Tampilkan postingan dengan label UNICEF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNICEF. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Oktober 2023

Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Sekolah Model Di Kabupaten Malang

Kegiatan Kementerian Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) bersama UNICEF terus berjalan. “Kabupaten Malang harus bangga! Karena dipilih untuk kegiatan ini,” kata Sub Koordinator Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.

Kegiatan ini dimulai dengan Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa di Sekolah di Hotel Grand Kanjuruhan Kepanjen (31/08 – 01/09) yang diikuti oleh 5 sekolah model, yaitu MA An-Nur Bululawang, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMK Budi Mulia Pakisaji, SMA Negeri 1 Kepanjen, dan SMA Negeri 1 Sumberpucung.

Arahan dari Kemenkes dihapadan peserta Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills

Dari orientasi itu kemudian diteruskan dengan Skrining Kesehatan Jiwa yang digelar di 5 sekolah model tersebut pada bulan September 2023 dengan jadwal yang berbeda, yang dilakukan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas setempat.

Kemudian pada Selasa (03/10), Kemenkes mengadakan Survei Mawas Diri (SMD) dan Penyusunan Kegiatan Pokok di 5 sekolah masing-masing. Kemenkes (dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ dan dr. Anita) bersama Dinkes Provinsi Jawa Timur (Citra Ervina Ahiyanasari, SKM/staf Seksi P2PTM) dan Kabupaten Malang (Imam Ghozali, S.Kep.Ners dan Wildan Adi Yatma, S.Psi) berkeliling ke 5 sekolah tersebut dari pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kegiatan ini sengaja mulai siang, karena semua sekolah tersebut sedang ada UTS paginya, sehingga mereka harus menyesuaikannya.

Pembekalan peserta Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills di Gedung Socrates Dinkes Kabupaten Malang

Yang terlibat dalam SMD tersebut adalah guru BP, guru UKS, pemegang program Keswa Puskesmas, pemegang program UKS Puskesmas, dan perwakilan wali kelas di 5 sekolah tersebut.

Pada kegiatan tersebut, mereka diajak merumuskan masalah-masalah psikologi yang muncul di sekolah, seperti bullying, kenakalan remaja, kecanduan gadget di sekolah, dan lain-lain.

Hari Rabu (04/10) Kemenkes bersama Dinkes Provinsi dan Dinkes Kabupaten Malang menggelar FGD Survei Mawas Diri dan Penyusunan Perencanaan Tindak Lanjut Detal di 5 sekolah tersebut. Kegiatan ini juga diadakan secara maraton dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, dan diikuti oleh guru BP, guru UKS, pemegang program Keswa Puskesmas, pemegang program UKS Puskesmas, da 17 siswa kader per sekolah.

Survei Mawas Diri di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

Hari ini, Kamis (05/10), Kemenkes mengadakan Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills di Gedung Socrates dan Multimedia Dinkes Kabupaten Malang. Kalau 1 gedung saja, kapasitas Gedung Socrates tidaklah mencukupi sehingga ditambah dengan Gedung Multimedia yang berada di lantai 2 dalam memberikan pembekalan bagi kader yang belum dilatih untuk dapat mengedukasi pada saat peer group education.

Kegiatan ini diikuti oleh 5 sekolah model. Setiap sekolah mengirimkan 17 siwa yang akan dilatih menjadi kader Keswa di sekolahnya masing-masing ditambah Kepala Sekolah, guru BP dan guru UKS. Selain itu juga, diikuti oleh pemegang program Keswa dan UKS Puskesmas di mana sekolah itu berada.

Dalam Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills, diawali dengan presentasi Hasil Analisis Keswa di lingkungan sekolah masing-masing. Setelah itu, peserta akan diberikan pembekalan life skills terkait kesehatan jiwa yang umumnya muncul di lingkungan sekolah, penyebab dan penanggulangannya. Mereka diharapkan akan menjadi agent of change nantinya.

Pembekalan pertama diisi psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jawa Timur. Ada dua orang yang terlibat dalam pembekalan tersebut, yaitu Binar Al Kautsar, M.Psi dan Riski Januar Tri Harsari, M.Psi. Mereka mengajarkan bagaimana melakukan konseling sebaya (peer counselling).

FGD Survei Mawas Diri di SMK Budi Mulia Pakisaji

Pembekalan terakhir dilakukan oleh dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ sebagai Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes. Dr. Edduwar memberikan pembekalan berupa pengembangan media KIE sederhana, seperti membuat brosur, tik tok, video, dan juga belajar melakukan konseling. “KIE di dunia kesehatan dikenal sebagai promkes,” jelas dr. Edduwar terhadap peserta.

Kegiatan Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills diadakan dalam dua sesi mengingat jadwal sekolah berbeda-beda. Sesi pertama dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga Dhuhur yang diikuti oleh SMK Budi Mulia Pakisaji dan SMK Muhammadiya 7 Gondanglegi.

FGD Survei Mawas Diri di SMAN 1 Sumberpucung

Kemudian sesi kedua dimulai dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 16.14 WIB diikuti oleh SMA Negeri 1 Kepanjen dan MA An-Nur Bululawang di Gedung Socrates, dan SMA Negeri 1 Sumberpucung di Gedung Multimedia Lantai 2.

Berakhirnya kegiatan Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills ini sekaligus mengakhiri lawatan kerja Kemenkes dalam Orientasi Kesehatan Jiwa di Kabupaten Malang. Mereka akan berkunjung kembali ke sini untuk melakukan evaluasi setelah peserta Orientasi Kader Kesehatan Jiwa Life Skills melaksanakan tugas yang diembannya. *** [051023]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 07 September 2023

SMK Brantas Karangkates Adakan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok Bersama Kemenkes dan UNICEF

Kampus 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Brantas Karangkates, hari ini, Kamis (07/09) terlihat sangat ramai. Tak hanya jumlah siswanya yang ribuan – tepatnya 2039 jumlahnya – dengan segudang prestasi yang terpampang dalam Museum Prestasi ketika memasuki halaman, namun bertempat di bangunan Masjid Pendidikan yang belum rampung 100% diadakan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok.

SMK Brantas Krangkates yang berkolaborasi dengan Kemenkes dan UNICEF melakukan Sosialiasi dan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok serta skrining CO Analyzer terhadap ratusan siswa-siswinya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, dari Kemenkes, Dinkes Kabupaten Malang, Puskesmas Sumberpucung, Forum Anak Kabupaten Malang, Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA), kader SMARThealth Desa Karangkates, dan seorang anggota Tim SMARThealth Universits Brawijaya (UB).

Jajaran pendidik SMK Brantas Krangkates berpose bersama Kemenkes, Dinkes Kabupaten Malang, Puskesmas Sumberpucung, Dokter Muda FK UNISMA, dan Kader SMARThealth Desa Karangkates

Dari Kemenkes diwakili oleh dua staf Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), yaitu Yolmi Satri, SKM dan Anisa Meidriarti, SKM. Sedangkan, perwakilan dari UNICEF tidak bisa hadir secara fisik di SMK Brantas Karangkates karena berbarengan dengan adanya tugas di Sidoarjo.

Dinkes Kabupaten Malang menerjunkan tiga orang dari Sub Substansi PTM dan Keswa, yang terdiri dari Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners, dan Candra Hernawan, S.Kom. Kemudian dari Puskesmas terlihat drg. Rahmawati Daha, Sugianto, S.Kep Ners. M.Kes, Istitik Wahyuni, A.Md.Keb, S.Kep.Ners, Yuniarto, dan Edwin Irfansyah, S.Kep yang juga menjadi perawat Desa Karangkates.

Dalam rombongan Puskesmas Sumberpucung disertai juga empat dokter muda dari FK UNISMA yang sedang praktek klinis di Puskesmas Sumberpucung. Keempat dokter muda tersebut adalah Danten Junomi, S.Ked, Muhammad Faisol, S.Ked, Shafwatul Fida, S.Ked dan Ayu Alifaturrohmah, S.Ked.

Ratusan siswa-siswi SMK Brantas Karangkates ikuti wawancara dengan Kuesioner Skrining Perilaku Merokok Bagi Anak Usia Sekolah milik Kemenkes oleh perawat Desa Karangkates dibantu oleh 4 dokter muda FK UNISMA

Sementari itu, kader SMARThealth Desa Karangkates yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas 5 orang, yakni Lovie Oktaviea Adie Putri, Titik Mudjatiningsih, Deni Setyawati, Siti Khotimah, dan Peni Muji Rahayu.

Kegiatan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di SMK Brantas Karangkates ini merupakan agenda yang keempat Kemenkes dan UNICEF dalam menggandeng sekolahan di Kabupaten Malang, setelah MA An-Nur Bululawang, SDN 1 Ngebruk dan SDN 4 Ngebruk, dan SMPN 2 Sumberpucung.

Perlu diketahui, SMK Brantas  Karangkates memiliki 3 kampus yang letaknya masih berdekatan tetapi sudah beda lahan. SMK Brantas Karangkates mempunyai banyak program keahlian: Teknik Instalasi Tenga Listrik (TITL), Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL), Teknik Permesinan (TPM), Teknik Kendaraan Ringan Otomatif (TKRO), Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Multimedia (MM), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Tata Boga (TBG), dan Tata Busana (TBU).

Suasana antrean ratusan siswa-siswi SMK Brantas Karangkates dalam mengikuti skrining PTM dan CO Analyzer yang berbaris secara tertib

Dipilihnya Kampus 3, karena halamannya yang paling luas dengan tanaman besar yang meneduhkan suasana SMK Brantas Karangkates yang terletak di Jalan Lolaras No. 14 Dusun Bandung RT 19 RW 03 Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Acara ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan dimulai memnyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars SMK Brantas. Kemudian diteruskan dengan sambutan dari Kepala SMK Brantas Karangkates Mintaasih Utami, S.Pd., dan sambutan Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.

Lalu, sambil menunggu kedatangan perwakilan Kemenkes, acara diisi dengan pemaparan materi perihal bahaya merokok yang disampaikan oleh Aryasta Keananda Pradipa Yudha yang didampingi Rosyida Puspa Indah Cinta Pribadi dari Forum Anak Kabupaten Malang.

Kader SMARThealth Desa Karangkates membantu tenaga kesehatan Puskesmas Sumberpucung melakukan skrining PTM bagi siswa-siswi SMK Brantas Karangkates

Selesai materi dari Forum Anak Kabupaten Malang, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Sumberpucung drg. Rahmawati Daha dan disambung dengan sambutan dari perwakilan Kemenkes Yolmi Satri, SKM.

Usai sambutan, acara diselingi dengan pembagian doorprize dari UNICEF kepada siswa-siswi yang bisa menjawab pertanyaan, dan diteruskan dengan melakukan foto bersama terlebih dahulu sebelum diakhiri dengan doa dan dilanjutkan dengan skrining PTM dan CO Analyzer terhadap ratusan siswa-siswi yang mengikuti Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok.

Antusiasme ratusan siswa-siswi yang dipompa dengan partisisipasi aktif dari Kepala SMK Brantas beserta jajarannya dalam mengikuti sosialisasi, kampanye dan skrining ini patut diacungi jempol. Dalam skrining yang harus mereka lalui dalam alur tahapan, berjalan dengan tertib, lancar, dan kompak.

Skrining CO Analyzer untuk mengetahui kadar paparan asap rokok

Ratusan sisw-siswi mula-mula mengikuti wawancara skrining dengan kuesioner skrining perilaku merokok bagi anak usia sekolah, yang dilakukan oleh perawat Desa Karangkates bersama empat dokter muda FK UNISMA dan PP PTM Puskesmas Sumberpucung. Dari situ, siswa-siswi akan lanjut menuju ke deretan meja skrining PTM yang dilakukan oleh kader SMARThealth Desa Karangkates.

Kemudian setelah itu, mereka bergeser ke sebelah baratnya untuk mengikuti skrining CO Analyzer yang dilakukan oleh staf Dinkes Kabupaten Malang dan Puskesmas Sumberpucung, yang kemudian dibantu dokter muda maupun perawat desa usai selesai wawancara skrining merokok.

Seperti biasa, dalam setiap skrining CO Analyzer diketemukan sejumlah orang memiliki indikasi terpapar asap rokok dalam CO Analyzer, terlebih pada usia-usia SMA/Sederajat. Para guru pun menyadarinya. Kendati SMK Brantas Karangkates telah menggelorakan “Kami Sehat Tanpa Asap Rokok dan Hidup Sehat Karakter Berkualitas” dan SMK Brantas sebagai Kawasan Tanpa Rokok, tapi guru tidak memungkiri anak didiknya bisa saja terpapar asap rokok di luar dari SMK Brantas Karangkates. *** [070923]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 06 September 2023

Ratusan Pelajar SMPN 2 Sumberpucung Ikuti Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok dari Kemenkes dan UNICEF

Dalam rangka meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, penurunan prevalensi perokok usia 10-18 tahun menjadi salah satu sasaran pokok pembangunan dalam RPJMN 2020-2024. Peningkatan konsumsi rokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektronik menjadi ancaman serius terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia karena cenderung terlihat lebih besar pada kelompok anak dan remaja. Oleh karena itu, tren peningkatan perokok remaja harus diminimalisir.

Usai menggelar Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di SD Negeri (SDN) 1 Ngebruk dan SDN 4 Ngebruk seminggu yang lalu, hari ini, Rabu (06/09), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama UNICEF mengadakan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di Aula Sasana Krida Wiyata SMP Negeri (SMPN) 2 Sumberpucung, yang beralamatkan di Jalan TGP No. 9 Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Usai pengalungan samir batik dari Kepala SMPN 2 Sumberpucung, dilakukan foto bersama

Acara ini dihadiri oleh Kemenkes, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Puskesmas Sumberpucung, Forum Anak Kabupaten Malang, Dokter Muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA), Dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Mata Universitas Brawijaya (UB), Kader SMARThealth Desa Sumberpucung, dan seorang anggota Tim SMARThealth UB.

Kemenkes diwakili dua staf Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), yaitu Yolmi Satri, SKM dan Anisa Meidriarti, SKM. Dari Dinkes Kabupaten Malang, hadir dua staf PTM dan Keswa, yakni Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners dan Candra Hernawan, S.Kom.

Lalu, rombongan dari Puskesmas Sumberpucung terdiri dari drg. Rahmawati Daha, Sugianto, S.Kep.Ners., M.Kes, Istitik Wahyuni, A.Md.Keb., S.Kep.Ners, Feby Sekarini, A.Md.Kep., dan Yuniarto. Kemudian personil dari Forum Anak Kabupaten Malang ada Aryasta Keananda Pradipa Yudha dan Rosyida Puspa Indah Cinta Pribadi.

Sambutan dari perwakilan Kemenkes RI

Dokter Muda FK UNISMA yang sedang praktek klinik di Puskesmas Sumberpucung ada 4 orang, yaitu Danten Junomi, S.Ked, Muhammad Faisol, S.Ked, Shafwatul Fida, S.Ked, dan Ayu Alifaturrohmah, S.Ked. Dari Dokter PPDS Mata FKUB terdiri dari 3 orang, meliputi dr. Resky, dr. Savira, dan dr. Rastha.

Sementara itu, kader SMARThealth Desa Sumberpucung yang hadir ada 4 orang, yaitu Ana Hanifah, Yulianis Fadilah, Endah Prasetya Ningsih, dan Sinta Dinda Aprila.

Pelaksanaan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok ini dimulai pada pukul 08.39 WIB diawali dengan sambutan dari Kemenkes yang diwakili oleh Yolmi Satri, SKM. Dalam sambutannya, Yolmi mengatakan bahwa peningkatan konsumsi rokok dari pengguna di kalangan remaja semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, Kemenkes bersama UNICEF berusaha berkeliling untuk melakukan Sosialisasi dan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di berbagai sekolahan untuk mengeliminir konsumsi rokok yang membahayakan dan merugikan bagi kesehatan.

Sosialisasi bahaya merokok dari Forum Anak Kabupaten Malang

Usai sambutan dari Kemenkes, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri (SMPN) 2 Sumberpucung H. Davit Harijono, S.Pd., M.Pd. Pada kesempatan itu, H. Davit memaparkan mengenai SMPN 2 Sumberpucung dulu didirikan oleh para pejuang yang tergabung dalam Tentara Genie Pelajar (TGP). Oleh karena itu, sekolah ini dikenal sebagai SMP TGP.

Kini, SMPN 2 Sumberpucung terus bergerak maju menjadi sekolah penggerak, sekolah budaya, dan sekolah adiwiyata. Sebagai sekolah adiwiyata, SMPN 2 Sumberpucung senantiasa harus menjaga kebersihan, sanitasi, dan drainase; penanaman dan pemeliharaan tanaman; konservasi air; konservasi energi, pengelolaan sampah; dan inovasi.

Konsekuensinya, tambah H. Davit, SMPN 2 Sumberpucung otomatis menjadi Kawasan Tanpa Rokok. “Seluruh lingkungan SMPN 2 Sumberpucung harus bebas rokok” tegas H. Davit, “Ndak tahu kalau ngrokoknya di luar halaman atau lingkungan sekolah.”

Skrining CO Analyzer

Selesai sambutan Kepala SMPN 2 Sumberpucung, acara diisi dengan pengalungan samir (syal batik bertuliskan huruf Jawa sebagai simbol sekolah budaya) kepada hadirin oleh Kepala SMPN 2 Sumberpucung, dan setelahnya dilakukan foto bersama siswa siswi yang mengikuti acara tersebut.

Setelah itu, acara diteruskan dengan sosialisasi bahaya merokok oleh Aryasta Keananda Pradipa Yudha yang didampingi Rosyida Puspa Indah Cinta Pribadi. Keduanya dari Forum Anak Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, Arya mengajak ratusan pelajar SMPN 2 Sumberpucung yang begitu antusias dalam acara Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok yang digelar di Sasana Krida Wiyata SMPN 2 Sumberpucung, untuk tidak coba-coba merokok. “Karena merokok itu membuat ketagihan, dan berbahaya bagi kesehatan,” seloroh Arya.

Suasana skrining CO Analyzer di Sasana Krida Wiyata SMPN 2 Sumberpucung

Usai paparan Arya, acara berikutnya adalah skrining PTM dan CO Analyzer. Berhubung skrining PTM telah dilaksanakan terlebih dahulu oleh kader SMARThealth Desa Sumberpucung dan tenaga kesehatan dari Puskesmas sebelum pembukaan, maka ratusan pelajar yang terdiri dari siswa dan siswi langsung mengikuti skrining dengan CO Analyzer untuk mengetahui kadar CO di dalam tubuh seseorang.

Pelaksana untuk sikrining CO Analyzer di Sasana Krida Wiyata dilakukan oleh 4 orang Dokter Muda dari FK UNISMA. Untuk siswanya, skrining dilakukan di sisi timur dengan 2 dokter muda pria, dan bagi siswinya, diskrining oleh 2 dokter muda wanita di sisi barat.

Perlu diketahui, dari jumlah pelajar SMPN 2 Sumberpucung sebanyak 1097 orang hanya diambil sejumlah 205 orang untuk diambil sampel dalam skrining ini. Sedangkan untuk guru atau pendidiknya tidak dibatasi jumlah. Di SMPN 2 Sumberpucung memiliki 68 orang guru dan 13 tenaga pendidikan. Jadi, jumlahnya ada 81 orang ditambah dengan 6 orang Komite Sekolah yang aktif berkegiatan di sekolah.

Suasana skrining PTM dan Mata di Ruang UKS (School Health Clinic) SMPN 2 Sumberpucung

Pada acara ini, guru atau pendidik juga mengikuti skrining PTM dan CO Analyzer bertempat di ruang UKS (School Health Clinic) di sebelah barat Sasana Krida Wiyata. Skrining PTM dilakukan oleh kader SMARThealth Desa Sumberpucung dan Dokter PPDS Mata FKUB, sementara untuk skrining CO Analyzer dilakukan setelah skrining pelajarnya selesai dulu.

Acara Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di SMP 2 Sumberpucung ini selesai pada pukul 12.00 WIB.  *** [060923]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Jumat, 01 September 2023

Kemenkes dan UNICEF Adakan Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Keswa Di Sekolah

Dua hari ini (31 Agustus – 1 September 2023), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan UNICEF mengadakan Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah, yang digelar di Meeting Room Singhasari Hotel Grand Kanjuruhan, Kepanjen.

Dipilihnya Kabupaten Malang di Provinsi Jawa Timur, karena Kabupaten Malang termasuk dalam 5 locus project UNICEF yang bekerja sama dengan Kemenkes dalam Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah, selain Banda Aceh (Provinsi Aceh), Rembang dan Blora (Jawa Tengah), serta Sumba Barat dan Sumba Tengah (NTT).

Acara kegiatan ini dihadiri oleh Kemenkes, UNICEF, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kanwil Kemenag Kabupaten Malang, 5  Puskesmas Pengampu Sekolah Model (masing-masing 2 orang: Pemegang Program Jiwa dan UKS), dan 5 Sekolah Model (masing-masing 4 orang: Kepala Sekolah, Guru BK, Guru UKS, dan 1 perwakilan siswa berprestasi), serta seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Seluruh peserta Orientasi berpose bersama di Meeting Room Singhasari Hotel Grand Kanjuruhan, Kepanjen

Dari Kemenkes ada 3 orang Tim Kerja Keswa dan Kemitraan, yakni dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ (Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Direktorat Kesehatan Jiwa), dr. Lucia Maya Savitri, MARS (Analis Kebidajakan Ahli Muda Direktorat Kesehatan Jiwa), dan Kartika Handayani, S.Psi, M.Si (Peneliti Ahli Muda Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan), dan UNICEF dihadiri oleh Riana Wulandari, SKM, M.Sc (Health Officer UNICEF Indonesia Country Office).

Dinkes Provinsi Jawa Timur diwakili staf Seksi P2PTM Citra Ervina Ahiyanasari, SKM, dan Dinkes Kabupaten Malang terlihat Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM dan 2 staf (Imam Ghozali, S.Kep.Ners dan Wildan Adi Yatma, S.Psi).

Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dihadiri oleh Hakso Gatut Prambono, S.H. (Kasi SMA dan PKLK Dinkes Kabupaten Malang), dan dari Kemenag Kabupaten Malang terlihat Imam Subachi (staf Pendma Kemenag Kabupaten Malang).

Sambutan dari Ketua Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes RI

Kemudian Puskesmas Pengampu Sekolah terdiri dari Bululawang, Gondanglegi, Pakisaji, Kepanjen, dan Sumberpucung. Sedangkan, kelima Sekolah Model tersebut meliputi Madrasah Aliyah (MA) An-Nur Bululawang, SMK 7 Gondanglegi, SMK Budi Mulia Pakisaji, SMA Negeri 1 Kepanjen, dan SMA Negeri 1 Sumberpucung.

Sementara itu, daftar narasumber dalam acara kegiatan Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah menghadirkan dari Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jawa Timur, dan Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) Malang Raya.


Hari Pertama

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB diawali dengan sambutan dan pembukaan kegiatan Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah di Kabupaten Malang.

Sambutan pertama disampaikan oleh dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ sebagai Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes. Dalam sambutannya, dr. Edduwar mengatakan bahwa tingginya kasus keswa anak sekolah cenderung semakin meningkat, sehingga perlu adanya upaya pengendalian dan pencegahan keswa anak sekolah.

“Dengan ini kami, Kemenkes bekerja sama dengan UNICEF melaksanakan Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah di Kabupaten Malang dengan mengundang 5 Puskesmas Pengampu Sekolah Model dan 5 Sekolah Model,” jelas dr. Edduwar dalam acara pembukaan di hari pertama.

Pemaparan materi dari Ketua Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes

Yang terpenting, menurut dr. Edduwar, adalah Guru BK berperan penting dalam upaya keswa bagi anak sekolah dengan teknik konseling yang akan diiplementasikan untuk mengatasi permasalahan bullying, slow learning, gangguan NAPZA, penyimpangan seksual, bolos, dan kenakalan anak lain.

Usai sambutan dari Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kushayanto, SKM.

Pada kesempatan itu, Paulus Gatot memberikan gambaran mengenai permasalahan keswa di Kabupaten Malang. Dari jumlah penduduk di Kabupaten Malang sebanyak 2.650.825 jiwa, capaian pelayanan kesehatan bagi penderita ODGJ yang ditemukan dan dilayani sebanyak 3.587 jiwa (112,8%). 

Peserta Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Keswa di Sekolah

Tapi, kata Paulus Gatot, capaian skrining jiwa dengan Self Report Questionnaire (SRQ) 20 dan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) masih rendah atau sekitar 3,9% dari target sebesar 30%. Dari hal tersebut menunjukkan bahwa upaya preventif yang berupa deteksi dini masih sangat rendah dari yang ditargetkan.

Selesai sambutan-sambutan, acara langsung diteruskan dengan pemaparan sejumlah materi. Materi pertama diisi dari Ketua Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes dr. Edduwar dengan judul “Upaya Kesehatan Jiwa Di Sekolah: Terinterasi dengan Kegiatan Sekolah Sehat”.

Lalu, disambung dengan materi kedua yang disampaikan oleh Binar Al Kautsar, M.Psi dari IPK Indonesia Wilayah Jawa Timur dengan titel “Meningkatkan Harga Diri Remaja:Cara untuk membantu remaja merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri serta meningkatkan harga diri mereka.”

Narasumber dari Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Wilayah Malang Raya

Kemudian pemaparan materi ketiga disampaikan oleh narasumber dari Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) Malang Raya, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ. Ada dua materi yang disajikan oleh dr. Friliya, yaitu “Mengatasi Stress” dan “Mengatasi Emosi.”

Acara Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah di hari pertama ini selesai pada pukul 16.02 WIB.


Hari Kedua

Hari kedua ini merupakan kelanjutan dari acara hari pertama mengingat banyaknya materi yang perlu dijelaskan kepada peserta Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah.

Acara di hari kedua dimulai pada pukul 08.57 WIB dengan diawali pemaparan materi yang disampaikan oleh Binar Al Kautsar, M.Psi dari IPK Indonesia Wilayah Jawa Timur dengan judul “Bagaimana Remaja Menangani Tekanan Teman Sebaya?”

Setelah itu disambung dengan pemaparan materi dari dr. Lucia Maya Savitri, MARS dari Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes dengan tema Persiapan yang sistematika pembahasannya meliputi analisa situasi, kegiatan pokok dan pengorganisasian, serta perencanaan intervensi.

Narasumber dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Jawa Timur

Usai materi dari dr. Lucia, acara pun diisi dengan ishoma (istirahat, sholat, makan). Waktu ishoma di hari kedua ini lebih panjang ketimbang di hari pertama karena ada kewajiban bagi peserta laki-laki untuk menunaikan sholat Jumat.

Masuk ke Meeting Room Singhasari lagi pada pukul 13.05 WIB, dan acara diisi dengan pemaparan materi dari Ketua Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes dr. Edduwar dengan mengambil judul “Toolkit Membantu Remaja Berkembang.”

Selesai materi dr. Edduwar, acara berikutnya adalah pembuatan timeline sebagai bagian dari rencana tindak lanjut (RTL) setelah pulang dari Orientasi Pengembangan Model Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) di Sekolah ini.

Pemaparan materi dari staf Tim Kerja Keswa dan Kemitraan Kemenkes 

Lima sekolah yang hadir dalam kegiatan ini diminta menjadi agent of change dengan membentuk kader sebanyak 20 orang, yang terdiri dari 3 guru ditambah dengan 17 siswa dengan Surat Keputusan dari Kepala Sekolah.

Kader tersebut nantinya akan mengorganisir dan menyusun perencanaan. Setelah kegiatan pokoknya berjalan, mereka akan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menyelenggarakan skrining keswa maupun Survey Mawas Diri (SMD) mulai minggu depan.

Selesai skrining keswa maupun SMD, mereka akan lanjut melaksanakan literasi keswa dan KIE. Bulan berikutnya baru orientasi kader kesehatan di sekolah, monitoring, dan evaluasi.

Acara kegiatan di Hote Grand Kanjuruhan Kepanjen ini ditutup pelaksanaannya oleh Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang pada pukul 16.10 WIB. *** [010923]

Share:

Rabu, 30 Agustus 2023

Dua SD di Ngebruk Dapat Kunjungan Kemenkes dan UNICEF Dalam Rangka Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok

Setelah kemarin berkegiatan di MA An-Nur Bululawang, hari ini (Rabu, 30/08), Kemenkes dan UNICEF mengadakan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di dua Sekolah Dasar (SD) yang ada di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Kedua SD tersebut, yaitu SD Negeri 1 Ngebruk dan SD Negeri 4 Ngebruk. SD Negeri (SDN) 1 Ngebruk berada di Jalan Nasional III, Dusun Krajan RT 20 RW 03 Desa Ngebruk, dan SDN 4 Ngebruk beralamatkan di Jalan Kodari No. 116 Dusun Mentaraman, Desa Ngebruk. Jarak dari SDN 1 Ngebruk ke SDN 4 Ngebruk adalah 1,1 kilometer.

UNICEF Chief of Java Field Office berdialog dengan murid-murid SDN 1 Ngebruk dalam Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah dari Kemenkes, UNICEF, Forum Anak Kabupaten Malang, Dinkes Kabupaten Malang, Puskesmas Sumberpucung, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Sumberpucung, kader SMARThealth Desa Ngebruk, dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Kemenkes diwakili dua staf, yaitu Yolmi Satri, SKM dan Fika Destari, S.E. Lalu, rombongan UNICEF terdiri dari Riana Wulandari (Health Officer UNICEF Indonesia Country Office), Hafiz Al Asad (Communication Officer UNICEF Indonesia Country Office), Tubagus Arie Rukmantara, M.Sc., M.H. (UNICEF Chief of Java Field Office), dan Dr. Armunanto, MPH (Health Specialist Office Java Field Office).

Dari Dinkes Kabupaten Malang, terlihat dua staf PTM dan Keswa, yaitu Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners dan Candra Hernawan, S.Kom. Sementara itu, dari Puskesmas Sumberpucung ada Sugianto, S.Kep.Ners, M.Kes (KTU), Istitik Wahyuni, S.Kep.Ners (PP PTM), dr. Mentari Indah Bramanti (dokter fungsional), Nur Kusniati, A.Md. Keb (Petugas UKS), Rahmad Kurniawan, A.Md.Kep (perawat desa Ngebruk), dan Iik Cahyo Putri Suciningati, A.Md.Kep (bidan desa Ngebruk).

Skrining CO Analyzer murid-murid SDN 1 Ngebruk berumur 10 tahun ke atas

Lalu, dari Forum Anak Kabupaten Malang tampak Aryasta Keananda Pradipa Yudha, dan dari Korwil Dinas Pendidikan Sumberpucung adalah Eko Susanto, M.Pd, serta kader SMARThealth Desa Ngebruk ada tiga orang, yakni Nikmatul Ajizah Gumi Ariani, Sriati Gita Rahayu, dan Siti Aisyah.

Berbeda dengan saat Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di MA An-Nur Bululawang, kegiatan di dua SD ini tidak ada skrining PTM. Skrining yang dilakukan hanya dengan menggunakan Serenity CO Analyzer Pro, yaitu perangkat skrining Karbon Monoksida untuk membantu setiap orang yang ingin mengetahui seberapa banyak tingkat CO ada di tubuh mereka atau di lingkungan mereka yang dapat membahayakan kehidupan.

Rombongan yang hadir diterima dengan ramah oleh Kepala SDN 1 Ngebruk, Sri Rahayu, S.Pd., beserta jajarannya. Acara dimulai pada pukul 09.09 WIB di SDN Ngebruk 1. Mula-mula murid kelas 4, 5, dan 6 dikumpulkan di ruang kelas III dan II terhubung. Mereka mendengarkan terlebih dahulu pengantar dari Kemenkes, lalu dilanjutkan dengan pemberian materi bahaya merokok dari Aryasta Keananda Pradipa Yudha (Forum Anak Kabupaten Malang).

Suasana skrining CO Analyzer di Aula SDN 1 Ngebruk

Setelah rombongan UNICEF tiba di SDN 1 Ngebruk, acara langsung diisi dengan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok. Tubagus Arie Rukmantara selaku UNICEF Chief of Java Field Office senantiasa menyempatkan diri untuk berdialog dengan murid-murid. Dipanggil satu persatu untuk beberapa orang murid.

Dalam berdialog tersebut, Arie selalu menyelipkan pesan untuk memastikan murid-murid di sini mempunyai cita-cita tanpa harus merokok. Makanya, setiap usai berdialog, Arie selalu mengingatkan kepada murid, “Kalau mencapai cita-cita tidak boleh merokok.”

Usai kampanye yang sarat dengan pesan-pesan dari UNICEF, murid-murid dipanggil secara berkelompok menuju ke aula untuk mengikuti skrining CO Analyzer yang dilakukan oleh Bastamil Anwar Aziz (Dinkes), Istitik Wahyuni (Puskesmas Sumberpucung), dan dr. Mentari Indah Bramanti (Puskesmas Sumberpucung).

Usai diskrining CO Analyzer, murid-murid membubuhkan tanda tangan dan menulis pesan untuk tidak merokok dengan kata-kata mereka sendiri

Di SDN 1 Ngebruk ini ada 100 orang yang diskrining CO Analyzer, yang diambil dari murid kelas 4, 5, dan 6. Setelah ikut skrining, murid-murid membubuhkan tanda tangan dan kata-kata berisi anjuran tidak merokok di banner Siap Menerapkan Sekolah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok, dan setelah itu diteruskan dengan mengisi daftar hadir sambil mengambil snack maupun nasi kotak yang telah disediakan oleh Kemenkes.

Selesai skrining CO Analyzer bagi 100 murid SDN 1 Ngebruk, rombongan bergerak menuju ke SDN 4 Ngebruk untuk berkegiatan yang sama dengan apa yang telah dilakukan di SDN 1 Ngebruk. 

Tiba di SDN 4 Ngebruk, rombongan diterima dengan ramah oleh Kepala SDN 4 Ngebruk, Suci Wulandari, S.Pd.SD beserta jajarannya. Di SDN 4 Ngebruk dilakukan skrining CO Analyzer terhadap 105 orang murid, yang diambil dari kelas 3, 4, 5, dan 6 SD. Syaratnya minimal berumur 10 tahun.

Suasana skrining CO Analyzer di SDN 4 Ngebruk

Jadi, total skrining CO Analyzer dari dua SD di Ngebruk itu ada 205 murid, sama banyaknya saat melakukan skrining CO Analyzer tatkala melakukan Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di MA An-Nur Bululawang, sehari sebelumnya. Hasil skrining sebanyak 205 murid dari dua SD itu, untuk entry datanya dibantu oleh tiga kader SMARThealth dari Desa Ngebruk.

Pulang dari SDN 4 Ngebruk usai mencicipi hidangan yang telah disediakan, rombongan kembali ke SDN 1 Ngebruk untuk berpamitan karena tadi mengejar waktu sebelum murid SDN 4 Ngebruk pada pulang semua. Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan berpamitan kepada Kepala SDN 1 Ngebruk setelah disuguhi aneka hidangan dan bakso. *** [300823]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 29 Agustus 2023

UNICEF dan Kemenkes Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok di MA An-Nur Bululawang

Sebuah mobil Kijang berplat nomor CD memasuki halaman Madrasah Aliyah (MA) An-Nur yang terletak di Jalan Diponegoro 4 No. 262 Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kepanjangan dari CD adalah Corps Diplomatic atau disebut juga dengan Corps Consulaire (CC). Biasanya yang menggunakan plat berkode CD merupakan kendaraan milik kedutaan besar dari negara-negara yang membuka kantor perwakilannya di Indonesia, juga bisa merupakan kendaraan dari organisasi internasional.

Berpose bersama siswa santriwan MA An-Nur Bululawang

Mobil Kijang berplat nomor CD itu ternyata mobil rombongan dari United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) atau Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hari ini, Selasa (29/08), UNICEF bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengadakan Kampanye Generasi Sehat Tanpa Rokok di MA An-Nur Bululawang yang dipusatkan di Aula MA yang berada di lantai 3 di dalam kompleks sekolahan, yang merupakan milik Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur.

Sambutan dari perwakilan Kemenkes RI

Rombongan UNICEF terdiri dari empat orang. Tiga orang datang duluan, terdiri dari Riana Wulandari (Health Officer UNICEF Indonesia Country Office), Hafiz Al Asad (Communication Officer UNICEF Indonesia Country Office) dan Dr. Armunanto, M.PH (Health Specialist Java Field Office), sedangkan Tubagus Arie Rukmantara, M.Sc., M.H. (UNICEF Chief of Java Field) datang menyusul. Sementara dari Kemenkes, terlihat Yolmi Satri, SKM dan Fika Destari, S.E.

Selain UNICEF dan Kemenkes, acara ini juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dan Puskesmas Bululawang serta seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB). 

Siswa santriwan ikuti skrining dengan CO Analyzer

Dari Dinkes ada dua orang dari Sub Substansi PTM dan Keswa, yakni Bastamil Anwar Aziz, S.Kep. Ners dan Candra Hernawan, S.Kom. Kemudian dari Puskesmas Bululawang hadir enam orang, meliputi drg. Lely Kumalasari (Kepala Puskesmas), dr. Nugraha Saputra (dokter fungsionalis), dan empat perawat (Intati, Ike Sri Mey Wulan, Nur Azizah, dan Anis Indah Sari).

Kehadiran mereka semua disambut langsung oleh Kepala MA An-Nur Bululawang, K.H. Mursidi, S.Ag, M.Pd.I beserta sejumlah jajaran guru dan siswa santriwan. Siswa santriwatinya belum tampak. Karena dalam tradisi ponpes, jam sekolah antara siswa santriawan dan siswa santriwati harus dipisah.

Staf Kemenkes bersama UNICEF berdialog dengan siswa santriwan

Pada acara kampanye ini berisikan sejumlah kegiatan, seperti pemaparan materi, skrining faktor risiko PTM dan diagnostik menggunakan Serenity CO Analyzer PRO, yaitu perangkat skrining Karbon Monoksida untuk membantu setiap orang yang ingin mengetahui seberapa banyak tingkat CO ada di tubuh mereka. Alat ini dapat membantu keberhasilan orang dalam berhenti merokok.

Pemaparan materi dengan judul “Zaman sekarang ga ngerokok? Emang keren?” disampaikan oleh Aryasta Keananda Pradipa Yudha dari Forum Anak Kabupaten Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, yang  juga Koordinator Divisi Teknologi dan Informasi.

Berpose bersama siswa santriwati MA An-Nur Bululawang

Usai pemparan materi, acara langsung dilanjutkan dengan kegiatan skrining PTM maupun CO Analyzer yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Bululawang, baik dokter maupun perawatnya.

Dari banyaknya siswa yang berjumlah sekitar 670-an orang itu, akan diambil 205 orang untuk mengikuti skrining PTM dan CO Analyzer dalam kegiatan tersebut, yang dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh siswa santriwan, dan lepas Dhuhur dan makan siang acara disambung dengan skrining PTM dan CO Analyzer bagi siswa santriwati.

Siswa santriwati ikuti skrining dengan CO Analyzer

Setiap sesi diisi juga pembagian kaos biru bertuliskan "I Support UNICEF untuk setiap anak" bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh UNICEF, dan sekaligus ajakan untuk hidup sehat tanpa rokok. Pada sesi siswa santriwan dibagikan tiga kaos, begitu pula pada sesi siswa santriwati juga dibagikan tiga kaos.

Dari hasil skrining PTM, diketahui bahwa siswa baik santriwan maupun santriwati nihil dalam memiliki faktor risiko PTM. Namun pada skrining dengan CO Analyzer diketahui terdapat dua siswa santriwan yang mendapatkan hasil pengukuran yang di atas normal. Artinya, dua orang siswa santriwan tersebut mempunyai faktor risiko terhadap risiko PTM yang disebabkan oleh rokok.

Usai diajak berdialog dengan bahasa Inggris  bersama UNICEF Chief of Java Field, santriwati mendapatkan kaos biru I Support UNICEF untuk setiap anak

Oleh karena itu, UNICEF melakukan sosialisasi untuk tidak merokok. Karena merokok adalah salah satu faktor yang paling berbahaya menimbulkan PTM, seperti jantung, stroke, diabetes, hipertensi, dan sebagainya.

UNICEF ingin membantu anak-anak Indonesia untuk bertahan hidup dan berkembang maksimal dari usia dini hingga remaja. Dengan semakin meningkatnya prevalensi perokok anak, maka UNICEF bersama Kemenkes menginisiasi Kampanye Generasi Muda Sehat Tanpa Rokok. *** [290823]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog