Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Kader SMARThealth Tahun 2023. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Kader SMARThealth Tahun 2023. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 September 2023

Hari Ini Delapan Desa Ikuti Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Pakis

Delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Pakis, hari ini (Senin, 04/09) mengirimkan kader kesehatannya untuk mengikuti Pelatihan Kader SMARThealth yang diselenggarakan oleh Puskesmas Pakis di Auala Pertemuan Lantai 2 yang terletak di Jalan Raya Pakis Kembar No. 70 Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kedelapan desa tersebut adalah Sekarpuro, Ampeldento, Sumberkradenan, Kedungrejo, Banjarejo, Pucangsongo, Sumberpasir, dan Sukoanyar. Setiap desa mengirimkan masing-masing lima orang kader kesehatan untuk diupgrade menjadi kader SMARThealth.

Hari pertama pelatihan ini diikuti 8 desa karena keterbatasan aula yang dimiliki oleh Puskesmas Pakis, dan esoknya tinggal diikuti oleh 7 desa lainnya. Jadi, sampai besok hari diharapkan 15 desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pakis sudah mengikuti pelatihan kader SMARThealth.

Peserta pelatihan kader SMARThealth di Puskesmas Pakis berpose bersama

Selain dihadiri oleh 40 kader dari 8 desa, acara pelatihan kader SMARThealth ini juga dihadiri oleh perawat dari 8 desa tersebut, dan juga rombongan dari Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, yang terdiri dari Nur Ani Sahara, S.Kep.Ners, Fitriayu Dola Meirina, A.Md.Keb, Kristina Dewi, A.Md.Keb, Candra Hernawan, S.Kom, ditambah dengan Ulinati, S.IP dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Acara pelatihan dimulai pada pukul 08.53 WIB diawali dengan ucapan basmalah dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars GERMAS. Setelah itu disambung dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Pakis Ema Maulani, A.Md.Keb mewakili Kepala Puskesmas Pakis yang berhalangan hadir karena sedang ada pertemuan di Kantor Dinkes Kabupaten Malang.

Sambutan Kepala TU Puskesmas Pakis mewakili Kepala Puskesmas Pakis

Sambutan berikutnya diisi oleh staf Sub Substansi PTM Dinkes Kabupaten Malang, Nur Ani Sahara. Dalam sambutannya, Nur Ani mengatakan bahwa kasus PTM kian tahun semakin meningkat, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

“Jika kita hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja tidaklah mungkin dengan target yang begitu banyak. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan masyarakat agar bisa berpartisipasi aktif dalam membantu tenaga kesehatan di desa dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan menjadi kader SMARThealth,” tegas Nur Ani.

Usai sambutan Nur Ani, acara diisi dengan foto bersama terlebih dahulu antara peserta, perawat desa, Puskesmas Pakis, dan rombongan dari Dinkes Kabupaten Malang.

Pemaparan materi dari dokter fungsional Puskesmas Pakis

Sebelum memasuki materi pertama, acara diisi dengan senam peregangan sambil menunggu penyiapan materi. Peragangan itu dipandu oleh staf Puskesmas Pakis Taufik dengan mengajak kader untuk sejenak menggerakkan anggotanya badannya.

Mula-mula peregangan dengan bilang ikhlas dengan tangan kanan ditempelkan ke dada sebelah kiri. Kemudian dilanjutkan dengan diletakkan di atas kepala sambil bilang fokus, dan diakhiri dengan menyanyikan lagu naik delman dengan menggerakkan anggota tubuhnya.

Selesai peregangan, Nur Ani Sahara menyampaik materi Posbindu SMARThealth dengan diawali memutarkan video perihal yang dilakukan oleh kader SMARThealth. Pada materi, Nur Ani berusaha memaparkan mengenai transisi demografi-epidemiologi yang menjadi determinant of health yang ditandai adanya daily lost dan productivity lost.

Praktek penggunaan SMARThealth Kit yang dipantau penuh oleh rombongan Dinkes Kabupaten Malang

Dalam berbagai upaya, Dinkes telah melakukan sejumlah usaha dan program dalam melakukan pengendalian dan pencegahan terhadap PTM. Salah satunya dengan menjalankan replikasi SMARThealth di Kabupaten Malang. Dan tahun ini termasuk jadwalnya Puskesmas Pakis melaksanakan replikasi dengan ditandai adanya pelatihan kader SMARThealth ini.

Pukul 10,29 WIB acara berikutnya adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh dr. Deta Rahmawati dari Puskesmas Pakis dengan judul “Konsep Penyakit Tidak Menular”. Pengertian-pengertian PTM yang terkait dengan replikasi SMARThealth dijabarkan dengan rinci, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), hipertensi, diabetes, kolesterol, dan aktivitas fisik.

Selesai pemaparan dua materi, kader langsung dibimbing dan dilatih untuk bisa melakukan pengukuran antropometri dengan benar, pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah. Acara ini dipandu oleh Kristina Dewi dibantu dengan rombongan dari Dinkes lainnya.

Perawat memberikan cara dan teknik dalam melakukan pengecekan kadar gula darah

Sedangkan, perawat desa yang hadir akan memberikan contoh cara melakukan pengukuran antropometri, tekanan darah dan pngecekan kadar gula darah dengan menggunakan peralatan baru SMARThealth Kit yang kebetulan bersamaan dengan dibagikan dari Puskesmas Pakis kepada para kader tersebut.

Peran perawat tidak hanya sampai di sini saja, karena untuk memperlancar ketrampilan kader tersebut masih harus senantiasa mendampingi dan melatih lagi hingga kader tersebut benar-benar terampil dan lancar.

Praktek pengukuran antropometri, pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula didemokan oleh para kader dengan didampingi perawat desanya masing-masing berjalan selama 1 jam.

Suasana praktek menggunakan SMARThealth Kit dalam pelatihan kader di Puskesmas Pakis

Acara pun kemudian diteruskan dengan pemaparan materi tentang Petunjuk Penggunaan Aplikasi eKader yang dipandu oleh Candra Hernawan. Di sini, kader diajari bagaimana melakukan input data dengan benar berdasarkan aplikasi eKader.

Dari 40 peserta pelatihan kader SMARThealth, ada dua peserta yang tidak bisa terinput karena faktor handphone (HP). Disinyalir oleh Candra, karena masalah internal di HPnya. Karena dilihat dari hasilnya, yang dua itu datanya tidak masuk ke ePuskesmas tapi masuk ke Portal SMARThealth.

Acara pelatihan kader SMARThealth bagi desa di wilayah kerja Puskesmas Pakis berakhir dan ditutup pada pukul 13.09 WIB. *** [040923]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 27 Juni 2023

Hari Kedua, Delapan Desa Ikuti Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Poncokusumo

Hari kedua pelatihan kader SMARThealth yang diadakan Puskesmas Poncokusumo di Ruang Pertemuan Lantai 2 pada Selasa (27/06) diikuti oleh delapan desa berikutnya setelah pelatihan pada hari pertama kemarin.

Kedelapan desa itu meliputi Poncokusumo, Wonorejo, Wringinanom, Gubugklakah, Ngadas, Ngadireso, Ngebruk, dan Argosuko. Dari delapan desa tersebut, desa Argosuko dan Ngadas mengirimkan masing-masing  satu orang kader laki-laki. Lainnya didominasi oleh kader perempuan.

Rombongan Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, yang terdiri dari Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ners; Kristina Dewi, A.Md.Keb; dan Candra Hernawan, S.Kom serta ditambah seorang asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Sub Substansi PTM dan Keswa Ulinati, S.IP, dan seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Peserta pelatihan kader SMARThealth di Puskesmas Poncokusumo hari kedua (Selasa, 27/06)

Rombongan Dinkes tiba di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Sumberpucung yang berada di Jalan Kusnan Marzuki No. 101 Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada pukul 09.44 WIB.

Namun, sebelumnya sambil menanti kehadiran rombongan Dinkes yang akan memberikan pelatihan kader SMARThealth, acara diisi terlebih dahulu dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh pemegang program PTM Puskesmas Poncokusumo, Mohammad Ali, A.Md.Kep, dengan judul “PTM: Penyakit Tidak Menular.”

Materi tersebut sebagai prolog dalam pelatihan kader ini mengingat materi dalam SMARThealth itu sesungguhnya terkait dengan PTM, kendati utamanya menyangkut masalah penyakit kardiovaskular dan pembuluh darahn lainnya.

Pemegang Program PTM Puskesmas Poncokusumo berikan pengetahuan tentang PTM: Penyakit Tidak Menular

Setelah rombongan Dinkes sampai di ruang pertemuan, acara berikutnya diserahkan kepadanya. Acara pun langsung diisi dengan pemaparan materi mengenai Posbindu SMARThealth oleh staf PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang, Bastamil Anwar Aziz.

“Kita perlu solusi dan inovasi yang tepat menyangkut peningkatan penemuan dini kasus CVD dan tata laksana dengan SMARThealth,” ujar Bastamil.

Kaitan SMARThealth dengan program pemerintah, tambah Bastamil, bahwa SMARThealth sejalan dan mendukung program pemerintah, yaitu Posbindu PTM dalam memperbaiki tata kelola pencegahan penyakit jantung.

Apakah itu SMARThealth? Bastamil pun bertutur bahwa SMARThealth itu singkatan dalam bahasa Inggris, Systematic Medical Appraisal, Referral and Treatment health. “Ibu-ibu dan bapak-bapak tidak perlu menghafalkan,” kata Bastamil. “Sederhananya, adalah pengelolaan penyakit jantung melalui deteksi dini yang lebih cepat dan efisien.”

Staf Sub Sbstansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang beri pembekalan wawasan perihal Posbindu SMARThealth

Lebih lanjut, Bastamil mengatakan bahwa keunggulan SMARThealth itu inovatif, sederhana berbasis teknologi smartphone murah; lebih banyak melibatkan tenaga kesehatan dengan cost yang tidak mahal; sistem pengambilan keputusan klinis berbasis elektronik menjadi 3 kategori (tinggi, sedang dan rendah); dan berbasis bukti, kualitas yang terkontrol dengan biaya terjangkau.

Setelah selesai materi pengantar dari Bastamil, acara dilanjutkan dengan praktek melakukan pengukuran kesehatan. Semua perawat dari delapan desa pun kemudian mendampingi setiap kader dari desanya dalam berlatih.

Karena keterbatasan alat dan waktu, praktek pelatihan difokuskan pada pengukuran tekanan darah dengan automatic blood pressure monitor dan pengecekan kadar gula darah dengan blood glucose monitoring system. Sementara untuk pengukuran antropometri seperti pengukuran tinggi dan berat badan maupun lingkar perut, umumnya kader kasehatan yang diupgrade menjadi kader SMARThealth tersebut umumnya sudah bisa semua. Kendati demikian, sebelum turun lapangan, perawat desanya masing-masing akan mengajari lagi untuk bekal dalam melakukan skrining faktor risiko PTM.

Peserta melakukan praktek pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah

Usai mereka mencoba praktek melakukan pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah, acara langsung disambung dengan pembekalan penggunaan aplikasi eKader yang disampaikan oleh staf IT Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang, Candra Hernawan.

Dalam memberikan materi petunjuk penggunaan aplikasi eKader, Candra pun meminta peserta pelatihan untuk sambil mempraktekkannya agar supaya tidak lupa. Data hasil latihan pengukuran kesehatan tadi bisa sebagai bahan untuk input data dengan menggunakan aplikasi eKader.

Seperti pada praktek pengukuran kesehatan, dalam praktek penggunaan aplikasi eKader ini, rombongan dari Dinkes berpencar ke semua peserta untuk membantu mereka yang menjumpai kendala dalam hal penggunaan aplikasi eKader.

Praktek penggunaan aplikasi eKader dalam input data hasil skrining faktor risiko PTM

Selepas praktek input data dengan aplikasi eKader, pemegang program PTM Puskesmas Poncokusumo mengecek hasil input data di ePuskesmas dan diteruskan dengan memutarkan video tentang gambaran menjadi kader SMARThealth yang diambil dari pengalaman kader SMARThealth Kelurahan Kepanjen.

Sebelum resmi ditutup, pemegang program PTM Puskesmas Poncokusumo terlebih dahulu membacakan rencana tindak lanjut (RTL) dari kegiatan pelatihan ini. RTL tersebut ada empat poin, yakni atur strategi dengan perawat dan bidan desa masing-masing; refresh praktek pemeriksaan ke perawat atau bidan desa; koordinasi dengan pemerintah desa terkait teknis kegiatan; dan terskrining PTM 100% di desa masing-masing.

Acara pelatihan di hari kedua atau hari terakhir ini berakhir pada pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan acara foto bersama seluruh peserta pelatihan kader SMARThealth di hari kedua ini. *** [270623]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Senin, 26 Juni 2023

Hari Pertama, Sembilan Desa Ikuti Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Poncokusumo

Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Puskesmas Poncokusumo dr. Wiwit Wijayati, di hari pertama, Senin (26/06), pelaksanaan Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Poncokusumo digelar.

Sembilan desa mengirimkan kadernya untuk dilatih menjadi kader SMARThealth. Kesembilan desa tersebut meliputi Wonomulyo, Belung, Karangnongko, Karanganyar, Jambesari, Dawuhan, Sumberejo, Pandansari, dan Pajaran.

Perlu diketahui, bahwa wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo, mencakup 17 desa. Akan tetapi karena keterbatasan ruang pertemuan yang dimiliki Puskesmas Poncokusumo, maka pelatihan kader SMARThealth dibagi dua sesi dalam dua hari ini. Sehingga, besoknya atau hari kedua tinggal melatih yang delapan desa lagi.

Seluruh peserta Pelatihan Kader SMARThealth berpose bersama 

Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Poncokusumo yang berada di Jalan Kusnan Marzuki No. 101 Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pelatihan kader SMARThealth ini diikuti oleh 45 kader kesehatan dari sembilan desa tersebut. Setiap desa mengirimkan 5 orang kader kesehatan. 

Yang menarik pelatihan kader di hari pertama ini, dijumpai satu desa, yakni Pandansari,  yang mengirimkan kadernya yang terdiri dari bapak-bapak semua. Sementara itu, desa Karangnongko ada satu bapak saja, dan yang lainnya umumnya didominasi oleh ibu-ibu. Setiap desa didampingi oleh perawat desanya masing-masing.

Tampak hadir pula rombongan Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang akan melatih para kader tersebut, yang terdiri atas Nur Ani Sahara, S.Kep. Ners; Kristina Dewi, A.Md.Keb; Candra Hernawan, S.Kom; dan Imam Ghozali, S.Kep. Ners.

Staf Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang berikan sambutan pengantar Program SMARThealth bersama Kepala Puskesmas Poncokusumo

Selain itu, ada juga asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Sub Substansi PTM dan Keswa Ulinati, S.IP, mahasiswi magang di Sub Substansi PTM dan Keswa Herdina Arahmi dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM), serta seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Rombongan Dinkes Kabupaten Malang tiba di Ruang Pertemuan Puskesmas Poncokusumo pada pukul 09.14 WIB, dan staf Sub Substansi PTM dan Keswa Nur Ani Sahara diberikan waktu sebentar untuk memberikan sambutan pembuka terkait Program SMARThealth.

Kemudian setelah itu, dimulai pelatihan kader kesehatan untuk diupgrade menjadi kader SMARThealth. Pertama-tama, Nur Ani Sahara memberikan wawasan tentang Posbindu SMARThealth dan menayangkan video perihal menjadi kader SMARThealth.

Kader belajar mnggunakan alat ukur tensi meter yang benar yang dipandu oleh perawat desa

Nur Ani sengaja menampilkan video tersebut, agar kader kesehatan dari sembilan desa yang menjadi bakal calon kader SMARThealth mendapatkan gambaran mengenai apa saya yang harus dilakukan setelah dinobatkan menjadi kader SMARThealth.

Setelah pembekalan wawasan dan pengetahuan teknis dalam Posbindu SMARThealth dari Nur Ani, acara berikutnya dilanjutkan dengan praktek penggunaan alat kesehatan yang ada dalam SMARThealth Kit, seperti alat timbang badan, alat ukur tinggi badan, metlin, automatic blood pressure monitor (alat ukur tekanan darah), dan blood glucose monitoring system (alat cek kadar gula darah).

Dalam praktek ini, tidak hanya perawat desa saja yang mendampingi dalam praktek pemeriksaan kesehatan tapi juga rombongan Dinkes berpencar untuk melihat jalannya praktek yang dilakukan para kader tersebut.

Kader menyimak perawat desa dalam memberikan pelatihan penggunaan alat cek kadar gula darah

Usai praktek yang memakan waktu sekitar satu jam itu, acara disambung dengan Petunjuk Penggunaan Aplikasi “eKader” yang dipandu oleh staf IT Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang, Candra Hernawan. Kemudian para kader dipersilakan melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eKader dengan memasukkan data masing-masing dari para kader, termasuk hasil praktek pengukuran kesehatannya tadi.

Pada acara input data ini, rombongan Dinkes juga menyebar untuk mendampingi kader yang baru mulai melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eKader. Dari 45 kader yang mengikuti pelatihan tersebut, ada satu kader yang kurang berhasil melakukan input data. Hal ini diperkirakan karena spesifikasi handphone yang dimiliki kurang support terhadap aplikasi eKader.

Tepat pukul 12.00 WIB rangkaian acara Pelatihan Kader SMARThealth yang diselenggarakan oleh Puskesmas Poncokusumo di hari pertama ini berakhir, setelah dijelaskan rencana tindak lanjut oleh Mohammad Ali, A.Md.Kep, seorang perawat desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan ditutup dengan foto bersama. *** [260623]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Rabu, 14 Juni 2023

Puskesmas Ardimulyo Berdayakan Kader Dalam Deteksi Dini Faktor Risiko PTM Dengan SMARThealth

Begitu tiba di Puskesmas Ardimulyo, Singosari, pada pukul 09.33 WIB, rombongan Sub Substansi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang disambut oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Ardimulyo beserta pemegang program PTM dan 8 perawat desa.

Hari ini, Rabu (14/06), Puskesmas Ardimulyo punya hajat mengadakan pertemuan untuk pemberdayaan kader dalam deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) di Ruang Aula Puskesmas Ardimulyo yang berada di lantai 2.

Pemberdayaan kader ini diikuti oleh kader kesehatan dan perawat dari 8 desa yang ada di lingkungan kerja Puskesmas Ardimulyo, meliputi Ardimulyo, Randu Agung, Toyomarto, Losari, Taman Harjo, Batu Retno, Dengkol, dan Wonorejo.

Kapus Ardimulyo dan rombongan Dinkes berpose bersama kader kesehatan

Setiap desa mengirimkan 5 orang kader kesehatan untuk diberdayakan dalam deteksi dini faktor risiko PTM dengan SMARThealth. Di situ ada kader Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posyandu Jiwa, dan Posbindu.

Sebelum tibanya rombongan Sub Substansi PTM dan Keswa, acara sudah diisi terlebih dahulu oleh pihak Puskesmas Ardimulyo. Namun setibanya rombongan Sub Subtansi PTM dan Keswa yang terdiri atas Paulus Gatot Kusharyanto, SKM; Kristina Dewi, A.Md.Keb; Candra Hernawan, S.Kom; asisten IT SMARThealth yang diperbantukan di Sub Substansi PTM dan Keswa; serta seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), formalitas acara pun segera dimulai.

Mula-mula Master of Ceremony (MC) Celfi Nuraini, A.Md.Kep mengucapkan selamat datang kepada rombongan Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang beserta para kader dan kemudian membacakan susunan acaranya.

Sebelum menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, MC terlebih dahulu mengajak peserta pertemuan pemberdayaan kader dengan dengan membaca Surat Al-Faatihah (Pembuka). Dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, semua peserta berdiri dan dipandu oleh layar dengan video lagu Indonesia Raya.

Sambutan Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang

Selesai menyanyikan kebangsaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kapus Ardimulyo dr. Julia Rosana. Dalam sambutannya, dr. Julia mengucapkan terima kasih kepada para kader yang telah sudi meluangkan waktu untuk mengikuti pemberdayaan kader di Ruang Aula Puskesmas Ardimulyo.

Tanpa memberdayakan kader kesehatan, tambah Kapus Ardimulyo, rasanya Puskesmas Ardimulyo tidak mungkin melakukan skrining dengan optimal jika hanya mengandalkan tenaga kesehatan (nakes) yang ada di lingkungan Puskesmas Ardimulyo. Selain jumlah nakesnya yang sedikit, jumlah cakupan target sasarannya juga banyak.

Usai sambutan dari Kapus Ardimulyo, acara diteruskan dengan sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto. Pada kesempatan itu, Paulus mengatakan bahwa setiap tahun kasus PTM terus meningkat. Tahun 2022, angka kesakitan dari hipertensi cukup tinggi.

“Oleh karena itu, kita perlu upaya yaitu edukasi dan deteksi dini agar supaya masyarakat terhindar dari PTM, utamanya serangan jantung,” jelas Paulus Gatot dihadapan peserta pemberdayaan kader kesehatan tersebut.

Kader kesehatan dari 8 desa di lingkungan Puskesmas Ardimulyo ikuti pelatihan kader SMARThealth

Lebih lanjut, Paulus Gatot menambahkan bahwa kader yang telah dipilih desa akan dilatih di sini agar bisa membantu nakes dalam melakukan skrining. “Semoga yang dikerjakan ibu-ibu kader nantinya bisa amanah.”

Setelah sambutan dari Sub Koordinator Substansi PTM dan Keswa, MC menyerahkan acara sepenuhnya kepada rombongan Dinkes untuk memberikan pelatihan SMARThealth kepada peserta dari 8 desa tersebut.

Sebelum kader melakukan praktek skrining, terlebih dahulu Paulus Gatot memberikan bekal pengetahuan mengenai Posbindu SMARThealth. Paulus Gatot memulai dengan menanyangkan data-data yang ada, seperti dari Survey Kematian bersama Kemenkes pada tahun 2020 diketahui bahwa 48% orang yang meninggal disebabkan karena penyakit kardiovaskular dan pembuluh darah lainnya. Angka kematian tertinggi dikarenakan hipertensi.

Kasus tersebut tidak terlepas dari PTM dan faktor risiko perilaku, seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan alkohol. Sejumlah kebijakan dan strategi P2PTM, seperti promkes, deteksi dini, perlindungan khusus dan penanganan kasus.

Salah seorang perawat sedang mengajari kadernya cara melakukan cek kadar gula darah

Namun dalam implementasinya, capaian demi capaiannya belum bisa memenuhi target sesuai apa yang digariskan oleh Kemenkes. “Kita perlu solusi dan inovasi yang tepat dalam peningkatan pemeriksaan dalam deteksi dini,” kata Paulus Gatot. “ Salah satunya adalah dengan SMARThealth.”

Apa itu SMARThealth? SMARThealth adalah berasal dari bahasa Inggris sehingga susah untuk mengingatnya. Pengertian sederhananya, adalah pengelolaan PTM melalui deteksi dini yang lebih cepat dan efisien.

Salah satu keunggulan SMARThealth adalah inovatif, sederhana berbasis smartphone yang mampu membantu kader kesehatan yang telah mengikuti pelatihan SMARThealth mampu membantu nakes melakukan skrining faktor risiko dengan deteksi dini.

Setelah dilatih SMARThealth, tugas kader kesehatan yang sudah ber-SMARThealth adalah melakukan edukasi, deteksi dini, merujuk dan entri data hasil skrining yang dilakukan dalam Posbindu PTM maupun door to door.

Staf IT Sub Substansi PTM dan Keswa dibantu staf  dan asisten IT memandu kader melakukan input data dengan aplikasi eKader

Pukul 10.39 WIB peserta melakukan praktek pemeriksaan skrining faktor risiko PTM yang dipandu oleh perawat desanya masing-masing dengan didampingi oleh rombongan Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes.

Dalam praktek itu, kader kesehatan diajarkan cara melakukan pengukuran, baik antropometri, tekanan darah dan cek kadar gula darah. Setiap kader kesehatan harus mempraktekkan hingga bisa, baik secara mental maupun keterampilan.

Setelah semuanya melalukan praktek, maka pada acara Petunjuk dan Penggunaan Aplikasi “eKader” yang dipandu oleh staf IT Sub Substansi PTM dan Keswa Dinkes Candra Hernawan, S.Kom, kader kesehatan tinggal fokus pada input data dengan mengoperasikan aplikasi eKader, dan hasilnya bisa dilihat oleh perawat di aplikasi ePuskesmas.

Pertemuan pemberdayaan kader dengan SMARThealth ini selesai pada pukul 12.35 WIB dengan closing statement dari Kapus Ardimulyo: “Sudah mengikuti, tinggal mengamalkan!” dan diakhir dengan foto bersama. *** [140623]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog