Tampilkan postingan dengan label Giat Posbindu SMARThealth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Giat Posbindu SMARThealth. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2023

Dari Kantor Kelurahan, Giat Perdana Posbindu SMARThealth Dimulai di Pagentan

Pemandangan Kantor Kelurahan Pagentan sedikit berbeda dengan hari biasa pada umumnya. Parkir sepeda motor tampak penuh, dan mobil seorang dokter Puskesmas Singosari turut menghiasi halaman tersebut.

Di lantai 2 Kantor Kelurahan Pagentan yang berada di Jalan Sidodadi No. 20 RT 01 RW 08 Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu, terlihat banyak orang usia produktif memadati ruang pertemuan. Mereka cukup antusias!

Hari ini, Rabu (25/01/2023), tenaga kesehatan dan kader SMARThealth Kelurahan Pagentan mengadakan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dalam giat Posbindu SMARThealth.

Kader SMARThealth berpose bersama tenaga kesehatan dan mahasiswi Poltekkes Malang

Giat Perdana Posbindu SMARThealth di Kelurahan Pagentan ini tergolong gercep (gerak cepat) juga. Belum ada sebulan, perawat menerima SMARThealth Kit. Mereka langsung semangat menyelenggarakan giat Posbindu SMARThealth, dan diawali dari Kantor Kelurahan Pagentan dulu.

Kantor Kelurahan Pagentan yang berada di timur laut Pasar Singosari dan berjarak sekitar 270 m itu berada di lingkungan yang cukup padat. Jarak dari rumah yang satu ke rumah yang lain hampir tak ada jarak tanah yang kosong.

Acara giat Posbindu SMARThealth dimulai pada pukul 08.00 WIB. Begitu warga naik tangga menuju ruang pertemuan yang berada di lantai 2, mereka akan disambut oleh Ketua RW 08 Suriya Ninawulan di depan pintu masuk.

Suasana giat Posbindu SMARThealth di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari

Di meja registrasi itu, Ketua RW 08 Suriya melakukan pendaftaran bagi warganya yang akan ikut dalam deteksi dini faktor risiko PTM. Mereka akan diminta untuk memperlihatkan KTP guna disalin dalam Form Skrining Posbindu PTM.

Dari meja pendaftaran, warga dipersilakan memasuki ruang pertemuan. Di ruangan itu, mereka akan memperoleh layanan pengukuran tinggi/berat badan dan lingkar perut oleh kader SMARThealth Etty Lailatoel Fitrijah.

Usai diukur, mereka diminta untuk duduk di kursi yang telah disediakan, dan akan dipanggil satu per satu. Yang dipanggil akan langsung menuju ke meja panjang, mulai dari arah selatan di samping pengukuran tinggi/berat badan tadi.

Kader SMARThealth sedang mengukur berat badan warga

Di meja itu, mereka akan menerima layanan pengukuran tekanan darah. Ada dua petugas yang melakukan pengukuran tensi, yaitu kader SMARThealth Irma Dwi Andianita dan bidan Devita Olivia Putri, S.Tr.Keb. Selain mengukur tensi, kedua petugas tersebut juga melakukan skrining faktor risiko PTM berdasarkan Form Skrining Posbindu PTM.

Setelah itu, warga akan bergeser ke sebelah utara untuk mendapatkan pengecekan kadar gula darah oleh kader SMARThealth Anjar Ambarwati. Dari sini, warga disuruh duduk di kursi yang telah disediakan tadi.

Mereka masih akan dipanggil untuk menghadap dengan dokter Puskesmas Singosari dr. Yuanita Faradiba yang bertugas memberikan konsultasi dan sekaligus edukasi kesehatan, dan selanjutnya bergeser ke sebelah utaranya lagi.

Kader SMARThealth mengecek kadar gula darah

Mereka akan diwawancarai oleh dua orang yang bertugas melakukan entri data dengan aplikasi eKader. Kedua petugas input data itu adalah kader SMARThealth Novi Sulistyana dan perawat Kelurahan Pagentan, Rerie Ujiprihatiningrum, A.Md.Kep.

Selama giat Posbindu, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) baru menjumpai entri data yang sesuai dengan alur aplikasi eKader. Semua warga yang akan diwawancarai dengan memakai aplikasi eKader, begitu duduk mereka akan diminta untuk tanda tangan di dalam aplikasi eKader. Jadi, tanda tangan dalam giat Posbindu SMARThealth itu merupakan tanda tangan warga yang bersangkutan.

Setelah tanda tangan, mereka akan ditanyai sesuai variabel instrumen yang ada di dalam aplikasi eKader tersebut. Kedua petugas ini tidak terlihat grogi karena mereka berlatih terus sebelum benar-benar berjumpa dengan warga.

Setiap warga diwawancarai dengan aplikasi eKader secara langsung dengan diawali setiap warga dipersilakan membubuhkan tanda tangannya terlebih dahulu

Sehabis diskrining dengan dengan aplikasi eKader, warga akan lanjut bergeser ke ujung meja panjang ini di bagian utara bagi mereka yang terindikasi hipertensi. Mereka akan menerima layanan pengecekan kolesterol oleh dua mahasiswi Poltekkes Malang yang sedang mengambil penelitian di Kelurahan Pagentan, yaitu Sonia Amalia Putri dan Shervin Anggraeni. Di meja itu, warga juga akan diwawancarai dengan kuesioner oleh kedua mahasiswi tersebut.

Acara giat Posbindu SMARThealth ini selesai pada pukul 11.54 WIB. Dari deteksi dini itu berhasil dilakukan skrining faktor risiko PTM sebanyak 52 orang dengan rincian 9 laki-laki dan 43 perempuan. Acara ditutup dengan melakukan foto bersama antara tenaga kesehatan, kader SMARThealth, dan dua mahasiswa dari Poltekkes Malang. *** [250123]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Kamis, 11 Agustus 2022

BIAN dan SH Jalan Bareng di Desa Kendalpayak

Tahun 2022 ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencanangkan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun secara signifikan  akibat pandemi COVID-19.

BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).

Pegiat BIAN dan SH Desa Kendalpayak berpose bersama staf PTM Dinkes Kabupaten Malang

Tahap pertama Imunisasi Anak Nasional tahap pertama diselenggarakan pada bulan Mei 2022. Adapun wilayah pelaksanaannya adalah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Sedangkan untuk tahap kedua Imunisasi Anak Nasional dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Wilayah sasaran dari program imunisasi tahap kedua ini adalah Pulau Jawa dan Provinsi Bali. Salah satunya adalah BIAN yang diadakan hari ini, Kamis (11/08/2022), di rumah Rahmawati Sri Wahyuni, seorang kader Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) dan sekaligus menjadi kader SMARThealth (SH), yang terletak di Jalan Raya Kendalpayak No. 02 Dusun Watudakon RT 09 RW 06 Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ancer-ancernya berada di selatan Warung Sate Kuda dan Ayam Bakar “Lumintu”, atau sebelah utara CV. Maharani Ion Produsindo.

Giat BIAN di Kendalpayak ini sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya, karena pada hari ini giat BIAN diikuti atau jalan bareng dengan Posbindu SH. Menurut perawat desa Kendalpayak, Adianse Ria Saputra, A.Md. Kep, hari ini dua giat dalam satu tempat. Mumpung pada kumpul dalam BIAN, jadi Posbindu SH juga bisa menyasar orangtuanya atau pendamping anak dalam melakukan imunisasi. Jadi, efektif kerjaannya. Sekali jalan berhasil mencapai dua sasaran: balita dan usia produktif.

Meja pendaftaran dan penimbangan dalam giat BIAN di Desa Kendalpayak

Acara giat ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Warga yang berdatangan ke rumah Rahmawati Sri Wahyuni, atau yang akrab disapa dengan Bu Yuyun ini, lansung masuk ke halaman melalui pintu pagar sebelah utara.

Mereka menuju ke meja pendaftaran dan penimbangan. Terlihat ada dua kader Posyandu Balita yang bertugas di meja itu, yakni Nur Imama dan Puji Rahayu. Nur Imama melakukan pendaftaran, dan Puji Rahayu mengerjakan pencatatan ke dalam buku besar.

Dari meja itu, orangtua atau pendamping anak akan mengantar anak untuk diukur berat badan, lingkar kepala, dan tinggi badannya. Petugas yang melakukan pengukuran itu adalah kader Posyandu Balita Lilik Dzuriatun Nafi’ah.

Meja doorprize bagi pengunjung BIAN di Desa Kendalpayak

Di tempat penimbangan tampak ada tiga alat, yaitu timbangan tidur, ayun, dan berdiri. Timbangan tidur Serenity biasa digunakan untuk anak umur 0 hingga 1,5 tahun. Namun kalau yang sudah bisa berdiri dan berani, anak itu bisa ditimbang dengan cara berdiri dengan menggunakan GEA Medical Electronic Personal Scale (Timbangan Elektronik Personal) EB 1623. Sedangkan yang tidak berani, bisa menggunakan timbangan ayun. 

Pada timbangan elektronik GEA, orangtua atau pendamping anak bisa sekalian melakukan pengukuran berat badannya. Hasil semua pengukuran untuk anak dicatatakan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak, sementara untuk orangtua/pendampingnya nanti akan dituliskan pada Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Posbindu.

Dari pengukuran itu, mereka akan bergeser ke meja di sebelah selatan, yaitu meja doorprize. Orangtua atau si anak akan mengambil kupon doorprize berupa lintingan kertas seperti dalam arisan. Di kertas itu akan terisi tulisan angka. Dari angka inilah, orangtua atau anak akan tahu, doorprize mana yang diambil. Karena di meja itu memang terisi penuh dengan doorprize yang telah dikasih angka.

Pemberian vitamin A oleh kader Posyandu

Setelah mengambil doorprize, mereka akan lanjut ke meja berikutnya yang berada di sebelah selatannya, yaitu meja vitamin dan input data. Meja tersebut diisi oleh kader Posyandu Lansia Kasri, dan perawat desa Kendalpayak.

Kader Posyandu Lansia membantu perawat memberikan vitamin A kepada anak. Di meja itu ada dua warna vitamin A. Vitamin A botol biru (warna biru) diperuntukkan bagi anak berumur 6 sampai dengan 11 bulan, sedangkan vitamin A botol merah (warna merah) diberikan untuk anak berumur 1 hingga 5 tahun.

Setelah itu, kondisi anak akan dilihat oleh perawat Adianse. Kondisi ini perlu dilihat untuk memastikan anak ini bisa terus lanjut mendapatkan imunisasi MR (Measles and Rubella/Campak-Rubela) atau tidak/dipending dulu. 

Tim SMARThealth UB saksikan perawat desa Kendalpayak input data dengan ASIK

Bila memungkinkan, anak langsung lanjut ke meja di sebelah selatannya yaitu menuju meja yang ditempati oleh bidan desa Kendalpayak, Siti Maisaroh, S.Tr.Keb., yaitu meja suntik imunisasi MR. Sementara itu, perawat Adianse akan lanjut melakukan input data ke dalam ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu).

Platform ASIK adalah aplikasi terpusat yang digunakan untuk input data, monitoring data perkembangan pasien untuk tenaga kesehatan layanan primer (Platform Puskesmas Terintegrasi). Ada dua bentuk aplikasi tersebut: web based dan aplikasi android. Web based digunakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas dan Posyandu Prima, sedangkan aplikasi android digunakan oleh tenaga kesehatan dan kader kesehatan untuk pencatatan layanan luar gedung (kegiatan Posyandu).

Dari meja suntik imunisasi, mereka akan disambut oleh kader Posyandu Balita Lulus Djuliani yang bertugas memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan penyuluhan sebagai tanda bahwa giat pemeriksaan untuk anak sudah selesai dalam giat BIAN. 

Bidan desa Kendalpayak melakukan imunisasi MR

Untuk pulangnya harus melewati pintu pagar di sebelah selatan. Sebelum pintu pagar, terdapat meja pemeriksaan Posbindu SH. Orangtua/pendamping yang anaknya tidak rewel akan singgah dulu dalam skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dalam giat SH.

Orangtua/pendamping akan diukur tinggi badan dan lingkar perut serta tekanan darah oleh kader Posyandu Lansia Endah Rismawati. Setelah itu, kemudian mereka bergeser ke tempat duduk di sisi selatan.

Di kursi itu, kader SH Rahmawati Sri Wahyuni, alias Bu Yuyun, akan mengecek kadar gula darah orangtua/pendamping anak tadi. Hasil pengukuran tadi dicatatkan dalam Form Deteksi Dini Faktor Risiko PTM beserta riwayat PTM keluarga/diri sendiri.

Giat Posbindu SH di sisi selatan arah pintu keluar

Sedianya hasil skrining tersebut langsung diinput dengan menggunakan aplikasi eKader, namun apa daya aplikasinya muyer-muyer terus. Jadi hingga selesai kegiatan, kader tidak bisa melakukan input data dengan aplikasi eKader.

Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dan staf PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners, yang hadir dalam giat BIAN dan SH tersebut turut menyaksikan kelemotan aplikasi eKader tadi.

Dalam dua giat satu tempat itu, berhasil dilakukan rekapitulasi. Untuk giat BIAN dari target sasaran sebanyak 110 anak, yang hadir ada 97 anak. Namun yang berhasil mendapatkan suntik imunisasi MR ada 64 anak.

Lokasi giat BIAN dan SH di tepi jalan raya yang dibantu oleh Linmas untuk mengatur parkir

Sementara itu, dalam giat Posbindu SH. Dari target sasaran sebanyak 50 orang usia produktif, berhasil dilakukan skrining sebanyak 35 orang dengan rincian laki-laki ada 3 orang dan perempuan sebanyak 32 orang.

Dari 35 orang yang terskrining, terdapat 4 orang terindikasi memiliki faktor risiko hipertensi, dan 5 orang mempunyai faktor risiko diabetes mellitus.

Giat BIAN dan SH ditutup pada pukul 11.39 WIB bersamaan dengan kumandang adzan zuhur dari masjid yang ada di sekitar lokasi kedua giat tersebut. *** [110822

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Sabtu, 14 Mei 2022

Kepanjen Langsung Tancap Gas Gelar Posbindu Setelah Libur Lebaran 2022

Kader SMARThealth dan Ponkesdes Panji Husada Kepanjen langsung tancap gas kembali menggelar giat Posbindu SMARThealth di Gedung Balai RW 01 yang terletak di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (14/05/2022).

Acara giat Posbindu dimulai pada pukul 09.00 WIB. Warga yang datang diupayakan banyu mili. Mengalir, dari warga yang satu ke warga yang lain secara bergantian. Hal ini dimaksudkan agar supaya prokes tetap terjaga.

Kader (SMARThealth, SIMPLI, Posyandu) bersama perawat dan bidan Ponkesdes Panji Husada serta Ketua RW 01 Kelurahan Kepanjen

Karena masih dalam suasana lebaran, kader SMARThealth yang bertugas among tamu, Agustin Shintowati, akan mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, kepada setiap warga yang hadir dalam giat Posbindu.

Setelah itu, warga dipersilakan untuk menuju ke meja pendaftaran. Di meja itu, ada kader SIMPLI Wiwik yang siap melakukan registrasi kepada warga, dan memberikan kartu pemeriksaan kesehatannya kepada warga yang hadir dalam giat Posbindu SMARThealth. Kartu tersebut akan dipegang oleh warga ketika akan melakukan pemeriksaan ke meja berikutnya.

Dari meja pendaftaraan, warga akan mendapat layanan pengukuran berat dan tinggi badan serta lingkar perut oleh kader Posyandu Edi Hartutik. Hasil pengukurannya dicatat ke dalam kartu pemeriksaan warga oleh kader Wiwik yang menyambi pendaftaran.

Kader Posyandu mengukur tinggi badan, kader SIMPLI mencatatnya

Usai pengukuran tersebut, warga lanjut menuju ke meja berikutnya, yaitu meja pengukuran tekanan darah. Di meja itu telah siap kader SMARThealth Nanik Triyudani yang siap melayani pengukuran tekanan darah terhadap warga, dan hasilnya langsung dituliskan di dalam kartu pemeriksaan kesehatan warga.

Dari meja tensi, warga akan bergeser ke sebelahnya. Di situ terlihat Shynta Dinar Audia, S.Kep. Ners., alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kepanjen, yang rutin dan rajin membantu dalam giat Posbindu SMARThealth Kepanjen ini. Shynta membantu memberikan layanan cek gula darah, kolesterol maupun asam urat.

Setelah selesai pengukuran kesehatan, warga langsung menuju ke meja konsultasi dan edukasi. Di meja itu ada perawat Ponkesdes Panji Husada, Nurul Mashfiyah, A.Md. Kep. Sebelum ada dokter baru yang ditugaskan dalam giat Posbindu SMARThealth di Kepanjen, Puskesmas Kepanjen mendelegasikan kepada perawat Nurul.

Pengukuran tensi dan cek gula darah

Di meja konsultasi, warga akan ditanya oleh perawat Nurul terkait keluhan yang dirasakan setelah melalui serangkaian pengukuran dan pemeriksaan oleh kader SMARThealth sambil melihat hasilnya di kartu pemeriksaan tadi. Jika dari hasil pemeriksaan dan keluhan yang dirasakan mengindikasikan memiliki faktor risiko tinggi (highrisk) maka perawat Nurul akan memberikan obat secara gratis kepada warga tersebut untuk kebutuhan beberapa hari, dan sekaligus memberikan edukasi agar warga mulai beralih ke pola gaya hidup sehat.

Tampak mendampingi dalam giat Posbindu adalah Ketua RW 01 Kelurahan Kepanjen Luluk Tamawati, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), dan bidan Pobindu Panji Husada Kepanjen sambil berhalal bihalal.

Acara giat Posbindu berakhir pada pukul 11.42 WIB dan berhasil melakukan pemeriksaan terhadap warga sebanyak 32 orang, dengan rincian 6 laki-laki dan 26 perempuan. Dari total itu, terdapat sasaran baru berjumlah 6 orang yang terdiri dari perempuan sebanyak 5 orang, dan 1 orang laki-laki.

Perawat terima konsultasi dan beri edukasi warga, khususnya yang punya faktor risiko PTM tinggi

Setelah selesai pemeriksaan, segenap personil yang nyengkuyung giat Posbindu SMARThealth ini dipersilakan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh kader SMARThealth. Hidangannya cukup banyak sampai bisa dibawa pulang. Ada nasi putih, nasi empok, urap, oseng-oseng pepaya, sambel terong, bali tahu telor, ikan asin, peyek kacang, sayur tewel, sayur lodeh, bakwan jagung, perkedel, tempe kering, dan sambal.

Mengakhiri giat tersebut, dilakukan foto bersama antara kader (SMARThealth, SIMPLI, dan Posyandu), perawat dan bidan Ponkesdes Panji Husada, serta Ketua RW 01 Kelurahan Kepanjen, yang duduk di atas kursi KB Tunas Ceria PKK RW 01 Kepanjen dengan latar belakang backdrobe: Manfaat Posbindu dan Ayo Ke Posbindu. *** [140522]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Senin, 31 Januari 2022

Giat Perdana Posbindu SMARThealth Desa Sumbersuko

Setelah 3 bulan lebih 10 hari mengikuti Peningkatan Kapasitas Kader SMARThealth di Gedung Serbaguna Desa Pojok, kader SMARThealth Desa Sumbersuko bersama Ponkesdes menyelenggarakan giat perdana Posbindu SMARThealth yang digelar di Gedung Ponkesdes yang berada di lingkungan Balai Desa Sumbersuko yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani No. 1 Dusun Sumbersuko RT 01 RW 01 Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (31/01/2022).

Desa Sumbersuko berbatasan dengan Kelurahan Dampit di sebelah utara, Kecamatan Sumbermanjing Wetan di sebelah selatan, Desa Srimulyo/Bumirejo di sebelah timur, dan Desa Majangtengah di sebelah barat.

Sosialisasi Posbindu SMARThealth dalam Pertemuan Rutin PKK Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit

Desa yang memiliki luas tanah 1.007,5 hektar ini berada di ketinggian 45 meter di atas permukaan laut. Bentangan wilayah yang didominasi dataran rendah ini dikelilingi oleh kontur tanah berbukit-bukit maupun pegunungan.

Jarak ke Puskesmas Dampit sekitar 4,3 kilometer dan ke Puskesmas Pamotan sekitar 6,7 kilometer. Namun demikian, Desa Sumbersuko ini masuk wilayah kerja Puskesmas Pamotan. Perlu diketahui bahwa dalam wilayah Kecamatan Dampit ini memiliki dua Puskesmas, yaitu Dampit dan Pamotan.

Giat Posbindu SMARThealth di serambi Ponkesdes dan Gedung Pertemuan PKK Desa Sumbersuko

Giat Posbindu SMARThealth untuk pertama kalinya itu dimulai pada pukul 09.40 WIB. Penyelenggaraannya bersamaan dengan adanya pertemuan rutin PKK di Pendopo Balai Desa Sumbersuko.

Sesuai dengan target undangan yang telah dikomunikasikan sebelumnya dengan Tim Penggerak PKK (TP PKK), maka sasaran pemeriksaan skrining kesehatan warga difokuskan kepada anggota kader PKK yang menghadiri pertemuan tersebut.

Meja registrasi oleh kader SMARThealth Desa Sumbersuko

TP PKK membolehkan kadernya untuk melakukan skrining dalam giat Posbindu SMARThealth secara bergiliran. Di samping agar tidak berjubel, juga agar supaya dua kegiatan berjalan secara berbarengan dalam waktu yang bersamaan.

Para kader PKK tersebut secara bergantian melakukan pendaftaran kepada kader SMARThealth yang bertugas melayani registrasi, yaitu Ani Sriwayanti dan Sulistiani. Dalam registrasi itu, kader PKK selain mengisi buku daftar hadir juga akan diberi Form Skrining Kesehatan Faktor Risiko PTM yang biodatanya telah dituliskan oleh kader SMARThealth.

Perawat Desa Sumbersuko dan penanggung jawab PTM Puskesmas Pamotan beri pemeriksaan dan konsultasi

Setelah itu, kader PKK akan ditimbang berat badannya oleh kader SMARThealth Marsini, dan diteruskan dengan pengukuran tinggi badan maupun lingkar perut oleh kader SMARThealth Tutik Handayani. Hasil dari pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar perut akan dicatat oleh kader SMARThealth Marsini ke dalam buku tulis terlebih dahulu.

Hasil penulisan ini kemudian dilaporkan kepada kader SMARThealth Erni Trisnawati yang bertugas melakukan rekap ke dalam form register PTM Puskesmas Pamotan. Sementara itu, kader PKK lanjut menuju ke meja di mana ada dua perawat yang bertugas di situ, yaitu perawat Desa Sumbersuko Bachtiar Akbar Putra, A.Md. Kep., dan penanggung jawab PTM Puskesmas Pamotan Ratnawati Rahman, S.Kep. Ners.

Lima SMARThealth Kit Kader SMARThealth Desa Sumbersuko

Kedua perawat tersebut akan melakukan skrining faktor risiko PTM dan melakukan pengecekan tekanan darah serta gula darah. Perawat Bachtiar yang melakukan pengukuran tensi dan cek gula darah, sedangkan perawat Ratnawati bertindak melakukan skrining faktor risiko PTM sembari melakukan konsultasi.

Setelah selesai dari meja perawat, kader PKK kembali ke pertemuan rutin PKK sambil memberi tahu kader yang lainnya untuk bergantian periksa. Di sela-sela pemeriksaan itu, staf PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Gatot Sujono, S.St., M.Pd., diberi kesempatan untuk melakukan sosialisasi giat Posbindu SMARThealth dalam pertemuan rutin PKK.

Struktur Organisasi Ponkesdes Desa Sumbersuko

Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang hadir bersamanya, turut mendampingi dalam sosialisasi tersebut bersama bidan Desa Sumbersuko Ernawati, A.Md. Keb. Selain itu juga ada Ketua TP PKK Ngatemi.

Dalam sosialisasi itu, Gatot Sujono menekankan pentingnya untuk melakukan cek rutin kesehatan di Posbindu SMARThealth agar supaya bisa terdeteksi faktor risiko PTM yang menyertainya. Dengan melakukan cek rutin, tindakan dini pencegahan bisa dilakukan dengan mudah dan murah.

Sampai pukul 12.55 WIB di akhir giat Posbindu SMARThealth, berhasil dilakukan skrining kesehatan faktor risiko PTM terhadap kader PKK dan pamong desa sejumlah 65 orang dengan rincian 10 orang laki-laki dan 55 orang perempuan. Usai melakukan rekap tersebut, staf PTM dan Tim SMARThealth UB berpamitan untuk kembali ke Kepanjen yang berjarak sekitar 32,3 kilometer dengan berkendara motor masing-masing. *** [310122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Rabu, 19 Januari 2022

Pertama kalinya Desa Glanggang Adakan Posbidu SMARThealth

Untuk pertama kalinya, Desa Glanggang mengadakan giat Posbindu SMARThealth untuk warga berumur 15 tahun ke atas. Giat ini diselenggarakan di Balai Pedukuhan Karang Tengah RT 25 RW 06 Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (19/01/2022).

Sesuai undangan yang beredar, warga mulai berdatangan ke pendopo balai pedukuhan pada pukul 09.00 WIB. Mereka akan langsung mengantri untuk skrining pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti cek tekanan dan gula darah.

Giat Posbindu SMARThealth di Desa Glanggang, Pakisaji

Dalam skrining itu, setiap warga harus mengikuti alur pemeriksaan yang umum dilaksanakan dalam giat Posbindu PTM. Mereka musti mengisi daftar hadir dalam giat tersebut, kemudian diukur berat badan dan lingkar perut oleh Jarwati, kader Posyandu Balita yang turut membantu giat tersebut.

Hasilnya ditulis dalam buku pemeriksaan giat Posbindu PTM oleh kader SMARThealth Sulik’ani yang merangkap mengukur tinggi badan warga. Ketika antrian cukup banyak, tampak staf PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Nur Ani Sahara, S.Kep. Ners., turut membantu pengukuran tinggi badan.

Balai Pedukuhan Karang Tengah Desa Glanggang, Pakisaji

Setelah itu, warga akan lanjut ke pemeriksaan tekanan darah. Pada meja pemeriksaan tekanan darah, kader SMARThealth Luluk Hardianti siap melayani pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan Blood Pressure Monitor/Tensimeter Digital BPM001 merek RGB Medical. Hasil pengukuran tekanan darah ini juga dicatat ke dalam buku pemeriksaan giat Posbindu PTM.

Usai ukur tensi, warga bergeser ke meja di sebeah barat. Di meja itu terlihat perawat Ponkesdes Wilujeng Desa Glanggang, Yulia Roikha, A.Md. Kep., yang siap melayani warga dalam pemeriksaan gula darah maupun konsultasi kesehatan terkait PTM.

Perawat Desa Glanggang periksa warga dan konsultasi

Jika dalam pemeriksaan dan hasil konsultasi mengindikasikan warga yang diperiksa tersebut memiliki faktor risiko tinggi (highrisk), perawat Yulia akan memberikan obat untuk beberapa hari kepada warga tersebut.

Gelaran giat Posbindu SMARThealth ini diadakan setelah kader SMARThealth menerima seperangkat alat kesehatan (alkes) dari Puskesmas Pakisaji. Di dalam tas kesehatan berwarna biru tua itu, di dalamnya terdapat Benecheck plus Multi Monitoring System 3 in 1, Benecheck plus Blood Glucose Test Strip 50s, Benecheck plus Total Cholesterol Test Strip 10s, Meteran Pengukuran Lingkar Perut, Tensimeter Digital + Adaptor, Sature Meter, GP Care Alcohol Swab with Isopropyl Alcohol, Disposafe Safety Box 2,5 L, Blood Lancet,dan Body Fat Wight Scale.

SMARThealth Kit Desa Glanggang

Sebenarnya petugas alkes Puskesmas Pakisaji telah mengambil alkes di gudang alkes Dinkes pada Minggu keempat bulan Desember 2021, namun karena ada pergantian Kepala Puskesmas di Puskesmas Pakisaji maka penanggung jawab PTM Puskesmas Pakisaji, Indah Ratri Ayunaningtyas, A.Md. Keb., berinisitiaf membagikan alkes menunggu setelah diadakan serah terima jabatan (sertijab) dari Kepala Puskesmas yang lama (dr. Nur Syamsu Dhuha) kepada Kepala Puskesmas yang baru (dr. Firmina). Akhirnya, alkes tersebut diterima oleh kader SMARThealth Desa Glanggang pada Senin (10/01/2022) di Puskesmas Pakisaji.

Giat Posbindu SMARThealth perdana di Desa Glanggang ini dimotori oleh dua kader SMARThealth dan dibantu oleh seorang kader Posyandu Balita beserta perawat Ponkesdes Wilujeng Desa Glanggang, namun dengan semangat empat lima, mereka  berhasil melakukan skrining terhadap 30 orang dari 50 undangan yang diedarkan. 

Staf PTM Dinkes dan Tim SMARThealth UB hadir dalam giat Posbindu SMARThealth Desa Glanggang, Pakisaji

Dari 30 warga yang berhasil diskrining ini terdapat 4 orang laki-laki dan sisanya sebanyak 26 orang adalah perempuan. Capaian ini sudah tergolong lumayan menginggat pada saat giat Posbindu SMARThealth ini, Desa Glanggang sedang memasuki musim panen padi.

Kendala yang dihadapi dalam giat ini adalah data tidak bisa diinput secara langsung ke dalam aplikasi eKader karena sinyal di lokasi kegiatan cukup lemah. Perwakilan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang turut hadir dalam giat tersebut, mencoba mengirim foto ke staf PTM dan Keswa Dinkes namun tidak terkirim, alias pending. Baru setelah sampai Sekretariat SMARThealth, foto dan video terkirim semua.

Kendati giat Posbindu SMARThealth ini perdana, akan tetapi menurut pengakuan dua kader SMARThealth yang hadir dalam giat tersebut, sesungguhnya mereka sudah pernah melakukan input data secara langsung pada saat ada giat Posyandu Lansia di Desa Glanggang. Sudah ada sekitar 70 data yang diinput di dalam aplikasi eKader. *** [190122]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog