Tampilkan postingan dengan label DCE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DCE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2021

Jogomulyan, Desa Terdampak Parah Gempa di Kecamatan Tirtoyudo

Desa Jogomulyan merupakan salah satu desa penghasil kopi yang ada di Kecamatan Tirtoyudo. Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) pernah berkunjung ke desa ini setahun yang lalu sebanyak dua kali dalam rangka pilot test Discrete Choice Experiment for Kaders, yaitu Rabu (15/01/2020), dan Senin (20/01/2020).

Hari Rabu (14/04/2021) ini, Tim SMARThealth UB berkesempatan menyambangi Desa Jogomulyan lagi. Kali ini Tim SMARThealth UB ikut dalam rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur melalui Tim Teknis Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa Dinkes Jatim.


Posko Pengungsian Desa Jogomulyan di Lapangan Jogomulyan

Kunjungan lapangan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui kejadian yang diakibatkan oleh gempa yang berpusat di Samudera Indonesia, 90 Km barat daya Kabupaten Malang pada koordinat 8,95 LS dan 112. 48 BT di kedalaman 25 Km. Setelah itu, Tim Teknis akan melaksanakan survey lapangan untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa para pengungsi, baik yang tinggal di tenda pengungsian maupun yang mengungsi pada keluarga/kerabat.

Sebelum melakukan kunjungan lapangan, Dinkes melakukan koordinasi dengan Puskesmas Tirtoyudo. Di Puskesmas Tirtoyudo, Dinkes (Provinsi Jatim dan Kabupaten Malang) mendapat penjelasan terlebih dahulu dari Kepala Puskesmas (Kapus) Tirtoyudo, drg. Ivan Drie perihal gambaran gempa bumi di wilayah kerja Puskesmas Tirtoyudo.


Audiensi dengan Kades Jogomulyan

Setelah itu, Kapus Tirtoyudo mendampingi Dinkes berkeliling ke desa-desa yang terdampak berat gempa Malang tersebut. Desa pertama yang dikunjungi adalah Desa Jogomulyan dengan pertimbangan desa itu merupakan desa terdampak parah yang diakibatkan gempa di Kecamatan Tirtoyudo.

Tiba di Balai Desa Jogomulyan pada pukul 11.13 WIB. Rombongan Dinkes diterima langsung oleh Kepala Desa (Kades) Jogomulyan Maderah Nur Wibowo di tenda besar berwarna hijau tua yang didirikan di halaman depan Balai Desa oleh PMI Kabupaten Malang, tepat di depan Pendopo Balai Desa yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.


Ponkesdes dan Balai Desa Jogomulyan mengalami kerusakan

Sebagai pembuka kata, Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto, SKM memperkenalkan diri rombongan Dinkes, dan mengutarakan maksud serta tujuan ke desa ini. Kemudian disusul dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Pemegang Program Jiwa Dinkes Jatim Dedi Supriyadi, ST dan diteruskan dengan sejumlah pertanyaan oleh Ketua Tim Teknis Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa Dinkes Jatim, Dr. Ns. Heni Dwi Windarwati, M.Kep., Sp.Kep. J.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Kades Jogomulyan tersebut umumnya berkisar ingin mengetahui kondisi daerah terdampak di desa ini, dan kemudian mereka juga menyampaikan kepada Kades Jogomulyan perihal rencana tindak lanjut upaya pendampingan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJPS) terhadap warga yang terdampak serta melakukan skrining kesehatan mental di desa tersebut dengan menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29).


Rumah penduduk alami kerusakan berat

Pada hari kunjungan ini, tercatat ada 19 fasilitas publik mengalami kerusakan. Fasilitas publik itu berupa masjid, mushola, sekolah, dan Balai Desa Jogomulyan. Di semua dusun yang ada di Desa Jogomulyan melaporkan ada kerusakan fasilitas publik.

Sementara mengenai kerusakan bangunan rumah di Desa Jogomulyan, tercatar 141 unit rumah rusak berat, 200 rusak sedang dan 17 rusak ringan. Dilaporkan pula 3 orang mengalami luka berat, 3 orang menderita luka sedang, dan yang luka ringan belum terekap semua.


Skrining menggunakan SRQ-29

Usai audiensi dengan Kades Jogomulyan, rombongan Dinkes kemudian menyebar untuk menjumpai warga yang terdampak gempa Malang. Rombongan itu lalu dipencar dengan didampingi dari tenaga kesehatan yang ada di desa tersebut, baik dari Puskesmas Tirtoyudo maupun dari Ponkesdes Jogomulyan.

Rombongan itu dipandu berkeliling di Dusun Sumber Manggis yang jaraknya berdekatan dengan Balai Desa. Mahasiswa S2 Keperawatan Jiwa FKUB dan Institut Teknologi, Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen yang diajak Tim Teknis melakukan skrining kesehatan mental dengan menggunakan SRQ-29 ke sejumlah rumah. Sedangkan Dr. Heni dengan asistennya Ns. Alfunnafi’ Fahrul Rizzal, M.Kep. Sp.Kep.J berjalan ke Posko Pengungsian yang ada di lapangan Jogomulyan. Posko itu berupa tenda besar berwarna biru yang didirikan BNPB untuk menampung beberapa keluarga. Rumah mereka mengalami rusak berat yang lokasinya berada di seberang jalan dari tenda tersebut.


Posko Komando Bencana Desa Jogomulyan

Tampak mendampingi Tim Teknis Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa Dinkes Jatim itu adalah perawat Desa Jogomulyan Number Eva, A.Md.Kep, staf Dinkes Jatim dr. Sylvia Sari, dan Tim SMARThealth UB.

Di dalam tenda itu, Tim Teknis melakukan upaya intervensi dengan terapi psikososial terstruktur berupa latihan tarik napas dalam, latihan hipnosis 5 jari, dan latihan relaksasi otot progresif. Upaya intervensi ini memakan waktu selama satu jam.


Latihan Relaksasi Otot Progresif

Setelah itu, penghuni tenda yang dewasa diskrining kesehatan mentalnya dengan menggunakan instrumen SRQ-29. Bagi yang bisa membaca, Tim Teknis akan memberikan kuesionernya beserta bolpoin untuk mengisi sendiri. Sedangkan bagi yang tidak bisa membaca Ns. Alfunnafi’ Fahrul Rizzal dan perawat Number Eva, A.Md.Kep berusaha mewawancarai dengan kuesioner tersebut.

Setelah itu, rombongan Dinkes kembali ke tenda Posko Komando yang ada di Balai Desa. Mereka berdiskusi sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya untuk mengunjungi Desa Sumbertangkil yang berada di sebelah selatan desa ini. Rombongan Dinkes berpamitan, dan meninggalkan Balai Desa Jogomulyan pada pukul 13.40 WIB. *** [140421]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo


Share:

Jumat, 05 Maret 2021

DCE di Kendalpayak: Dari Kunjungan Pertama Kali ke Ponkesdes

Desa Kendalpayak merupakan satu dari 4 desa kontrol dalam pelaksanaan baseline SMARThealth. Meski telah mengenal istilah SMARThealth, namun dalam implementasinya Ponkesdes dan kader belum sama sekali mengenal intervensi. Sehingga secara alamiah, mereka hanya kenal SMARThealth setelah mendapat kunjungan enumerator.

Sehingga, pendekatan dalam pengumpulan data DCE pun berbeda dengan dengan yang ada di desa intervensi. Karena nantinya Tim Replikasi akan berhubungan secara intens dalam replikasi SMARThealth, maka diperlukan langkah yang sublim.

Usai mendampingi staf Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dalam rangka instal aplikasi eKader versi pascaberbaikan di Puskesmas Pakisaji pada Sabtu (13/02/2021), Tim Replikasi berusaha membuat janji untuk melakukan kunjungan ke Ponkesdes.

Kunjungan silaturahmi pun terjadi pada hari Senin (15/02/2021). Semula janjian bertemu dengan perawat Ardianse Ria Saputra, A.Md. Kep, tapi karena kebetulan pas tugas vaksinasi di Puskesmas, akhirnya Tim Replikasi bertemu dengan bidan Siti Maisaroh, S.Tr. Keb.

Dalam pertemuan itu, Tim Replikasi mengutarakan maksud dan tujuan untuk melakukan pengumpulan data DCE di Desa Kendalpayak. Dalam pelaksanaan nanti akan senantiasa bersinggungan dengan perawat maupun bidan yang lebih mengenal dengan karakteristik kader yang ada di desa tersebut. Bantuan teknis ini bagaimana pun sangat diperlukan ketika memasuki wilayah yang belum akrab komunikasinya.

Pada hari Selasa (23/02/2021), Tim Replikasi berhasil melakukan data collecting DCE di Kendalpayak di sela-sela membuat materi pelatihan untuk Peneliti Lapang Program Replikasi SMARThealth. Hari itu berhasil terkumpul kader secara mengalir, baik waktu maupun tabletnya, sebanyak 37 kader yang mengisi kuesioner DCE. Rinciannya pertanyaan DCE Blok 1 terjawab 19 orang kader, dan 18 orang kader lainnya menjawab pertanyaan DCE Blok 2.

Karena target pengumpulan data sebanyak 40 orang per desa, maka pada hari Kamis (25/02/2021), Tim Replikasi melakukan jumpa mitra dengan kader lagi. Hari itu berhasil dijumpai 3 orang kader dengan rincian 1 orang kader mencoba mengisi jawaban pertanyaan DCE Blok 1, dan 2 orang kader yang menjawab pertanyaan DCE Blok 2.

Jadi, total data collecting DCE di Kendalpayak, Tim Replikasi berhasil mewawancarai sebanyak 40 orang kader yang ada di Kendalpayak. Usai dari sini, Tim Replikasi berusaha membuka desa lainnya yang tidak bentrok dengan Tim DCE. *** [250221]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Kamis, 04 Maret 2021

Kosong Bimtek, DCE di Karangduren

Tiadanya jadwal pendampingan sosialisasi replikasi SMARThealth dalam Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan, Tim Replikasi berusaha menuju Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (13/02/2021).

Kunjungan ini tidak sekaligus bisa melaksanakan pengumpulan data DCE di desa tersebut. Beberapa rumah kader yang didatangi umumnya sedang tidak berada di tempat. Baru agak siangan, Tim Replikasi berhasil bertemu dengan salah seorang kader.

DCE di Karangduren

Perjumpaan ini tidak langsung bisa melakukan data collecting, sehingga kesempatan bertemu ini dimanfaatkan untuk membuat janji agar bisa bertemu dengan sejumlah kader di Karangduren. Tidak perlu sekaligus, tapi dihimbau untuk mengalir saja kumpulnya.

Data collecting yang pertama dilakukan pada hari Kamis (25/02/2021) di rumah  seorang kader secara bergantian. Ada 9 kader berhasil mengisi kuesioner DCE Blok 1 yang berada di dalam Tablet, dan 12 kader yang menjawab kuesioner DCE Blok 2.

Kemudian pengumpulan data baru bisa dilanjutkan pada hari Selasa (02/03/2021) ketika Tim Replikasi telah menuntaskan pembuatan materi pelatihan untuk Peneliti Lapang Program Replikasi SMARThealth. Pada hari itu, kader berhasil mengklik semua jawaban pertanyaan DCE di dalam Tablet. Ada 10 kader yang berkenan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Jadi total data collecting DCE di Karangduren adalah sebanyak 31 orang kader. Masih kurang 9 orang dari target 40 kader yang diwawancarai setiap desanya.

Sambil membuka daerah lain, Tim Replikasi masih senantiasa singgah di desa tersebut. Siapa tahu masih ada yang bisa bisa berkumpul untuk melakukan pengumpulan data DCE kembali. *** [020321]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo
Share:

Rabu, 03 Maret 2021

DCE di Kepanjen: Berawal dari Menghadiri Posbindu

Data collecting DCE di Kepanjen dimulai ketika Tim Replikasi SMARThealth mendapat undangan untuk menghadiri kegiatan Posbindu SMARThealth Anggrek 2 Kepanjen di Jalan Wahidin Sudirohusodo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu (06/02/2021).

Di sela-sela pemeriksaan itu, Tim Replikasi berusaha melakukan pengumpulan data DCE kepada kader Kepanjen yang tidak ikut pilot test DCE di Gedung Posyandu Mandiri Mawar 1 Kepanjen satu tahun yang lalu. Data collecting itu menyasar dua orang kader pada kegiatan Posbindu tersebut, namun kesempatan itu dimanfaatkan oleh Tim Replikasi untuk meminta kader yang datang di kegiatan tersebut berkenan membantu memberitakan kabar (woro-woro) akan DCE tersebut di Kepanjen.


Data Collecting di Kepanjen

Hubungan baik yang terjalin antara Tim Replikasi dengan kader Kepanjen selama ini, menjadi modal yang kuat untuk melakukan pengumpulan data DCE di Kepanjen. Seorang pegiat Kader RW 01 turut membantu mewartakan untuk acara data collecting ini.

Hari Kamis (15/02/2021), Tim Replikasi berhasil mengumpulkan data DCE sebanyak 38 orang kader dengan rincian 20 kader mengisi kuesioner Blok 1 yang ada di dalam Tablet, dan 18 kader mengisi kuesioner Blok 2. Polanya data collecting DCE dilakukan berjenjang waktunya dan bergantian. Hal ini agar supaya menghindari kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

Kemudahan mengadakan data collecting di Kepanjen ini memang lebih disebabkan adanya komunikasi yang intens antara Tim Replikasi dan kader Kepanjen. Hal ini bisa dimengerti karena kedekatan lokasi antara Kelurahan Kepanjen dengan Desa Dilem, tempat bersemayam Sekretariat SMARThealth. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer.

Total data collecting di Kepanjen adalah sebanyak 40 orang kader dengan rincian yang seimbang antara kedua pertanyaan dalam kuesioner DCE yang terbagi ke dalam Blok 1 dan Blok 2. Artinya, dari 40 kader itu, 20 orang kader menjawab kuesioner DCE di Blok 1 dan 20 orang kader mengisi kuesioner DCE di Blok 2.

Berakhirnya pengumpulan data DCE di Kepanjen, Supervisor Tim Replikasi Sekretariat SMARThealth kemudian melanjutkan penjadwalan ke daerah lain dengan melakukan kunjungan ke desa yang akan diselenggarakan data collecting DCE terlebih dahulu. Tim Replikasi tinggal menyesuaikan dengan jadwal pendampingan sosialisasi SMARThealth dalam Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. *** [150221]


Penulis: Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Selasa, 02 Maret 2021

Data Collecting DCE di Sepanjang

Terkait dengan GACD SMARThealth Scale-Up, ada dua sub-study yang mengikutinya yaitu Medicines Quality Sub-Study (MQ Sub-Study) dan Discrete Choice Experiment Sub-Study (DCE Sub-Study). MQ Sub-Study atau Studi Kualitas Obat bertujuan untuk meneliti kualitas obat yang diminum oleh pasien di lingkungan komunitas. Sedangkan, DCE Sub-Study atau Studi Pilihan Menjadi Kader bertujuan untuk mengetahui karakteristik pekerjaan yang disukai untuk petugas kesehatan komunitas (Kader).

Sama halnya dengan SMARThealth Scale-Up (Replikasi SMARThealth), kedua Sub-Study itu juga memiliki manajemen yang dikelola oleh seorang supervisor lapangan (Field Supervisor). Mereka bekerja di wilayah penelitian yang sama, tetapi mempunyai sasaran penelitian sendiri-sendiri.

Mereka masing-masing memiliki schedule dalam implementasi di lapangan (fieldwork). Dalam prakteknya, ada schedule yang mengalir sesuai Term of Reference (TOR), tapi ada juga yang tidak sesuai.

Kader Sepanjang sedang mengisi kuesioner DCE di dalam Tablet

Tertundanya DCE menyebabkan Tim Replikasi membantu memback up dalam pengumpulan data (data collecting) DCE di lapangan. Di sela-sela pendampingan sosialisasi replikasi SMARThealth dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tim Replikasi berusaha turun lapangan untuk melakukan pengumpulan data DCE.

Desa pertama yang dijamah adalah Desa Sepanjang. Hari Kamis (04/02/2021) Tim Replikasi mengunjungi desa itu untuk melakukan pengumpulan data. Mula-mula berkunjung ke kader yang berada di Dusun Pidek tapi tidak bertemu. Lalu, langkah dilanjutkan ke Dusun Kasin. Di sana, Tim Replikasi berhasil jumpa sebentar karena kader tersebut mau keluar.

Dari perjumpaan sesaat terbersit kabar bahwa besok tanggal 8 Februari 2021 akan ada pertemuan sejumlah kader di Balai Desa untuk mengumpulkan laporan. Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan Tim Replikasi untuk membuat jadwal pengumpulan data di Sepanjang.

Hari Senin (08/02/2021), sepulang dari Puskesmas Ketawang, satu orang Tim Replikasi yang mendampingi Bimtek, menuju ke Desa Sepanjang, yang di sana telah menunggu satu orang lagi Tim Replikasi, Elmi Kamilah.

Di Balai Desa itu, Elmi telah memulai terlebih dahulu memandu kader untuk mengisi kuesioner DCE yang terdapat di dalam Tablet. Ada 25 kader yang bersedia mengisi kuesioner tersebut secara bergantian. Rinciannya 12 kader mengisi kuesioner Blok 1, dan 13 kader mengisi kuesioner Blok 2.

Hari Selasa (09/02/2021), usai dari mendampingi Seksi PTM dan Keswa melakukan Bimtek di Puskesmas Turen, satu orang Tim Replikasi kembali beredar di Sepanjang, yang di sana ada Elmi Kamilah. Hari itu berhasil menjumpai 7 orang kader. Tiga orang menjawab kuesioner DCE Blok 1, dan 4 orang kader mengisi kuesioner Blok 2.

Kemudian pengumpulan data di Sepanjang, dilanjutkan pada Sabtu (13/02/2021). Hari itu berhasil ditemukan 8 orang kader. Lima orang mengisi kuesioner Blok 1, dan 3 orang mengisi kuesioner Blok 2. Jadi, total data collecting di Sepanjang adalah 40 orang kader yang terperinci 20 kader Blok 1 dan 20 kader Blok 2. *** [130221]


Penulis: Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog