Tampilkan postingan dengan label dokter muda FKUB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter muda FKUB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2021

Giat Posbindu SMARThealth Bersama Dokter Muda FKUB Di Desa Sepanjang

Giat Posbindu SMARThealth Desa Sepanjang hari ini, Sabtu (20/11/2021), diadakan bersama dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) di Pendopo Balai Desa Sepanjang yang terletak di Jalan Basuki Rahmat No. 111 Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran dokter muda FKUB pada giat Posbindu SMARThealth itu sehubungan dengan kegiatan Kepaniteraan Klinik Madya (KKM) di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (IKM KP) FKUB periode November – Desember 2021.

Kader SMARThealth berpose bersama pamong desa, tenaga kesehatan Puskesmas Gondanglegi, dokter muda FKUB, dan staf Dinkes Kabupaten Malang

Kepaniteraan klinik stase Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari rotasi klinik pendidikan dokter. Para dokter muda itu menggunakan wahana pembelajaran di desa SMARThealth di Kabupaten Malang untuk diagnosis komunitas.

Diagnosis komunitas merupakan upaya yang sistematis yang meliputi upaya pemecahan masalah kesehatan keluarga sebagai unit primer komunitas masyarakat sebagai lokus penegakan diagnosis komunitas. Tujuannya adalah agar teridentifikasi permasalahan yang mendasar dan menyusun solusi pemecahan masalah kemudian dicarikan alternatif pemecahan masalah.

Diagnosis komunitas diawali dengan melakukan analisis situasi, identifikasi masalah, penyebab masalah, prioritas masalah sampai alternatif pemecahan masalah. Tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk melakukan diagnosis komunitas oleh dokter muda dari Kelompok 2 di bawah bimbingan dr. Asri Maharani, MMRS, Ph.D, dan dr Ayunda Dewi Jayanti ini adalah Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi.

Penyuluhan kesehatan oleh dokter muda FKUB

Acara giat Posbindu SMARThealth dibuka oleh kader SMARThealth Usfatul Ulumiyah pada pukul 08.15 WIB setelah warga mulai berdatangan. Warga dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan. Sambil menunggu warga yang lain, para dokter muda FKUB yang terdiri dari Muhammad Revi Ramadhan, Fadiah Desnawisk, Angie Devina, Evira Natasya Yusuf, Hilma Hanifiati, dan Andranissa Amalia Pashira melakukan diagnosis komunitas perihal Pengaruh Edukasi Komunitas Terhadap Pengetahuan Pola Hidup Sehat Pada Penderita Hipertensi.

Dalam diagnosis komunitas ini, warga diminta mengisi kuesioner berisi 25 pertanyaan yang dibagi menjadi 5 bagian, yaitu Identitas, Topik 1: Intervensi Hipertensi, Topik 2: Intervensi Pola Makan, Kebiasaan Merokok, dan Topik 3: Intervensi Aktivitas Fisik.

Setelah itu dilanjutkan dengan mengisi jawaban dengan cara mencentang jawaban (benar/salah) pada pretest yang terdiri atas 10 pertanyaan. Pretest ini sebagai kegiatan menguji tingkat pengetahuan warga terhadap materi yang akan disampaikan. Kegiatan pretest dilakukan sebelum penyuluhan diberikan.

Pengukuran tekanan darah oleh kader SMARThealth dan dokter muda FKUB

Pukul 08.45 WIB acara diisi dengan penyuluhan kesehatan yang berhubungan dengan pola hidup sehat pada penderita hipertensi. Keenam dokter muda itu memberikan penyuluhan secara bergantian. Materi yang diberikan menyangkut hipertensi, diet gizi seimbang, kepatuhan minum obat, dan aktivitas fisik.

Usai penyuluhan, baru dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan mengikuti alur yang biasa diterapkan pada giat Posbindu SMARThealth. Diawali dengan meja 1 sebagai meja registrasi. Warga yang hadir dalam giat Posbindu SMARThealth akan menyerahkan undangan beserta KTP/KK/BPJS.

KTP tersebut akan distaples dengan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas). Pada saat kader SMARThealth Usfatul Ulumiyah menuliskan identitas, warga dipersilakan duduk dulu.

Cek gula darah, kolesterol maupun asam urat

Kader Ulfa akan menuliskan NIK, Nama, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Provinsi, Kabupaten Alamat, Pekerjaan, Status Perkawinan, dan Nomor HP ke dalam Kartu Skrining tadi. Lembar Kartu Skrining kemudian akan diambil oleh dokter muda yang bertugas melakukan pengukuran tinggi/berat badan serta lingkar perut. Ada tiga dokter muda yang bertugas di situ, yaitu Evira Natasya Yusuf, Hilma Hanifiati, dan Andranissa Amalia Pashira. Hasilnya dituliskan pada Kartu Skrining nomor 14 (IMT).

Sebelum penyuluhan, yang melakukan pengukuran tinggi/berat badan serta lingkar perut adalah kader SMARThealth Lilik Kusmiati dan Lina Lestari. Namun usai penyuluhan, kedua kader SMARThealth itu langsung menempati meja 5 untuk melakukan input data dengan aplikasi eKader.

Dari meja 1, warga akan lanjut ke meja 2 sebagai tempat pengukuran tekanan darah. Di meja 2 ini ada kader SMARThealth Istinah dan Eny Yuliati yang melayani pengukuran tensi, yang dibantu oleh dua dokter muda FKUB, yaitu Muhammad Revi Ramadhan dan Fadiah Desnawisk. Hasil tensinya dicatat di Kartu Skrining nomor 13 (tekanan darah).

Tim SMARThealth UB mendengarkan konsultasi kesehatan di meja 4

Usai meja 2, warga bergeser ke sebelah utara menuju meja 3. Meja 3 ini merupakan meja untuk melakukan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat. Di meja 3 ada kader SMARThealth Ifa Lutfiyah dan Masito yang akan melayani cek gula darah, kolesterol maupun asam urat warga.

Dari meja 3, warga bergeser ke utara lagi di sisi barat pendopo menuju ke meja 4. Meja 4 merupakan meja konsultasi. Sebelum penyuluhan, ada perawat Desa Sepanjang Istuning Nur Choirunnisa, A.Md. Kep. Akan tetapi usai penyuluhan, dokter muda Angie Devina segera membantu perawat tersebut dalam memberikan layanan konsultasi kesehatan kepada warga. Bagi yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi, warga akan diberikan obat.

Meja 4 ini merupakan akhir pemeriksaan warga terkait skrining faktor risiko PTM. Oleh sebab itu, usai dari meja 4, warga sudah boleh pulang atau meninggalkan pendopo. Sementara itu, Kartu Skrining yang sudah terisi penuh saat sampai di meja 4, akan dibawa ke meja 5 sebagai tempat input data dengan aplikasi eKader.

Input data dengan aplikasi eKader

Di meja 5 ini terdengar banyak kendala yang dijumpai dalam melakukan input data. Setiap mengentri, pada saat masuk provinsi kerap munyer (berputar) saja. Ada tiga HP milik kader SMARThealth sering mengalami hang aplikasi, yaitu milik Istinah, Usfatul Ulumiyah, dan Masito. Sedangkan, untuk HP milik Eny Yuliati tidak terkendala, karena HP nya masih baru.

Acara giat Posbindu SMARThealth ini dihadiri oleh staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Wildan Adi Yatma, S.Psi., Sekretaris Desa (Carik) Afif Jauhari, Kamituwo Dusun Kasin Kasyanto, Kamituwo Sonokembang Maryanto, penanggung jawab program PTM Puskesmas Gondanglegi Ilham Tri Wicaksa, A.Md. Kep., dan perwakilan Tim SMARThealth UB.

Acara giat Posbindu SMARThealth bersama para dokter muda FKUB berakhir pada pukul 11.22 WIB. Kemudian dilanjutkan foto bersama pamong Desa Sepanjang, dan kembul bujana dengan rujak cingur khas Desa Sepanjang yang pedas menggoda.

Dari undangan yang diedarkan sebanyak 70 lembar di lingkungan RW 01 dan RW 02, warga yang hadir untuk memeriksakan diri ada 50 orang dengan rincian 7 orang laki-laki dan 43 perempuan. Dari 50 orang yang diperiksa itu, ditemui 23 orang yang memiliki hasil pengukuran tekanan darah tergolong tinggi, 4 orang terindikasi mempunyai faktor risiko diabetes, dan 5 orang memiliki hasil cek asam urat yang tergolong tinggi. *** [201121]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Kamis, 18 November 2021

Penyuluhan Dokter Muda FKUB Dalam Giat Posbindu SMARThealth Di Desa Sukolilo

Posbindu SMARThealth merupakan suatu kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam melakukan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik, utamanya yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular dan pembuluh darah lainnya.

Fokus deteksi dini faktor risiko terkait penyakit kardiovaskular yang umum dilakukan dalam giat Posbindu SMARThealth itu meliputi hipertensi, diabetes mellitus, dan obesitas. Terkait dengan hal itu, para dokter muda dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (IKM KP) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) mengadakan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan.

Kepala Desa Sukolilo berpose bersama dokter muda FKUB, Babinsa, dan tenaga kesehatan

Pemeriksaan dan penyuluhan para dokter muda dari Kelompok 5 dibawah asuhan pembimbing dr. Nikma Fitriasari, MMRS, ini diadakan di rumah Ibu Halimatus Sa’diyah yang berada di Dusun Patuk RT 28 RW 11 Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (18/11/2021).

Giat dokter muda ini menyatu dalam giat Posbindu SMARThealth Desa Sukolilo. Acara dimulai pada pukul 08.53 WIB setelah ada tiga orang mengawali datang dalam giat Posbindu SMARThealth tersebut. Alur pemeriksaan faktor risiko atau skrining sama seperti pada umumnya, hanya saja karena ada dokter muda yang juga bermaksud menyelenggarakan pembelajaran, maka sejumlah meja yang biasanya dilayani oleh kader SMARThealth, untuk sementara ditangani oleh para dokter muda dari FKUB tersebut.

Pengukuran tekanan darah oleh dokter muda FKUB

Begitu warga datang ke lokasi gelaran Posbindu SMARThealth, mereka diminta menyerahkan foto kopi KTP. Penerimanya adalah bidan Sari Diah, A.Md. Keb. Oleh bidan, foto kopi KTP itu akan distaples bersama dengan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas) dan Kuesioner Surveillance Penyakit Tidak Menular (PTM) Berdasarkan WHO STEPS Instrument for Non-Communicable Disease Risk Factor Surveillance.

Setelah distaples, berkas itu diberikan kepada warga untuk mengikuti tahap pemeriksaan faktor risiko. Dari tempat duduk bidan, warga disuruh melakukan pengukuran tinggi/berat badan serta lingkar perut. Pengukuran tersebut dilayani oleh dokter muda Emanuela Indah Hanani. Hasil pengukurannya dicatat oleh kader Pembantu Petugas (Bagas) Desa Siaga, Umrotul, ke dalam Kartu Skrining dan Kuesioner Surveillance Penyakit Tidak Menular (PTM).

Cek gula darah oleh dokter muda FKUB

Dari situ, kemudian warga diminta untuk menuju ke meja pemeriksaan tekanan darah. Di meja itu terdapat dua dokter muda, yaitu Muhammad Dzulfikar Arminsya dan Eriska Siti Rohmania, yang siap melakukan pengukuran tekanan darah secara manual. Hasil pengukurannya juga dituliskan ke dalam Kartu Skrining Posbindu PTM.

Usai ditensi, warga bergeser ke tempat duduk yang berada di sebelah utaranya. Tempat duduk itu berada di meja pemeriksaan gula darah. Di meja itu terdapat dua dokter muda Merlin Muktiali dan Cindy Widika Pratiwi yang melayani cek gula darah. Hasilnya dicatat ke dalam Kartu Skrining Posbindu PTM.

Penyuluhan hipertensi, diabetes mellitus dan gaya hidup CERDIK

Dilihat dari hasil pengukuran tekanan darah dan cek gula darah bila mengindikasikan di atas rata-rata, maka warga dipersilakan menuju ke meja konsultasi. Sebelum penyuluhan dokter muda, konsultasi dilayani oleh perawat Sela Novitasari, A.Md. Kep., namun setelah penyuluhan, konsultasi dilakukan oleh dr. Anggi Gilang Yudiansyah dari Puskesmas Wajak. Karena perawat Sela dan penanggung jawab program PTM Puskesmas Wajak Nurul Hidayati, A.Md. Kep. bergegas menuju ke Desa Dadapan untuk terlibat dalam vaksinasi.

Bagi yang tidak terindikasi memiliki faktor risiko tinggi, warga langsung dipersilakan masuk ke dalam ruang tamu rumah Ibu Halimatus Sa’diyah. Di ruang tamu itu, warga diminta untuk mengisi Kuesioner Surveillance Penyakit Tidak Menular (PTM), yang halaman 1 dan 2 dulu (pretest). Yang halaman 3 mengisinya nanti setelah penyuluhan selesai (posttest). Yang tidak bisa baca tulis dipandu oleh kader SMARThealth yang sedang melakukan entry data langsung menggunakan aplikasi eKader di ruang tamu tersebut. Ada lima kader SMARThealth yang ada di ruang tamu tersebut, yaitu Sofi’iyah, Khoirul Lutfi, Lailatul Nikmah, Wiwin Hidayati, dan Puput Endang Setyowati.

Dokter Puskesmas Wajak sedang memberikan konsultasi kepada warga

Pukul 10.00 WIB diadakan penyuluhan bertempat di ruang tamu yang bisa memuat sampai 40 orang lebih. Yang memberikan penyuluhan perihal hipertensi, diabetes mellitus, dan gaya hidup CERDIK ini dilakukan oleh dua dokter muda, yaitu Emanuela Indah Hanani dan Merlin Muktiali.

Selesai penyuluhan, warga sudah boleh meninggalkan tempat dan pulang. Pada waktu itu yang hadir baru 45 orang dari 50 undangan yang telah disebar. Kekurangannya akhirnya dibantu oleh pemilik rumah dan Babinsa Agung ST untuk menggenapinya. Tapi ternyata yang datang ada 8 orang.

Kader SMARThealth foto bersama dokter Puskesmas Wajak, dokter muda FKUB dan perawat Desa Sukolilo

Mereka dilayani oleh para dokter muda dan langsung konsultasi dengan dr. Anggi Gilang Yudiansyah. Sang dokter yang ramah itu akan memberikan “wejangan kesehatan” kepada warga tersebut dengan sabar, dan akan diberikan obat secukupnya. Pemberian obat ini dibantu oleh perawat Desa Sukolilo, Fahazzah Indra Lukmana, A.Md. Kep.

Dalam giat Posbindu SMARThealth yang dihadiri oleh Kepala Desa Sukolilo Joni Arifin, Kepala Dusun Patuk Mohammad Soleh, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) ini, selesai pada pukul 11.27 WIB. Giat itu berhasil memeriksa faktor risiko warga sebanyak 53 orang, dengan rincian 6 orang laki-laki dan 47 orang perempuan. *** [181121]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Selasa, 16 November 2021

Tiga Kegiatan dalam Posbindu SMARThealth di Desa Majangtengah

Hari ini, Selasa (16/11), giat Posbindu SMARThealth Desa Majangtengah sedikit berbeda dengan giat Posbindu SMARThealth sebelumnya. Dalam Posbindu itu terdapat tiga kegiatan yang bersamaan dan saling terkait, yaitu skrining, penyuluhan dan vaksinasi. 

Hal itu dikarenakan pada hari ini kebetulan merupakan jadwal para dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) mengadakan pembelajaran dalam giat Posbindu tersebut. Pembelajaran dokter muda ini merupakan bagian dari stase yang harus dilalui olehnya, yaitu stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). 

Kader, tenaga kesehatan, kepala dusun dan dokter muda FKUB dalam harmoni Posbindu SMARThealth

Keseharian pada stase ini di antaranya mengikuti kegiatan-kegiatan seperti posbindu, penyuluhan, dan program kesehatan lainnya. Seperti dalam rapat koordinasi (rakor) Posbindu SMARThealth secara daring (Rabu, 10/11), acara ini telah dijadwalkan sebelumnya.

Tiga kegiatan dalam Posbindu SMARThealth ini diadakan di rumah Bapak Acung di Dusun Lambangsari RT 40 RW 06 Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Dalam giat kali ini, alur pemeriksaan warga dalam skrining juga berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Warga yang datang langsung menyerahkan KTP kepada petugas registrasi penyakit tidak menular (PTM), yaitu kader SMARThealth Siani.

Skrining di Posbindu SMARThealth Majangtengah

Kemudian warga dipersilakan duduk di teras memanjang di sisi timur. Mereka akan dipanggil satu persatu sesuai nomor registrasinya untuk menuju ke meja pemeriksaan tekanan darah dan cek gula darah.

Pada saat menanti panggilan itu, para dokter muda dari FKUB yang terdiri dari Annisa Nurul Qalbi, Michelle Rimbawan, Nabilah Rohadatul Aisy, Ferine Ludytajati, dan Chintyadewi Hesagilang Ramadhani dari Kelompok 1 dalam bimbingan dr. Holipah, Ph.D., melakukan wawancara kepada warga dengan menggunakan kuesioner surveillance penyakit tidak menular (PTM) berdasarkan WHO STEPS instrument for non communicable disease risk factor surveillance.

Warga yang menerima panggilan, akan menuju meja yang ada perawat Desa Majangtengah Irma Yunaningtiyas, A.Md. Kep. untuk diukur tekanan darah/gula darah, dan kader SMARThealth Monica Zayyin yang berada di depan perawat Irma akan melakukan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan thermometer digital infrared atau termometer jidat.

Salah seorang dokter muda FKUB sedang wawancara dengan kuesioner surveillance PTM

Hasil pengukurannya dilaporkan dan dicatat oleh petugas registrasi kedalam form yang menyatu dengan form registrasi. Setelah itu, warga dipersilakan untuk menjumpai kader SMARThealth Hudha Ifiyah dan Gini Ratnawati, untuk diukur tinggi/berat badan serta lingkar perut. Hasilnya dilaporkan kepada kader Siani untuk ditulis di form registrasi tersebut.

Sementara itu, kader SMARThealth Hariani yang duduknya tepat disamping Siani bertugas melakukan entry data dengan menggunakan aplikasi eKader. Pada saat melakukan entry data, aplikasinya kerap mengalami error.

Kemudian warga yang diukur tinggi/berat badan serta lingkar perut, dipersilakan menuju ke dalam rumah Bapak Acung untuk mendengarkan penyuluhan yang akan dilakukan oleh dokter muda dari FKUB itu.

Penyuluhan PTM oleh dokter muda FKUB dalam giat Posbindu SMARThealth

Penyuluhan itu tidak sekaligus untuk warga yang hadir, tapi bertahap sesuai kapasitas dalam ruang tamu rumah Bapak Acung. Tadi terlihat setelah ada 15 orang di dalam ruangan, maka dua dokter muda akan melakukan penyuluhan kesehatan terkait PTM.

Namun sebelum dimulai penyuluhan, kedua dokter muda akan memandu warga untuk melakukan pretest dengan menjawab beberapa pertanyaan. Setelah itu baru dilakukan penyuluhan. Dalam penyuluhan itu, dokter muda menjelaskan masalah faktor risiko PTM seperti hipertensi, diabetes, merokok, obesitas, aktivitas fisik, dan lain-lain.

Usai mendengarkan penyuluhan, warga akan melakukan posttest dengan menjawab pertanyaan yang sama persis pada saat pretest. Setelah itu, warga boleh meninggalkan ruangan dan sudah boleh pulang ke rumah masing-masing.

Staf PTM menjelaskan Posbindu SMARThealth kepada dua kepala dusun

Sebelum benar-benar meninggalkan lokasi giat Posbindu SMARThealth, warga diingatkan kembali oleh perawat Irma bagi yang belum menerima suntik vaksin dan dalam skrining tadi menunjukkan hasil pemeriksaan yang baik maka warga dihimbau untuk ikut vaksinasi. Petugas vaksinasi, bidan Indiyah, A.Md. Keb. siap melayani suntik vaksin warga di dalam giat Posbindu SMARThealth tersebut.

Tampak hadir dalam giat Posbindu SMARThealth ini adalah tiga kepala dusun (Lambangsari, Krajan, Larangan), dua staf PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dan perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Pada pukul 11.02 WIB, staf PTM dan Keswa dan Tim SMARThealth UB serta dua kepala dusun (kasun) dari Krajan dan Larangan yang juga menjadi Satgas COVID-19 Desa Majangtengah diminta tuan rumah untuk berkenan makan lebih dulu di meja makan yang letaknya berada di belakang. Di meja makan, terhidangkan soto daging dan sate ayam.

Suntik vaksin dosis 1 dalam giat Posbindu SMARThealth

Usai makan, kedua staf PTM dan Keswa berpamitan. Sementara, Tim SMARThealth UB masih ingin menyaksikan pelaksanaan vaksinasi dalam giat Posbindu SMARThealth tersebut dalam suasana mendung yang kian menebal dan menghitam.

Menjelang giat Posbindu itu ditutup, ada warga yang ingin memeriksakan diri. Nama warga ini menjadi kelakar di antara kader SMARThealth. Pasalnya, ketika kader Hariani disuruh membacakan nama warga yang periksa itu oleh kader Siani yang bagian melakukan registrasi terjadi hal yang bikin ngakak bagi yang mendengarkannya.

Mbak, tulung wacakno jenenge iku?” tanya kader Siani kepada kader Hariani.

Kemudian kader Hariani membacakan sesuai yang tertulis di dalam KTP warga tersebut. “Jenenge Businten?” jawab kader Hariani.

Lalu, kader Siani menyahut, “Maksude jenenge ibu iku lho?” Sambil menunjuk ke ibu yang sedang diukur tensinya oleh perawat Irma.

“Lha yo iku jenenge Businten?” jawab kader Hariani sambil menyodorkan KTP warga itu kepada kader Siani.

Acara giat Posbindu SMARThealth yang berakhir pada pukul 12.45 WIB, setelah direkapitulasi terhitung ada 72 orang yang ikut skrining dengan rincian 8 laki-laki dan 64 perempuan. Dari 72 orang yang ikut skrining itu, yang berhasil mengikuti suntik vaksin dosis ke-1 itu sebanyak 10 orang karena yang lainnya sudah mendapatkan suntik vaksin sebelumnya. *** [161121]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog