Tampilkan postingan dengan label Astagraphia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astagraphia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2026

Posyandu Anggrek 2 Kepanjen, Sinergi Kader, Korporasi, dan Kesehatan Masyarakat

Pagi tadi, Kamis (15/01), Balai RW 01 Kepanjen cukup ramai. Suasana berbeda dari rutinitas biasa. Bukan seperti biasanya berupa giat Posbindu SMARThealth Anggrek 2, akan tetapi ada giat Posyandu Anggrek 2 yang menjadi binaan PT Astra Graphia Tbk (Astagraphia).

Semangat pagi itu terasa hangat dan penuh makna, menandai kolaborasi apik antara dunia korporasi, dedikasi kader kesehatan, dan tenaga kesehatan dalam membangun generasi sehat dari tingkat paling dasar.

Nakes, kader, ibu balita, bumil dan balita berpose bersama dalam acara Posyandu Anggrek 2 Kepanjen

Sejak Juli 2025, kepercayaan dan dukungan telah diberikan oleh Astagraphia kepada kader kesehatan Kelurahan Kepanjen. Dukungan ini mengukuhkan komitmen mereka dalam menjalankan program Posyandu yang holistik, mencakup pemantauan balita, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan (PMT). Seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang diundang dalam kegiatan tersebut menyaksikan dengan seksama perwujudan nyata program kemitraan ini.

Posyandu Anggrek 2 Kepanjen binaan Astagraphia merupakan sebuah upaya konsolidasi. Ia merangkul cakupan yang lebih luas di wilayah RW 01, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Tujuannya agar sasarannya menjadi lebih banyak, baik balitanya maupun ibu hamilnya (Bumil),” jelas salah seorang kader penggagas. 

Meski kolaborasi ini lahir berkat ubed-nya kader kesehatan, setiap langkahnya senantiasa terkoordinasi rapi dengan tenaga kesehatan (nakes) setempat lewat kemandiriannya bukan instruksional belaka. Penentuan sasaran penerima PMT, misalnya, melalui rekomendasi bidan yang diajukan ke Puskesmas, begitu pula dengan penunjukan kader pendamping.

Suasana giat Posyandu Anggrek 2 Kepanjen, Kabupaten Malang

Semangat kebersamaan benar-benar menjadi napas kegiatan ini. Proses mulai dari memasak, packing, hingga mengantarkan PMT dikerjakan secara bergotong-royong oleh para kader. Laporan bulanan pun disampaikan secara daring, menunjukkan adaptasi dengan sistem digital.

Runtutan kegiatan pagi itu berjalan tertib dan penuh perhatian. Di teras depan, dua kader, Indri Astutik dan Wiwin Waluyaningsih, melayani pendaftaran dengan ramah. Setelah terdaftar, balita mendapatkan layanan pengukuran komprehensif: berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA) oleh tiga kader, yakni Sapta Yulia, Wiwik, dan Wiji Lestari. Data yang terkumpul kemudian dicatat dengan cermat ke dalam Buku Hasil Pengukuran Balita oleh Dewi Kartika dan Sri Handayani.

Namun, Posyandu ini bukan sekadar tempat pengukuran. Ia juga menjadi ruang belajar. Di sela kegiatan, edukasi dan penyuluhan digelar oleh Aries Styowati, SKL, staf Puskesmas Kepanjen, didampingi kader penyuluhan Luluk Tamawati. Metodenya interaktif dan menarik, yaitu circle conversation

Salah seorang ibu balita dalam permainan edukasi

Sejumlah ibu balita diajak memberikan komentar atas gambar-gambar yang disediakan, berdasarkan pengetahuan mereka masing-masing. Dari sanalah, Aries memantik penyuluhan kesehatan yang kontekstual.

Misalnya, dari gambar dua telapak tangan, Aries menjelaskan pentingnya cuci tangan pakai sabun bagi Bumil dan balita. “Tangan termasuk salah satu sarana penularan penyakit. Penularan ini bisa dihentikan dengan cuci tangan memakai air mengalir dan sabun,” jelasnya. 

Topik lain yang mengemuka adalah tentang lalat. Ibu-ibu diingatkan untuk menjaga kebersihan sampah di rumah dan lingkungan, serta menggunakan tudung saji agar makanan terhindar dari kontaminasi.

Usai penyuluhan yang hidup itu, suasana semakin cair dengan sesi foto bersama. Kemudian, langsung dibagikan PMT yang telah disiapkan. Untuk pertemuan kali ini, menu andalan adalah Puding Roti Tawar dan Pisang, menyajikan nutrisi dalam bentuk yang disukai anak.

Kotak PMT mengakhiri giat Posyandu Anggrek 2 Kepanjen di Balai RW 01

Namun, pelayanan tidak berhenti di balai. Komitmen kader melampaui batas ruang pertemuan. Usai acara, dua kader yang duduknya tadi mengapit staf Puskesmas, Agustin Shintowati dan Kristien Mariana, langsung melanjutkan tugas dengan melakukan kunjungan pendampingan kepada ibu hamil di daerah timur rel Stasiun Kepanjen. Sebuah bukti bahwa perhatian dan pendampingan ini bersifat menyeluruh, menjangkau mereka yang mungkin tak bisa hadir.

Posyandu Anggrek 2 Kepanjen binaan Astagraphia adalah mozaik indah. Di dalamnya, ada sentuhan tanggung jawab sosial korporasi, ada dedikasi tanpa lelah para kader kesehatan akar rumput, ada arahan profesional dari tenaga kesehatan, dan ada partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini tidak hanya menimbang berat badan balita, tetapi juga menguatkan pondasi kesehatan komunitas untuk masa depan yang lebih cerah. *** [150126]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 06 Agustus 2025

"Kenali Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia" – Bersama Posyandu Anggrek Kepanjen Yang Kolaboratif dengan Astagraphia di Gedung Terbuka Markas Cabang LVRI

Sebagai anak perusahaan Astra yang bergerak di lini bisnis Teknologi Informasi (TI), PT Astra Graphia Tbk (Astagraphia) tidak hanya fokus pada solusi printing, layanan teknologi, dan transformasi digital, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjalankan bisnis berkelanjutan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) empat pilar: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan.

Sejalan dengan fokus keberlanjutan tersebut, Astagraphia terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan sosial yang relevan dan berdampak. Salah satunya adalah pelaksanaan program CSR di pilar kesehatan yang menyasar ibu dan balita di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pada Rabu, 6 Agustus 2025, Astagraphia menyelenggarakan kegiatan Edukasi Kesehatan bertajuk "Kenali Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Usia" di Gedung Terbuka Markas Cabang LVRI, Kepanjen. Acara ini menjadi wujud nyata kolaborasi Astagraphia bersama Posyandu Anggrek, dengan dukungan dari pemerintah Kelurahan Kepanjen dan tenaga kesehatan Ponkesdes Panji Husada.

Peserta edukasi kesehatan berpose bersama Astagraphia, Narasumber, Kapus Kepanjen, Lurah Kepanjen, dan Kader Posyandu Anggrek Kepanjen

Sebanyak 74 peserta, yang terdiri dari 55 ibu balita, perangkat desa, tenaga kesehatan Ponkesdes Panji Husada, kader Posyandu Anggrek, babinsa, dan personil Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), hadir dalam kegiatan ini. 

Acara dimulai pukul 09.45 WIB dengan pembuka kata oleh Master of Ceremony (MC) dari Astagraphia, Nella Dyah Puspita, dilanjutkan sambutan dari Martian H. Mustika, Branch Manager Astagraphia Cabang Surabaya 2, yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan.

Sambutan berikutnya juga datang dari Lurah Kepanjen, Bobby Setya Abdi, S.STP, M.M., dan Kepala Puskesmas Kepanjen, dr. Ruri Pujiastuti, yang menekankan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sebagai langkah awal mencegah stunting dan mewujudkan generasi sehat masa depan.

Suasana edukasi kesehatan dari Astagraphia yang berkolaborasi dengan Posyandu Anggrek Kepanjen di Gedung Terbuka Markas Cabang LVRI Kepanjen

Usai sambutan-sambutan, acara inti diisi oleh narasumber utama dr. Eriska Ayu Wirindri, Sp.A, dokter spesialis anak lulusan Universitas Brawijaya yang kini bertugas di RSUD Kabupaten Lombok Utara dan RSIA Permata Hati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 

Dalam pemaparannya, dr. Eriska mengulas secara komprehensif enam tahapan penting tumbuh kembang anak dari usia 0 hingga 5 tahun - sebuah pengetahuan praktis yang sangat dibutuhkan oleh para orangtua dalam mendampingi anak mencapai potensi maksimal sesuai usianya.

Keenam tahapan tersebut meliputi Tumbuh Kembang 0-3 Bulan: Si Kecil Mulai Mengenal Dunia; Tumbuh Kembang Anak 7-9 Bulan: Si Mungil Menjelajah; Tumbuh Kembang 1-2 Tahun: Si Kecil Semakin Mandiri; Tumbuh Kembang 2-3 Tahun: Si Cilik Eksplorer; Tumbuh Kembang 3-4 Tahun: Semakin Cerdas dan Terampil; dan Tumbuh Kembang 4-5 Tahun: Suap Menjelajahi Dunia Sekolah.

Sesi tanya jawab dengan narasumber utama dalam edukasi kesehatan

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif, dipandu oleh MC dan narasumber. Lima ibu balita aktif - Dina (RT 01 RW 02), Vinita (RT 05 RW 01), Novi (RT 07 RW 02), Sumratin Nisa (RT 05 RW 03), Nur Fitria (RT 07 RW 01) - mengajukan pertanyaan, menunjukkan antusiasme serta kepedulian tinggi terhadap tumbuh kembang anak-anak mereka. Setiap penanya mendapatkan gift menarik dalam bentuk amplop dari Astagraphia sebagai bentuk apresiasi.

Tidak hanya berbagi pengetahuan, Astagraphia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan Posyandu Anggrek Kepanjen. Bantuan yang berupa permainan edukasi dan meja lipat ini diserahkan langsung oleh Branch Manager Astagraphia dan diterima oleh Lurah Kepanjen serta Koordinator Kolaboratif Posyandu Anggrek, Agustin Shintowati.

Keseruan acara ditutup dengan pembagian doorprize kepada enam peserta terpilih yang berhasil membawa pulang hadiah menarik. Wajah-wajah sumringah para pemenang seperti Sholehah, Sumratin Nisa, Sumartiani, Witatik, Maria Kiptiah, dan Lita, mencerminkan kebahagiaan yang sederhana namun bermakna.

Branch Manager Astragrapia Cabang Surabaya 2 berikan bantuan sarana dan prasarana bagi Posyandu Anggrek Kepanjen guna menunjang kegiatannya

Acara pun resmi ditutup pukul 11.33 WIB dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Bersama Astagraphia, Menyemai Harapan Lewat Aksi Nyata

Melalui kegiatan ini, Astagraphia membuktikan bahwa peran korporasi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui edukasi kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ibu dan balita, Astagraphia ingin menjadi bagian dari ekosistem yang menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

Kata seorang sosiolog Prancis Émile Durkheim (1858-1917), masyarakat tidak hanya terdiri dari individu, tetapi juga dari tindakan kolektif yang menciptakan perubahan. Harapan tumbuh ketika kita beralih dari mimpi ke gerakan. *** [060825]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog