleh mahasiswa yang bertugas mencatat pemberian obat di sisi barat, dan kader SMARThealth Mochamat Sholeh yang mendemokan aplikasi eKader di sisi timur.

Kemudian warga disuruh duduk di kursi yang telah disiapkan untuk mengikuti penyuluhan Posyandu Lansia. Sekiranya kursi yang telah disediakan terpenuhi, tepat pukul 09.00 WIB Master of Ceremony (MC) mahasiswa Wahyu Widya Hapsari, mengawali pembukaan dengan mengucapkan selamat datang kepada warga yang telah memenuhi undangannya. Terus dilanjutkan dengan membacakan susunan acara serta doa bersama.

Kader SMARThealth dan mahasiswa KKN D-III Kebidanan Poltkekes Malang melakukan pemeriksaan laborat ringan (gula darah, kolesterol dan asam urat)

Pukul 09.08 WIB materi penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa Sherly Syeren dengan mengambil judul “Posyandu Lansia.” Dalam penyuluhannya itu, Sherly mengatakan bahwa tujuan Posyandu Lansia itu adalah untuk deteksi dini gangguan kesehatan lansia, memudahkan lansia untuk mendapatkan sarana kesehatan, dan meningkatkan komunikasi antar lansia yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi psikologinya.

Selesai penyuluhan, lalu diadakan evaluasi pengetahuan Posyandu Lansia oleh sejumlah mahasiswa dengan menggunakan kuesioner. Sebelum penyuluhan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pretest kepada warga usai pemeriksaan.

Usai evaluasi pengetahuan Posyandu Lansia, acara dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan lagi. Warga yang tadi datang langsung ikut penyuluhan maupun yang baru datang akan dipanggil satu per satu dengan menggunakan microphone sesuai nomor urut antreannya oleh mahasiswa untuk melanjutkan pemeriksaannya.

Konsultasi faktor risiko PTM dan pemberian obat oleh perawat Desa Sidorahayu

Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang menghadiri giat kolaborasi dari awal hingga akhir ini, melihat kolaborasi antara mahasiswa KKN D-III Kebidanan Poltekkes Malang dengan kader SMARThealth Desa Sidorahayu bisa bersinergi. Bahkan, input data dengan aplikasi eKader yang dilakukan oleh kader SMARThealth Mochamat Sholeh dan Sri Ribut mengundang perhatian sejumlah mahasiswa tersebut, yang pada akhirnya turut mencoba melakukan input data dengan aplikasi eKader.

Acara layanan pemeriksaan ditutup tepat pada pukul 12.00 WIB. Dari undangan yang disebar sebanyak 90 orang, berhasil terperiksa sebanyak 54 orang warga dengan rincian 11 laki-laki dan 43 perempuan.

Sehabis rekapitulasi, sebanyak 47 mahasiswa D-III Kebidanan Poltekkes Malang pun ikut pemeriksaan dalam giat Posyandu PTM Desa Sisorahayu secara lengkap seperti alur pemeriksaan yang dilakukan oleh warga tadi. *** [231022]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo




Share:

Minggu, 26 Juni 2022

Ada Stand Posbindu Dalam Gebyar Panggung Rakyat Dusun Bunder

Pukul 06.30 WIB, kader SMARThealth dan tenaga kesehatan Ponkesdes Sidorahayu membuka stand kesehatan dalam Semarak Berkah Bersih Dusun Bunder di Lapangan RT 11 yang terletak di Jalan Wisanggeni Dusun Bunder RT 11 RW 02 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Semarak Berkah Bersih Dusun Bunder sejatinya merupakan acara bersih desa (bedah krawangan) yang merupakan tradisi turun temurun dalam kebudayaan masyarakat. Ritual bersih desa di Jawa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam. Ritual bersih desa dapat didefinisikan sebagai wujud rasa syukur warga sebuah desa atas berkat yang diberikan Tuhan kepada masyarakat desa, baik dari hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang telah diperoleh selama setahun dan juga sebagai permohonan akan keselamatan dan kesejahteraan warga desa untuk satu tahun mendatang.

Perawat, kader (SMARThealth & Lansia), mahasiswa KKN FIA UB dan Tim SMARThealth UB berpose di stand Posbindu PTM Desa Sidorahayu

Semarak Berkah Bersih Dusun Bunder diadakan mulai Sabtu (18/06/2022), yang diisi dengan istighosah di Punden Dusun Bunder, dan Senin (20/06/2022) dengan selamatan dusun di Punden Dusun Bunder. Puncak acara dimeriahkan dengan Gebyar Panggung Rakyat yang dipusatkan di Lapangan RT 11.

Bak pasar malam, Lapangan RT 11 terlihat meriah. Gebyar Panggung Rakyat menampilkan sejumlah aneka kesenian, senam, maupun bazaar. Panggung yang berada di sisi barat tempat menampilkan aneka atraksi kesenian maupun yang lainnya, dikelilingi stand-stand bazaar. Aneka macam stand bisa dijumpai di sana. Mulai kuliner, mainan anak, busana, dan lain-lain.

Yang tak kalah menarik adalah adanya stand Posbindu PTM yang diprakarsai oleh tenaga kesehatan Ponkesdes Sidorahayu dan kader SMARThealth untuk buka lapak pemeriksaan atau skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Suasana stand Posbindu dalam Gebyar Panggung Rakyat Dusun Bunder

Ide ini muncul untuk memanfaatkan keramaian dalam melakukan skrining faktor risiko PTM dan sekaligus menyosialisasikan pentingnya deteksi dini faktor risiko PTM dan gaya hidup sehat kepada masyarakat Dusun Bunder.

Dalam giat Posbindu itu, dua kader SMARThealth, Sumartiani dan Beny Yuliati, bertugas di meja cek gula darah/kolesterol/asam urat. Sementara, di meja pendaftaran dan pengukuran antropometri, dibantu oleh empat kader Posyandu Lansia untuk melakukan registrasi. Keempat kader Posyandu Lansia tersebut adalah Rodiyah Ulfa, Sriyati, Wairyah, dan Wartini.

Sedangkan, di meja pengukuran tekanan darah dibantu oleh mahasiswa KKN dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB). Ada empat mahasiswa yang membantu di meja tersebut, yakni Ika Kurnia Sari (Administrasi Publik), Valensa Febrianti Rahman (Administrasi Publik), Aditya Nugroho (Administrasi Publik), dan Javier Kenny Andika (Administrasi Bisnis).

Kader Posyandu Lansia bantu pendaftaran dan antropometri

Adapun meja konsultasi diisi oleh perawat dan bidan dari Ponkesdes Sidorahayu, yaitu Dimas Kurniawan, A.Md. Kep dan Okta Wiyanti Prastika, A.Md. Keb. Mereka akan memberikan konseling kepada warga yang melakukan skrining faktor risiko PTM di stand Posbindu tersebut.

Selama 2,5 jam giat Posbindu, berhasil diperiksa sejumlah 28 warga yang melihat Gebyar Panggung Rakyat, yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 24 orang perempuan. Dari total yang terperiksa itu dijumpai warga Dusun Bunder yang mempunyai riwayat diabetes mellitus terduga TBC.

Usai giat di Gebyar Panggung Rakyat, kader SMARThealth dan tenaga kesehatan Ponkesdes Sidorahayu bersiap-siap untuk undur diri dari stand dan akan melanjutkan giat Posbindu di Perumnas Sidorahayu yang berjarak sekitar 2 kiolometer dari Lapangan RT 11.

Perawat dan bidan Ponkesdes Sidorahayu berikan konseling kepada warga

Namun sebelum meninggalkan tempat, semua petugas diminta istri Ketua RT 11 untuk sarapan yang telah disediakan di rumahnya yang berada tepat di depan pintu masuk ke Lapangan RT 11. Di meja yang diletakkan di teras rumah itu, tersaji nasi putih, oseng-oseng manisa, sayur tewel, dan soto ayam. Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang ikut menyaksikan giat Posbindu tersebut, juga disuruh ikut sarapan sekalian.

Setelah selesai sarapan, kader SMARThealth, tenaga kesehatan Ponkesdes Sidorahayu, dan Tim SMARThealth UB berpamitan dan melanjutkan langkah menuju ke Perumnas Sidorahayu karena sudah ditunggu kader Posyandu Lansia di sana. Perlu diketahui, giat Posbindu di Perumnas Sidorahayu ini sesuai tradisi kader SMARThealth harus dilakukan pada hari Ahad. Karena selain hari itu, sulit untuk menjumpai warga dalam giat Posbindu. *** [260622]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Minggu, 20 Maret 2022

Ahad Pagi Ada Giat Posbindu SMARThealth Di Desa Sidorahayu

Pagi ini, Ahad (20/03/2022), udara begitu cerah. Di sebuah gang yang sudah menggunakan paving block itu, terlihat deretan sepeda motor yang parkir di depan sebuah bangunan gedung Posyandu yang usai mengalami pemugaran.

Deretan sepeda motor itu milik kader SMARThealth dan Lansia serta perawat desa yang akan menggelar giat Posbindu SMARThealth di gedung Posyandu RW 06 yang beralamatkan di Dusun Losari RT 25 RW 06 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kader SMARThealth dan Lansia berpose bersama perawat Desa Sidorahayu

Acara giat dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan menyasar warga di Dusun Losari. Dua hari sebelumnya, undangan bernomor 005/ /35.07.21.2009/2022 yang dikeluarkan Pemerintah Desa Sidorahayu perihal adanya acara Posbindu PTM SMARTheallth telah diedarkan di Dusun Losari oleh kader kesehatan setempat.

Warga berdatangan sendiri-sendiri. Mereka akan mengikuti alur pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth. Begitu tiba di gedung Posyandu, warga akan disambut empat kader Lansia berseragam batik yang bertugas untuk menyambut dan melakukan pendaftaran di serambi gedung. Keempat kader tersebut adalah Kasiani, Main, Lilik Yeniarti, dan Riski Eva Safitri. Mereka ada yang melakukan registrasi, penyambutan maupun konsumsi.

Kader Lansia membantu melakukan registrasi dalam giat Posbindu SMARThealth

Dari serambi, warga akan dipersilakan masuk ke dalam gedung untuk menerima layanan pemeriksaan. Pertama-tama, warga akan dilayani oleh kader SMARThealth Mochamat Sholeh untuk ditimbang berat badannya, diukur tinggi badannya dan lingkar perutnya. Hasil pengukurannya ditulis dalam lembar Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Posbindu PTM.

Setelah itu, warga lanjut bergeser ke meja yang berdampingan dengan pengukuran antropomentri tersebut. Di meja itu ada kader SMARThealth Sri Ribut Wijiati yang akan melakukan pengukuran tekanan darah warga. Hasilnya dicatatkan dalam lembar Form Deteksi Dini tersebut.

Kader SMARThealth melakukan input data dengan aplikasi eKader

Dari meja tensi, warga bergeser ke sebelah timur. Di situ, warga akan bertemu dengan kader SMARThealth Benny Yuliati. Kader Benny akan memberikan layanan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat. 

Dalam melaksanakan tugasnya itu, kader Benny dibantu oleh kader SMARThealth Sumartiani. Kader Sumartiani bertugas menyiapkan strip untuk pengukuran gula darah, kolesterol maupun asam urat. Bantuan ini sangatlah penting, karena dalam layanan cek pengukuran tersebut tidak boleh terlalu lama dalam membuka tabung tempat menyimpan strip tersebut. Kalau tabung tersebut terlalu lama terbuka, akan mempengaruhi akurasi dalam pengukurannya.

Perawat Desa Sidorahayu berikan konsultasi kepada warga terkait hasil deteksi faktor risiko PTM

Usai cek gula darah, warga dipersilakan menuju ke meja perawat yang letaknya berada di sebelah selatannya. Di meja itu ada perawat Desa Sidorahayu Dimas Kurniawan, A.Md. Kep. Perawat tersebut akan melakukan diagnosis dari hasil skrining dan pengukuran yang dilakukan kader kesehatan terlatih dengan memberikan konsultasi kepada warga tersebut. Apabila dari hasil diagnosis deteksi dini faktor risiko PTM warga memperlihatkan risiko tinggi (highrisk) maka perawat akan memberikan obat selama seminggu.

Giat yang dihadiri oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) ini berakhir pada pukul 11.03 WIB ini berhasil diperiksa sejumlah 15 warga dengan rincian 2 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

Tim SMARThealth UB dengan seragam pemberiam Dinkes Kabupaten Malang menyimak konsultasi antara warga dengan perawat desa

Dalam rekapitulasi itu, Tim SMARThealth UB mendapat keluhan dari kader SMARThealth. Menurut mereka, aplikasi eKader ini berbeda sekali dengan aplikasi SMARThealth sebelumnya. Aplikasi eKader sering rewel, seperti mau login susah, sering keluar null-null, dan isian provinsi tidak bisa.

Hal ini juga dipertegas oleh perawat Dimas Kurniawan. “Kalau aplikasinya terus bermasalah dikhawatirkan capaiannya akan menjadi rendah. Karena kader tentunya juga akan menjadi malas dalam melakukan input data. Padahal kita sudah menargetkan 1 kader 3 skrining warga per hari.” *** [200322

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Sabtu, 22 Januari 2022

Ada Dua Kegiatan Di Gedung Posyandu Bunder

Hari ini, Sabtu (22/01/2022), dua kegiatan jalan bareng di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, yaitu Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth. Giat tersebut diadakan di Gedung Posyandu Bunder yang beralamatkan di Jalan Wisanggeni, Dusun Bunder RT 11 RW 02 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi tersebut berada di dekat Kantor KUA Wagir dan Punden Dusun Bunder.

Giat ini sebenarnya merupakan jadwalnya Posyandu Lansia, namun karena kader Posbindu SMARThealth telah menerima seperangkat alat kesehatan (alkes) dari Puskesmas Wagir pada Rabu (19/01/2022) maka oleh perawat Desa Sidorahayu, Dimas Kurniawan, A.Md. Kep., pelaksanaan Posbindu SMARThealth nimbrung dalam giat Posyandu Lansia.

Kader Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth berpose bersama perawat desa, dokter Puskesmas Wagir dan staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Jadi, giat Posbindu SMARThealth hari ini boleh dikata merupakan giat pertama kali menggunakan alkes baru bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Di dalam tas kesehatan dengan warna hijau tua bertuliskan SMARThealth Kit Dinkes Kabupaten Malang ini, terdapat Benechek Multi Monitoring System Seri GBA 44001733, Stature Meter 2 m merek General Care Seri TB 10MS, Alcohol Swab merek GP Care Seri GM 2007187, Floor Body Weight Scale Premium merek Arnez-BR9313 Seri DB 10 MS, Safety Box 2,5 L, Blood Pressure Monitor/Tensimeter Digital merek RGB Medical Seri BPM001219C1744, Pita Pengukur Lingkar Perut merek Elitech Technovision Seri TD 1621AA4325, Blood Lancet merek Nousmed Seri 04210804, Blood Glucose Test Strip merek Benecheck Seri G21229060, dan Total Cholesterol Test Strip BK-C1 Seri C21136070.

Acara giat Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kader Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth bergotong-royong dalam menyambut dan melayani warga dalam giat skrining pemeriksaan kesehatan.

Gedung Posyandu Dusun Bunder: lokasi giat Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth. Gedung ini dibangun pada tahun 2014 semasa PNPM Mandiri Perdesaan 

Warga yang berdatangan akan disambut oleh sejumlah kader Posyandu Lansia. Ada lima kader Posyandu Lansia yang tampak dalam giat itu, yaitu Sriati, Rodiyah, Satik, Wartini, dan Wariyah. Mereka menggunakan seragam batik dengan motif kembangan warna pink.

Warga yang datang ke Gedung Posyandu Bunder akan mereka sambut dengan ramah. Mereka akan menuntun warga Bunder untuk mengikuti alur pemeriksaan yang digelar oleh kader SMARThealth bersama dengan perawat Desa Sidorahayu.

Pertama-tama, warga akan dipersilakan menuju ke meja pendaftaran. Di meja tersebut ada kader SMARThealth Sri Ribut yang akan melakukan registrasi dan sekaligus skrining warga dengan memakai Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas).

Giat Posbindu SMARThealth di Dusun Bunder, Desa Sidorahayu

Dari meja pendaftaraan, warga akan dipandu kader Posyandu Lansia mengukur tinggi/berat badan dan lingkar perut. Di sini ada kader SMARThealth Mochamat Sholeh yang siap melayani pengukuran tinggi/berat maupun lingkar perut. Hasilnya ditulis ke dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Usai pengukuran tersebut, warga akan dipandu lagi oleh kader Posyandu Lansia menuju ke meja berikutnya. Di meja itu, warga akan menerima pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth Sri Marianah.

Akan tetapi, bila di meja tersebut baru ada antrian maka warga tersebut dipersilakan duduk di atas tikar yang telah disediakan. Di atas tikar itu, warga sambil lesehan bisa menyantap hidangan yang disajikan di atas tikar tersebut. Ada cenil, roti perut ayam, pisang candi rebus, dan pisang ambon hijau untuk buahnya. Minumannya tersedia air mineral Clue ukuran kecil maupun kopi dalam teko.

Tim SMARThealth UB menyaksikan kiprah kader SMARThealth Desa Sidorahayu

Setelah diukur tekanan darahnya, warga bergeser ke meja di sebelah selatannya. Di situ ada kader SMARThealth Beny Yuliaty yang akan membantu perawat melakukan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat.

Diapit oleh kader SMARThealth Sri Marianah dan Beny Yuliaty ada kader SMARThealth Sumartiani, yang tugasnya membantu mencatat hasil pemeriksaan tekanan darah maupun gula darah serta membantu menyiapkan strip untuk cek gula darah dan sebagainya.

Dari cek gula darah, warga akan diarahkan menuju ke meja konseling yang berada di sebelah selatannya. Di meja konseling itu ada perawat Desa Sidorahayu, Dimas Kurniawan, A.Md. Kep., yang akan melayani konseling berdasarkan hasil skrining para kader SMARThealth tadi. Jika dalam konseling tersebut, warga terindikasi memiliki faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang cukup tinggi (highrisk) maka perawat Dimas akan memberikan obat untuk beberapa hari ke depan.

Makan bersama usai pelaksanaan giat Posyandu Lansia dan Posbindu SMARThealth

Usai konseling, rangkaian alur pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth telah rampung. Warga yang tadi berdatangan sudah boleh meninggalkan Gedung Posyandu.

Tampak hadir dalam giat tersebut adalah staf PTM Dinkes Kristina Dewi, A.Md. Keb., dua kader BKB (Sayuk dan Umi Hanik), perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), dan seorang dokter Puskesmas Wagir dr. Yuanita Faradiba.

Dari target sasaran warga Dusun Bunder, dalam giat tersebut berhasil melakukan skrining terhadap 37 orang dengan rincian 4 laki-laki dan 33 perempuan. Giat ini tidak memakai undangan formal tapi melalui woro-woro di group PKK dan RT.

Acara giat ini berakhir pada pukul 11.02 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang bersama hasil masakan kader Dusun Bunder. Menunya ada nasi jagung, nasi putih, bali telor, sayur tahu tempe, oseng-oseng pepaya, urap, mendol dan krupuk.

Usai makan siang, seluruh kader yang terlibat dalam giat tersebut melakukan foto bersama dokter Puskesmas Wagir, perawat Desa Sidorahayu, dan staf PTM Dinkes. *** [220122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 14 Januari 2022

Pertemuan Rutin Kader Kesehatan Desa Sidorahayu Di Awal Tahun 2022

Awal tahun 2022, kader kesehatan Desa Sidorahayu mengadakan pertemuan rutin di Pendopo Balai Desa Sidorahayu yang terletak di Jalan Kresna No. 1 Dusun Niwen RT 12 RW 03 Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (14/01/2022).

Pertemuan yang dihadiri oleh kader Posyandu Balita, Posbindu, dan Lansia dengan mengenakan seragam baru batik dengan motif kembangan warna pink di atas latar warna hitam ini, dimulai pada pukul 09.37 WIB.

Master of ceremony (MC) Rahayu Sulistiowati mengawali dengan mengucapkan selamat datang kepada seluruh kader kesehatan yang hadir dalam pertemuan ini dan diteruskan dengan membacakan susunan acara dalam pertemuan ini.

Sambutan Ketua TP-PKK Desa Sidorahayu

Setelah dilanjutkan dengan doa, dan disambung dengan menyanyikan lagu Mars Germas yang dipimpin oleh Marmiatin sebagai dirigen. Dalam menyanyikan lagu ini, seluruh peserta pertemuan dimohon untuk berdiri.

Usai Mars Germas, acara diisi dengan sambutan dari pihak desa yang diwakili oleh Niksar Arlansyah, staf Kaur Perencanaan Desa Sidorahayu. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Desa Sidorahayu Diah Rahmawati, yang tak lain adalah istri Kepala Desa Sidorahayu.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK mengaku bahwa dirinya baru kali ini bisa berjumpa dengan kader kesehatan Desa Sidorahayu. Kemudian Ketua TP-PKK menginformasikan akan adanya pelatihan cipta menu dalam upaya ketahanan pangan. Sehingga diharapkan nantinya dalam pemberian makanan tambahan (PMT) bisa membuat aneka makanan sehat.

Menyanyikan lagu Mars GERMAS

Selesai sambutan Ketua TP-PKK, Niksar Arlansyah memimpin agenda kader kesehatan ke depannya dengan menginventarisir terlebih dahulu para kadernya. Berapa jumlah kader Posyandu Balita dan Lansia di setiap dusunnya dan kader Posbindu PTM.

Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Dari hasil diskusi itu terhembus kabar yang menggembirakan yang membuat para kader menjadi sumringah. Niksar mengabarkan bahwa uang konsumsi kegiatan kader kesehatan akan dicarikan.

Tidak hanya masalah konsumsi, mulai tahun ini kader kesehatan juga akan menerima hibah intensif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sebesar yang telah diterima sebelumnya. Selain itu, bila pandemi COVID-19 bisa tertangani dengan baik, 40% dana refocusing bisa kembali ke semula mungkin kegiatan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Peserta pertemuan rutin kader kesehatan Desa Sidorahayu

Pukul 10.24 WIB acara diisi dengan pemaparan materi oleh bidan Sartika Arimbi, S.ST. Dalam kesempatan itu, bidan Arimbi menyampaikan materi P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).

P4K merupakan satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan.

Melalui P4K dengan stiker yang ditempel di rumah ibu hamil maka setiap ibu hamil akan tercatat, terdata dan terpantau secara tepat. Stiker P4K berisi data tentang: nama ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, transport yang digunakan dan calon donor darah.

Peserta pertemuan di sisi sebelah barat Pendopo Balai Desa Sidorahayu

Dengan data dalam stiker, suami, keluarga, kader, dukun, bersama bidan di desa dapat memantau secara intensif keadaan dan perkembangan kesehatan ibu hamil, untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai standar pada saat antenatal, persalinan dan nifas sehingga proses persalinan sampai nifas termasuk rujukannya dapat berjalan dengan aman dan selamat, tidak terjadi kesakitan dan kematian ibu serta bayi yang dilahirkan selamat dan sehat.

Selain itu, bidan Arimbi juga mengabarkan bahwa untuk intensif kader kesehatan, hibah dari Pemkab sudah cair. Pengurusan NPWP paguyuban guna mencairkan hibah tersebut mendapat kemudahan dari pihak terkait.

Tepat pukul 10.51 WIB acara pertemuan yang dihadiri oleh 48 kader kesehatan sudah selesai. Perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang diundang dalam pertemuan rutin kader kesehatan kemudian berpamitan karena waktu sudang menginjak salat Jumat.  *** [140122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog