Prophet Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam said, “The best of you are those who feed others” [H.R. Ahmad]
Jumat (27/02) sore itu masih menyisakan sedikit gerimis selepas pukul 17.00 WIB. Lalu lintas di Jalan Ahmad Yani RT 02 RW 02, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengalir seperti biasa.
Namun di depan Pertokoan Ardi Mulyo, tepat di depan bekas Bank CIMB Niaga atau MS Glow Official Kepanjen, ada pemandangan yang berbeda, yakni senyum-senyum tulus menyambut para pengendara yang melambatkan kendaraan.
Sebanyak 26 kader kesehatan dan anggota Pokja 4 Kelurahan Kepanjen yang dipandu kader Agustin Shintowati berdiri berjejer, membawa kantong-kantong takjil. Mereka menamai kegiatan itu sederhana namun penuh makna, yaitu “Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan.”
Didampingi Bidan Ponkesdes Panji Husada, Mamik Makrifatin, S.ST., Babinsa Kelurahan Kepanjen, serta salah seorang anggota Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB), para kader membagikan 300 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di jalan besar Kepanjen.
![]() |
| Kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen berpose dengan bidan Ponkesdes Panji Husada, babinsa dan salah seorang anggota Tim SMARThealth UB |
Takjil: Menyegerakan, Menguatkan
Secara etimologis, istilah takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajjala–yu‘ajjilu–ta‘jiilan (عجل - يعجل - تعجيلاً) yang berarti menyegerakan atau mempercepat. Dalam konteks ibadah puasa, takjil merujuk pada anjuran untuk menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba.
Di Indonesia, maknanya bergeser menjadi hidangan ringan pembuka puasa - kurma, kolak, atau minuman manis yang mengembalikan energi selepas seharian menahan lapar dan dahaga.
Namun bagi kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen, takjil bukan sekadar makanan pembuka saja, tetapi ditambahi suwiran ayam pedas yang cukup padat dalam gelas kardus sehingga cukup hingga untuk sahur. Ia adalah jembatan kepedulian.
![]() |
| Penurunan paket takjil yang diangkut dari Balai RW 01 Kelurahan Kepanjen ke lokasi pembagian takjil |
Dari Iuran Hingga 300 Senyuman
Kegiatan ini bukan program dadakan. Ia telah menjadi agenda rutin setiap Ramadhan. Dana yang terkumpul pun lahir dari semangat kebersamaan, yaitu dari iuran penyisihan insentif kader yang terkumpul Rp1,2 juta, ditambah bantuan dari Bidan Ponkesdes Panji Husada dan para donatur lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu. Total dana tahun ini mencapai Rp2,17 juta.
Sejak sehari sebelumnya, antusiasme sudah terasa. Pagi harinya, para kader berkumpul untuk memasak, meracik, dan merakit paket-paket takjil dengan penuh canda dan semangat. Balai RW 01 Kepanjen berubah menjadi ruang kebersamaan.
Sore itu, 300 paket takjil siap dibagikan. Dan yang mengejutkan, hanya dalam waktu 16 menit, seluruh paket ludes. Senyum para penerima dan ucapan terima kasih singkat menjadi hadiah paling bermakna bagi para kader.
“Kami senang bisa berbagi di bulan suci ini,” ujar salah satu kader dengan mata berbinar.
![]() |
| Tumpukan paket takjil siap dibagikan oleh kader Kelurahan Kepanjen |
Memberi yang Menguatkan Jiwa
Apa yang dilakukan kader kesehatan dan Pokja 4 ini bukan hanya aksi sosial, tetapi juga cerminan nilai spiritual. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه وسلم) bersabda dalam H.R. Ahmad, “Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan orang lain.”
Hadits tersebut sederhana, namun mengandung dorongan moral yang kuat, yaitu memberi makan bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi menghidupkan empati.
Menariknya, nilai ini juga sejalan dengan temuan ilmiah modern. Sejumlah penelitian psikologi terindeks Scopus menunjukkan bahwa perilaku memberi - termasuk berbagi makanan - berkorelasi positif dengan peningkatan kesejahteraan psikologis (psychological well-being), kebahagiaan subjektif, dan penurunan tingkat stres.
![]() |
| Antrean kendaraan ingin menerima takjil dari kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen |
Studi dalam Journal of Happiness Studies dan Social Science & Medicine menemukan bahwa tindakan prososial seperti memberi makan orang lain dapat memicu pelepasan hormon oksitosin dan dopamin yang berkaitan dengan rasa bahagia dan keterikatan sosial.
Penelitian Dunn, Aknin, dan Norton (2008) bahkan menunjukkan bahwa membelanjakan uang untuk orang lain secara signifikan meningkatkan kebahagiaan dibandingkan membelanjakan untuk diri sendiri.
Bagi kader kesehatan - yang sehari-hari berkutat dengan pelayanan masyarakat - kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat solidaritas sosial, tetapi juga memperkuat makna peran mereka. Mereka tidak hanya hadir sebagai penggerak kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan sosial dan emosional masyarakat.
![]() |
| Kader sedang membagikan paket takjil kepada pengendara motor yang melintas di Jalan Ahmad Yani RT 02 RW 02 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang |
Lebih dari Sekadar Rutinitas
“Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan” bukan sekadar slogan. Ia menjelma praktik nyata di tepi jalan, di tengah hiruk pikuk kendaraan, dalam paket-paket sederhana yang berpindah tangan menjelang azan Maghrib.
Kegiatan ini patut diapresiasi. Ia membuktikan bahwa kebaikan tak selalu harus besar dan megah. Kadang, ia cukup hadir dalam sebungkus takjil dan senyum yang tulus.
Di tengah dunia yang sering terasa sibuk dan individualistis, kader kesehatan dan Pokja 4 Kelurahan Kepanjen mengajarkan satu hal penting, bahwa keberkahan sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Dan sore itu, di Jalan Ahmad Yani Kepanjen, 300 paket takjil telah berubah menjadi 300 alasan untuk percaya bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya. *** [270226]
Oleh: Budiarto Eko KusumoEditor: Budiarto Eko Kusumo












0 komentar:
Posting Komentar