Tampilkan postingan dengan label Posbindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posbindu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2021

Giat Posbindu SMARThealth Majangtengah Diadakan di Rumah Kades

Dua kali giat Posbindu SMARThealth Desa Majangtengah diselenggarakan di dusun yang terletak di sebelah utara Jalan Raya Majangtengah. Giat yang pertama dilaksanakan di Dusun Krajan, dan yang kedua dilakukan di Dusun Kedawung.

Namun, giat Posbindu SMARThealth untuk yang ketiga kalinya di Majangtengah diadakan di dusun yang berada di sebelah selatan Jalan Raya Majangtengah. Giat kali ini digelar di rumah Kepala Desa (Kades) Abdul Hafi yang beralamatkan di Kampung Anyar, Dusun Lambang Kuning RT 51 RW 07 Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (10/06/2021).

Kader SMARThealth berpose bareng perawat dan staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Seseorang yang belum pernah menjamah Desa Majangtengah, sedikit akan mengalami kesulitan kalau tidak rajin bertanya. Hal ini lantaran kondisi geografis yang berbukit dan banyak percabangan jalan. Selain itu, pada saat musim panen tebu seperti sekarang ini, pandangan mata saat melintas percabangan jalan sedikit terhalang oleh rimbunnya pepohonan tebu yang polanya hampir mirip.

Rumah Kades yang dipakai untuk giat Posbindu SMARThealth yang berlokasi di sekitar Gunung Nyonya. Rumahnya mudah dikenali. Rumahnya berlantai dua, dan di bagian serambi depannya terlihat dua pilar menjulang dengan warna abu-abu.

Meja pendaftaran

Giat Posbindu ini sebenarnya sesuai undangannya dimulai pada pukul 10.00 WIB, akan tetapi pada kenyataan mulai pukul 09.00 WIB sudah banyak warga yang berkumpul. Sehingga, ketika kader SMARThealth yang ditugasi di meja 1 atau meja pendaftaran sedikit mengalami kendala, karena mereka tidak tahu mana yang datang duluan.

Meja 1 ini diisi oleh dua kader SMARThealth, yaitu Puji Astutik dan Siani. Mereka mendaftar warga dengan mengisikan biodata berdasarkan KTP ke dalam Kartu Skrining Posbindu PTM, seperti NIK, nama, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, pekerjaan, status pernikahan, dan lain-lain.

Antri pemeriksaan

Dari meja 1 yang berada di serambi depan bersandar pilar menjulang, warga masuk ke dalam rumah Kades. Di situ ada dua meja tamu yang disulap menjadi meja untuk layanan pemeriksaan warga dalam giat Posbindu.

Begitu masuk rumah, warga akan dipanggil oleh kader SMARThealth Hariani yang akan melakukan pengukuran antropometri, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Setelah itu, warga langsung menuju ke meja 2. Meja 2 ini ada kader SMARThealth Monica Zayyin yang akan mengukur tekanan darah warga. Hasilnya dituliskan di Kartu Skrining Posbindu sama dengan hasil pengukuran antropometrinya.

Skrining dan pemeriksaan PTM

Setelah itu, warga akan menuju ke meja 3. Di meja 3 ini ada perawat Puskesmas Pamotan Ratnawati Rahman, S.Kep. Ners, dan kader SMARThealth Hudha Ifiyah. Tiba di meja 3, warga akan menyerahkan Kartu Skrining Posbindu kepada perawat Ratna. Di sini, warga akan diskrining oleh perawat dengan menanyakan riwayat PTM pada keluarga, riwayat PTM pada diri sendiri, dan faktor risiko PTM.

Hasil skrining dimasukkan ke dalam Kartu Skrining Posbindu PTM, dan kemudian dientri oleh kader SMARThealth Hudha Ifiyah dengan menggunakan aplikasi eKader yang telah terinstal di handphone.

Pemeriksaan mata

Pada saat diskrining, warga sekaligus mendapat layanan pemeriksaan laborat ringan, seperti gula darah dan kolesterol, oleh perawat Desa Majangtengah Irma Yunaningtyas, A.Md. Kep. di meja 4. Di meja 4 itu, perawat Irma juga melakukan pemeriksaan gangguan penglihatan warga dengan menggunakan senter mata.

Selain itu, perawat Irma juga memberikan konsultasi kepada warga terkait keluhan fisik atau sakit yang dirasakan oleh warga. Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi faktor risiko PTM tinggi (highrisk) maka perawat akan memberikan obat.

Tempat giat Posbindu SMARThealth

Tampak hadir dalam giat Posbindu SMARThealth adalah Koordinator Program Keswa dan Napza Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Gatot Sujono, S.St., M.Pd., yang menjadi penanggung jawab program SMARThealth di Desa Majangtengah. Selain itu, juga terlihat salah seorang Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dalam giat tersebut. Kebetulan Kepala Puskesmas Pamotan ijin tidak bisa menghadiri giat Posbindu karena ada ujian latsar.

Acara giat Posbindu SMARThealth ini selesai pada pukul 12.36 WIB, dan berhasil memeriksa 53 orang dengan rincian 8 laki-laki dan 45 perempuan. Setelah mencatat hasil rekapitulasi pemeriksaan, kemudian dilakukan foto dan makan bersama di rumah Kades. *** [100621]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 06 Mei 2021

Kades Dadapan Kunjungi Giat Posbindu SMARThealth

Pelaksanaan giat Posbindu SMARThealth yang keempat kalinya di Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur ini tidak seperti biasanya. Pasalnya pada giat Posbindu SMARThealth yang digawangi oleh perawat Nurul Hidayati, A.Md. Kep itu ditinjau langsung oleh Kepala Desa (Kades) Dadapan, Nur Rohmat Sri Sanjaya, S.E.

Dalam kunjungannya ke giat Posbindu SMARThealth, Kades Dadapan didampingi oleh Bendahara Desa Muhammad Thoyyib. Kades Dadapan berkenan hadir lantaran ingin menyaksikan secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh kader-kader kesehatannya dalam Posbindu SMARThealth.


Kepala Desa Dadapan bersama kader SMARThealth dan Posyandu serta perawat desa

Di samping itu, Kades Dadapan juga bisa melihat seragam baru warna maron dari anggaran Dana Desa untuk kader kesehatan yang berkiprah di desanya. Di sisi lain, para kader juga merasa senang atas kunjungan Kades mereka dalam giat Posbindu SMARThealth ini.

Kunjungan Kades Dadapan tersebut sebagai bentuk perhatian Pemerintah Desa kepada kader-kadernya dalam ikut membantu program Pemerintah Desa dalam mengatasi penyakit tidak menular (PTM) di desanya.


Pengukuran antropometri

Giat Posbindu SMARThealth yang digelar di rumah perangkat desa (Bayan) Siswoyo yang beralamatkan di Dusun Krajan Timur No. 85 RT 08 RW 03 Desa Dadapan ini kebetulan berbarengan dengan giat Posyandu Balita Mawar. Jadi, anaknya yang masih di bawah lima tahun ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya oleh kader Posyandu Mawar, sedangkan orangtuanya yang umumnya ibunya atau neneknya itu juga sekaligus bisa ikut pemeriksaan di Posbindu SMARThealth.

Acara giat ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun kehadiran dari staf PTM Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Malang dan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) agak terlambat. Hal ini karena dalam perjalanannya menuju ke Desa Dadapan, mobil yang ditumpangi harus singgah terlebih dahulu ke RSUD Kanjuruhan.

 

Kepala Desa Dadapan ikut periksa di Posbindu SMARThealth

Kebetulan hari itu juga, Tim SMARThealth UB difasilitasi untuk ikut vaksinasi pertama di lantai 4 RSUD Kanjuruhan. Sehingga waktu keberangkatannya terpotong untuk vaksinasi selama 50 menit, dan kemudian baru meluncur ke Desa Dadapan.

Masih ada sekitar 20 orang yang terpantau pemeriksaannya oleh staf PTM Dinkes dan Tim SMARThealth UB tersebut, di antaranya pemeriksaan kepada Kades Dadapan. Seperti pada umumnya, pemeriksaan dalam giat Posbindu SMARThealth ini menggunakan alur pemeriksaan dari pendaftaraan hingga konsultasi/obat.


Perawat Desa Bambang dan Wonoayu ikut membantu dalam giat Posbindu SMARThealth Desa Dadapan

Warga yang datang akan menuju ke meja registrasi untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan memperlihatkan KTP. Di meja itu ada kader SMARThealth Mutmainah dan Suwarni yang  mendaftar warga yang akan memeriksakan diri di Posbindu SMARThealth.

Setelah itu, warga akan mendapatkan pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar perut oleh kader Posynadu Lansia Di’arti, Ugik Swistyani dan Titik Yunani. Hasil pengukurannya akan dicatatkan dalam Form Skrining PTM.


Teras rumah perangkat desa menjadi lokasi Posbindu SMARThealth

Usai itu, warga melanjutkan ke meja pemeriksaan gula darah maupun kolesterol. Di meja ini ada kader SMARThealth Efiana Safitri yang bertugas melakukan pengecekan gula darah maupun kolesterol. Hasil pengukurannya dituliskan ke dalam Form Skrining PTM yang dibawa oleh warga yang memeriksakan diri.

Dari meja pemeriksaan gula darah itu, warga kemudian melanjutkan ke meja berikutnya, yaitu meja obat. Dinamakan meja obat karena di meja itu nantinya warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) akan diberikan obat oleh tenaga kesehatan yang bertugas di meja itu.


Staf PTM pantau entry data dengan aplikasi eKader

Dalam pemeriksaan sebelum-sebelumnya, di meja ini diisi oleh dokter Puskesmas yang bertugas mengawal Posbindu SMARThealth, akan tetapi pada kali ini kebetulan dokternya tidak bisa hadir lantaran ada tugas yang tidak bisa ditinggalkannya. Sehingga, di meja itu tadi terlihat perawat Desa Dadapan Nurul Hidayati, A.Md. Kep yang dibantu oleh dua sejawatnya, yaitu perawat Erlin Dwi Jayanti, A.Md. Kep (perawat Desa Wonoayu), dan perawat Ria Italian (perawat Desa Bambang).

Pada giat Posbindu SMARThealth yang berakhir pada pukul 11.58 WIB ini, berhasil diperiksa sebanyak 67 warga yang tinggal di Dusun Krajan Timur, dengan rincian laki-laki ada 4 orang dan perempuannya ada 63 orang.

Kemudian data hasil entry yang dilakukan oleh kader SMARThealth Innana Fauziyah dan Ririn Mafrida  setelah warga usai dari meja obat ini. Dari data yang dientry berhasil bridging ke ePuskesmas sebanyak 47 pasien baru, dan sisanya sebanyak 20 orang itu masuk kategori pasien lama karena pada bulan sebelumnya sudah pernah melakukan skrining dalam giat Posbindu SMARThealth. Ketentuan dalam ePuskesmas, warga berumur 15 tahun ke atas perlu melakukan skrining PTM satu tahun sekali saja. *** [060521]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Selasa, 16 Maret 2021

Posbindu SMARThealth Perdana di Desa Kendalpayak

Semula Desa Kendalpayak merupakan desa kontrol dalam baseline SMARThealth. Desa itu mengenal SMARThealth dari kunjungan enumerator dari rumah ke rumah warga Desa Kendalpayak yang berumur 40 tahun ke atas.

Sekarang Desa Kendalpayak melakukan replikasi SMARThealth dengan memberdayakan kader kesehatan yang ada dan melatih mereka dengan aplikasi eKader agar bisa melakukan skrining terhadap warga dalam deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).


Kader SMARThealth, Posyandu, dan Petugas Kesehatan Ponkesdes foto bersama Kepala Desa Kendalpayak

Giat Posbindu SMARThealth perdana di Desa Kendalpayak dilaksanakan di Balai Dusun Cerme yang terletak di Dusun Cerme RT 04 RW 02 Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu (13/03/2021).

Hari Sabtu ini kebetulan ada 2 kegiatan Posbindu yang bersamaan waktu penyelenggaraannya, yaitu Posbindu SMARThealth di Desa Jatiguwi dan Desa Kendalpayak. Giat Posbindu SMARThealth di Kendalpayak dimulai pada pukul 09.00 WIB.


Input anamnese dengan aplikasi eKader

Giat ini merencanakan target warga pada 4 RT di lingkungan Dusun Cerme untuk diskrining PTM terkait deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular. Mereka umumnya adalah warga yang berumur 15 tahun ke atas.

Mereka datang menuju ke lokasi kegiatan Posbindu SMARThealth secara individual maupun berkelompok dengan memakai masker. Ada 4 meja yang harus dilalui warga dalam memeriksakan diri di kegiatan Posbindu tersebut.


Pemeriksaan gula darah dan kolesterol

Pertama-tama meja yang harus dituju warga adalah meja registrasi. Di meja itu, warga melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan menunjukkan KTP atau KK. Pendaftaran ini ditangani oleh kader Posyandu. Kemudian dilanjutkan dengan anamnese yang dilakukan oleh kader SMARThealth dengan menggunakan aplikasi eKader untuk sejumlah orang, dan disusul dengan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut oleh kader Posyandu.

Setelah itu, warga melanjutkan langkah menuju ke meja untuk pengukuran tekanan darah. Yang bertugas di meja ini adalah kader SMARThealth. Kader itu ada yang melakukan entry data secara langsung dengan aplikasi eKader tapi ada juga yang dicatat terlebih dahulu ke dalam form deteksi dini faktor risiko PTM di Posbindu.


Input data dengan aplikasi eKader berhasil

Dari meja pengukuran tensi, warga dipersilakan menuju ke meja laborat yang diisi oleh 1 kader SMARThealth dan perawat Desa Kendalpayak Ardianse Ria Saputra, A.Md. Kep. Di meja ini, warga akan mendapat layanan pemeriksaan pengukuran gula darah dan kolesterol.

Bagi kader yang melakukan entry data secara langsung ke dalam aplikasi eKader, hasil pemeriksaannya bisa diperlihatkan kepada warga yang periksa. Apakah warga tersebut memiliki risiko rendah, sedang atau tinggi. Pada tahapan ini, dalam fitur eKader juga dibekali dengan instrumen edukasi dalam bentuk video yang sudah ada di dalam aplikasi tersebut.


Kader SMARThealth memperlihatkan hasil skrining

Pada warga yang mempunyai risiko tinggi (highrisk) disarankan untuk menuju ke meja konsultasi. Di meja ini ada dokter Puskesmas Pakisaji dr. Herdiana yang dibantu oleh pemegang program PTM Puskesmas Pakisaji Indah Ratri Ayunaningtyas, A.Md. Keb., dan bidan Siti Maisaroh, S.Tr. Keb.

Warga akan diperiksa lebih lanjut dan kalau memang benar mengindikasikan highrisk, warga tersebut akan diberikan obat sesuai dengan diagnosanya. Misalnya warga yang terkena hipertensi akan mendapatkan jenis obat-obatan untuk hipertensi atau warga yang terkena diabetes akan memperoleh obat untuk diabetes. Atau, warga itu memiliki hipertensi sekaligus diabetes, maka akan diberi obat hipertensi dan diabetes.

Dari rencana target warga pada 4 RT di lingkungan Dusun Cerme sebanyak 100 orang, dalam implementasi Posbindu SMARThealth ini berhasil dilakukan skrining PTM sebanyak 52 orang. Dari jumlah yang terperiksa itu, yang melakukan pemeriksaan gula darah dan kolesterol sebanyak 41 orang.

Sampai akhir pelaksanaan Posbindu SMARThealth, sekitar pukul 12.00 WIB, terdapat 15 warga yang telah terinput ke dalam aplikasi eKader. Sedangkan, yang 37 orang masih terekap dalam form skrining dan akan menyusul dientri ke dalam aplikasi eKader.

Yang menarik dalam giat posbindu SMARThealth hari ini di Kendalpayak adalah adanya sosok kader SMARThealth yang juga merupakan istri Kepala Desa Kendalpayak. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kendalpayak, kader SMARThealth itu merasa enjoy dalam kegiatan Posbindu SMARThealth yang perdana di Desa Kendalpayak. *** [130321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Senin, 15 Maret 2021

Melihat Giat Posbindu PTM Sejahtera di Desa Jatiguwi

Hari Sabtu (13/03/2021) ini ada dua kegiatan Posbindu terdaftar dalam jadwal Posbindu SMARThealth di bulan Maret 2021. Salah satunya adalah giat Posbindu PTM Sejahtera Desa Jatiguwi. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu Suparmi yang beralamatkan di Desa Jatiguwi RT 05 RW 01 Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Giat Posbindu PTM Sejahtera ini merupakan giat perdana semenjak munculnya wabah COVID-19 (Coronavirus Disease-19) di Desa Jatiguwi, dan sekaligus perdana dalam menerapkan Posbindu SMARThealth dengan menggunakan aplikasi eKader dalam melakukan skrining terhadap warga yang berkunjung ke Posbindu PTM Sejahtera.


Warga Desa Jatiguwi yang mengantri pemeriksaan Posbindu PTM

Acara kegiatan Posbindu ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Warga yang datang secara bergiliran ini akan menuju ke meja registrasi. Meja registrasi ini merupakan meja pendaftaran bagi warga yang akan melakukan pemeriksaan di Posbindu PTM Sejahtera yang dilayani oleh kader Posbindu PTM Sejahtera. Warga tinggal menunjukkan KTP atau KK kepada kader yang bertugas melakukan registrasi.

Dari meja registrasi, warga akan diwawancarai mengenai riwayat penyakit keluarga maupun penyakit dirinya sendiri, dan lain-lain (anamnese). Wawancara ini dilakukan secara manual dulu. Artinya, kader menanyainya melalui form yang telah disediakan. Form ini sesungguhnya merupakan pertanyaan yang ada di dalam aplikasi eKader, akan tetapi karena kader belum terbiasa langsung memasukkan ke dalam aplikasi eKader sehingga mereka masih merasa canggung bila menginput secara langsung ke dalam aplikasi eKader.


Meja pendaftaran berada di teras

Usai anamnese, warga akan diukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut oleh kader Posbindu PTM Sejahtera. Hasil pengukurannya langsung dimasukkan ke dalam form Posbindu PTM itu juga, dan diserahkan kembali ke warga untuk meneruskan pemeriksaan ke meja berikutnya.

Di meja berikutnya ini terdapat 3 kader SMARThealth yang bertugas melayani pemeriksaan berupa pengukuran tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Hasil pengukurannya juga dicatatkan dalam form Posbindu PTM yang dibawa oleh warga semenjak dari meja pendaftaran.


Meja pemeriksaan

Hasil pemeriksaan yang mengindikasikan risiko tinggi (highrisk) dalam PTM, warga dianjurkan untuk menuju ke meja konsultasi. Di meja konsultasi ini ada perawat Desa Jatiguwi Yusvika Triswindari, A.Md. Kep, dan pemegang program PTM Puskesmas Sumberpucung Istitik Wahyuni, A.Md. Keb.

Di meja konsultasi itu, warga akan diperiksa lebih lanjut, dan kemudian akan diberikan obat sesuai hasil diagnosis PTM yang dideritanya. Sedangkan, warga yang mempunyai kondisi medis normal langsung dipersilakan pulang setelah diberikan wejangan agar selalu menjaga kesehatan.


Input data menggunakan aplikasi eKader

Setelah melalui meja konsultasi ini, rangkaian pemeriksaan di Posbindu PTM dikatakan telah purna. Form yang dibawa keliling warga juga akan berakhir di sini. Form ini kemudian diambil oleh 2 kader SMARThealth yang bertugas melakukan entry data ke aplikasi eKader.

Kegiatan Posbindu PTM Sejahtera yang selesai pada pukul 11.30 WIB ini berhasil dilakukan skrining kepada warga di Desa Jatiguwi sebanyak 50 orang. *** [130321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Minggu, 14 Maret 2021

Kolaborasi Kader SMARThealth dan Muslimat NU Desa Dadapan dalam Giat Posbindu PTM

Usai memberikan pelatihan aplikasi eKader di Puskesmas Pamotan, rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan split. Tiga orang kembali ke Kantor Dinkes di Kepanjen, dan satu orang lagi meneruskan langkah untuk menghadiri giat Posbindu PTM di Desa Dadapan yang digelar lepas shalat Jumat (12/03/2021).

Candra Hernawan, S. Kom, penanggungjawab SMARThealth di lingkungan kerja Puskesmas Wajak, beranjak dari Puskesmas Pamotan menuju ke Desa Dadapan. Giat Posbindu PTM diadakan di rumah Ibu Tumini yang terletak di Desa Dadapan RT 32 RW 11 Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Giat Posbindu ini berbarengan dengan acara pengajian rutin yang digelar oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Wajak yang kebetulan jatuh giliran di rumah Ibu Tumini. Pengajian rutin itu digelar setiap hari Jumat dalam setiap bulannya dan senantiasa diikuti dengan kegiatan Posbindu PTM Muslimat NU.


Kader Muslimat NU, Kader SMARThealth, Puskesmas Wajak, dan Dinkes Kab. Malang

Muslimat NU adalah organisasi ibu-ibu yang kompak dan solid dalam membesarkan dan mengamalkan ke-NU-an. Dalam kiprahnya, Muslimat NU membentuk Posbindu PTM pada tahun 2019 di Kecamatan Wajak. Kader-kader Muslimat NU mendapat pelatihan kader Posbindu PTM oleh Puskesmas Wajak.

Posbindu PTM ini merupakan peran dan andil Muslimat NU bersama Pemerintah Kabupaten Malang di lini perempuan dalam pengembangan kesehatan berbasis jamaah. Tujuannya untuk meningkatkan cakupan skrining usia produktif sehingga capaian SPM dan PKP PTM meningkat serta dengan diadakannya kegiatan Posbindu Muslimat NU diharapkan kesehatan peserta dapat terkontrol terutama penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, stroke dan hiperlipidemia.

Semenjak digulirkannya replikasi SMARThealth di Desa Dadapan, giat Posbindu PTM menjadi semarak. Dua modal sosial di Desa Dadapan bersimbiosis. Kader Muslimat NU berbasis jamaah, dan kader SMARThealth berbasis masyarakat setempat. Jadi, giat Posbindu PTM di hari Jumat itu merupakan kolaborasi antara kader SMARThealth dan kader Muslimat NU. Kedua unsur kader itu sama-sama mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Wajak.


Meja laborat

Dalam implementasi Posbindu PTM itu, kader SMARThealth dan kader Muslimat NU berbagi peran dalam pemeriksaan jamaah Desa Dadapan yang menghadiri pengajian rutin tersebut. Jamaah pengajian datang secara bergiliran usai melakukan shalat Jumat.

Sebelum menempati tempat duduk, jamaah akan diperiksa kesehatannya dalam rangka skrining PTM. Pertama-tama, jamaah disarankan terlebih dahulu menuju ke meja pendaftaran. Di dalam meja itu, jamaah akan melakukan registrasi dengan memperlihatkan KTP. Lalu, dilakukan wawancara riwayat kesehatan maupun penyakit (anamnesa), terus pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut. Di meja ini dilakukan oleh kader Muslimat NU.

Dari meja registrasi, jamaah dipersilakan menuju ke meja laborat. Di meja itu, jamaah akan menerima pemeriksaan tekanan darah, gula atau glukosa darah, dan kolesterol. Pelaksana di meja laborat ini adalah dua orang kader SMARThealth. Sedangkan, 3 kader SMARThealth lainnya melakukan entry data ke dalam aplikasi eKader.


Perawat mengukur ulang tekanan darah

Jamaah yang terindikasi memiliki tekanan darah/tensi dan/atau gula darah yang tinggi langsung dianjurkan untuk menuju ke meja konsultasi. Di meja konsultasi ada dokter dari Puskesmas Wajak, yaitu dr.  Intan Hadiyanti,yang dibantu oleh perawat Puskesmas Wajak Erlin Dwijayanti, A.Md. Kep dan bidan Puskesmas Wajak Radita Pravitasari, A.Md. Keb.

Di meja konsultasi ini, jamaah akan diperiksa ulang tekanan darahnya yang masih terlihat tinggi, dan akan diberikan obat. Begitu pula, dengan jamaah yang memiliki gula darah tinggi juga akan menerima obat. Terlihat di meja itu, obat paracetamol, amlodipin, captopril, metformin, dan glibenclamide. Sedangkan, jamaah yang mempunyai kondisi medis normal, langsung dipersilakan untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan oleh panitia pengajian rutin tersebut.

Pada Posbindu ini dijumpai kendala berupa sinyal handphone yang tidak menentu. Kondisi geografis Desa Dadapan yang berada di lereng sebelah barat Gunung Semeru ini, sinyal memperlihatkan kondisi tidak stabil atau naik turun. Sehingga, proses input data ke dalam aplikasi eKader tidak bisa lancar, dan kader musti bersabar dalam melakukan entry data.


Dokter Puskesmas Wajak memberikan obat kepada jamaah yang highrisk

Dalam pemeriksaan jamaah itu berhasil diskrining 54 orang jamaah yang hadir dalam pengajian rutin itu. Menurut  perawat desa Nurul Hidayati, A.Md. Kep, biasanya setiap dalam pengajian rutin berhasil dilakukan skrining terhadap jamaah mencapai ratusan orang tapi kali ini hanya 54 orang saja.

“Mungkin mendengar kabar akan kedatangan dari Dinkes, jamaahnya pada takut. Dikira akan ada pemeriksaan terkait COVID-19” jelas Nurul Hidayati kepada Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) melalui telepon.

Setelah pemeriksaan dan kemudian mengikuti pengajian, dr. Intan Hadiyanti memberikan edukasi terkait penyakit tidak menular (PTM) khususnya penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, dan stroke.

Usai edukasi ini, rangkaian acara giat Posbindu PTM di Desa Dadapan berakhir sudah. Jamaah pengajian kemudian pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan, kader bersama petugas kesehatan melakukan foto bersama. Kader Muslimat NU menggunakan alat pelindung diri (APD) warna hijau muda, dan kader SMARThealth memakai APD warna biru. *** [140321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Senin, 08 Maret 2021

Kadinkes Hadiri Peresmian Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang menghadiri acara peresmian Posbindu PTM Anggrek Markas Komando Divisi Infanteri (Madivif) 2 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang dipusatkan di sisi selatan Lapangan Divif 2 Kostrad yang beralamatkan di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kelurahan Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin pagi ini (08/03/2021).

Kadinkes drg. Arbani Mukti Wibowo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya dan peresmian pelaksanaan Posbindu PTM Anggrek 2 Madivif 2 Kostrad Singosari, sebagai upaya dalam mendeteksi dini faktor risiko PTM seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, kanker mulut rahim, kanker payudara, dan lain-lain. Serta sebagai upaya memelihara kondisi kesehatan bagi penderita  PTM agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.


Foto bersama sebelum memasuki podium

Kabupaten Malang memiliki 33 Kecamatan yang terdiri dari 378 desa dan 12 kelurahan. Dari 390 desa/kelurahan itu, ada 416 buah Posbindu dan hari ini bertambah satu lagi di Kompleks Madivif 2 Kostrad Singosari, sehingga jumlahnya menjadi 417 buah Posbindu. Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad ini merupakan Posbindu pertama yang dimiliki oleh Kompleks Markas Militer di Kabupaten Malang, karena selainnya adalah Posbindu milik desa/kelurahan. Kabupaten Malang mendapat kehormatan sebagai tempat lahirnya Posbindu pertama kali di lingkungan militer di Indonesia.

Tampak hadir dalam acara peresmian itu adalah Komandan Divif 2 Vira Cakra Yudha Kostrad Singosari, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 2 PG Kostrad, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Kodam V Brawijaya, Wali Kota Batu, Camat Singosari, Kepala Puskesmas Singosari dan Ardimulyo, serta para tamu undangan lainnya.


Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Arbani Mukti Wibowo

Acara yang dimulai pukul 09.10 WIB itu dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Edy Harijanto dan Ny. Tasmo. Acara diawali dengan foto bersama di depan gedung Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad, dan dilanjutkan dengan pembukaan berupa ucapan selamat datang kepada para hadirin oleh MC.

Usai pembukaan diteruskan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Pelaksana Peresmian Posbindu PTM Anggrek dr. Rosita Deny Eka. Dalam sambutannya, dr. Rosita mengemukakan selayang pandang Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad diawali dengan persiapan-persiapan hingga penyelenggaraan Posbindu PTM Anggrek.


Kadinkes Kabupaten Malang, Wali Kota Batu, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana

Posbindu yang dijadwalkan setiap bulan Minggu ke 2 ini bertujuan  meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini risiko PTM dengan sasaran kelompok masyarakat sehat, berisiko, dan penderita PTM yang berusia 15 tahun ke atas.

Setelah laporan kegiatan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kadinkes Kabupaten Malang yang kemudian disusul dengan sambutan dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 2 PG Kostrad Ny. Ria Tri Yuniarto. Setelah itu diteruskan dengan sambutan dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ny. Atiek Eko Margiyono.


Penandatanganan Prasasti Peresmian Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad Singosari

Kemudian acara seremonial peresmian ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ny. Khoirul Amin. Dari podium seremonial, acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ny. Atiek Eko Margiyono, dan pemotongan pita warna merah penanda dibukanya gedung Posbindu tersebut.

Rombongan istri-istri tentara itu kemudian memasuki gedung untuk melihat proses kader dalam melakukan pemeriksaan dan sekaligus meninjau kamar untuk pemeriksaan deteksi dini penyakit kanker mulut rahim dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).


Pengguntingan pita penanda dibukanya gedung Posbindu PTM Anggrek Madivif 2 Kostrad

Dalam skrining deteksi dini faktor risiko PTM, terdapat 5 meja yang harus dilalui oleh istri-istri atau bapak-bapak tentara yang hendak memeriksakan diri. Meja 1 merupakan meja pendaftaran. Mereka yang berkeinginan memeriksakan diri perlu menunjukkan KTP untuk dicatat di bagian pendaftaran. Setelah itu melanjutkan ke meja 2. Di meja 2, mereka akan diwawancarai seputar riwayat penyakit atau anamnese.

Dari meja 2, mereka dianjurkan menuju ke meja 3. Di meja 3 itu, mereka akan diukur tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan lemak perut. Kader yang bertugas di meja 3 dibekali dengan lembar pengukuran IMT.


Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad melihat meja 5

Lalu, mereka yang sudah diperiksa di meja 3 akan lanjut ke meja 4.  Di meja 4 ini ada 2 kader yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, SADARI dan IVA Test.

Setelah dari meja 4, bagi yang memerlukan pemeriksaan IVA Test langsung akan dipersilakan masuk di ruangan tertutup yang forbidden bagi kaum Adam. Sedangkan, bagi yang skrining PTM langsung menuju ke meja 5. Meja 5 ini merupakan meja edukasi dan konseling. Meja ini diisi oleh dokter dari Puskesmas Ardimulyo yang turut membantu dalam pemeriksaan di Posbindu tersebut, karena kebetulan dokter yang bertugas di Divif 2 Kostrad sedang bertugas menjadi panitia dalam acara peresmian Posbindu tersebut.


Foto bersama kader, perawat, dokter Puskesmas, dan dokter militer

Di samping meja 5 terdapat meja konsumsi higienis untuk mereka yang periksa. Nasi kotak lengkap dengan sayuran dikontrol ketat sesuai dengan permasalahan hasil pemeriksaan. Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharayanto, SKM, yang mencoba mencicipi makanan sesuai keluhannya dengan hipertensi dan gula darah, diberi nasi dan sayur yang tidak ada rasa asin dan manisnya. Sedangkan, Tim Sekretariat yang juga disuruh mencoba oleh Ketua Pelaksana Peresmian Posbindu PTM Anggrek diberikan makanan dengan label diet rendah purin yang memiliki spesifikasi menu makan siang 400 kkalori yang terdiri dari nasi 1,5 gelas belimbing, pepes ikan 1 potong sedang, tempe 1 potong sedang, cah sawi dan wortel 1 gelas belimbing serta pisang 1 buah.

Yang menarik dari kegiatan Posbindu di kompleks tentara ini, kelima mejanya bersekat kaca, yang di bawahnya dibuat bolong. Hal ini agar supaya tangan terperiksa dan pemeriksa masih bisa berinteraksi. Meja-meja tersebut layaknya layanan perbankan. *** [080321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Sabtu, 06 Maret 2021

Kasi PTM dan Keswa Beri Penyuluhan di Posbindu Anggrek 2 Kepanjen

Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memberikan penyuluhan kepada warga yang datang dalam kegiatan Posbindu Anggrek 2 Kepanjen di Balai RW 01 Kepanjen yang berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo, RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu (06/03/2021).

Dalam penyuluhan itu, Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM menjelaskan tentang Perilaku CERDIK yang berasal dari singkatan Cek kesehatan secara rutin, Enyahkanlah asap rokok dan alkohol, Rutin olahraga/aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress.


Penyuluhan Kasi PTM dan Keswa

Paulus juga menghimbau  agar supaya rajin datang ke Posbindu dan minum obatnya secara teratur bagi yang terindikasi highrisk.

“Jangan takut ke ginjal”, kata Paulus

Kasi PTM dan Keswa memberikan contoh dirinya sendiri yang sudah minum obat selama 14 tahun, dan sampai saat ini terlihat sehat dan tidak ada keluhan ke ginjal. Selain itu, Paulus juga berpesan kepada warga agar senantiasa hidup sehat, jaga diri supaya panjang umur, dan mandiri di hari tua. Tak lupa, Paulus juga mengajak supaya selalu menghidupkan kegiatan Posbindu Anggrek 2 Kepanjen ini. Karena Posbindu ini telah menjadi percontohan di Kabupaten Malang.


Meja 1

Posbindu Anggrek 2 Kepanjen digelar secara rutin setiap hari Sabtu minggu pertama di setiap bulannya. Posbindu ini telah masuk kategori mandiri. Hubungan antara kader, Ponkesdes, dan Puskesmas terjalin secara simbiosis mutualisme. Mereka saling berinteraksi satu sama lain hingga menimbulkan suatu kerja sama yang memberikan manfaat kepada khalayak.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Warga akan datang dengan sendirinya menuju ke tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. Seperti galibnya, warga yang akan melakukan pemeriksaan di Posbindu itu harus mengikuti alur tahapannya dengan pemberlakuan protokol kesehatan.


Tamu Psobindu dari Perempuan Pemimpinan Indonesia

Warga yang datang harus cuci tangan telebih dahulu sebelum memasuki teras Balai RW 01. Setelah itu, mereka akan menuju ke meja 1. Di meja 1 itu, warga mendaftarkan diri kepada kader yang bertugas di situ. Indri Astutik, nama kader yang standby di meja 1 akan mempersilakan kepada warga untuk mengisi buku kehadiran di Posbindu, dan mengambil nomor antrian, serta dicatat oleh kader ke dalam Buku Posbindu SMARThealth Anggrek  2 Kepanjen yang akan dipegang oleh penerima untuk melakukan pemeriksaan seterusnya. Setiap pemeriksaan, buku itu akan diperlihatkan kepada kader yang mengukurnya.

Dari meja 1, warga tersebut akan diukur berat badan, lingkar pinggang, dan tinggi badannya. Berat badan dan lingkar pinggang dilakukan oleh kader Edy Hartutik. Kader ini rajin mengikuti Posbindu sekalian memeriksakan diri sebagai pasien highrisk dalam hipertensi. Sedangkan, yang mengukur tinggi badan dilakukan oleh kader Sri Handayani.


Meja 3

Usai diukur tinggi badannya, warga yang hadir dimohon untuk duduk di kursi yang telah disediakan untuk menuju ke meja 2. Namun, apabila usai pengukuran itu di meja 2 sedang kosong, warga dipersilakan untuk langung menuju ke meja 2. Di meja 2 itu, warga akan mendapatkan pelayanan dari kader Agustin Shintowati dalam pengukuran tekanan darah (tensi). Hasil pengukurannya dicatatkan di buku Posbindu.

Dari meja 2, warga disuruh menuju ke meja 3. Bila di meja 3 sedang ada warga yang periksa, warga itu dimohon untuk duduk dulu di kursi yang telah disediakan oleh kader. Di meja 3 itu dilakukan pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Kader yang bertugas di meja itu dibantu oleh Shynta Dinar Audia, mahasiswi STIKES Kepanjen yang sedang meneruskan Profesi Ners. Hasil pemeriksaannya dimasukkan ke dalam buku Posbindu.


Meja 4

Setelah dari meja 3, warga disarankan menuju ke meja 4. Meja 4 merupakan meja untuk melakukan konseling kesehatan. Di meja 4 ada dr. Gia Noor Pratami dari Puskesmas Kepanjen yang siap menerima curhatan warga tentang keluhan kesehatannya, utamanya berangkat dari hasil pengukuran kesehatan yang dilakukan oleh kader kesehatan terlatih.

Dokter akan melihat buku Posbindu yang berisi rangkaian pengukuran dan pemeriksaan yang dilakukukan oleh kader. Kemudian dokter akan melakukan konseling kepada warga tersebut. Apabila terindikasi tekanan darah  atau gula darah atau kolesterol tinggi, maka akan diberikan resep obat untuk dibawa ke meja 5.


Meja 5

Meja 5 merupakan meja yang diperuntukkan bagian obat. Meja ini biasanya akan diisi oleh perawat dan bidan Ponkesdes. Kebetulan yang bertugas hari itu adalah Nurul Mashfiyah, A.Md. Kep. Petugas kesehatan lainnya sedang ada tugas mempersiapkan pemakaman pasien COVID-19.

Setelah dari meja 5, berakhirlah rangkaian pemeriksaan warga di Posbindu. Warga dipersilakan keluar melalui pintu belakang kemudian melewati lorong kecil yang berada di selatan bangunan Balai RW 01. Hal ini dilakukan agar supaya berlawanan arah dengan warga yang sedang tiba untuk melakukan periksa. Sehingga, tidak terjadi kontak fisik di pintu depan.


Tali asih untuk Dokter Puskesmas

Kegiatan Posbindu hari ini juga mendapat kunjungan dari Ketua DPC Perempuan Pemimpin Indonesia (Indonesian Women's Leaders Association) Kabupaten Malang, Dr. Wuryan Andayani, SE., Ak., M.Si bersama kedua mahasiswanya. Kunjungan ini dipandu oleh Ketua RW 01 Kepanjen, Luluk Tamawati.

Dalam kunjungannya itu, Wuryan yang kesehariannya merupakan staf pengajar Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) dan pemilik WuryMax, merasa senang dengan kegiatan ibu-ibu kader yang ikut menjaga kesehatan warga setempat, dan tertarik mengulik mengenai proses Posbindu Anggrek 2 bisa menuju kemandirian.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 10.40 WIB ini berhasil melakukan pengukuran dan pemeriksaan terhadap 36 warga Kepanjen. Rinciannya 27 perempuan, dan 9 laki-laki.

Di akhir kegiatan ini, Tim Sekretariat yang diundang oleh kader ‘didhapuk’ (ditunjuk) untuk memberikan tali asih kepada dr. Gia Noor Pratami yang telah turut membimbing, membina, dan membantu memberikan layanan konseling kesehatan selama ini. *** [060321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Minggu, 28 Februari 2021

Giat Kader Dalam Posbindu Desa Sepanjang

Sabtu pagi itu (27/02/2021), pendopo Balai Desa Sepanjang terlihat riuh. Ibu-ibu kader dengan aneka busana yang berwarna-warni berkumpul dalam rangka acara pertemuan rutin kader Posyandu Desa Sepanjang.

Panitia mengemas acara ini secara multitasking dengan membagi peran kader dalam beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Seperti diketahui masa pandemi COVID-19, banyak kegiatan di desa mengalami mati suri. Sebenarnya paguyuban kader ini rutin melakukan pertemuan setiap bulannya pada hari Rabu minggu ketiga. Namun karena wait and see, kader baru bisa melaksanakan pada hari Sabtu itu.


Meja 1 untuk pendaftaran skrining PTM

Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dipandu oleh pembawa acara Sutining. Setelah dibacakan susunan acara pertemuan ini, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu mars Desa Siaga yang dipimpin oleh Intan Dewi Kartika.

Kemudian diteruskan dengan pembacaan tahlil yang dituntun oleh Siti Saadah. Tahlil ini untuk mengenang dan mengirim doa kepada sejawat kader yang telah mendahului berpulang ke haribaan Ilahi, yaitu almarhumah Ida Lutfiyah dan almarhumah Hj. Dewi Zulaihah, dan almarhum pamong desa Firman Hadi Wibowo.

Usai tahlil, acara diteruskan dengan sambutan dari bidan Sepanjang, Hermin Ningsih. Dalam sambutannya, bidan Hermin berceritera mengenang ke belakang saat beraktivitas bersama PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Sri Hariyati, yang sekarang telah digantikan oleh Siti Khoimah. PLKB adalah petugas BKBN yang berkedudukan di tingkat lini lapangan yang menjadi andalan terdepan dalam mewujudkan keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).


Pengukuran tensi

Kegiatan di Balai Desa ini sekaligus sebagai ajang temu kangen dengan PLKB Sri Hariyati. Penggantian PLKB ini sebenarnya sudah lama, tapi pisah kenangnya baru bisa diadakan hari ini bersamaan dengan pertemuan rutin kader.

Dalam ajang temu kangen itu, Sri Hariyati berkesempatan mengucapkan terima kasih kepada peserta pertemuan, dan mengenang bersama perjalanannya selama bertugas di Desa Sepanjang, termasuk keterlibatannya dalam awal pembentukan Taman Posyandu di Desa Sepanjang.

Setelah temu kangen, acara dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada PLKB Sri Hariyati. Pemberian tali asih dilakukan oleh bidan Eli Dwi Lestari dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sepanjang Suryaning Syaiful.


Sambutan Bidan Hermin pada pisah kangen PLKB

Pemberian tali asih mengakhiri formalitas pertemuan rutin kader di Desa Sepanjang. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hj. Maisaroh.

Yang menarik dalam acara pertemuan rutin kader tersebut adalah dibarengi dengan giat kader SMARThealth dalam Posbindu PTM. Kegiatan Posbindu tersebut diisi dengan melakukan skrining terhadap kader yang hadiri pada pertemuan rutin kader tersebut.

Ada 5 kader SMARThealth yang bertugas dalam kegiatan tersebut dengan dibantu oleh 3 kader lainnya. Dalam kegiatan Posbindu itu tampak hadir pula perawat Istuning Nur Choirunnisa, A,Md. Kep. Sementara itu bidan Hermin Ningsih yang sangat menguasai program SMARThealth ini, juga turut memberikan arahan kepada kader yang bertugas dalam Posbindu tersebut.

 

Tahlil dan Pisah kangen

Kegiatan yang berjalan dengan tertib dan lancar itu juga dihadiri oleh penanggung jawab program SMARThealth di wilayah lingkungan kerja Puskesmas Gondanglegi, Wildan Adi Yatma, S.Psi.

Proses skrining dimulai pukul 09.00 WIB ketika sudah ada kader yang datang dalam pertemuan itu. Jadi, sebelum acara formalnya berlangsung, sesungguhnya sudah ada aktivitas skrining dengan menggunakan aplikasi eKader yang telah mengalami pembaharuan.

Skrining itu berjalan mengalir sesuai kedatangan peserta pertemuan rutin kader ke Balai Desa. Sebelum duduk di kursi yang telah disediakan panitia, hadirin dipersilakan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.


PLKB, TP PKK, dan Bidan Desa Sepanjang

Ada 4 meja yang harus dilalui oleh peserta pertemuan tersebut. Meja 1 merupakan meja pendaftaran dan pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggul. Dari meja 1, hadirin dipesilakan menuju ke meja 2. Di meja 2, peserta yang hadir akan menerima pengukuran tensi.

Usai ditensi, hadirin akan melanjutkan langkah menuju ke meja 3. Di meja 3 itu, peseta pertemuan akan melakukan cek laborat berupa pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Selepas itu, hadirin menuju ke meja 4. Di meja 4, akan diadakan wawancara langsung dengan menggunakan Tablet yang berisi aplikasi eKader versi pascaperbaikan. Setelah itu, peserta pertemuan dipersilakan menempati tempat duduk yang telah disediakan oleh panitia pertemuan rutin kader.

Dari jumlah kader yang diundang, berhasil terperiksa sebanyak 54 orang. Namun, yang langsung diinput memakai aplikasi eKader ada 10 orang. Mereka terkendala jaringan sinyal yang dipancarkan oleh wifi milik balai desa. Sehingga, loadingnya memakan waktu yang cukup lama.

Sekitar pukul 13.00 WIB semua acara berakhir sudah. Pertemuan multitasking itu meninggalkan gempita kenangan setelah hampir setahun kegiatan kader mengalami kevakuman yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 ini. *** [270221]


Penulis: Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog