Senin, 05 Oktober 2026

Test Your Lungs, Know Your Numbers: Kisah Pemeriksaan Ulang Spirometri di Desa Wringinrejo

Di sebuah gedung berdinding merah putih di Dusun Tamanrejo RT 02 RW 02, Desa Wringinrejo, puluhan responden hasil pre-screening yang terindikasi memiliki faktor risiko PPOK, antre dengan sabar. Mereka menunggu giliran untuk menghirup dalam-dalam, lalu menghembuskan napas sekuat tenaga ke sebuah alat bernama spirometer. Ini bukan sekadar rutinitas medis biasa, melainkan upaya serius untuk membaca cerita yang tersembunyi di dalam paru-paru mereka.

Pemeriksaan spirometri adalah standar emas untuk mendeteksi dini Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Namun, hasilnya hanya bisa dipercaya jika memenuhi kriteria kualitas yang ketat. Menurut pedoman internasional, tes spirometri yang valid harus menghasilkan minimal tiga manuver yang dapat diterima dan dua di antaranya harus memiliki nilai FEV1 dan FVC yang konsisten - selisihnya tidak lebih dari 0,15 liter.

Personel RS Yasmin Banyuwangi berpose dengan enumerator baseline survey, kader kesehatan setempat, dan Field Facilitator NIHR UB

Jika hasil tes sebelumnya "tidak dapat dibaca" (unreadable) - misalnya karena kurva yang buruk, teknik pernapasan yang kurang tepat, atau masalah teknis lainnya - maka mengulang tes adalah langkah yang tepat. Memaksakan interpretasi dari data yang tidak memenuhi standar justru berisiko memberikan gambaran yang menyesatkan tentang fungsi paru.

Di Desa Wringinrejo, dari 76 responden yang terindikasi berisiko PPOK pada pre-screening, sebanyak 72 di antaranya memerlukan pemeriksaan ulang karena hasil spirometri sebelumnya tidak terbaca. Ini bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses memastikan akurasi data.

Gedung Kopdes Wringinrejo menjadi lokasi pemeriksaan spirometri ulang yang pertama di Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi

Rabu (30/09), menjadi hari penting bagi 32 responden yang diundang untuk pemeriksaan ulang. Dua srikandi enumerator baseline survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC), Yunita Pratiwi Suprapto, S.T. (Nita) dan Firda Octa Vidyawati, S.M. (Firda), kembali memimpin jalannya acara di Gedung Kopdeskel Merah Putih.

Mereka tidak bekerja sendirian. Tiga kader kesehatan setempat - Nunung Lestiani, Siti Nurodifah, dan Sri Wahyuni - turut membantu di meja pendaftaran, menyebarkan undangan, hingga mengantar-jemput responden yang membutuhkan. Dedikasi mereka menjadi tulang punggung mobilisasi warga.

Pola alur pemeriksaan kali ini sama persis dengan tiga sesi spirometri sebelumnya yang digelar pada 25 Juli, 27 Juli, dan 15 Agustus 2026.

Dua enumerator baseline survey berikan teknik menyebul kepada responden

Responden memulai dengan registrasi dan verifikasi data di meja pendaftaran yang dilayani tiga kader. Selanjutnya, mereka menuju meja pengukuran tekanan darah dan oksimetri yang ditangani Perawat Yenni Rachmawati, A.Md.Kep. Setelah tanda-tanda vital tercatat, responden duduk menunggu panggilan spirometri.

Sambil menunggu, enumerator Nita dan Firda memanfaatkan waktu untuk memberikan teknik pernapasan yang benar. Begitu dipanggil, responden menuju meja spirometri yang dijaga tiga personel dari RS Yasmin Banyuwangi, yaitu dr. Ach. Dwipa Perkasa, Annisa Fitriya, A.Md.Kep., Ns. Rizki Indrawangi, S.Kep., serta Ns. Elik Anistina, S.Kep., yang membantu NIHR Universitas Brawijaya (UB) dalam mengawasi jalannya tes spirometri.

Pengukuran tekanan darah dan oksimetri

Di sinilah inti pemeriksaan berlangsung. Perawat Annisa memandu manuver pernapasan, dibantu Rizki yang mengoperasikan laptop terhubung spirometer. Dr. Dwipa menginput hasil anamnesis melalui aplikasi SMARThealth sambil sesekali mengawasi proses manuver bersama Perawat Elik.

Setelah spirometri tahap 1 (pre-nebulisasi), responden bergeser ke meja nebulisasi. Di sana, Ns. Mahendra, S.Kep., melakukan terapi inhalasi menggunakan nebulizer, sebuah alat yang mengubah obat cair menjadi kabut halus untuk dihirup langsung ke saluran pernapasan.

Tes spirometri tahap 1

Nebulisasi bertujuan membuka saluran napas, sehingga hasil spirometri tahap 2 (post-nebulisasi) dapat menunjukkan respons paru terhadap bronkodilator. Setelah nebulisasi, responden kembali ke meja spirometri untuk mengulangi tes yang sama. Jika tahap 2 berjalan lancar, rangkaian pemeriksaan selesai.

Sebagai apresiasi, responden yang telah menyelesaikan seluruh alur kembali ke meja pendaftaran. Tiga kader menyerahkan konsumsi, gift, dan subsidi transportasi, disaksikan salah satu enumerator. Gestur kecil ini menjadi bentuk terima kasih atas partisipasi warga dalam penelitian kesehatan.

Nebulisasi

Pemeriksaan ulang pertama ini dihadiri Rahmanurraudhotul Amin, SKM, yang ditunjuk Theme 1: Primary Healthcare Strengthening untuk mengobservasi jalannya tes dengan checklist khusus. Acara berakhir pukul 14.25 WIB.

Dari 32 responden yang diundang, Field Facilitator NIHR UB mencatat 25 orang berhasil terperiksa. Tujuh lainnya tidak hadir karena berbagai alasan: ada yang bepergian ke Madura, dua orang sedang sakit flu berat, satu meninggal dunia pada Sabtu sebelumnya, satu sakit biasa, satu mengalami stroke sehingga sulit mobilisasi, dan satu lagi izin karena masih berduka atas meninggalnya suami.

Meja 4: apresiasi terhadap responden atas partisipasinya dalam pemeriksaan spirometri

Ketiadaan mereka bukan berarti kegagalan, melainkan cerminan realitas lapangan di mana kesehatan, mobilitas, dan keadaan pribadi turut memengaruhi partisipasi.

Seperti motto National Lung Health Education Program (NLHEP), "Test Your Lungs, Know Your Numbers" (Uji paru-paru Anda, ketahui angka-angka Anda), pemeriksaan spirometri di Wringinrejo adalah langkah konkret untuk mengenali kesehatan paru sejak dini.

Setiap hembusan napas yang tercatat dalam spirometer bukan sekadar angka. Ia adalah data yang dapat menyelamatkan nyawa, mendeteksi PPOK sebelum terlambat, dan membuka jalan bagi intervensi kesehatan yang tepat. Di Desa Wringinrejo, upaya ini terus berlanjut karena setiap napas itu berharga. *** [300926]

Oleh: Budiarto Eko Kusumo
Editor: Budiarto Eko Kusumo

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Risk Checker

Risk Checker

Indeks Massa Tubuh

Supplied by BMI Calculator Canada

Statistik Blog

Sahabat eKader

Label

Arsip Blog